<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327</id><updated>2012-02-16T08:31:56.648-08:00</updated><title type='text'>Nikmati Saja !</title><subtitle type='html'>catatan liku perjalanan hidup seorang anak manusia yang sedang mencari keridhoan sang Illahi ya Robbi izzati, sebuah persembahan untuk yang ku cinta sepenuh hati yang insya allah hadir karena Mu ya Allah Arrahman</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>472</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-114249009279958196</id><published>2006-03-15T22:18:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T22:22:28.753-08:00</updated><title type='text'>Insya Allah Saya Menikah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;Mohon Ketulusan Do'a dan Restunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;&lt;a href="http://www.suryamaira.host.sk/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;KLIK DISINI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suryamaira.host.sk"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-114249009279958196?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/114249009279958196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=114249009279958196&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/114249009279958196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/114249009279958196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2006/03/insya-allah-saya-menikah.html' title='Insya Allah Saya Menikah'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-114130507398850800</id><published>2006-03-02T05:10:00.000-08:00</published><updated>2006-03-02T05:11:14.000-08:00</updated><title type='text'>Rumah kita ...</title><content type='html'>Terus terang, saya bingung memilihkan tempat tinggal untuk kita. Tapi sejujurnya saya masih bersyukur masih dalam taraf bingung "memilihkan". Bukan bingung "mencarikan" atau malah pada kondisi "menerima" tidak memiliki tempat tinggal, ya Allah mudah-mudahan saya tidak mengalami hal tersebut. Kalopun di uji sedemikian, berikan kami ketabahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bulan desember saya sudah mempersiapkan atau lebih tepatnya menyewa sebuah tempat yang bisa kita tinggali nanti insya Allah. Walopun rencana berkumpulnya kita dalam sebuah ikatan suci masih jauh. Tapi gak ada salahnya kalau saya mempersiapkan sesuatu yang sangat penting, yaitunya tempat tinggal. Sejak saya berada di kota ini saya sudah mulai berkeliling mencari tempat dimana nanti kita bisa bernaung. Semakin awal saya mencari akan semakin bagus dan murah yang akan kita dapatkan. Kenapa ? karena saya memilihnya bisa tidak asal-asalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bulan desember saya sudah menetapkan sebuah "rumah bedeng" sebagai tempat tinggal kita nanti. 3 kilometer dari tempat kerja menuju arah Anyer. Alhamdulillah dengan harga yang lumayan murah ada 2 kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 kamar mandi, tempat jemuran dan sepetak kecil untuk dapur. Kalau dihitung dari harga sewanya dibandingkan dengan rumah bedeng yang kondisinya sama ditempat lain masih mendingan yang saya sewa saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal pertama saya menyewa rumah tersebut, boleh dibilang baru 1 bulan kemaren ini saya tempati dengan serius. Kenapa serius ? karena sebelumnya saya tidak serius menempati, kadang di rumah nginap 1 hari ditempat kerja nginap 1 minggu. Rumah cuma tempat barang dan pakaian saja. Apakah saya terlalu cinta pada pekerjaan ? tentu saja tidak. Tapi alasan yang sangat tepat adalah, karena kamu belum ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, saat saya menulis ini... saya masih ogah-ogahan juga untuk pulang cepat ke rumah. Alasannya sekali lagi adalah kamu. Saya ingin cepat pulang ke rumah kalo kamu ada disana, menunggu dengan senyuman maupun dengan omelan. Bagi saya sama saja, tetap saja ada kamu. Liat saja kamar yang saya huni sebelumnya (saat ini udah pindah ke kamar satunya, karena kalo saya ngaji kedengeran banget suaranya dari luar) berantakan gak karu-karuan. Bukan saya gak merapikan, tapi memang saya tidak ada waktu... tidak ada waktu di rumah he he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku... istanaku ... memang saya sangat setuju sekali, tapi apakah lengkap sebuah istana tanpai permaisuri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku... syurgaku..., tapi apakah sudah lengkap kalau tanpa bidadari ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-114130507398850800?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/114130507398850800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=114130507398850800&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/114130507398850800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/114130507398850800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2006/03/rumah-kita.html' title='Rumah kita ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-114114460541974830</id><published>2006-02-28T08:36:00.000-08:00</published><updated>2006-02-28T08:36:45.436-08:00</updated><title type='text'>Di jalan dakwah insya Allah kita menikah</title><content type='html'>Waktu pun berjalan terasa lambat, dan kita lewati banyak kali dengan diam. Hanya saling tukar menukar "tahajud call" setiap dini hari. Berharap, berdo'a dan memohon semoga Allah meridhoi, memberkahi dan memberikan kemudahan rencana kita ini. Biarkan orang bilang kuno, aneh atau mungkin "emang bisa ?". Namun itulah indahnya saat-saat menunggu sesuatu yang akan dihalalkan oleh Allah Azza Wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan itu sering kali datang, namun dengungan untuk memperbaiki diripun tak kalah hebatnya. Saya merasakan itu, tentunya kamu juga ? Kita memang bukan malaikat, yang bisa tak pernah salah atau selalu handal dalam menahan godaan. Tapi kita punya jalan bertobat, memohon ampunan setiap kesalahan yang kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimalisir... minimalisir... terus dan terus, kalo pun kita tersesat. Cepat kembali ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat itu nanti ... &lt;br /&gt;manfaatkan keberadaan saya dan kamu untuk saling mengingatkan. Kadang saya kehilangan haluan, ada kamu yang menuntun kemana saya harus pergi. Kadang kamu kehilangan arah, insya Allah saya memegang kompas pedoman arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat itu nanti ... &lt;br /&gt;Kadang saya letih, dipelukanmulah saya bisa tertidur. Kadang kamu sedih, didada sayalah kamu bisa menangis. Tapi ingat, saya bukanlah manusia sempurna seperti Rasulullah SAW atau Syaidina Ali , begitu juga kamu bukan wanita terhebat seperti Aisyah ra atau Fatimah Azzahro. Tapi kita adalah pribadi muslim yang diurutkan berbaris rapi, yang mungkin kita berada di sekian milyar urutan ketakwaan dan kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat itu nanti ... &lt;br /&gt;Kita berdua berusaha untuk bisa maju kedepan selangkah demi selangkah, berusaha mendekatkan jarak kita dengan derajat ketakwaan para orang-orang sholeh. Letih, tertatih-tatih ... memang ! disamping kamu ada aku dan disamping aku ada kamu, Allah melihat dan tersenyum kepada kita. Genggam tangan ini dan mari kita berlari ! kejar kehidupan mujahid sejati ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang pasti sebelum itu ...&lt;br /&gt;Di jalan dakwah insya Allah kita menikah ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-114114460541974830?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/114114460541974830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=114114460541974830&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/114114460541974830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/114114460541974830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2006/02/di-jalan-dakwah-insya-allah-kita.html' title='Di jalan dakwah insya Allah kita menikah'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113803331646007607</id><published>2006-01-23T08:20:00.000-08:00</published><updated>2006-01-23T08:21:56.473-08:00</updated><title type='text'>Masjid Tutup !</title><content type='html'>Seumur-umur baru kali ini saya menemukan Masjid tutup ! ya, tepat di depan tempat saya bekerja di kota buruh sebelah barat pulau jawa. Masjid tutup bukan karena disegel oleh pemerintah atau pihak kepolisian, tetapi masjid ditutup berhubung karena ada pembangunan. Kalo ada masjid disegel oleh pihak berwenang, wajar-wajar saja kalau kita marah atau mencari sebab kenapa. Tetapi kalau masjid disegel oleh pihak panitia pembangunan masjid, bagaimana dengan ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya sendiri tidak habis pikir, kenapa karena membangun ulang sebuah masjid harus tutup ? trus bagaimana dengan ummat yang mau melakukan sholat jamaah ? Bercermin pada diri saya sendiri, sejak masjid itu tutup saya jadi jarang sholat berjamaah. Atau dengan kata lain saya jadi sering sholat sendirian. Kenapa ? karena masjid yang lain tempatnya jauh dan suara adzan yang juga sulit ditangkap oleh telinga saya. Dulu sebelum masjid tutup, saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang memenuhi masjid setiap ada panggilan adzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekarang sejak masjid itu tutup, saya adalah salah seorang yang juga bingung mau sholat kemana. Tidak jarang disaat zuhur, asar, magrib, isya bahkan subuh saya melangkahkan kaki menuju masjid itu, disaat berada didepan masjid itu saya baru sadar kalau masjid itu tutup. Ini bukan hanya dialami oleh saya saja, ibu yang punya tempat saya bekerja ini juga mengalami hal yang sama. Waktu itu beliau mau melakukan sholat subuh, berjalan di waktu pagi hari tertatih-tatih dengan harapan bisa bertemu dan bermunajat dengan pemilik jiwa. Namun apa yang didapat ? pintu masjid tertutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dirasakan oleh ibu, juga saya rasakan. Bahkan lebih pahit rasanya, sedih ... sampai sekarang belum bisa terjawab pertanyaan terbesar dalam benak saya ... kenapa masjid itu mesti tutup ? Terus siapa yang bisa bertanggung jawab dengan beberapa hadis dibawah ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Ibnu Umar Ra sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Sholat berjamaah lebih utama dari pada sholat sendirian denga dua puluh tujuh derajat (HR. Bukhori No. 645 dan Muslim No. 650 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari Abu Hurairoh Ra ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: "Barangsiap yang pulang pergi ke masjid, maka Allah telah mempersiapkan tempatnya di surga setiap ia pergi maupun pulang" (HR. Bukhori No. 662 dan Muslim No. 669)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari Abu Hurariroh Ra ia berkata: "Rasulullah SAW telah bersabda: Sholat seseorang dengan berjama'ah dilipatgandakan (pahalanya) dari pada sholat di rumahnya tau dipasar dengan dua puluh lima kali lipat. Hal tersebut dikarenakan apabila dia berwudhu kemudian membaguskan wudhunya, kemudian ia keluar menuju masjid dengan maskud untuk sholat, Tidaklah ia melangkah satu langkah melainkan akan diangkat derajatnya dan dihapus dosa-dosanya, kemudian jika ia sholat, maka para malaikat akan senantiasa mendo'akannya: Ya Allah anugerahkan keselamatan baginya, Ya Allah rahmatilah dirinya. Dan seseorang akan dianggap melaksankan sholat selama dia menunggu sholat" (HR. Bukhori No. 647)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dari Abu Hurairoh Ra ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Tidak ada sholat yang paling berat untuk dilakukan oleh orang-orang munafik daripada sholat shubuh dan sholat Isya. Dan kalaulah mereka mengetahui apa-apa yang ada pada keduanya (fadhilah sholat shubuh dan isya) pastilah mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak. Sungguh aku bermaksud untuk memerintahkan muadzin kemudian ia membacakan iqomah kemudian aku memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang, kemudian aku mengambil api kemudian membakar orang-orang yang tidak keluar untuk melaksankan sholat setelahnya" (HR. Bukhori No. 657)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis di atas Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan melaksanakan sholat isya dan shubuh berjama'ah di masjid. Sehingga saking besar pahalanya, setiap orang akan berusaha untuk melaksankan walaupun harus merangkak karena ada halangan atau rintangan seperti halnya anak kecil. Jadi kata-kata "merangkak" dalam hadis di atas menjelaskan bagaimana usaha yang akan dilakukan oleh manusia jika mereka mengetahui besarnya pahala sholat isya dan shubuh berjamaah. Karena secara naluri manusia, ia akan berusaha dengan mengerahkan segala daya dan upaya untuk memperoleh sesuatu hal yang sangat bernialai atau berharga bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya, siapa yang bertanggung jawab kalau saya atau orang lain yang sudah berniat sholat berjamaah di masjid, tetapi ternyata masjid yang saya tuju tutup ? dengan alasan sedang pembangunan. Bisakah diterima alasan tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya waktu berada di tanah kelahiran atau di negeri lain, setiap ada renovasi baik secara total atau pun tidak tidak pernah saya temui tidak pernah ada sampai tutup total. Untuk sholat Jum'at masih bisa diterima, tetapi untuk sholat fardhu ? belum pernah saya temui. Belum lagi kita berbicara bagi musafir atau orang-orang yang sedang menempuh perjalanan. Singgah di kota kecil ini, melihat masjid yang masih berdiri megah walopun sedang dipugar. Berniat menunaikan kewajiban, tetapi ternyata masjid itu tutup. Apa yang anda lakukan jika ternyata musafir itu anda sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sholat idul Adha di lapangan depan masjid itu saya sempat menyimak dengan baik walikota kota (ketua panitia pembangunan masjid ) ini berpidato dengan gagah yang isinya bahwasanya masjid itu akan dipugar mulai tertanggal 15 Januari 2006 sampai dengan 2 tahun kedepan. Pembangunan masjid tersebut dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian penduduk kota buruh ini, maka dibangunlah sebuah masjid yang memiliki fasilitas yang lengkap dengan biaya total semuanya adalah 16 Milyar Rupiah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah ? entahlah ... yang pasti terkahir saya sholat di masjid itu, saya masih melihat bapak tua, orang buta, gelandangan dan sekelompok pengemis yang menunggu uluran tangan orang-orang yang sholat jamaah disana untuk menghidupi keseharian mereka. Dan sekarang ? dimana mereka ? dimana sekarang bapak tua yang suka melemparkan senyum ramah itu ? kemana dia bawa langkahnya yang tertatih-tatih itu ? kemana dia bawa kepalanya yang sering dia akui pusing itu ? kemana dia bawa badannya yang bungkuk dibungkus oleh sehelai baju yang jarang sekali dia ganti ? Masihkah tas kresek pemberian saya dulu itu yang kau sandang ? atau sarung kesayanganku itu yang masih kau pakai ? ah, saya kangen ucapan alhamdulillahmu. Saya kangen dengan senyummu yang tulus disaat bersalaman setiap kita selesai menunaikan sholat jamaah di masjid itu. Saya kangen masjid itu buka seperti sedia kala, saya kangen !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113803331646007607?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113803331646007607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113803331646007607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113803331646007607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113803331646007607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2006/01/masjid-tutup.html' title='Masjid Tutup !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113803029435405428</id><published>2006-01-23T07:30:00.000-08:00</published><updated>2006-01-23T07:31:34.366-08:00</updated><title type='text'>Tulisan Bulan Mei Yang Lalu</title><content type='html'>Alhamdulillah, tulisan yang sengaja saya tulis bulan Mei yang lalu. Sudah banyak tersebar di media web, dibahas dalam forum online, di foward ke milis-milis, di kirim ke buletin board friendster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah saya tidak memusingkan kalo ada orang yang mencatut namanya sebagai penulis tulisan tersebut. Bagi saya, semakin banyak orang yang tau semoga Allah semakin ridho kepada saya. Semoga dengan tulisan itu bisa menggugah kesadaran orang-orang yang saya tuju. Biar saja penulis tulisan itu tidak ada atau tertera hamba Allah atau mungkin ada orang yang berani bikin namanya sebagai penulis. Biarkan saja. Karena sejak awal saya memang tidak ingin diketahui bahwa yang nulis itu adalah saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau maha mengetahui segala apa yang tampak maupun yang tak tampak. Aku berharap keridhoanMu bagi mereka-mereka yang sudah berperan menyebarkan apa-apa yang pernah aku tulis walopun terkadang ada diantara mereka yang menyatut nama. Jangan Engkau hukum kami atas kekhilafan kami ya Allah. Berikan ampunan kepada kami ya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113803029435405428?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113803029435405428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113803029435405428&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113803029435405428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113803029435405428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2006/01/tulisan-bulan-mei-yang-lalu.html' title='Tulisan Bulan Mei Yang Lalu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113733421053085900</id><published>2006-01-10T06:08:00.000-08:00</published><updated>2006-01-15T06:10:10.546-08:00</updated><title type='text'>Wahai Sang Petinggi Adat !</title><content type='html'>Kadang saya sendiri gak tau juga harus gimana lagi. Saya jauh disini, dan beberapa bulan lagi insya Allah aku akan pulang untuk melaksanakan sunnah Rasulullah SAW dengan sebuah upacara sakral Menggenapkan separoh dien supaya mendapatkan titel Ibaduh Rahman, menapaki langkah awal membentuk keluarga Mujahid guna selamat dunia dan akhirat. Ya, keluarga mujahid ! keluarga yang isinya adalah manusia-manusia pembela agama Allah. Keluarga pelaku dan pengawal dakwah islamiyah. Itu lah visi kedepan yang kita saling ungkapkan waktu ta'arufan beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang aku pikirkan saat ini bukanlah bentuk keluarga yang akan kita bangun. Melainkan step pertama dalam melangkah ke dunia nyata sebagai seorang manusia. Yaitunya tali pernikahan. Saya tau semua orang gembira untuk menikah, bahkan saking gembiranya ada yang melakukan acara pernikahan jauh sekali dari yang disyari'atkan. Dan ini yang saya takutkan, yang saya pikirkan saat ini. Kita umat Islam yang menjungjung tinggi nilai Al Qur'an dan Sunnah tapi kenapa selalu saja kalah oleh adat dan istiadat yang notabenenya gak tau siapa yang bikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri atau Suami adalah pasangan yang akan dipertanggung jawabkan dari mulai ijab kabul sampai di akhirat nanti. Apakah bisa dipertanggung jawabkan semua itu berdasarkan hukum adat ? untuk para petinggi-petinggi adat tolong anda jawab pertanyaan saya ini. Saya tau anda orang yang lebih mengerti, segala pahit manis asam garam kehidupan sudah anda coba. Jika anda bisa menjawab pertanyaan saya diatas, saya akan ikuti adat yang anda anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, saya masih awam dalam hal hukum agama apalagi adat yang jelas saya gak mau tau. Tapi dengan ke awaman saya itulah saya ingin mencoba menerapkan apa-apa yang saya mengerti walaupun itu sedikit. Plis lah, anda adalah orang yang tidak akan tahu nantinya apakah istri saya tadi malam sholat tahajud atau tidak. Anda tak kan tahu nantinya apa warna baju dalam yang dipakai istri saya. Artinya ? anda tidak akan tau dan tidak perlu tau apa-apa yang akan terjadi dalam rumah tangga saya. Trus kenapa ada serta merta mengatur langkah awal saya ini dengan hukum adat yang saya tak paham sepeserpun itu maknanya apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya marah ? tentu saja, tentu saja saya marah kalau acara pernikahan dipersulit hanya karena ADAT ! sekali lagi hanya karena adat, bukan karena hukum Allah SWT. Bukan karena sunnah Rasulullah. Kita masih punya malu gak sih sama yang diatas. Berapa banyak pengalaman yang terjadi diwaktu pesta pernikahan ada mempelai yang "men-cut" ibadah sholatnya dengan alasan pakaian dan segaa perhiasan yang mereka pakai. Berapa kali kita melihat dentuman musik dan penari setengah telanjang ikut menghiasi acara pernikahan yang suci ? Kita berdalih itu memang sudah adatnya. Bisakah anda pertanggung jawabkan semua itu wahai sang petinggi adat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113733421053085900?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113733421053085900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113733421053085900&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113733421053085900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113733421053085900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2006/01/wahai-sang-petinggi-adat.html' title='Wahai Sang Petinggi Adat !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113589237735998108</id><published>2005-12-29T13:15:00.000-08:00</published><updated>2005-12-29T13:39:37.370-08:00</updated><title type='text'>Cerita menjelang pagi</title><content type='html'>Hari ini insya Allah saya akan melanjutkan perjalanan ke Kota gudeg Jogja. Dua hari di kota dingin ini saya tidak bisa berbuat banyak. Kecuali diisi dengan ngurus ijazah, ngenet, ketemu temen-temen, makan sate, tidur di kasur berdebu, backup data (lebih tepatnya film-film terbaru sih) di ftp nya mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren hari saya sempat ketemu dengan bapak &lt;a href="http://teknik.brawijaya.ac.id/unggul"&gt;ini&lt;/a&gt; yang mana sebelum ini saya tidak sempat pamit pada beliau. Sebelum bertemu dengannya saya sudah bersiap sedia untuk dimarahi, maklum saya meninggalkan &lt;a href="http://teknik.brawijaya.ac.id/unggul"&gt;webnya yang cantik itu&lt;/a&gt; tanpa ada yang ngurus. Alhamdulillah banyak yang kami obrolkan, walopun sebelumnya saya disindir (alhamdulillah gak dimarahi) berangkat begitu saja tanpa pamit ataupun pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak agenda saya yang belum terselesaikan disini. Ke DPD, pamitan dengan ustadz, Ngasihin kwitansi, tidur di Sentaurus, ambil tape recorder dan .. ah banyak kali yang belom saya selesaikan. Sekarang saya masih berkutat dengan bekap-bekap data di komputernya Ibon. Entahlah, saya sepertinya sedang merasakan syurga internet di kampus brawijaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya saya bilang, bagi mahasiswa yang saat ini masih memanfaatkan fasilitas ini. Saran saya pergunakan dengan sebaik-baiknya, karena gak bakal ada fasiltas seperti ini di dunia kerja sana. Ada, itu kalo menjadi staff IT atau bekerja di bidang IT, kalo menjadi kuli biasa mah jangan harap akan menikmati sajian internet seperti ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113589237735998108?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113589237735998108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113589237735998108&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113589237735998108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113589237735998108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/cerita-menjelang-pagi.html' title='Cerita menjelang pagi'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113586114975450318</id><published>2005-12-29T04:52:00.000-08:00</published><updated>2005-12-29T04:59:09.766-08:00</updated><title type='text'>Tolong, Keluargaku Njelimet</title><content type='html'>Kasus keluargaku sangat aneh, walaupun secara hukum adalah legal dan sah... Waktu aku berumur 23 th aku menikahi seorang janda cantik berumur 35 th. Janda itu memiliki anak yang juga sangat cantik berusia 12 th. 5 tahun kemudian, anak tiriku saling jatuh cinta dengan ayahku yg duda dan tak lama kemudian mereka menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berarti ayahku sekaligus menjadi menantuku,suatu hal yg membingungkanku, sebab anak tiriku sekaligus menjadi ibu tiriku, karena dia menikah dengan ayahku. Komplikasi ini menjadi semakin parah dan kacau balau,  karena aku telah punya seorang anak lelaki dengan istriku yg bekas janda itu. Anakku menjadi saudara dari anak tiriku, berarti dia adalah saudara dari ayahku, ini berarti anakku adalah    sekaligus pamanku, suatu hal yg membuatku sedih sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri ayahku, yg juga anak tiriku, kemudian melahirkan seorang anak perempuan. Hal ini berarti anak perempuan itu adalah cucuku, karena aku adalah suami dari  neneknya. Dan sekaligus saudara perempuanku, karena dia adalah anak dari ayahku. Istriku adalah ibu dari anak tiriku, yg juga menjadi ibu tiriku, karena dia adalah istri ayahku. Ini berarti dia adalah istriku, dia juga sekaligus nenekku, karena dia adalah nenek dari saudara perempuanku. Bila istriku adalah nenekku, berarti aku adalah cucunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan 1 hal yg bikin aku gila bila memikirkannya adalah, sebagai suami dari nenekku, berarti aku menjadi KAKEK DARI DIRIKU SENDIRI ! :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113586114975450318?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113586114975450318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113586114975450318&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113586114975450318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113586114975450318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/tolong-keluargaku-njelimet.html' title='Tolong, Keluargaku Njelimet'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113584317100346404</id><published>2005-12-28T23:42:00.000-08:00</published><updated>2005-12-28T23:59:31.016-08:00</updated><title type='text'>Detik ini</title><content type='html'>Detik ini saya berada di kota yang membesarkan saya selama enam tahun terakhir. Dari pandangan saya yang tidak seberapa jauh ini ternyata memang tak jauh ada perubahan. Wong ditinggalin baru 2 bulan, ya mesti tho. Jujur saya kangen dengan debu-nya tempat tidur TPTIFT, kopi-krimnya UPPTI, Es teh-nya Kafet, Sate padang, martabak mesir, roti cane ... loh kok larinya ke makanan semua ? he he he. Maklum masih dalam suasana perbaikan gizi, walopun kata teman-teman saya sekarang rada gemukan dikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katanya sekarang kerjanya udah mantepan, kok penampilannya masih kayak gitu aja sih. Jangan-jangan salah ngerantau kali nih ?". Salah seorang teman berkomentar saya datang dengan atribut seperti biasa sejak beberapa tahun yang lalu. Celana cargo, kaos oblong item + baju rangkepan ijo (yang dipake ama tentara tapi bukan yang loreng), sendal plus sendal ransel. Style standar saya dari dulu. Dan sekarang udah gak keliatan beberapa bulan, masih tetap saja seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir apakah harus berganti style setelah bekerja di kota buruh sana ? Trus semestinya berpenampilan seperti apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pake kemeja, celana yang rapih, sepatu pantopel, rambut klimis trus satu lagi HPnya diganti ! pokoknya keliatan orang yang udah bekerja gitu loh !". Saya ketawa ngakak disaat salah seorang teman bilang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukannya penampilan kayak gitu udah ditempat kerja ? Saya kesini mah mo ngelepas kangen, bukan kerja hehehe. Masa disuruh pake rapih begitu, jangan ah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ngelepas kangen dengan dinginnya malang (salah satunya) saya juga nagih ijazah ke rektorat + transkrip + legalisir di fakultas. Alhamdulillah birokrasi gak sekomplek saya mau wisuda. 2 Jam-an selesai, cuma ya legalisirnya saja yang agak bribet. 1 lembar seribu, saya legalisir 30 lembar ijazah ama legalisir. Mikirnya sih biar butuh gak bolak-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm... dah azan asar, saya kangen sama Masjid perjuangan dulu, masjid Raden Fatah. Akhi... masihkah kau sering bersujud disana ? semoga kita ketemu disana ya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113584317100346404?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113584317100346404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113584317100346404&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113584317100346404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113584317100346404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/detik-ini.html' title='Detik ini'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113454479348219412</id><published>2005-12-13T22:44:00.000-08:00</published><updated>2005-12-13T23:19:53.493-08:00</updated><title type='text'>Ampunilah kami Ya Allah</title><content type='html'>Alhamdulillah Sa, tulisan yang sengaja saya tulis bulan Mei yang lalu. Sudah banyak tersebar di media web, dibahas dalam forum, di foward ke milis, di kirim ke buletin board friendster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah saya tidak memusingkan kalo ada orang yang mencatut namanya sebagai penulis tulisan tersebut. Bagi saya, semakin banyak orang yang tau semoga Allah semakin ridho kepada saya. Semoga dengan tulisan itu bisa menggugah kesadaran orang-orang yang saya tuju. Biar saja penulis tulisan itu tidak ada atau tertera hamba Allah atau mungkin ada orang yang berani bikin namanya sebagai penulis. Biarkan saja. Karena sejak awal saya memang tidak ingin diketahui bahwa yang nulis itu adalah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau maha mengetahui segala apa yang tampak maupun yang tak tampak. Aku berharap keridhoanMu bagi mereka-mereka yang sudah berperan menyebarkan apa-apa yang pernah aku tulis walopun terkadang ada diantara mereka yang menyatut nama. Jangan Engkau hukum kami atas kekhilafan kami ya Allah. Berikan ampunan kepada mereka, dan saya ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, karuniakanlah kepada mereka apa-apa yang Engkau karuniakan kepada saya sehingga mereka bisa membuat lebih baik dari apa yang pernah saya lakukan. Ya Allah, hanya kepadamu hamba berharap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113454479348219412?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113454479348219412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113454479348219412&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113454479348219412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113454479348219412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/ampunilah-kami-ya-allah.html' title='Ampunilah kami Ya Allah'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113444708802321649</id><published>2005-12-04T20:09:00.000-08:00</published><updated>2005-12-12T20:11:28.046-08:00</updated><title type='text'>Ngapain Harus Ontime ?</title><content type='html'>Saat ini masih 5 Desember. Saya sedang mengikuti pelatihan manajemen Apotik di Sucofindo. Gak usah dibahas ya, kenapa kok bisa ikutan pelatihan semacam itu. Yang bakal saya bahas adalah masalah klasik budaya orang Indonesia Raya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa dan sampai kapan saya tidak tau alasannya, kenapa kok setiap seminar, pelatihan dan sejenisnya bangku/tempat duduk yang penuh duluan adalah bagian belakang. Aneh, bangku depan adalah bangku ajaib yang selalu kosong. Atau mungkin ada jin yang sudah ada duduk disana ? Kalau sang pembawa acara mau memulai acara kemudian &lt;br /&gt;mempersilahkan untuk memenuhi tempat duduk di depan, baru kita malu-malu dengan tersenyum simpul sambil dorong-dorong pindah ke depan. ah, klasik sekali !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti saya tidak pernah seperti itu. Saya pernah sengaja untuk duduk di belakang. Dulu waktu kuliah selalu memilih duduk di belakang, karena memang postur dan rambut saya  yang gondrong menghalangi mahasiswa yang lain makanya saya pilih duduk di belakang. Dan alasan yang lebih tepat lagi, saya kuliah niatnya bukan untuk dapetin ilmu tapi lebih sering niatnya nyambung tidur yang baru 2 jam. Itu dulu ... ( ah, kayak orang-orang sudah tua saja saya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, ternyata budaya seperti saya di mahasiswa dulu masih banyak yang memakainya di dunia kerja. Saya akui, saya dulunya bukanlah mahasiswa yang patut ditiru. Walopun saya pernah menjadi mahasiswa berprestasi di kuliah dulu (maaf sedikit membuka rahasia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah angin, hujan, petir ataupun mimpi apa semalam saat ini saya kok sepertinya lebih kelihatan (kelihatan belum tentu sebetulnya) lebih bijaksana (ehm). Saya berpikir gimana saya bisa maksimal mengikuti pelathihan ini kalau saya duduk di belakang. Mungkin orang lain bisa kali ya, soalnya mereka emang pinter-pinter. Tapi untuk saya sepertinya susah deh. Apalagi saya adalah orang yang awam dalam hal &lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, ini nih yang bikin saya (mungkin juga yang lain) rada gak ngeh. Gak di DPR, instansi, dimana aja budaya ngaret tetap saja ! Sejak saya datang disini, duduk di bangku ini, sampai saya menulis sebanyak ini belum ada tanda-tanda acara mau di mulai. Sampai kepikiran, ini acara jadi gak sih ? satu setengah jam belum mulai juga ? ini mah bukan telat lagi tapi "molos" (molornya kayak mbolos). Saya mo protes, protes pada siapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saya harus ngikut kata iklan "Kalo yang lain pada ngaret ngapain harus ontime ?". Ah, malu saya sama Allah. Apa gunanya sholat ontime ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113444708802321649?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113444708802321649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113444708802321649&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113444708802321649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113444708802321649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/ngapain-harus-ontime.html' title='Ngapain Harus Ontime ?'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113444635834754304</id><published>2005-12-03T14:58:00.000-08:00</published><updated>2005-12-12T19:59:18.350-08:00</updated><title type='text'>Biang Keladi</title><content type='html'>"Lu tuh biang keladinya !". Temanku bilang disela ketawa riuh dan bahagianya malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah, saya kan cuma menjalankan titah dari sang baginda saja". Pura-pura ngeles sayanya padahal saya memang ingin melihat 2 pasang anak manusia itu berakhir di pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya jalanin titah, tapi kok kebangetan. Masa yang gembar-gembor duluan kamu, eh yang jadi pertama malah saya dan dia". Semua yang hadir waktu itu mendadak jadi gerr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hehe, maap kalo masalah waktu saya gak bisa protes. Alhamdulillah kalo kamu dan mbak ini duluan dari saya. Itu artinya lebih dari sekedar sukses berat ! hehe".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi yang jelas beban yang ada dipundak orang tua, kekhawatiran mbak dan mas kamu udah gak ada lagi" lanjut saya sedikit serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, beban yang lain pada pindah semua ke gua... dasar emang !" dia nyela dengan cueknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lirik pada mbak yang satunya. Ah, beliau ternyata lebih parah lagi nyalipnya. Kalo saya disalip ditikungan sama teman, kalo mbak ini udah nyalip ditikungan tanjakan pula. Baru kemaren sore dia ngobrol sama saya, besok malemnya jadi sudah ditetapin tanggal 25 Des ini akadnya. Subhanallah, walhamdulillah. Puji syukur banget kalo keputusannya memang seperti itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113444635834754304?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113444635834754304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113444635834754304&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113444635834754304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113444635834754304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/biang-keladi.html' title='Biang Keladi'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113444627908174213</id><published>2005-12-02T19:56:00.000-08:00</published><updated>2005-12-12T19:57:59.093-08:00</updated><title type='text'>Saat Menunggu</title><content type='html'>Menunggu adalah kata yang paling tidak diinginkan oleh setiap orang, mungkin. Bagi saya ? menunggu adalah sesuatu hal yang harus saya isi keberadaannya dengan berbagai macam. Kalo terkadang saya menunggu bis atau angkot baik yang lewat ataupun lagi ngetem, saya mengisinya dengan membaca atau mungkin istilah lebih kerennya dengan berdzikir (cihui). Cuma kalo saya pake istilah keren itu kayaknya saya bercerita seperti layaknya orang alim banget ya ? Ah terserah lah, yang jelas saya mengisinya dengan kegiatan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya menunggu antrian di bank atau di loket pembayaran, lagi-lagi saya membaca. Syukur-syukur kalo saya bawa buku kecil atau disekitar ada koran, tapi kalo tidak ada. Lagi-lagi saya melakukan istilah keren tadi. Kenapa saya mesti berdzikir disaat menunggu ? jawaban sederhananya karena saya susah sekali untuk mengingat Allah. Sering kali saya lupa dengan Allah SWT. Bangun tidur saja saya sering lupa baca do'a. Mau masuk WC/kamar mandi saya sering kali lupa baca do'a. Keluar WC/kamar mandi apalagi, minum air putih saya juga sering lupa baca bismillah. Selesai minum ? jangan ditanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pake pakaian saya selalu lupa baca do'a, keluar rumah menuju tempat kerja juga lupa baca do'a. Jarang sekali saya ingat keberadaan Allah disaat saya melakukan apa-apa. Baru disaat saya melamun menunggu angkutan, saya ingat keberadaannya. Mungkin karena tidak ada lagi yang yang saya kerjakan kecuali menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang parah ya ? Ya Allah kenapa hamba ini susah kali untuk mengingatMu ? Rasanya tak cukup hanya setiap sholat datang ke rumahMu dan bersama jamaah lain bersujud dihadapanMu. Hamba ini takut ya Allah disaat Engkau mencabut nyawa ini tidak sedang mengingat Mu. Betapa meruginya hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Setiap mata hati tangan kaki akan menjadi saksi&lt;br /&gt;tiada dusta diri yang tak terhakimi.&lt;br /&gt;Luka sepi air mata tak berarti lagi&lt;br /&gt;akan terlambat segala sesal diwaktu nanti&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113444627908174213?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113444627908174213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113444627908174213&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113444627908174213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113444627908174213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/saat-menunggu.html' title='Saat Menunggu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113414566804778803</id><published>2005-12-02T08:27:00.000-08:00</published><updated>2005-12-09T08:27:48.060-08:00</updated><title type='text'>Kalo Boleh</title><content type='html'>Hari ini kalo diperbolehkan aku ingin sekali kamu duduk disampingku, sekedar menemani untuk berbincang-bincang. Atau mungkin kalau saya boleh memakai istilah yang lagi "in" saat ini, saya ingin curhat. Ya, saya ingin curhat ! saya ingin bercerita, saya juga ingin seperti mereka yang selalu setia menjadikan saya sebagai pendengar yang baik. Walau terkadang saya meragukan apa benar saya bisa menjadi pendengar yang baik ? Malah saya dimintai pendapat gimana baiknya. Jelas, saya berusaha untuk memberikan pendapat se-obyektif mungkin  sesuai dengan apa yang pernah saya alami, pikirkan bahkan dari referensi yang pernah saya baca dan tepatnya sesuai dengan kemampuan saya untuk mencerna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan saya cuma satu, agar masalah yang mereka bisa sedikit mencair setelah berbincang dengan saya, atau setidaknya mereka bisa meletakkan untuk sementara beban yang berat dipundaknya. Walaupun nanti akan menumpuk lagi di pundaknya. Ya lebih tepatnya ada saat melepas kepenatan pikiran dengan berbincang-bincang. Saya ingin melihat mereka tersenyum lega setelah berbicara panjang lebar ke dalam telinga saya. Dan tentunya itu semua harus saya simpan rapi di dalam hati, dikeluarkan hanya sesuai porsi orang-orang terntentu yang berkaitan erat dengan pembicaraan. Bahkan untuk hal yang sangat sensitif atau aib saya mengunci mati dalam sebuah peti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin seperti mereka... ingin sekali. Makanya saya ingin (kalo boleh) kamu saat ini berada disampingku, untuk hanya sekedar mendengarkan kenapa saya tidak bisa tidur cepat tadi malam. Atau mungkin mendengarkan saya bercerita tentang rumah yang sewa kemaren sore. Ah, kamu tau ? semua itu rasanya plong banget ... setelah saya bercerita tumpah ruah. Walopun capeknya setengah mati saya bekerja seharian, tapi disaat ada kamu tempat saya berbagi saya akan merasa semua capek itu hilang seketika, walopun kamu hanya diam membisu mendengarkan saya dan sesekali melemparkan senyum. Itu saja. Ya itu saja, diam dan senyum tulus itu bagi saya lebih dari mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saat ini saya harus menunggu "kalo boleh" itu sekian lama lagi. Ya Allah saya serahkan urusan semua ini padamu. Ijinkanlah kami untuk berkumpul dalam kebaikan, untuk menuju kebaikan Mu ya Allah. Permudahlah jalan ini ya Allah, karena Engkaulah sesungguhnya pemberi kemudahan. Tidak ada sesuatupun yang mudah tanpa kemudahan dari Engkau. Hanya padaMu hamba berserah diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113414566804778803?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113414566804778803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113414566804778803&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113414566804778803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113414566804778803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/kalo-boleh.html' title='Kalo Boleh'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113414410507987417</id><published>2005-12-01T07:42:00.000-08:00</published><updated>2005-12-09T08:03:07.473-08:00</updated><title type='text'>Belajar Nyetir</title><content type='html'>Sudah beberapa hari ini saya belajar mengendarai mobil, alhamdulillah mimpi saya waktu masih SMP, SMA, bahkan di bangku kuliah sekarang sudah terwujud. Dulu melihat orang-orang nyetir mobil saya jadi pengen, tapi gimana mungkin emangnya saya mo nyetir mobilnya siapa ? naik mobil numpang aja jarang paling juga angkot, apalagi nyetir... mimpi aja kali ?! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah dulu pikiran saya waktu SMP, SMA bahkan semasa kuliah. Bahkan jujur, saya sekarang masih merasa bermimpi saja kalo lagi berada di belakang roda setir. Suatu hal yang saya pikir gak mungkin, tapi sekarang Allah memungkinkan bagi saya. Bahkan barusan saja saya sudah bawa sendiri (tanpa teman lagi) dari kota ini ke kota sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo di itung-itung dari pertama saya megang setir sampe sekarang bisa dibilang itungan hari. Kata suhu setir saya, katanya saya termasuk cepat juga belajar nyetirnya. Mungkin karena saya ngebet banget untuk bisa kali ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, kedua dan ketiga belajar, saya belajar di jalan jalur searah yang jarang banget dilewati oleh kendaraan bermotor. Disana saya belajar ganti persneling, belok ke jalan jalur sebelahnya. Berhenti parkir kemudian mundur ngikutin pinggir trotoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke empat, saya belajar di daerah tanjakan. Berhenti di tanjakan kemudian jalan lagi. Awal-awalnya sih susah untuk tidak mundur. Tapi memang harus ada kebiasaan untuk bisa menstabilkan antara gas dan kopling biar mobil bisa melaju tanpa mundur ditanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kelima saya udah berani di jalan raya, di keramaian dan tepatnya di jalur macet kota ini. Ternyata emang bener yang dibilang orang-orang, kalo di jalan macet bikin kaki pegel. Kudu sering-sering nginjak kopling, rem ama gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke enam, saya diajak untuk tur jarak jauh sekitar 30 km. Dari kota ini ke tempat penyebrangan. Yang jaraknya lumayan jauh dan jalannya berliku, banyak angkot, bis dan truk yang sering jadi raja kalo di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketujuh, saya berkendara di jalan pedesaan yang sempit. Jalannya menanjak, berbelok dan banyak lobang. Hebat ! yang hebat banget jalannya, seperti off road aja, ya walopun gak off road banget. Tapi bikin bodi mobil kecipratan lumpur dimana-mana. Tapi memang pengalaman yang ke pedesaan yang berbukit itu membuat saya jadi ingat kampung halaman. Tanjakan, belokan bahkan lumpurnya sama persis dengan tempat kelahiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke delapan, saya beranikan diri untuk ujian dapetin SIM. Ternyata ujian SIM itu susah ya. Walopun teori saya hasilnya sangat memuaskan, ternyata saya tidak lulus dalam praktek. Saya rencanaya ambil SIM C ama SIM A yang prosedurnya gak rumit-rumit amat. Yang rumitnya pada waktu ujian praktek, baik SIM C dan SIM A saya gak lulus. SIM C saya gak berhasil menyelesaikan track tanpa turun kaki. Sedangkan ujian SIM A saya nabrak pembatas yang sudah ditentukan diwaktu mundur melewati pembatas yang sempit. Ah, susah juga ternyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya pengen ngelanjutin ujian prakteknya minggu depan, tapi kata yang kasih duit ( direktur bo ! ) udah ambil yang cepet aja. Akhirnya saya ditawarkan oleh  pak polisi yang baik hati untuk nembak SIM aja. Walhasil saya harus nambah 300 ribu lagi untuk mendapatkan kedua SIM itu. Terus terang saya gak enak banget dapetin SIM dengan cara begini. Gak ada kebanggaan, bagi saya bukan masalah duit atau masalah cepat atau lambatnya dapetin SIM nya. Tapi masalahnya adalah kemampuan saya untuk berkendara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya harus mempercepat proses pengambilan SIM tersebut setelah direktur saya  bolak-balik nanyain udah selesai apa belum. Dan dalam waktu singkat setelah di jepret dua buah Surat Izin Mengemudi berada di tangan saya. Ya Alhamdulillah, walopun saya nembak tapi saya puas udah nyoba ujian SIM itu kayak apa. Suatu saat nanti saya harus  mencoba ujian lagi walopun dengan cara sendiri saja, seperti layaknya yang bapak-bapak polisi tadi kasih sama saya. Malu saya sama Allah dapatin SIM kayak begini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113414410507987417?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113414410507987417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113414410507987417&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113414410507987417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113414410507987417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/12/belajar-nyetir.html' title='Belajar Nyetir'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113308798677369056</id><published>2005-11-26T02:38:00.000-08:00</published><updated>2005-11-27T02:39:46.996-08:00</updated><title type='text'>Lagi Sendiri</title><content type='html'>&lt;i&gt; Jaga hati... hiasi dengan adab syar'i, kesendirian acap membuat kita lengah ! Sering-seringlah berkhalwat dengan-Nya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, pesan yang sangat mengena. Pagi itu saya masuk kantor agak siangan. Entah memang kebetulan atau bagaimana, ternyata saya hari ini sendirian di kantor. Direktur dan wakil direktur karena hari ini Sabtu jelas mereka bisa dibilang antara datang atau tidak. Yang lain ? kebetulan punya acara yang sama yaitunya ke Jakarta. Alhasil jadilah saya sendirian di kantor tempat kerja yang segede ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sore kemaren entah kenapa saya merasa bt, bukan karena saya gak bisa ikut ke jakarta lho.. bukan. Emang saya sendiri juga tidak tahu kenapa "bt" juga bisa datang nangkring di kepala saya. Dibawa makan gak enak, dibawa tidur susah sampai-sampai saya kepikiran apa saya bakal sakit atau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana ? karena saat ini disini lagi doyan Demam Berdarah. Ugh, moga-moga jangan sampai saya kena DBD ya Allah. Saya gak bisa bayangkan gimana kalo kena DBD dan dirawat seperti teman saya. Bukan masalah perawatannya tapi masalah jarum ! ya saya paling takut sama jarum suntik dan jarum infus. oh tidak ! Dari dulu itulah yang membuat saya benci sama yang namanya rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik lagi masalah lagi sendiri di kantor. Sebenarnya banyak yang harus saya lakukan diwaktu pagi ini. Tapi entah kenapa mungkin sisa-sisa bt kemaren masih ada membuat saya melirik telpon kemudian berpikir sejenak, telpon apa gak. Akhirnya tanpa babibu lagi saya tekan nomor 08136... sejenak kemudian terdengar nada sambungan tutt tutt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Hallo Assalamualaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Wa'alaikumsalam&lt;br /&gt;........ (diam)....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Wa'alaikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh, lagi ngapain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Mm.. lagi... gak usah deh dikasih tau. Ada apa Da ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Gak ada, saya lagi sendirian di kantor. Yang lain pada ke Jakarta, so cuma nelpon aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : O, oh ya... ibu dan keluarga Uda dah dikasih tau kalo tanggal 4 nanti mo kesana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Insya Allah Udah, hmm nanti deh dikasih tau lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Saya ikutan kesana, nemenin yang ibu-ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Oh ya ? bakal rame ya ? emang berapa orang yang mo datang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Sekitar 20 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Subhanallah, rame amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Ya begitulah, adat Da... adat disini kayak gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Lama-lama kita kok semakin pasrah dengan adat ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Ya mo gimana lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Ok deh, Saya juga gak tau awalnya mo ngobrolin apa. Cuma lagi bt aja sendiri, trus tadi pengen nelpon lansung aja telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Ooo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Ada masalah lagi gak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Insya Allah gak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Ok deh, kalo gitu salam buat ibu, bapak dan adik-adik, kalo mau juga mamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Kalo Ibu dan Bapak Insya Allah. Adik sama mamak afwan gak bisa saya sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : (tertawa) ok gak papa. Baik-baik ya disini. Ada pesan untuk uda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : iya, makasih. gak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : dah ya, Wassalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : Wa'alaikumussalam Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam berselang tiba-tiba hp saya berdering pertanda ada Sms masuk. Dan ... Subhanallah !!! dirimu memang (saya tak punya kata-kata untuk ungkapkan) ... Ya Allah Robbi Izzati ...salahkah aku jika mencintainya karena keteguhan agamanya ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113308798677369056?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113308798677369056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113308798677369056&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113308798677369056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113308798677369056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/11/lagi-sendiri.html' title='Lagi Sendiri'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113273690141017878</id><published>2005-11-20T01:07:00.000-08:00</published><updated>2005-11-23T01:08:21.423-08:00</updated><title type='text'>Lama ya saya gak nulis</title><content type='html'>Lama ya saya gak nulis blog ini. Kalo di hitung-hitung mah banyak yang mau saya ceritakan. Tapi apa daya saya juga punya keterbatasan dan mungkin lebih tepatnya "kemalasan". Padahal kan bisa saja saya tulis dulu berbagai cerita dalam secarik kertas kemudian saya tuangkan lagi dalam ketikan seperti ini. Ugh ! ternyata kebodohan itu memang terjadi disaat kita gak menyadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak tau harus bilang apa, bahagia, suka cita atau gundah gak tau bedanya sekarang itu seperti apa. Seperti orang bilang bercampur menjadi satu dan itulah yang saya rasakan sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bahagia kemaren bisa pulang kampung, ketemu ibu/bapak sanak saudara yang udah satu tahun udah gak ketemu. Ponakan saya Muhammad Yusuf udah gede, ngomong udah gak cadel lagi. Udah bisa komentar ini itu suka brantem sama adik nya Taufik. Ah, Taufik. Ini anak memang paling top sedunia. Baru berumur 10 bulan, kalo ngeliat wajahnya kayak gak ada masalah aja. Nangis enggak, diajak sama siapa aja mau. Mainannya di rebut ama Yusuf cuek aja. Disuruh duduk mau, diajarin jalan juga oke. Sesekali teriak, paling gampang ketawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo tilawah deket Taufik ini pasti dikejar-kejar. Kemaren itu Taufik nempel banget sama saya ya gara-gara tilawah. Awalnya ... biasa, selepas magrib sambil menunggu makan malam, saya tilawah di ruang keluarga. Pas waktu lagi asik-asiknya baca juz 19, gak taunya Taufik dah merangkak ke pangkuan saya kemudian dengan berdiri diatas paha saya kemudian ikutan bolak balik mushaf, sesekali juga ngomong gak jelas kayak ngikutin tilawahnya saya. Kontan saja saya kaget, karena jarang lho ada bayi yang begitu antusias sama orang tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sejak itu, kalo saya pengen main sama Taufik saya cukup tilawah, kalo dia denger dari jauh sekalipun pasti dah ngejar (merangkak) ke tempat saya baca mushaf Al Qur'an. Kemudian dengan santainya berdiri di pangkuan saya. Kalo gak ikutan bolak balik mushaf ya mainin jenggot saya, ditarik-tarik kemudian diputar-putar trus dia ketawa. Lucu emang dah ponakan yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik juga suka jail ama kakaknya Yusuf. Seneng juga gangguin mainan kakaknya yang udah di susun rapi. Dengan tanpa bersalah mainan yang udah susah payah disusun sama Yusuf di obrak abrik sama dia. Alhasil dapat tonjok dari Yusuf, tapi anehnya yang nangis bukannya Taufik malah Yusuf ang nonjok hehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113273690141017878?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113273690141017878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113273690141017878&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113273690141017878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113273690141017878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/11/lama-ya-saya-gak-nulis.html' title='Lama ya saya gak nulis'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-113043042588936483</id><published>2005-10-27T09:16:00.000-07:00</published><updated>2005-10-27T09:27:05.900-07:00</updated><title type='text'>Aku tulis sedikit pesan untukmu</title><content type='html'>Aku mencoba untuk menulis disela-sela kesibukan hari ini. Tepat sembilan jam sudah saya melakukan aktifitas, mulai dari jam 8 pagi lebih sedikit sampai sekarang. Alhamdulillah tugas dan tanggung jawab pokok hari ini sudah selesai. Tapi masih ada satu hal yang penting yang belum terselesaikan, yaitunya laporan hari ini. Untuk satu hal ini memang butuh waktu khusus, dimana saya berada dalam ruangan kantor tanpa ada gangguan dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALhamdulillahirobbilalamin juga, hari ini saya diberi kesempatan untuk menghubungimu. Setelah dua minggu lebih saya dan kamu tak pernah berkomunikasi baik lewat suara maupun sms. Bukan karena apa-apa, tapi memang kita harus membatasi diri sebelum hari itu tiba. Tentunya kamu tau apa yang saya maksudkan, statusnya kita saat ini bukanlah untuk menelpon sesering mungkin atau sms sebanyak mungkin. Tetapi bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui pribadi kita masing-masing dengan cara yang singkat, tepat dan jelas dan tentunya harus sesuai dengan koridor syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan, lebaran nanti sepertinya saya tidak bisa menepati janji pada orang tuaku dan orang tuamu. Karena saya baru bisa pulang tanggal 8. Ah, sungguh sayang saya tidak bisa lebaran di kampung. Sayup-sayup dari balik kaca di kantor ini saya bagai mendengar suara takbir bersahut-sahutan di masjid di depan rumah menyambut Idul Fitri. Oh, betapa syahdunya... aku merindukannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-113043042588936483?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/113043042588936483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=113043042588936483&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113043042588936483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/113043042588936483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/10/aku-tulis-sedikit-pesan-untukmu.html' title='Aku tulis sedikit pesan untukmu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112930209021781722</id><published>2005-10-12T23:00:00.000-07:00</published><updated>2005-10-14T08:01:30.223-07:00</updated><title type='text'>Terlalu banyak untuk dikisahkan</title><content type='html'>Tepat satu minggu yang lalu saya menginjakkan kaki di kota kecil ujung barat pulau jawa ini. Masih jelas membekas jejak-jejak kaki ini di jalan-jalan, taman, kafet, kampus dan kantor DPD yang sering saya kunjungi di ujung pulau jawa sebelah timur sana. Malang, kota yang mengajarkan saya tentang arti kehidupan. Tempat mencari jati diri yang semula hilang. Di kota itu lah saya berjuang merintis segalanya. Di kota itu saya menghabiskan lembaran perjalanan hidup yang tak mungkin lagi terulang. perjuangan demi perjuangan dengan semua kenangan indah, suka duka, tawa dan air mata, darah nanah yang semula tumpah ruah harus saya kumpulkan dalam sebuah dus besar dalam benak dan hati ini, mengisi sekian memori perjalanan hidup dan saya bawa terus kemana saya pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan cukup lembaran untuk menuliskan semua kisah, cerita, bahagia, derita dan sengsara saat saya berada disana. Manusia-manusia yang ikut berperan serta, saudara seiman, sahabat karib, teman dekat, kerabat dan semuanya. Satu persatu lekuk wajah, potongan rambut bahkan sampai gaya tawa mereka masih jelas dalam ingatan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, telah membuat seorang anak manusia yang saat ini duduk di depan monitor menyusun berpuluh-puluh kata dan lagi bingung karena saking banyaknya yang harus dia ceritakan... terlalu banyak dan terlalu indah untuk dikenang ! Tapi suatu saat nanti saya berharap bisa menyusun kata-kata menceritakan awal keberadaan saya di kota sejuk itu sampai akhirnya saya harus melanglang buana ke kota yang lain yang saya yakin nantinya juga akan mengisahkan cerita yang lain. Insya Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112930209021781722?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112930209021781722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112930209021781722&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112930209021781722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112930209021781722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/10/terlalu-banyak-untuk-dikisahkan.html' title='Terlalu banyak untuk dikisahkan'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112835562329956929</id><published>2005-09-21T20:47:00.000-07:00</published><updated>2005-10-03T09:07:03.306-07:00</updated><title type='text'>Seutas Senyum yang Sangat  Bermakna</title><content type='html'>&lt;i&gt;Selamat Hari Lahir&lt;br /&gt;Semoga tambah sholeh, semakin ikhlas amalnya, selalu lapang dada dan tambah dewasa ;-)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillahirobbilalamin, jazakillahu khairan katsiro.&lt;br /&gt;Sungguh lengkap doa yang kamu panjatkan di hari ini. Tambah sholeh, adalah harapan yang tak putus-putusnya yang aku panjatkan pada Allah Azza wa Jalla. Semakin ikhlas adalah keinginan yang tak pernah pudar dari lubuk hati. Selalu lapang dada adalah kondisi yang setiap saat saya idam-idamkan. Dan tambah dewasa adalah jalan yang aku pilih sebelum berangkat tua. Karena tua itu pasti, dewasa itu pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seutas senyum yang sangat bermakna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112835562329956929?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112835562329956929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112835562329956929&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112835562329956929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112835562329956929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/seutas-senyum-yang-sangat-bermakna.html' title='Seutas Senyum yang Sangat  Bermakna'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112783780370140814</id><published>2005-09-21T08:48:00.000-07:00</published><updated>2005-09-27T09:16:43.706-07:00</updated><title type='text'>Saya "bicara" tepat satu hari menjelang umur 25 tiba</title><content type='html'>Alhamdulillah akhirnya kesempatan itu diberikan juga kepada saya. Kesempatan yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Kesempatan yang sangat sulit saya dapat, kesempatan yang insya Allah hanya datang sekali. Tepatnya hari ini jam 06.05 saya sudah melakukan apa yang menjadi syarat untuk proses berikutnya. Walopun cuma lewat telpon namun itu semua sudah menjadi syarat sah secara syar'i insya Allah. Alhamdulillah, segala puji syukur dan sujud sembah hamba hanya untuk Allah Azza wa Jalla untuk kesempatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini memang jalan yang dimudahkan Allah SWT untuk saya ? entahlah, yang jelas saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah selalu menunjukkan jalan terbaik buat saya. Dan Apa yang saya ucapkan pada pagi ini adalah bagian karunia yang tak terkira, begitu lugas walopun sebelumnya kerasa deg-degan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya "bicara" tepat satu hari menjelang umur 25 tiba, dan jawabannya mari kita sama-sama berusaha dan berdo'a. Tiada kata yang bisa saya ucapkan lagi selain Alhamdulillahirobbil'alamin !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112783780370140814?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112783780370140814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112783780370140814&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112783780370140814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112783780370140814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/saya-bicara-tepat-satu-hari-menjelang.html' title='Saya &quot;bicara&quot; tepat satu hari menjelang umur 25 tiba'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112749551440878527</id><published>2005-09-20T09:54:00.000-07:00</published><updated>2005-09-23T10:11:54.416-07:00</updated><title type='text'>Bapak mo ngomong</title><content type='html'>"Bapak mo ngomong, mo nanyain sesuatu". Suara dari balik microphone diseberang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapan ? sekarang ?". Jelas saya kaget dengan suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, cuma bapak abis subuh tadi langsung tidur". Menghela nafas panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hm.. kalo begitu bilang sama bapak, besok abis subuh insya Allah saya telpon mohon ditunggu ya". Saya sedikit lega, karena ada waktu satu hari untuk mempersiapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah" Jawaban yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh iya, bapak udah berenti merokok lho". Kata singkat tadi tersambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ya ? wah hebat dong, di rumah bapak masih belum". Suasana mulai hangat setelah matahari tak lagi malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan panjang pun mulai terbentang. Apa, kenapa dan bagaimana semuanya kita kupas. Sebenarnya saya patut berterima kasih kepada Hoki. Kasih pulsa 300 repes per menit. Bayangkan kalo saya pake M3 bisa-bisa gak ikutan wisuda. Alhamdulillah, semoga ini memang jalan yang dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla. amin !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112749551440878527?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112749551440878527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112749551440878527&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112749551440878527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112749551440878527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/bapak-mo-ngomong.html' title='Bapak mo ngomong'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112749420283916812</id><published>2005-09-15T07:50:00.000-07:00</published><updated>2005-09-23T09:50:02.906-07:00</updated><title type='text'>Pokoknya ...</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Pokoknya, Jangan sampe Bunda ngerasain jalan kaki dibawah terik panas siang hari"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik ! telepon saya tutup. Itu akhir pembicaraan saya dengan kakak di seberang sana. Ya, saya gak pengen melihat bunda jalan kaki dibawah terik matahari, oh ... jangan sampe. Memang sih tidak separah kayak di Surabaya, Padang atau Jakarta. Tapi tetep saja saya gak mau liat Bunda nanti menelusuri jalan-jalan menuju ke kampus dengan jalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup rasanya di kampung bunda jalan kaki menelusuri pematang-pematang sawah, jalan berbatu mendaki dan berliku dibawah terik matahari yang garang. Dan saya jangan diberitahu seperti apa bunda menyeret langkah kakinya waktu itu. Plis ! saya gak mau liat. Jadi jangan paksa saya untuk membiarkan bunda jalan kaki dari penginapan ke kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya saya gak mau tau, kesini dan disini Bunda harus senang. Walopun ujung-ujungnya saya harus menambah utang. Saya pengen melihat bunda merasakan duduk diatas jok mobil, walopun itu cuma mobil sewaan. Saya pengen melihat bunda merasakan dinginnya aliran AC sambil mendengarkan nada musik indah melantun, walopun itu ac murahan. Saya pengen melihat bunda menikmati pemandangan rimbunnya pepohonan di pinggiran jalan, atau mungkin juga sambil menikmati juice apel khas kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menjadi sebuah kehormatan bagi saya jikalau harus menggendong bunda, dibandingkan memakai toga disalami rektor dan mendapat selembar ijazah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112749420283916812?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112749420283916812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112749420283916812&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112749420283916812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112749420283916812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/pokoknya.html' title='Pokoknya ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112741448134520426</id><published>2005-09-11T11:37:00.000-07:00</published><updated>2005-09-22T11:53:15.226-07:00</updated><title type='text'>Toga itu mahal, jendral !</title><content type='html'>&lt;i&gt;Maksud hati ingin wisuda, membahagiakan hati Bunda melihat anaknya menjadi Sarjana tapi apa daya ...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri ini, dimana-mana memang orang miskin selalu "dilarang". Jangankan wisuda, sekolah saja "dilarang". BBM saja "dilarang", hanya kentut saja yang diperbolehkan, itupun kalo tidak ketahuan sama orang-orang. Bernafas menikmati udara segarpun "dilarang" karena knalpot, asap pabrik dan asap rokok manusia-manusia yang sungguh kaya membakar uang demi "kenikmatan" tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa yang diharap-harapkan untuk bisa melanjutkan studi ternyata tidak pula selancar air kran yang mengucur deras di salah satu kamar mandi ruangan kampus dari pagi sampai pagi tanpa ada yang mau menutupnya kembali, dan ingat sekali lagi ... itu terjadi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri ini, kaya ! tidak percaya ? datanglah ke kampus saya, komputer dibiarkan saja hidup begitu saja dari malam sampai pagi memutarkan lagu yang menina bobokkan. TV di hidupkan, namun tak ada satu pasangpun mata yang menontonnya. Sengaja, itu TV memang TV ajaib... TV khusus untuk makhluk gaib. Jin, setan, demit dan segala macam kan juga perlu hiburan ? Sedangkan Pemiliknya ? tidur dengan nyenyaknya dibawah selimut setelah seharian beraktivitas. Tapi jangan heran, yang tidur barusan berada di barisan paling depan meneriakkan turunkan harga BBM. Turunkan harga bahan makan pokok ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu saya nuntut wisuda murah meriah, wong disekeliling saya (dan termasuk saya juga) adalah pemboros sejati ! Sekarang saya hanya bisa berpikir gimana caranya dapat duit bisa beli toga yang dipake untuk setengah hari saja menyejukkan mata Bunda, akh... Tak usah lagi saya berpikir gimana caranya wisuda dengan kaos oblong, celana lusuh dan sendal jepit karena itu tak mungkin ! sekali lagi ... tak mungkin ! Toga itu mahal, jendral !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112741448134520426?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112741448134520426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112741448134520426&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112741448134520426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112741448134520426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/toga-itu-mahal-jendral.html' title='Toga itu mahal, jendral !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112740811142006481</id><published>2005-09-11T09:00:00.000-07:00</published><updated>2005-09-22T09:55:11.433-07:00</updated><title type='text'>Ternyata Cinta</title><content type='html'>&lt;i&gt;Ingin sungguh aku bicara&lt;br /&gt;Satu kali saja&lt;br /&gt;Sebagai ungkapan kata... perasaanku padaMu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, sungguh ... ingin sekali saya bicara. Tak banyak, dan cuma satu kali saja. Saya ingin ungkapkan kata tentang apa yang saya rasa. Tentang perasaan yang tak pernah tuangkan dalam bentuk kata-kata. Tentang perasaan yang belum pernah saya lukiskan dalam lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Telah cukup lama kudiam...&lt;br /&gt;didalam keheningan ini&lt;br /&gt;Kubekukan di bibirku&lt;br /&gt;Tak berdayanya tubuhku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang selama ini saya diam, tenggelamkan diri dalam keheningan. Tak ada pilihan lain saya hanya bisa membekukan bibir. Karena saya tak berdaya, tak mampu untuk bicara, tak sanggup untuk menggerakkan lidah dan bibir saya untuk memecahkan kebungkaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan ternyata cinta yang menguatkan aku&lt;br /&gt;Dan ternyata cinta... (tulus mendekap jiwaku)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamu tau, ternyata cinta lah yang membuat semuanya berubah. Saya bisa hancurkan semua kebekuan itu. Saya mampu ramaikan keheningan itu. Saya bisa hilangkan ketakberdayaan itu. Ternyata cinta kepada-Nya lah yang membuat hangat jiwa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kau yang sungguh selalu setia&lt;br /&gt;Menemani kesepianku&lt;br /&gt;Menjaga lelap tidurku&lt;br /&gt;Membasuhku setulusnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza Wa Jalla yang sungguh setia menemani saya dalam kesepian, menyelimuti lelap tidur saya yang penuh kekhawatiran menjadi ketenangan. ENGKAU basuh segala luka, ENGKAU balut segala duka, hingga semuanya ketakutan, kekalutan, kekhawatiran, kesedihan menjadi sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Merekahnya fajar hatiku&lt;br /&gt;Menghangatkan luruhku&lt;br /&gt;Dan resapkan keharuman&lt;br /&gt;Engkau yang mencintaiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini fajar dihatiku menjadi cerah, cairkan semua kedinginan dan meluruhkan segala kebekuan. Saya diresapi keharuman wangi cinta yang belum pernah saya rasa. Pantaskah saya masih menanyakan "Apakah saya benar-benar mencintai Nya ?". Bukankah itu sudah seharusnya dan semestinya saya jatuh cinta pada Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# jazakallah buat Padi yang sudah membuat lirik "Ternyata Cinta" yang indah ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112740811142006481?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112740811142006481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112740811142006481&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112740811142006481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112740811142006481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/ternyata-cinta.html' title='Ternyata Cinta'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112713919883137345</id><published>2005-09-10T07:08:00.000-07:00</published><updated>2005-09-19T07:13:18.833-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Persembahan ...</title><content type='html'>Setiap huruf dalam buku ini aku persembahkan untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bunda  ...&lt;br /&gt;yang berjuang dengan darah, nanah dan air mata, mengasuh dengan segala suka cita derita, sengsara, bahkan duka lara tak pernah berasa sampai aku mengecap dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bunda ...&lt;br /&gt;yang tak pernah mengucap letih walaupun melangkah tertatih-tatih dan tak jarang merasakan perih sampai aku jadi sedikit terlatih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bunda ...&lt;br /&gt;yang menjalani hidup dibawah terik garang mempersiapkan hari-hari yang panjang&lt;br /&gt;demi melihat semata wayang bisa mengecap sedikit rasa senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bunda ...&lt;br /&gt;yang tak pernah berharap tanda jasa, yang mengalirkan kasih, sayang dan cinta  seperti layaknya udara, yang hanya berharap untaian do'a dan setetes senyum bahagia ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bunda ...&lt;br /&gt;Hanya tulisan dari tinta satu samudera yang mampu bercerita tentang kasih... yang Ayah Bunda beri, tentang sayang... yang Ayah Bunda tuang, tentang cinta ... yang Ayah Bunda punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bunda ...&lt;br /&gt;Terimalah karya ananda dengan seiring berjuta untaian do’a untukmu berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya ini juga aku persembahkan untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku ummat Nabi Muhammad SAW (muslim) di seluruh jagad raya, saudara se perjuangan, saudara yang istiqomah memperjuangkan dan menegakkan kebenaran di jalan-Nya, karena kalianlah bumi ini masih memancarkan cahaya. Semoga aku tergabung dalam barisan kalian. Teriring do’a dariku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, &lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui &lt;br /&gt;bahwa hati-hati ini telah berkumpul, &lt;br /&gt;untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu,&lt;br /&gt;bertemu untuk taat kepada-Mu, &lt;br /&gt;bersatu dalam rangka menyeru dijalan-Mu,&lt;br /&gt;dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu,&lt;br /&gt;maka kuatkanlah ikatan pertaliannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Abadikanlah kasih sayang-nya,&lt;br /&gt;Tunjukkanlah jalannya&lt;br /&gt;Dan penuhilah dengan cahaya-Mu &lt;br /&gt;yang tidak pernah redup,&lt;br /&gt;Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman &lt;br /&gt;dan keindahan tawakkal kepada-Mu,&lt;br /&gt;Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu,&lt;br /&gt;Dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong, amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk belahan jiwaku yang masih menjadi rahasia Illahi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara tidak pernah ditemukan jika tidak pernah mencoba menyelam kedasar samudera karena takut atau tidak bisa kembali. Letih, lelah dan derita akan hilang setelah mutiara dan kemenangan ada di depan mata. Dan diakhir itulah adanya kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehelai daunpun yang luruh ke bumi tak luput dari pengetahuan-Nya. Betapa kebaikan-kebaikan kecil yang tengah dirangkai tentu tak luput jua dari hitungan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibelakang ada kekuatan tak terbatas, Didepan ada kemungkinan tak berakhir,  Disekeliling ada kesempatan tak terhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang pasti Merpati tak pernah ingkar janji&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112713919883137345?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112713919883137345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112713919883137345&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112713919883137345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112713919883137345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/sebuah-persembahan.html' title='Sebuah Persembahan ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112713863971741661</id><published>2005-09-10T07:00:00.000-07:00</published><updated>2005-09-19T07:03:59.726-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pengantar ...</title><content type='html'>PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahirobbil’alamin, Subhanallahu Allahu Akbar ! segala puji dan syukur kepada Allah Azza Wa Jalla, Robbi Izzati atas segala rahmat, hidayah dan berkahNYA, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini yang berjudul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENTRALISASI DATA kWh METER PELANGGAN PLN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik Elektro konsentrasi Elektronika, Fakultas Teknik  Universitas Brawijaya Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih khususnya kepada:&lt;br /&gt;• Ayah dan Bunda tercinta, dengan segala cinta kasih, usaha, air mata dan tulusnya do’a telah menghantarkan penulis untuk meraih gelar Sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Desnelly, Erdawati, Rayendra, Yos Sudarman, Fajri Muharja, Dewi Harlisna, Andi Syukri dan Mustika Fitrina. Kakak dan Adik penulis yang selalu setia dengan perhatian, dorongan, kasih sayang serta doa yang senantiasa dipanjatkan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bapak  Ir. Purwanto, MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bapak Suprapto, ST, MT dan Bapak Ir. Bambang Siswojo, selaku Dosen Pembimbing dalam penyusunan skripsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bapak Ir. Ponco Siwindarto, MS, KKDK Elektronika Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosen dan Karyawan Jurusan Elektro Universitas Brawijaya yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Yopi Nursali, David Makmuryanto, Ustadz Ahmad Jalaluddin, Syaifudin, Habiburohman, M.R Khoirul Muluk, Redi, Alwi, Yusuf, Wardi, Anas, Wawan, Fatih, Aan, Yuni, Mayra Furnalisa, Isnaini Rahmi dan semua rekan seperjuangan di jalan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Anjar Ari Nugroho, ST (terima kasih atas warisannya), Hengki Prabancono (terima kasih atas perhatian, fasilitas, traktiran dan pulsa gratisnya), Sahir (terima kasih atas utangnya), Tubagus Uun Munawir Rafe’I, ST (terima kasih atas program, kosan, komputer, kertas, kompor, printer, bang tigor,baju, sepatu dan semuanya), Ratno Wahyu Widyanto (terima kasih perhatian dan supportnya), Ardi Soma, ST (terima kasih atas kWh meter dan skripsinya), Tomi Ariadi, ST (terima kasih semangat dan do’anya), Irfan Bagus, ST (terima kasih program dan ilmunya), Mario, ST (terima kasih atas training elkanya) dan Okho Bayu (terima kasih atas training MKnya) terima kasih bantuannya semasa  kuliah dan penyelesaian skripsi ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Eko Prasetya, ST (terima kasih atas TPTIFT dan proyeknya), Yuda Adhadian, ST (terima kasih udah direpotin dan Sentaurus 5 nya), Sofyan Adiyatma (terima kasih atas laporan LKIPnya), M. Noer Aziz (terima kasih atas godaannya), Sukma Patrya, ST (terima kasih atas gendengnya), Fajar Rahadian (terima kasih atas “opo kuwi” dan pijetannya), dan semua rekan di SimtechInfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rekan-rekan di TPTIFT, Sentaurus 5 dan Kumis Kucing 21, Pak Unggul Wibawa, Pak Herman Tolle, Rendra Kurniawan, ST, Fajar Mudiyanto, Muhammad Sofyudin Aziz, ST, Heri Muryanto, Heri Bocah, Weli, Ardi, Yoga, Ikhlas Ramdloni, ST, Rochman Fathoni, ST, Nurkholis.ST, Pak Katman (bos kumis kucing 21) dan Ivan. Terima kasih atas dukungannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sugeng Wibowo, ST (terima kasih atas ilmu webnya), Edwardo Rusfid, ST (terima kasih atas ilmu managementnya), Muqtafin (terima kasih atas ilmu sosialisasinya), Kasyful Amron, ST (terima kasih atas ilmu networkingnya), Ahmad Basuki, ST (terima kasih atas ilmu networkingnya), Teguh “mbah” Dwi Caksana (terima kasih atas ilmu programingnya), Nyoman Teguh Wirawan, ST (terima kasih atas ilmu disaingnya),  Joko Pramono, ST (terima kasih atas pinjamannya), Yogi (terima kasih atas ilmu desain grafis dan webnya), Tatang, Reza, Bisma, Bondan, Nanang, Angus, Onos, Rosi, Dani, Vivi, Pak Abdul Latif Abadi, Nduk, Dhanik, Bepe, Ekodox dan semua rekan di UPPTI Universitas Brawijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sulkhan Efendi, ST (terima kasih atas “ngowos” dan “opo le”nya), Mohammad Komaruddin, ST &amp; Heri (terima kasih atas pengalamannya), Sugiarso, ST (terima kasih atas gendengnya), Rosa Andri Asmara, ST (terimakasih atas kamera dan skripsinya), Rusdi Nurul Hakim (terima kasih untuk masa-masa sulitnya), Parwoto (terimakasih atas sepedanya), Ucit FR, ST (terima kasih atas tumpangan rumah dan kerjaannya), Sofie &amp; Vivi (terima kasih Al Qur’annya) Listyo Wisnu, ST, Pak Lek, Gundul, Yuri, Mbah, Adi, Sondi, Soni, Totok, Oskar, Yoyok, Faki, Rofiq, Erdi, Rangga, Roli, Roni, Ike, Elis, Ika, Santi, Ratna, Lia, Novi, Ifit, dan semua rekan di jurusan Teknik Elektro angkatan tahun 1999,  yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam peyelesaian skripsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• KELIR.NET “the 1st generation”  (Aan, Rangga, Tatang, semua kru dan usernya) terima kasih atas kerjaan dan gaji perdananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Radio TEUBFM 95,7 MHz “keep smiling” (Ape, Yani, Dinda, Santi, Mas Kopral, Nia, Deepee, Dina, Rojali, Narko, Heri, semua kru dan fans setia TEUBFM dimana saja berada), terima kasih atas kenangan indah, suka duka, perjuangan, tempat bernaung dikala masih belum apa-apa dan bukan siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• SCS “The 1st Generation” (Udik, Sahir, Indra, Endah, Lidya, semua kru dan user fanatik SCS), terima kasih atas pelajaran hidup dan kebersamaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rekan-rekan penulis di Jurusan Teknik Elektro angkatan 2003, 2002, 2001, 2000, 1998, 1997, 1996, 1995, 1994, 1993 yang tidak dapat disebutkan satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Semua rekan penulis di Masjid Raden Fatah &amp; UAKI UB (Dona, Yudo, Ulin, Oman, Nurkholis, Sandi, dan lain-lain) di KBM &amp; Musholla Al-Hadiid (Huda, Fendi, Reza, Munir, Wildan, Lalu, dan yang lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rekan-rekan di Kafe Teknik (Wawan, Ayu, Tri “Pempek” Wahyudi, Taufiqurohman “top-x”, Adi “Boschi” Basuki, Said, Maya, Nurul, Tanjung, Riyan, Adeng, plaque, Jayen, Solfin “Pos”, Leon, Wisnu “Otong” Mahendrata.ST, Erwin, Unoy, mas Febri, mas Nanang, Mbul, Iphank, Jemor, Wakhidi, Irwan,  dan yang lainnya ). Terima kasih atas cangkir-cangkir kopi, gelas-gelas es teh, joshua, diskusi dan kuliah wajib 8 sksnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rekan penulis di  Foto Kopi H&amp;I (mas tiga serangkai, terima kasih atas utang fotokopiannya), Kru Madani FM (Purwanto, Trio Agus, Doni, Iva, dll), PPK Puskom UB (Nila, Ayu, Mozek), VBOne FM “Smart Digital Radio” (Shinta, Koko, Inez, Dodi, dll), Kine Club UMM ( Ika, Dimas, Pruzt, Hendra, Adi, Fira, Dinda, Anas, Puput, Ema, Nana, Robi, Ugie, dll terima kasih untuk Cittol dan “Seminggu Sejak Saat Itu” nya) &lt;br /&gt;• Mas Hadi (terima kasih atas bersihnya ruangan setiap pagi), Pak Sodik (terima kasih atas bantuan membersihkan gelas/piring yang kotor), Pak Ton (terima kasih sudah menjaga dan menemani dalam begadang), semua karyawan dan Satpam Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ibon, Zet, Rino, Hendro, Oon, Ruli, Sri Hikmanola, Lena, Ami, Yulia, Yezi, Desna, semua rekan penulis yang tergabung dalam IPPM (Ikatan Pelajar Pemuda Minang) dan semua orang Minang ( Padang ) yang ada di kota Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ira Kopi Watu Gong, Warung Kopi pertigaan CKL, Nasi Goreng Pak Ndut pertigaan Gajayana, RM Padang Roda Baru, Warung Ijo Pojok Watu Mujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rekan-rekan di WebCom (Sapto, Hasnan, Roni Kartun, Aris, dan lainnya) di Ristie “Riset Teknologi Informasi Elektro” (Elmowe, Del, Fani, Hurry, dan lain-lain) di i-net (HearbeatStation Radio,Roni Rdasfox, Kikie, Sonet, Abdul Aziz, Mona, Fitri, Lya,  dll) oke.or.id, acehmediacenter.or.id, muslimblog.net, myquran.org, smu2payakumbuh.cjb.net, milis keadilan4all, rekan-rekan di Friendster yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas support dan tulusnya do’a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang,  September 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112713863971741661?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112713863971741661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112713863971741661&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112713863971741661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112713863971741661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/sebuah-pengantar.html' title='Sebuah Pengantar ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112608625012765609</id><published>2005-09-07T02:41:00.000-07:00</published><updated>2005-09-07T02:44:10.133-07:00</updated><title type='text'>Ternyata Kita Itu Masih "Ndeso" !</title><content type='html'>Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja lepas landas dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh.&lt;br /&gt;Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat krn sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-&lt;br /&gt;raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor di bagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach utk mendarat di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga&lt;br /&gt;penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing2 (The Australian,23-9-1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, segera terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para "pelanggar hukum"&lt;br /&gt;itu seolah-olah tak mengerti bhw perbuatan mereka dapat mencelakai diri &amp;amp; penumpang lain, disamping mrp gangguan (nuissance) thd kenyamanan orang&lt;br /&gt;lain. Dapat dimaklumi, mrk pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat&lt;br /&gt;ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang, Ponsel harus dimatikan - TIDAK HANYA&lt;br /&gt;DISWITCH AGAR TIDAK BERDERING - selama berada di dalam pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa gangguan tersebut a.l :&lt;br /&gt;Arah terbang melenceng ponsel Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu -- ponsel&lt;br /&gt;Gangguan Penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar -- ponsel&lt;br /&gt;Gangguan sistem navigasi -- ponsel&lt;br /&gt;Gangguan frekuensi komunikasi -- ponsel&lt;br /&gt;Gangguan indikator bahan bakar -- ponsel&lt;br /&gt;Gangguan sistem kemudi otomatis -- ponsel&lt;br /&gt;Gangguan arah kompas komputer -- CD,game&lt;br /&gt;Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) --gameboy&lt;br /&gt;SUMBER : ASRS (Aviation Safety Reporting System)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami daftar gangguan ini, kita menyadari bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang&lt;br /&gt;bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel. Kebisingan pada headset para penerbang dan&lt;br /&gt;terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik. Gangguan di darat,&lt;br /&gt;sebenarnya, secara teknis penggunaan ponsel di dalam penerbangan lebih mengganggu sistem telekomunikasi di darat (terrestrial) ketimbang&lt;br /&gt;gangguan pada sistem pesawat terbang. Seperti kita ketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio, melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS&lt;br /&gt;(Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada&lt;br /&gt;dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak diatas Jakarta). Overloading terhadap BTS karena penggunaan ponsel di udara dapat sangat mengganggu para pengguna ponsel di darat. Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum,&lt;br /&gt;dan sekaligus tidak tahu tata krama ? Sekiranya kita terbang, bersabarlah sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita&lt;br /&gt;sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah&lt;br /&gt;mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : milis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112608625012765609?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112608625012765609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112608625012765609&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112608625012765609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112608625012765609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/ternyata-kita-itu-masih-ndeso.html' title='Ternyata Kita Itu Masih &quot;Ndeso&quot; !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112599972560497239</id><published>2005-09-06T02:22:00.000-07:00</published><updated>2005-09-06T02:42:05.610-07:00</updated><title type='text'>diberi kelancaran, kemudahan .... amin !</title><content type='html'>Dada saya kembang kempis. Jantung saya degap degup. Nadi saya pun cenat cenut. Sungguh, inilah saat dimana saya menelusuri detik demi detik, menit demi menit, jam... hari demi hari untuk sebuah kata "kepastian". Waktu terasa begitu lama bergulir. Tadi siang saya tidur melepas lelah, baru tersadar pas asar dan kesadaran saya pun bilang ini baru hari selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hari rabu, kamis, jum'at ataupun sabtu yang saya tunggu. Tapi hal yang menentukan langkah saya kedepan. Kabar dan ujian yang membuat saya semakin gugup. Kadang saya melihat apa yang ada di depan mata dan di dalam kepala rasa belum cukup untuk menghadapi itu semua. Terus terang saja saya belum mengerti !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang disekeliling saya berkata "udah tenang saja ... gampang kok". Iya, rasanya memang gampang kalau berada di posisi teman-teman. Tapi coba sekarang berada di posisi seperti saya ? Untuk menghadapi satu masalah besar mungkin saya bisa tenang, bahkan bisa jadi saya lebih tenang. Namun ini masalah bukan satu tapi punya rentetan yang panjang. Jika salah satu di awal tidak kelar, maka akan berimbas pada yang berikutnya. Dan rambatan itu akan besar dampaknya, yang jelas akan mengacaukan haluan yang sebelumnya di patri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, betul. Saya hanya bisa berencana dan berusaha. Dan saya pun tak punya tempat untuk meminta pertolongan selain kepada Allah Azza Wa Jalla. Itulah satu-satunya kekuatan yang saya punya, tak ada lagi. Apapun yang terjadi saya serahkan sepenuhnya kepada Allahu Robbi Izzati. Dan saya yakin DIA lebih tau dari saya apa yang terbaik buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pembaca, saya memohon do'anya agar apa yang saya usahakan sekarang ... apa yang rencanakan saat ini mendapat ridho dari Allah SWT, diberi kelancaran dan kemudahan, amin !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112599972560497239?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112599972560497239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112599972560497239&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112599972560497239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112599972560497239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/diberi-kelancaran-kemudahan-amin.html' title='diberi kelancaran, kemudahan .... amin !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112564299096847416</id><published>2005-09-01T23:02:00.000-07:00</published><updated>2005-09-01T23:36:30.976-07:00</updated><title type='text'>Selamat ngeblog !</title><content type='html'>Wah, saya senang... sungguh, saya senang. Melihat beberapa teman terdekat saya getol banget mainin blog. Ah, sungguh sebuah kemajuan pesat. Masih jelas dalam ingatan saya, bagaimana dulu saya sendirian yang terkadang cuma ditemenin oleh teman yang lain yang mungkin saat ini dia sudah meninggalkan dunia blog. Kami bermain, mencoba berbagai macam formula blogging. Dari yang namanaya Blogger, Blogdrive, Modblog, sampai pada MT, WordPress, Greymaker dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada sebenarnya saya tidak menfokuskan pada formula apa yang saya pakai dalam blogging. Saya lebih menitik beratkan pada content, isi yang saya angkat ke permukaan lembar blog yang saya punya. Sehebat dan secanggih apapun formula yang saya gunakan, tapi pada kenyataannya content yang saya hadirkan jarang terupdate atau mungkin juga terkadang masih menggunakan bahasa ABG ( Anak Baru ngebloG ) sama aja gak match.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mengunakan bermacam model blog, namun pada akhirnya hati saya tetap gak mau beralih dari blogger. Banyak faktor yang membuat saya jatuh hati sama blogger, salah satunya saya tidak punya hosting yang benar-benar legal untuk saya. Bukan hosting illegal yang sering ditawarkan oleh teman-teman saya. Ya, mungkin suatu saat saya beli sendiri hosting yang benar-benar dari keringat saya sendiri. Ah, mudah-mudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu saya memang udah keikat banyak sama blogger. Segala macam cerita saya sudah tergores banyak disana. Bayangkan saja sampai saat ini saya sudah menggores 447 postingan pada bagian utama dan postingan ini urutan ke 448. Bagaimana saya akan me ekspornya pada blog yang lain ? sedangkan setahu saya blogger masih belum punya fasilitas backup. Sayang kan kalo saya harus berpidah ladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger bagi saya punya sejuta kenangan. Banyak cerita yang membuat saya tersenyum jika saya baca lagi apa-apa yang pernah saya posting. Ah, sungguh sebuah kenangan dan cerita yang tak kan pernah bisa dibuat-buat. Seperti apa kondisi saya, psikologi saya, gaya tulisan saya bahkan makna-makna yang saya dapat itu takkan pernah bisa datang begitu saja. Saya bisa melihat bagaiamana urutan kedewasaan saya dalam berpikir, bertindak bahkan kedewasaan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga catatan sebuah pelayaran ini bisa saya jadikan sebuah buku yang bisa dinikmati dan diambil manfaatnya bagi orang lain, amin ! dan mudah-mudahan bagi teman-teman saya yang sedang semangat ber blog ria, harapan saya semoga itu bukan hanya trend sesaat yang pernah dilontarkan oleh Roy Suryo dan banyak dihujat oleh para bloggerian di Indonesia. Semoga menulis blog memang benar-benar menjadi sebuah kebutuhan walopun tidak akan dibaca orang lain. Semoga blog bukan dijadikan sebagai ajang keren-kerenan tampilan, show kepintaran menulis dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tanyakan siapa yang membaca, bagaimana komentar mereka dan berbagai macam hal yang senada. Jadikan Blog adalah ungkapan kejujuran dan keikhlasan dengan tujuan bisa diambil manfaat bagi orang-orang. Selamat ngeblog !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112564299096847416?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112564299096847416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112564299096847416&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112564299096847416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112564299096847416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/09/selamat-ngeblog.html' title='Selamat ngeblog !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112542646106845981</id><published>2005-08-30T11:13:00.000-07:00</published><updated>2005-08-30T11:27:41.076-07:00</updated><title type='text'>Kenapa kita harus takut ?</title><content type='html'>&lt;i&gt;satu-satu daun berguguran, jatuh ke bumi dimakan usia, tak terdengar tangis tak terdengar tawa, redalah reda ... satu-satu tunas muda bersemi, mengisi hidup gantikan yang tua, tak terdengar tangis tak terdengar tawa redalah reda ... &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya enjoy saja waktu mendengar lagu satu-satu bang Iwan ini. Tidak ada perasaan yang beda. Namun sejak satu persatu orang-orang yang ada disekitarku mulai bepergian dan digantikan oleh yang lain, barulah saya merasakan betapa lagu itu begitu menyayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;waktu terus bergulir, semuanya mesti terjadi, daun-daun berguguran, tunas-tunas muda bersemi... satu-satu daun jatuh ke bumi, satu-satu tunas muda bersemi, tak guna tertawa&lt;br /&gt;redalah reda ... &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan semua yang dibangun, membangun, bahkan terbangun dengan segala tawa kini semakin reda... dan reda. Satu persatu diantara kita melangkah dan tak satu arah. Kita terbang di ruang yang tak lagi sempit. Kawan, inilah ujung dari lorong panjang gelap yang kita telusuri itu. Sekarang saatnya kita berhamburan dan akan pergi entah kemana sesuai dengan hati nurani sendiri. Ada yang pergi dan ada yang ditinggal pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;waktu terus bergulir, kita kan pergi dan tinggal pergi, ke dalam tangis ke dalam tawa, tunas-tunas muda bersemi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan katakan pedih walopun sebenarnya tak ada lagi rasa yang lebih pahit dari ini. Kaki ini lebih berhak melangkah daripada tertahan oleh kata-kata sedih. Walaupun raga jauh terpisah namun hati kita tetap bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang kita ada kekuatan tak terbatas, Di depan ada kemungkinan tak berakhir Di sekeliling kita ada kesempatan tak terhitung. Kenapa kita harus takut untuk melangkah ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112542646106845981?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112542646106845981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112542646106845981&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112542646106845981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112542646106845981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/08/kenapa-kita-harus-takut.html' title='Kenapa kita harus takut ?'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112533372859232227</id><published>2005-08-26T09:29:00.000-07:00</published><updated>2005-08-29T09:42:08.600-07:00</updated><title type='text'>itulah adanya kebahagiaan</title><content type='html'>Pelayaran yang panjang ... gelombang demi gelombang silih berganti menghempaskan perahu. Kadang membuatnya oleng, berputar, bahkan pernah terbalik. Namun alhamdulillah, semuanya masih membuatku untuk terus mendayung... terus mendayung... walaupun tujuan itu masih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sepenuhnya percaya bahwasanya : Mutiara tidak pernah ditemukan, jika tidak pernah mencoba menyelam kedasar samudera karena takut tidak bisa kembali. Namun ketakutan, letih dan lelah akan hilang setelah mutiara itu ada di depan mata. Dan pada akhirnya itulah adanya kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kamu sa ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112533372859232227?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112533372859232227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112533372859232227&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112533372859232227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112533372859232227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/08/itulah-adanya-kebahagiaan.html' title='itulah adanya kebahagiaan'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112482510430718725</id><published>2005-08-24T12:02:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T01:26:02.203-07:00</updated><title type='text'>terlalu beratkah ?</title><content type='html'>Astaghfirullah... malam ini saya lupa tilawah,kenapa lagi sih ini ? kok gampang banget ya lupanya. Saya sadar adalah bukan sesuatu yang mudah untuk membiasakan tilawah setelah sholat untuk menyicil 1 juz/hari. Banyak banget godaan yang harus di hadapi, bahkan urusan yang tetek bengek gak perlu juga kadang tanpa sengaja jadi faktor dominan kelupaan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalo diitung-itung gak susah tilawah 1 juz/hari. 1 juz itu kalo pake pocket mushaf Al Qur'an + terjemahannya penerbit As Syamil itu cuma 10 lembar. Nah dibagi 5 aja, jadi setiap sehabis sholat fardu tilawah 2 lembar yang kira-kira dengan kecepatan sedang membutuhkan waktu 10 - 15 menitan. Jadi untuk setiap sholat 5 waktu sediakan waktu 10 - 20 menit extra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kalo sholat jamaah itu membutuhkan waktu 10 menit, nah paling tidak kita sediakan waktu 20-30 menit setiap sholatnya. Kalo di kalkulasikan semua sekitar 100-150 menit, 2 jam 30 menit. Itu estimasi waktu yang kita butuhkan untuk sholat + tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 1/2 jam sehari + tahajud 1/2 jam berarti yang dibutuhkan 3 jam dari 24 jam yang kita butuhkan untuk kebutuhan dasar rohani. Terlalu berat kah ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112482510430718725?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112482510430718725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112482510430718725&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112482510430718725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112482510430718725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/08/terlalu-beratkah.html' title='terlalu beratkah ?'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112482563432162869</id><published>2005-08-23T10:04:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T01:21:22.863-07:00</updated><title type='text'>sehelai daun</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Sehelai daunpun yang luruh ke bumi tak luput dari pengetahuaNYA betapa kebaikan-kebaikan kecil yang tengah kita rangkai tentu tak luput juga dari hitungannya"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepakat ! tau gak aku menerima pesan itu lagi ceting sama Andi. Pas banget kami berdua lagi kangen-kangenan. Aku kasih tau pesan itu sama dia, dan kamu tau dia bilang apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wuih, subhanallah keren !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorry ya aku gak bisa cepet-cepet bales, soalnya kasian juga sama Andi. Ngenet disana mahal banget, masa 1 jam nya 5000 repes ! So agak telatan dikit gak papa kan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112482563432162869?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112482563432162869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112482563432162869&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112482563432162869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112482563432162869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/08/sehelai-daun.html' title='sehelai daun'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112473514316736338</id><published>2005-08-22T11:03:00.000-07:00</published><updated>2005-08-23T11:47:48.143-07:00</updated><title type='text'>keep fight !</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dan hari itu pun semakin dekat... semakin dekat ! Dan waktu itu pun semakin merambat... semakin merambat ! Yang sebentar lagi insya Allah semua itu akan datang, namun kita semestinya bukan begini. Kita harus lebih menata hati, karena hari itu hari yang suci. Jangan kita kotori... jangan kita kotori dihadapan sang Illahi Robbi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kata hati ini ? dan itulah yang selalu aku simpan. Kadang penuh sudah, namun aku tak mau tumpahkan kehadapanmu. Biar aku tuangkan kebelakang punggungku. Karena aku tak mau membuat Allahu robbi cemburu. Aku ingin melihat kamu tersenyum tapi bukan dengan kata-kata indah. Aku ingin melihatmu tertawa, tetapi bukan dengan lisan canda. Aku ingin melihatmu menangis, tetapi bukan dengan melihat apa yang aku derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin melihatmu tersenyum disaat aku berpeluh darah, berkeringat air mata dalam membela agama Allah. Aku ingin melihatmu tertawa renyah disaat aku berdiri tegak didalam barisan mujahid mengibarkan bendera dan panji-panji Islam. Aku ingin melihatmu menangis disaat aku lupa untuk berjuang sehingga bersenang-senang diwaktu luang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku butuh kata "keep fight !" mu selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112473514316736338?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112473514316736338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112473514316736338&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112473514316736338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112473514316736338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/08/keep-fight.html' title='keep fight !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112220107367529927</id><published>2005-07-14T01:20:00.000-07:00</published><updated>2005-07-24T03:31:14.203-07:00</updated><title type='text'>Jangan tanyakan ...</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Jangan tanyakan saya tentang cinta, karena saya cuma punya sepotong coklat, satu sendok es krim, setangkai kembang dan sepucuk puisi"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepotong coklat,&lt;br /&gt;Disaat kamu sedang menikmati acara kesayanganmu di tv, aku menyuapi kamu dengan sepotong coklat dan sesendok es krim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setangkai kembang, &lt;br /&gt;Disaat kamu sedang memasak di dapur, tiba-tiba aku datang dari belakang dan menutup matamu dengan kedua tanganku. Sesaat setelah itu kamu tersenyum melihat setangkai kembang dihadapanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepucuk puisi,&lt;br /&gt;Disaat kamu lagi males-malesan bangun karena kedatangan tamu bulanan, pagi itu aku perlahan membisikkan sepucuk puisi yang aku bikin sesaat setelah tahajud tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112220107367529927?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112220107367529927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112220107367529927&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112220107367529927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112220107367529927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/jangan-tanyakan.html' title='Jangan tanyakan ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112124554500848020</id><published>2005-07-13T01:12:00.000-07:00</published><updated>2005-07-13T02:05:45.046-07:00</updated><title type='text'>Satu jalan sudah dibuka</title><content type='html'>Entah kenapa saya tadi malam harus berurusan dengan perasaan gelisah. Jam 8 sudah mengambil posisi indah di peraduan. Namun sayang seindah apapun posisi di peraduan tetap tak bisa membuatku melayang ke dunia mimpi. Bolak balik kayak ayam lalapan di penggorengan selama sekian jam. Padahal tidak ada masalah berat yang nyangkut dikepala. Apa ini gara-gara keseringan begadang ? Atau di rumah lagi ada masalah ? apa mungkin dia ... ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wudhu dan doa sebelum tidurpun tak bisa menghalang kegelisahan yang saya alami. Ada apa gerangan ? dan sesaat kemudian tiba-tiba :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"pak Mon udah ngomong panjang lebar sama bapak&amp;ibumu &amp; tdk ada masalah dengan ****nya"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum, senang ? jelas. Bahagia ? banget. Syukur alhamdulillah, mudah-mudahan ini adalah petunjuk Allah dalam memudahkan jalan saya menuju kesana. Subhanallah pak Mon menepati janjinya. Tak disangka. Kamu tau apa kekhawatiran saya yang terbesar ? Orang tua, ya saya sangat khawatir dengan orang tua. Karena dengan akan menjalani itu secepatnya berarti saya tidak menjalani tradisi satu tahun berbakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana ya pak Mon bilang sama Ayah dan Bunda ? Karena prediksi saya, akan sulit untuk  membicarakan hal ini. Apalagi sama bunda, duh ... Waktu pulang tahun kemaren saya singgung sedikit masalah itu, eh bunda langsung bilang.. &lt;br /&gt;"Masih kecil, sekolah aja belum kelar dah mikirin itu. Pokoknya 1 tahun berbakti sama Bunda dulu". Lah kalo kayak gitu kan berabe juga ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener juga apa yang dibilang sahabat saya. Mulailah sosialisasi sama orang tua dari sekarang. Biar pada saatnya nanti gak bikin kaget. Begitu juga sama saudara, ya paling tidak kasih warning dulu. Biar lancar, cari dukungan dari mereka. Perbanyak konsultasi dan yang jelas kalo sebagian besar sodara udah ok, biasanya orang tua ok-ok aja. Ingat, ada dua masalah yang harus di klir kan. Yang pertama, tradisi berbakti dan yang kedua nyalip saudara yang lebih tua. Dan keduanya itu sama-sama berat. Jika gak diatur strateginya dari sekarang, susah nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jalan sudah dibuka melalui pak Mon, tentunya saya nanti akan lebih enak menuturkan kepada orang tua jika sudah diawali oleh pak Mon. Ya mudah-mudahan semua ini memang jalan yang dimudahkan oleh Allah SWT. Mohon do'anya ya ! Jazakumullah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112124554500848020?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112124554500848020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112124554500848020&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112124554500848020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112124554500848020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/satu-jalan-sudah-dibuka.html' title='Satu jalan sudah dibuka'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112107781979261745</id><published>2005-07-10T03:30:00.000-07:00</published><updated>2005-07-11T03:30:22.456-07:00</updated><title type='text'>Sekarang Hari Ahad</title><content type='html'>Perputaran hari yang begitu cepat. Baru saja kemaren rasanya saya menulis hari Senin, sekarang sudah Ahad. Begitulah, akhirnya kita ketemu juga dengan hari Ahad tanpa harus menghilangkan hari Sabtu, Jum'at ataupun Kamis. Begitulah aturannya dan tak ada manusia yang bisa menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuat saya tidak begitu respek dengan hari Ahad adalah hilangnya aktivitas orang-orang di sekitar. Terutama sekali di lingkungan kampus. Sepi ! Kalau Senin, Selasa dst sampai Sabtu saya menemukan Sholat Zuhur berjamaah di Musholla Al Hadiid itu ramai, tapi kalo Ahad kadang saya harus sholat sendirian. Mulai dari Subuh sampai Isya, sepi dari jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad bukanlah hari rutin saya untuk pulang ke rumah [ ingat, bukan rumah pribadi tapi ... kontrakan ]. Sebelumnya kan pernah saya bilang, saya pulang kalo sudah "lowbat" [ yah, make istilah ini lagi ]. Saya memang bukan orang rumahan, yang bisa berdiam diri dirumah seharian penuh. Kecuali kalau dirumah ada komputer pribadi paling tidak dengan spesifikasi minimal Pentium III, memori 128, Hdd 20 GB, monitor 14 inch, multimedia, cd room, dan terkoneksi dengan internet. Nah itu baru saya jadi orang rumahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling gak ya komputer tuh gak hengki tornando kalo pas ngejalanin Adobe Photoshop 7, Dreamweaver MX 2004, XAMPP, Edit Plus, Cute FTP, YM, Windows Explorer, Mozilla Firefox, Internet Explorer, Winamp, TV ... sekaligus. Tapi bagaimana mungkin ? membaca saja aku sulit ... hehehe, gak maksudnya begini... Sejak jaman megang mouse masih gemeteran sampai saya bikin sekian puluh website, belum ada yang namanya pake komputer pribadi. Tetep aja minjem, maklum lah pengen otak encer tapi modal dengkul. Sampai sekarang nulis ini cerita masih pake komputer pinjem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walopu gitu, alhamdulillah banget saya masih dikasih kesempatan untuk belajar. Syukur banget saya bisa manfaatin fasilitas ini. Ya mudah-mudahan satu saat saya bisa beli komputer sendiri, pasang internet sendiri. Syukur-syukur laptop yang memang sudah masuk wishlist saya sejak dua tahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ngomong-ngomong soal wishlist, ternyata banyak juga. Hm, bagaimana kalo saya coba tulis disini. Soalnya selama ini saya cuma tempelin dikepala, gak pernah nulis di kertas ataupun di blog ini. Wishlist ... [ khusus barang lho ya ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kontrak rumah sendiri [ ini buat persiapan yang itu tuuh, he he he ]&lt;br /&gt;2. Buku² [ gak mungkin tak tulis satu-satu, di Eramedia tuh banyak yang bikin saya ngiler sampe teler ]&lt;br /&gt;3. Jilbab, Batik, Koko [ hadiah buat bunda dan ayah ] &lt;br /&gt;4. Laptop [ biar bisa kerja mobile, apalagi bikin web ]&lt;br /&gt;5. Sony Camera Shoot [ buat photografi, apalagi website pks kekurangan foto ]&lt;br /&gt;6. Siemen SL 45 [ bisa nyetel MP3, biar gampang hafalin Al Qur'an ]&lt;br /&gt;7. Celana [ ini memang dari dulu, mana eiger udah robek pula ]&lt;br /&gt;8. Perbaiki Sepeda Motor CB 125 [ dah di ijinin make masih belum juga tak perbaiki ]&lt;br /&gt;9. ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalagi ya, untuk sementara itu dulu. Ntar tak sambung tapi "gak janji lho ya" [ he he he ] azan dah berkumandang, magrib bow !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112107781979261745?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112107781979261745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112107781979261745&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112107781979261745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112107781979261745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/sekarang-hari-ahad.html' title='Sekarang Hari Ahad'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112107538347921441</id><published>2005-07-09T02:48:00.000-07:00</published><updated>2005-07-11T02:49:43.486-07:00</updated><title type='text'>Sekarang Hari Sabtu</title><content type='html'>Apa yang terpikir waktu bangun pagi di hari sabtu ? Pada sebagian orang yang sudah bekerja hari sabtu adalah hari pelepas lelah. Segala rencana wiken yang menyenangkan sudah siap dan matang menjelang tidur tadi malam bukan ? Kalo tidak ada acara, sudah mempersiapkan untuk bangun kesiangan. Atau mungkin tadi malam sengaja begadang karena tak ada acara untuk hari Sabtu. Namun bagi sebagian yang lain masih ada yang menghabiskan waktunya untuk lembur. Lumayan, untuk tabungan atau pemenuhan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu malam atau malam Minggu adalah malam yang tak boleh diganggu. Kedatangannya yang ditunggu, apalagi bagi yang punya pasangan. Apa itu istri/suami atau  pasangan dari istilah yang dihalalkan oleh sebagian orang "pacar". Malam minggu adalah satu masa yang menyenangkan. Acara yang biasanya digelar dari matahari mulai terbenam sampai tengah malam atau mungkin sampai pagi. Tak perlu khawatir bangun kesiangan, karena toh besok minggu libur seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kesepakatan orang pada umumnya malam Minggu adalah hari kasih sayang. Seorang "gadis" akan marah dan uring-uringan kalo tidak diapeli oleh sang pacar. Begitu juga seorang "cowok" akan pusing jika tidak bisa bermalam mingguan dengan "cewek" nya. Apalagi seorang istri akan bermuram durja kalo sang suami malam Minggu begini masih lembur bekerja. Dan sang suami juga akan BT kalo meihat istri ketiduran kelelahan sejak awal malam Minggu digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilingkungan masyarakat yang menjunjung budaya "pacaran" adalah sebuah keanehan kalau malam Mingguan tidak berkencan. Sekarang silahkan lihat keluar, mall, tempat hiburan atau ke jalan-jalan ... pada umumnya setiap manusia punya pasangan. Jarang terlihat orang berjalan sendirian atau ngantri tiket bioskop dan nonton sendirian. Kalo ada, itu menjadi pusat perhatian bahkan jadi bahan ketawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak habis pikir kenapa mesti ditertawakan ? Apakah malam Minggu cuma milik punya pasangan saja. Apakah ada aturan khusus untuk mengunjungi tempat hiburan harus dengan seseorang berbeda jenis disisi ? Mereka yang sendirian juga punya hak yang sama untuk menikmati hiburan. Tak ada bedanya antara yang punya pasangan dengan yang sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita pikirkan siapakah yang mestinya harus ditertawakan ? Orang yang berpegangan tangan, berpelukan bahkan berciuman di tempat hiburan atau orang yang sendiri tanpa pasangan demi menjaga kesucian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam minggu kali ini saya akan berkencan dengan 2 orang sekaligus. Kami akan makan bareng, curhat, ngobrol kesana kemari, ngenet bareng dan banyak lagi kegiatan lain. Karena belakangan ini susah sekali kami ngumpul bertiga. Entah berapa malam minggu kami lewati tanpa kencan. Tadi kami sudah janjian, dan sebentar lagi mereka akan datang. Biasanya ba'da isya udah ngumpul disini, dan acarapun segera kami gelar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112107538347921441?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112107538347921441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112107538347921441&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112107538347921441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112107538347921441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/sekarang-hari-sabtu.html' title='Sekarang Hari Sabtu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112083616925424630</id><published>2005-07-08T07:22:00.000-07:00</published><updated>2005-07-08T08:22:49.276-07:00</updated><title type='text'>Sekarang Hari Jum'at</title><content type='html'>Waktu saya masih pake celana pendek berwarna merah, hari jum'at adalah hari yang ditunggu-tunggu. Kenapa ? karena pulang sekolahnya cepet. Waktu istirahat 1 kali trus abis itu pulang. Uang jajan yang dikasih sama orang tua tetap tidak berdasarkan berapa lama waktu belajar, jadi kalo hari Jum'at uang jajan saya selalu berlebih. Pelajaran di sekolahpun biasanya yang ringan-ringan. Keterampilan tangan, Olah raga dan jangan sampai ada IPA atau Matematika. Pelajaran itu cukup untuk hari Senin atau Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menyenangkan lagi kalau hari Jum'at itu, bunda selalu masak yang sedikit berbeda dan mengundang selera. Saya bertanya sama Ayah kenapa Bunda gak ikutan jumatan ? Ayah sering menjawab Bunda jumatannya di Dapur. Walopun saya tau itu bukan jawaban sebenarnya tetapi ada juga benarnya. Rasulullah sehabis jumatan suka mengajak sahabatnya untuk makan bareng. Jadi saya pikir Ayahpun juga pengen berbuat demikian. Dan kenyataannya memang begitu, setiap selesai jumatan ada saja yang makan bareng di rumah. Entah itu paman, tetangga, teman lama. Bahkan ada yang langganan sekedar minum kopi di rumah. Kemudian dilanjutkan ngobrol sampai jam 2 siang kemudian mereka pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya pake celana pendek berwarna biru. Hari jum'at adalah hari terburu-buru. Karena sekolah saya jauh dari rumah. Mesti naik angkutan atau numpang kendaraan teman. Pulang sekolah jam 11.30, azan pertama jam 12.00. Di tempat saya ada dua kali azan kalo jumatan. Azan pertama fungsinya untuk bersiap-siap. kira-kira 15 menit lagi Khotbah dimulai. Azan kedua baru azan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Nah karena saya menempuh jauh perjalan pulang dari sekolah, seringkali saya terlambat. Namun alhamdulillah belum pernah sampai jamaah sudah salam saya baru sampai. Paling lama tuh saya dapat khotbah kedua, itu sudah sangat lama sekali. Biasanya saya dapati pertengahan khotbah pertama. Dan tentunya di shaf belakang yang ala kadarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jauh dan selalu terburu-buru saya Jumatan jadi tidak pernah mandi. Pake baju sekolah plus sarung saja. Bau badan yang tak karu-karuan tentu saja mengganggu jamaah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya pake celana panjang abu-abu, Saya jarang sekali menikmati acara makan bareng setelah jumatan. Karena sorenya harus mengikuti pelajaran tambahan, jadi terpaksa jumatan di sekolah. Bisa sih pulang, cuma karena saya tidak punya kendaraan... takut terlambat, jadi ya saya jumatan di sekolah. Kalo jumatan di sekolah, setelah makan dan jumatan kegiatan yang paling sering dilakukan adalah maen basket ato domino. Kalo lagi rame kita maen basket, tapi kalo cuma 4 orang ya kita main domino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya pake pakaian bebas, berambut panjang dan ke kampus sering pake sendal. Hari Jum'at adalah hari libur nasional. Jangan sampai ada kuliah di hari Jum'at, apalagi Jum'at siang setelah jumatan. Adalah haram hukumnya untuk mengambil jadwal mata kuliah pada Jumat siang. Kalo ada dosen yang merubah jadwal kuliahnya ke Jum'at Siang, alamat kosong tuh kuliahnya. Dan berusaha bagaimanapun caranya agar bisa di pindah ke hari yang lain. Sabtu pagi kek atau kamis pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya sendiri Jum'at siang adalah garis merah yang tidak boleh disentuh oleh jadwal kuliah. Begitu juga dengan hari Senin tepatnya Senin pagi. Tidak pernah saya isi dengan perkuliahan. Kalopun ada saya pindah cari jadwal di hari yang lain yang leih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sekarang, hari Jum'at adalah hari yang dimulai dengan kencan mingguan sehabis subuh. Jadwal rutin motong kuku dan rambut dan dilanjutkan dengan mandi bersiap-siap untuk berangkat ke Masjid. Selesai jumatan adalah waktu tempat bertemu informalnya para aktifis dakwah. Seperti sudah saling janjian, duduk berbarengan bersama-sama saling menyapa dan berdiskusi tentang apa saja. Karena tidak selalu bisa berkumpul bersama, kecuali pada ba'da sholat Jum'at. Dan itu adalah momen yang sering ditunggu-tunggu. Yang dak kenal jadi kenal. Yang udah lama gak ketemu jadi ketemu. Ya itung-itung jadi ajang silaturahim singkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112083616925424630?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112083616925424630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112083616925424630&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112083616925424630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112083616925424630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/sekarang-hari-jumat.html' title='Sekarang Hari Jum&apos;at'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112078336403831046</id><published>2005-07-07T09:59:00.000-07:00</published><updated>2005-07-07T17:42:44.043-07:00</updated><title type='text'>Sekarang Hari Kamis</title><content type='html'>Sekarang hari kamis, apa bedanya ? ada dong. Catat baik-baik dan kalo perlu digaris bawahi sekalian ya. Hari ini, tepatnya kamis 7 Juli 2005 alhamdulillah saya Seminar Hasil. Kamu tau itu artinya apa ? artinya saya sudah berhasil menyusun satu buah puzzle kehidupan dari sekian milyar keping puzzle lain yang masih berserakan. Saya sudah melangkahkan satu kaki ke depan dari ribuan kilometer lagi yang masih harus saya tempuh. Saya menuliskan satu huruf dari ribuan halaman yang mestinya saya tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin puzzle yang saya susun sudah terlambat, langkah yang saya jalani tercecer jauh atau huruf yang saya tulis sudah usang. Tapi bagi saya tidaklah begitu, bagi saya ini adalah sesuatu yang baru. Walopun tidak baru pada rasa...setidaknya saya berkata "Itu baru yang bisa saya lakukan". Memang sedikit bernada pasrah dengan keterbatasan dimensi yang melingkupi saya. Namun tadi pagi itu saya menemukan keceriaan dan kebahagiaan. Jika ceria dan apakah kebahagiaan masih meperhatikan batas-batas dimensi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu senang berada disini, menikmati apa-apa yang kamu baca. Apakah masih memikirkan waktu yang terbuang ? atau memikirkan seberapa jauh jarak antara saya dan kamu ? bertanya siapa saya ? tidak lagi. Begitu juga dengan apa yang saya rasakan tadi pagi. Kebahagian itu menghapus jumlah tahun yang saya habiskan untuk bolak balik mengunjungi tempat yang sama hampir setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Seminar Hasil yang saya jalani hari ini adalah sebagian kecil yang mungkin dianggap terlalu biasa dari sekian banyak orang yang telah menjalaninya. Tapi jujur saja bagi saya itu sungguh luar biasa, sangat istimewa. Walopun di depan mata masih ada ujian kompre menghadang. Sebuah puzzle kehidupan yang lebih lebar, berat dan panjang yang mesti saya tarok dan tempatnya masih samar-samar berada dimana. Tanpa menyusun yang biasa ini tentunya saya tak bisa melakukan apa-apa terhadap sesuatu yang lebih besar lagi. Makanya saya anggap ini sesuatu rangkaian yang luar biasa. Tanpa seminar hasil saya tak bisa kompre, tanpa seminar proposal saya tidak bisa seminar hasil, tanpa judul saya tak bisa seminar proposal... begitulah keterkaitan kalo dari satu jalur. Dan banyak jalur-jalur lain yang masih saling kait mengait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya ingin memberitahukan ini padamu, tapi saya bingung harus mulai darimana. Dan setelah saya lakukan dua rakaat itu, baru saya sedikit punya keberanian untuk menekan nomor-nomor yang Alhamdulillah masih saya simpan dalam kepala. Pembicaraan panjang lebar dan sudah jelas ujung pangkal dengan waktu sedemikian. Ditutup dengan "menanti sebuah jawaban". Apa, kapan, dan bagaimana ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian apa jawaban yang saya terima ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112078336403831046?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112078336403831046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112078336403831046&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112078336403831046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112078336403831046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/sekarang-hari-kamis.html' title='Sekarang Hari Kamis'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112059282061489810</id><published>2005-07-05T11:48:00.000-07:00</published><updated>2005-07-05T12:47:00.630-07:00</updated><title type='text'>Sekarang Hari Rabu</title><content type='html'>Menghitung hari, ya sejak kemaren ... bahkan sejak saya terlahir sampai detik ini saya tak bosan-bosannya menghitung hari. Antara sadar ataupun tidak saya terus menghitung hari. Kalau saya masih bayi, saya dibantu ibu untuk menghitung hari-hari yang saya lewati. Tentunya masih ingat bukan kalau kita bertanya pada seorang ibu berapa umur bayinya dan beliau menjawab "3 minggu dua hari". Begitu juga dengan saya juga melewati hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya sendiri lupa sekarang hari apa. Tak jarang saya bertanya pada orang tua, saudara, sahabat, teman bahkan orang yang tak dikenalpun saya tanya sekarang hari apa. Senin, Selasa, Rabu dan hari-hari berikut yang akan dilewati. Namun saya tidak berbicara hari yang telah berlalu atau juga hari yang akan datang. Saya berbicara hari ini. Apa yang saya dapat di hari ini buah di hari kemaren dan yang saya lakukan sekarang untuk menikmati hari ini demi hari esok. Jadi selagi saya masih bisa berbuat di hari ini kenapa mesti terburu-buru menyongsong hari esok. Toh hari Kamis, Jum'at, Sabtu dan Minggu takkan pernah pergi kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara berurutan mereka akan datang satu persatu. Belum ada sejarahnya Jum'at itu datang lebih awal dibandingkan Kamis. Atau Minggu tanpa permisi menyelip diantara Jum'at dan Sabtu. Begitu juga dengan apa-apa yang saya lakukan. Seharusnya mengikuti sunnatullah. Hari saja punya aturan, tentunya saya juga harus lebih teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat dengan perkataan yang pernah saya lontarkan "Saya tak ingin di atur oleh waktu tetapi saya lebih cendrung mengatur waktu itu untuk saya". Namun pada kenyataannya saya begitu susah untuk mengatur waktu. Mereka terlalu liar, atau saya juga yang tidak mau diatur oleh diri sendiri ? Mereka yang selalu datang sekali tak pernah berkunjung dua kali, itu yang sering membuat saya kesal dan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun tidur sering menjadi momen puncak kekesalan saya pada waktu. Entah kenapa, setiap bangun tidur saya merasa kehilangan. Kehilangan sesuatu yang saya tak tau itu apa. Sejenak setelah bangun saya selalu terdiam dalam posisi duduk dan marah pada diri sendiri. Namun setelah membaca do'a bangun tidur kemudian wudhu perasaan kehilangan itu baru mulai pudar. Dan baru benar-benar tak ada lagi kalau saya selesai sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, pembahasan yang cukup panjang ya. Mulai dari menghitung hari sampai bangun tidur.  Saya tak berpikiran pantas atau tidak dengan pembahasan ini, apa perlunya. Bukan itu yang saya lihat. Tetapi kecendrungan saya yang sudah mulai pada taraf "menuliskan apa yang saya pikirkan" Bukan lagi "memikirkan apa yang saya tulis". Karena setiap saya memikirkan apa yang saya tulis selalu saja tulisan itu gak jadi-jadi. Tetapi kalau saya menuliskan apa yang saya pikirkan, sepertinya lancar-lancar saja. Semoga saja pada suatu saatnya nanti saya bisa "menuliskan apa yang orang pikirkan" dengan tidak meninggalkan kebiasaan "memikirkan apa yang orang tulis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya beralih berbicara pada telepon yang tadi malam saya terima. Akan banyak sekali hal yang harus saya persiapkan dan saya pikirkan. Mulai dari penyelesaian amanah, penuturan keinginan, sosialisasi, perijinan, konsekwensi, dan segala macam gambaran yang akan dihadapi nantinya. Pembahasan sentral utama adalah pada alasan kenapa mesti segera ? Dan ini bukan sesuatu yang mudah diutarakan pada orang yang memiliki pandangan sedikit berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang lebih baik, selagi masih bisa untuk disegerakan kenapa mesti ditahan ? atau dengan selagi masih bisa ditahan kenapa mesti disegerakan ?. Sekarang kita lihat manakah mudharatnya yang lebih banyak jika disegerakan daripada ditahan ? Jika disegerakan akan terbebas dan jika ditahan siapa yang akan menjamin untuk tidak terjerumus pada kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Setiap hari saya perhatikan antara pukul 2.00 s/d 2.15 dinihari sinyal dari ponsel selalu menggetarkan layar monitor yang terkadang speaker yang saya dengar pun kemresek ... itu pertanda ada SMS yang akan saya terima atau ada yang ingin menghubungi namun sebelum sampai pada nomor yang dituju ponselnya dimatikan. Apakah itu kamu ? Seandainya iya, Jazakumullahu khairan katsiro ... mari kita sholat tahajjud bersama&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112059282061489810?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112059282061489810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112059282061489810&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112059282061489810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112059282061489810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/sekarang-hari-rabu.html' title='Sekarang Hari Rabu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112052225789558529</id><published>2005-07-04T16:42:00.000-07:00</published><updated>2005-07-04T17:10:57.900-07:00</updated><title type='text'>Sekarang Hari Selasa</title><content type='html'>Bagaimana kabarmu jalan yang di depan pasar Dinoyo ? apakah sepagi ini sudah macet ? Ternyata sesuatu yang mustahil terpikir 10 tahun yang lalu, kenyataannya sudah ada di depan mata kalau melewati pasar Dinoyo. Disana daerah termacet setelah Sumbersari dan pertigaan yang menghubungkan antara Jln MT Haryono, Dinoyo dan Gajayana. Apalagi sekarang ada Muktamar Muhammadiyah dan Aisiyah yang ke 45. Tentu akan membuat para sopir pegal dikaki karena sekian lama harus bergantian menginjak rem dan kopling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi walaupun sedemikian [ kok bahasa yang saya pakai semakin tidak jelas arti dan maknanya ya ? ] selagi sepeda kumbang yang saya kayuh masih bisa melejit disela-sela mobil sedan dan angkot, atau selagi saya masih bisa ditarik dengan bergantungan di belakangnya truk. Tak jadi masalah, silahkan saja macet semacet-macetnya. Opurtunis ? oh tidak ! saya malah ingin menjadi orang yang tak ingin menambah kemacetan. Dengan cara apa ? Tak mau pakai mobil [ karena memang tak punya ! ] atau tidak naik angkot [ karena bagi saya uang 1300 rupiah itu terlalu berharga untuk jarak tak sampai 5 kilometer ] Jalan kaki juga kejauhan, pilihan yang paling tepat adalah sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara kita memang produksi kemacetan tingkat tinggi. Tidak saja di jalan, bank, dan pelayanan sering kali macet. Kalo saja setiap mobil tempat duduknya difungsikan sebagaimana mestinya, semisal mobil sedan berpenumpang empat itu difungsikan sesuai dengan kapasitas tempat duduknya. Tentu akan mengurangi jumlah mobil yang berkeliaran. Namun sayang, banyak orang yang sukanya rakus. Bawa mobil, untuk dia sendiri. 4 jok di pake sendiri, padahal juga tidak untuk tidur-tiduran wong mau berangkat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat metro mini, bis patas bahkan angkutan kota. Saking tidak ada tempat duduk yang tersisa harus rela untuk berdiri berlama-lama. Berdesak-desakan bak ikan kaleng, kasian ya ? coba sebagian penumpang yang berdesakan itu naik mobil pribadi yang jumlahnya gak kalah banyak dengan kelebihan penumpang di angkutan umum. Adakah si pemilik mau berbaik hati ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112052225789558529?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112052225789558529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112052225789558529&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112052225789558529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112052225789558529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/sekarang-hari-selasa.html' title='Sekarang Hari Selasa'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112046844626629741</id><published>2005-07-04T01:53:00.000-07:00</published><updated>2005-07-04T02:18:32.733-07:00</updated><title type='text'>Sekarang hari Senin</title><content type='html'>Sekarang hari Senin, Hm... hari ini saya yakin pada sebagian orang ada yang datang ke tempat kerjanya lebih pagi dari jadwal masuk biasanya. Mungkin ada yang jam 6 pagi ini sudah duduk dengan rapi di depan komputer. Dengan niat memang mengerjakan  pekerjaan yang sudah menumpuk mendekati deadline, atau sekedar ber internet ria agar lebih bebas. Karena kalau berinternet di waktu kerja, tentunya dengan perasaan yang was-was bukan ? Takut kalau dilihat atasan, atau memang ada larangan dari peraturan perusahaan yang harus di ikuti. Ah, ternyata datang lebih pagi itu banyak manfaatnya. Kalau diitung masuk kerja jam 8 tentunya ada 2 jam yang dapat dipergunakan untuk melakukan segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Tidak ada yang larang dan tidak ada yang akan protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang hari Senin, tentunya pada sebagian orang ada rasa sedikit malas untuk bangkit dari pembaringan bukan ? Jelas, apalagi saya yang udah kena hook kanan kiri seharian kemaren kecapekan. Tadi pagi sebenarnya di hape [ henpon, begitu kata tetangga saya di kampung ] tertulis 03.37 dan sebenarnya saya harus bangun saat itu juga, namun entah kenapa saya acuh. Akh ! seusai subuh saya baru kembali menyesal. Kenapa mesti terlewati lagi ... kenapa ? [ hati ini perlahan sakit dan mungkin sebentar lagi mati ! ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang hari Senin, masih ingat Garfield yang harus terbangun jam setengah delapan pagi gara-gara bunyi weker ?, kemudian berucap lesu "I hate monday !" ?. Tapi beda dengan saya, saya bukanlah Garfield, weker tidak saya pasang. Alhamdulillah jam setengah empat tiba-tiba terbangun. Kebiasaan ? entahlah. Namun sekali lagi saya bilang ... [ penekanan yang teramat sangat ] saya menyesal ! Kenapa tidak ? saya tidak sholat sekian rakaat, gak bisa sahur dan hari ini saya gak puasa lagi ... sedih ! memang sih gak perlu sahur, tapi ingat dong saya lagi tahap membugarkan diri sehabis &lt;i&gt;lowbat&lt;/i&gt;, kan lagi di charge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan gizi ? mungkin, makan siang kemaren Nasi Padang [ ayam balado + nasi tambah ]. Makan malamnya ? Nasi Padang lagi [ ikan balado tapi gak pake nambah ]. Alhasil jam 10 lebih sedikit saya tewas dengan sukses di pembaringansetelah membolak-balik buku tebal. Cuma beberapa menit berselang saya terlelap sambil dilihatin oleh buku yang barusan saya buka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang tidak sepakat ? kalo jam weker adalah hal yang paling dibenci disaat tidur indah terganggu, tetapi kenapa juga setiap mo tidur harus dipegang dan disetting waktunya dan berharap weker sebagai pahlawan pembangunan diri. Kalo si weker bisa bicara tentunya dia protes bukan ? Setiap dia bersuara selalu saja perasaan tidak enak, pukulan bahkan bantingan yang dia terima. Padahal fungsi dia selalu diharapkan menjadi pengingat. Namun bagaimanapun juga weker tetaplah akan berbunyi sesuai dengan keinginan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112046844626629741?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112046844626629741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112046844626629741&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112046844626629741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112046844626629741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/sekarang-hari-senin.html' title='Sekarang hari Senin'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112037395519935133</id><published>2005-07-02T23:14:00.000-07:00</published><updated>2005-07-02T23:59:15.206-07:00</updated><title type='text'>Belakangan Ini Saya Jarang Pulang</title><content type='html'>Dan kenyataannya memang belakangan ini saya jarang pulang. Bukan kenapa-napa dan ada apa ? Tapi ada beberapa hal yang harus saya selesaikan dalam waktu dekat ini. Terakhir kali saya menginjakkan kaki di rumah kamis jam 5 sore, untuk ikut menyiapkan selamatan rumah baru. Walopun sudah dua bulan hidup dan menempati ruang disana. Dan terakhir kali menikmati kasur empuk di kamar 3x4 itu hari kamis malam, sampai-sampai saya melewati sepertiga malam begitu saja. Pagi jum'at saya pun kudu kencan dengan "my bro" walopun datangnya sudah sangat terlambat karena telat subuhan, dan akibatnya saya tidak ikut tilawah. Aduh betapa ruginya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenyataannya memang belakangan ini saya jarang pulang. Transparan seminar hasil yang baru saja kemaren kelar, namun jadwal belum juga keluar. Katanya lagi ada ujian, jadi semuanya ditunda. Ah gak tau lah, saya mah ikut apa kata orang disana. Mo protes, buat seminarpun rasanya masih juga belum siap. Buktinya bikin transparansi saja saya butuh dua hari. Beginilah kalo pusing bukan hanya karena skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenyataannya memang belakangan ini saya jarang pulang. Internet kondisinya antara hidup dan mati. Padahal saya harus menyelesaikan program terbaru dari website itu. Karena dalam dua minggu ini akan launching besar-besaran. Sekarang sih sudah oke, tapi dengan aplikasi yang ala kadarnya. Proyek besar ? oh jelas, itu proyek yang sangat besar untuk akhirat nanti. Tergantung niat saya melakukannya demi siapa, bukan begitu ? Rencananya ada tiga item yang akan di launching, diantaranya Dewan Pakar, Radio, dan website itu. Berkemungkinan wartawan juga ikut meliput, tapi bagi saya mo sebesar apapun acaranya, sebanyak apapun wartawannya dan segencar apapun  beritanya nanti bagi saya cukup program yang saya tanam berjalan lancar. Dan itu lumayan bikin low bat juga&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ah, kalo lagi low bat begini aku ingin memanggilmu, tapi sayang pulsa lagi sekarat. Dan duitpun sedikit ngadat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenyataannya memang belakangan ini saya jarang pulang. Saya jadi sering lama di atas sana, sehingga saya jadi jarang di kantor yang internetnya rada-rada error. Padahal saya juga kudu kontak dengan orang-orang seberang. Dan itu cukup membuat saya bolak balik ke atas trus ke bawah. Bersyukur sih di kantor masih bisa browsing, tapi sekali lagi susun ya huruf-huruf berikut kemudian baca dengan seksama, El - A - Em - Be - A - Te alias lemot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenyataannya memang belakangan ini saya jarang pulang. Stamina saya mulai kendor, saya sering bilang sama kamu dengan istilah &lt;i&gt;lowbat&lt;/i&gt; kemaren mulai diserang flu. Dan hari ini kepala sedikit berat. Gara-gara perut sering diisi tak beraturan, soalnya diatas jaoh dari peradaban. 3 malam ini begadang, dan malam tadi nyiapin komputer untuk seorang sahabat demi bantuin dia selesaikan skripsi yang masih dalam angan-angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenyataannya memang belakangan ini saya jarang pulang. Hari ini saya harus pulang, body ini kudu di "carge". Ruang restart otak di kantor tak mampu lagi menghapus file temporary, sehingga saya jadi keseringan bersin. Saya memang harus me-refresh kan diri. Supaya next monday [ is my everyday monday ? ] oh jangan sampai, paling tidak untuk hari ini saja. Aku harus pulang !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenyataannya memang saya jarang pulang. Sampai kapan ? sampai ada seorang wanita yang menunggu saya dengan senyuman di pintu rumah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112037395519935133?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112037395519935133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112037395519935133&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112037395519935133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112037395519935133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/belakangan-ini-saya-jarang-pulang.html' title='Belakangan Ini Saya Jarang Pulang'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-112026473942954136</id><published>2005-07-01T17:06:00.000-07:00</published><updated>2005-07-01T17:38:59.436-07:00</updated><title type='text'>ah... seandainya saya di Jakarta</title><content type='html'>Semalam ngobrol berat [ baca : asyik gitu loch ] sama E**** [ sorry buat privacy di sersor aja ] lewat si yellow smile alias YM. Dan kita kayak sahabat lama yang udah lama banget gak ketemu, padahal emang udah lama gak ketemu. Terakhir itu taon 2002, udah tiga tahun saya gak melihat batang hidungnya. Masih merah gitu gak sih, keseringan dipencetin komedonya pake tangan. Dia tuh partner saya waktu jaman lagi susah. Dasar kalo orang dah nikah tuh mesti manas-manasin yang belom mulu ya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sekarang dia sudah mapan, ya setidaknya sudah menuju kesana. Terbukti dari beratnya yang melejit sampe 60 kilo dari 45 kilo ! atau mungkin bawaan hormon ? "kalo dah merit kan bawaannya begitu" ( persis yang dia tulis kemaren malam ). Ah, masa sih ? berarti kalo saya merit (Insya Allah, amin .. mudah-mudahan ya Alah !) tambah ndut lagi dong ? sekarang aja udah 66.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dari 50 sampai nonjok 66 kilo kayaknya bukan gara-gara merit, tapi gara-gara berhenti ngisep asap putih. Dia juga baru tau kalo saya dah berenti berhubungan dengan batangan itu. Katanya... "kereeen !". Wah, sekarang kalo bisa nyetop mulut ngemut rokok kayaknya keren gitu ya ? ah ga tau lah apapun istilahnya yang jelas alhamdulillah saya sudah putus cinta dan putus hubungan dengan rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang kami obrolin, sampe-sampe kayak lomba ngetik. Satunya belum di jawab pertanyaan lain dah nyambung lagi. Sampai pada obrolan tentang orang-orang yang pada nongkrong di startbuck. Kita bukan bicarain gimana mahal ngopi disana, kita bicarain orang-orang yang gak mampu berkeliaran di lampu merah. Kalo seandainya setiap orang yang nongkrong di startbuck itu di cash Rp 20.000 saja sekali ngopi. Dan itu duit dikumpulin buat biaya mereka yang menegadahkan tangan di lampu merah, tentunya mereka akan sangat terbantu sekali bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpikiran lebih jauh lagi, kalo seandainya satu Sudirman tuh ditarik Rp 20.000 saja buat bantuin saudara yang gak mampu itu. Anggap lah 1000 orang yang kerja disana dan rata-rata gajinya jutaan, totalnya kira-kira bisa 20 juta ! bagi mereka apalah artinya duit Rp 20.000 bukan ? Dia sudah melakukan "collecting" tersebut yang diawali dengan teman-temannya sendiri. Dan tau gak kendala utamanya apa ? gak ada yang interest alias tertarik untuk ngeluarin duit 20.000 itu. Padahal proposal dan segala macemnya lengkap. Akhirnya dia cuma bisa pasrah membagikan apel di lampu merah yang dibeli di carrefou pada anak-anak jalanan. Karena yang dia mampu baru cuma itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tau gak apa kendala utama kita selain itu ? kita gak punya orang yang bener-bener bisa konsen 100% ngurusin itu. kita butuh aktivis2 idealis yang mau ngejalaninnya dengan serius".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah... seandainya saya di jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ntar kalo gua kemungkinan ke Jakarta gua kasih tau lu ... cuma gua kudu nyelesain ST ini dulu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah akhir obrolan kami semalam yang ditutup dengan pamitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sa, setujukah kamu dengan apa yang aku pikirkan ini ? sejujur aku butuh orang yang bisa "fight" bareng&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-112026473942954136?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/112026473942954136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=112026473942954136&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112026473942954136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/112026473942954136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/07/ah-seandainya-saya-di-jakarta.html' title='ah... seandainya saya di Jakarta'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111986277698031667</id><published>2005-06-26T01:58:00.000-07:00</published><updated>2008-03-01T03:14:03.857-08:00</updated><title type='text'>Kenapa kamu tanyakan itu padaku ? ( dalam sebuah harapan yang sama )</title><content type='html'>"Mestinya kamu jawab ... kok bisa nanyain ke aku ? bisa jadi kan orang lain ?" Begitu sahabatku bilang disaat saya dan dia menikmati makan malam di warung pojok favorit kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak tega, gak tega bikin dia mikir atau pusing. Akhirnya ya begitu aku ngaku saja" Saya memperlihatkan pesan itu padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuh dia kan penasaran dari bulan maret kemaren, dan ini yang terakhir gak aku jawab. cukup segitu aja biar gak jadi masalah ntar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hehehe ... makanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mestinya bukan tadi aku kirim, besok ... biar dia gak ngerasa aku yang kirim itu. Ah dasar ! ya udah deh mo gimana lagi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menerawang jauh keluar menembus kaca jendela, terus hinggap di pepohonan kemudian melaju kencang menuju biru langit yang tak mau dikasih batas. Kemaren pagi saya tak menyangka akan mendengar suaramu (sekali lagi tolong ya, ini benar-benar mendengar suara kamu). Sekian menit saya masih tak yakin dengan pendengaran ini (ingat, saya masih kaget). Selama ini belum pernah seperti ini dan memang saya berharap tak usah. Yang ada itu cuma pesan-pesan singkat yang datangnya.. aduh, jarang banget bahkan boleh dibilang super sangat jarang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kamu tanyakan itu padaku ? ya, kenapa kamu berpikiran bahwa aku yang mengirimkan itu ?. Ah, semestinya itu tak perlu kutanyakan lagi, karena pesan dulu itu sudah menjawab semuanya. "harapan yang sama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemulsa rahasia ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111986277698031667?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111986277698031667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111986277698031667&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111986277698031667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111986277698031667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/kenapa-kamu-tanyakan-itu-padaku-dalam.html' title='Kenapa kamu tanyakan itu padaku ? ( dalam sebuah harapan yang sama )'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111987522317636679</id><published>2005-06-25T09:25:00.000-07:00</published><updated>2005-06-29T12:39:11.113-07:00</updated><title type='text'>Nonton Ungu Violet &amp; Chord Menanti Sebuah Jawaban</title><content type='html'>Akhirnya malam minggu tadi saya pergi menonton ke bioskop ( baca dengan pelan dan tenang : Be-i-o-es-ka-o-pe ok! ). Kangen juga dengan suasana gela-gelap dan remang-remang lampu proyektor di ruangan yang lumayan dingin itu. Terakhir kali kalo gak salah satu (1) tahun yang lalu saya mendekam kedinginan sendirian, tanpa teman di ruang itu, walaupun disebelah kanan dan kiri saya ada orang. Waktu itu filmnya apa ya ? sampai lupa saya. Sejak saat itu saya sudah jarang kesana, karena di tempat persewaan VCD juga banyak film-film terbaru. Dan apa bedanya nonton di bioskop dengan nonton di Komputer, lah wong sama sendirinya kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini entah kenapa saja saya mengiyakan ajakan teman untuk menonton di bioskop itu. Dia yang lagi bt ( baca dengan pelan dan tenang : boad mood, ok ?! )di rumah sendirian dan saya lagi online di YM tiba-tiba ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia : BUZZ&lt;br /&gt;Saya : Wutzap say ?&lt;br /&gt;Dia : Nonton yux&lt;br /&gt;Saya : Heh ? tumben !&lt;br /&gt;Dia : Mau gak ? &lt;br /&gt;..... (diam beberapa saat)&lt;br /&gt;Saya : Boleh, kapan ?&lt;br /&gt;Dia : Setaun lagi !!! ya sekarang dong ! gimana sih&lt;br /&gt;Saya : Sekarang ? masih mo magrib, emang mo nonton apaan ?&lt;br /&gt;Dia : Ya abis magriblah. Bentar gw liat dulu&lt;br /&gt;Saya : *garuk-garuk kepala*&lt;br /&gt;Dia : Ungu Violet di Mandala jam 8.&lt;br /&gt;Saya : Film apaan tuh ?&lt;br /&gt;Dia : tau` tapi kayaknya Dian Sastro tuh yang main. lu suka ama Dian kan ?&lt;br /&gt;Saya : Suka dian ? gak ... &lt;br /&gt;Dia : Alah, Dian kan cantik lagi&lt;br /&gt;Saya : Jelek ... gak pake jilbab soalnya *tertawa ngakak*&lt;br /&gt;Dia : Yee.. dasar ! &lt;br /&gt;Dia : Eh, lu mandi ya ! males gw pergi nonton ama orang blm mandi&lt;br /&gt;Saya : Lah yang ngajak siapa ? terserah dong mo mandi apa gak.&lt;br /&gt;Dia : Gak mau, pokoknya kudu mandi !&lt;br /&gt;Saya : Males !&lt;br /&gt;Dia : Mandi !!!&lt;br /&gt;Saya : moh !&lt;br /&gt;Dia : Ya udah ! tak magrib dulu...&lt;br /&gt;Saya : Gua juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai magrib, saya ngambil gitar trus coba mainin sebuah lagu. Saya jadi ingat lirik lagu di blog dia. Sesaat kemudian saya buka blognya di http://m******.blogspot.com. Kemudian kuping saya mencoba mengikuti musiknya yang saya putar di winamp dan jari-jari saya mulai memetik senar. Mulut saya mulai bersuara ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku tak bisa luluhkan hatimu&lt;br /&gt;Dan aku tak bisa menyentuh cintamu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ sebenarnya saya pengen merubah liriknya ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku tak bisa luluhkan hatiku&lt;br /&gt;Dan kenapa aku susah mencintai-Mu ?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus berkonsentrasi dengan nada-nada yang dimainkan oleh Padi. Kemudian secepat kilat harus ditransfer ke jari dan kemudian liriknya dilantunkan. Ah sebuah perpaduan yang sulit juga. Kenapa saya bela-belain ngikutin chordnya ? soalnya kemaren tuh ada yang minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pada ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Sepenuhnya aku ingin memelukmu&lt;br /&gt;Mendekap penuh harapan tuk mencintaimu&lt;br /&gt;Setulusnya aku akan terus menunggu&lt;br /&gt;Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ pengen merubah liriknya ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sepenuhnya aku ingin memeluk-Mu&lt;br /&gt;Mendekap penuh harapan tuk mencintai-Mu&lt;br /&gt;Setulusnya aku akan terus mencumbui-Mu&lt;br /&gt;Inilah jawaban dariku atas cinta-Mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia datang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo !" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bentar ... lagi tanggung !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo cepetan, ditungguin 3 orang dibawah tuh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh, katanya berdua aja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hehe.. gak kok biar kamu cepetan !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar, hmm .. wangi amat !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah, ayo cepetan...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya dan dia keluar dari ruangan itu menuruni tangga. Diseberang jalan sudah menunggu seseorang dengan sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh berapa orang sih yang ikut ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang jelas ada tiga, lu, gua dan dia". Dia sambil nunjuk ke arah motor yang parkir di seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus sapa lagi ? eemm.. sms si M**** gih !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok boss, btw kita naik angkot aja ya. Sepedanya diparkir di warnet ***** aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sip"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di warnet, ketemu dengan Y**** dan R***. Saya ajak sekalian biar rame. Tapi cuman Y**** yang mau ikut. Akhirnya jadilah kami berlima berangkat ke bioskop dengan tujuan nonton Ungu Violet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangen juga dah lama banget gak ngumpul bareng apalagi nonton. Mungkin karena kesibukan sendiri-sendiri. Padahal semester awal dulu ... ah dah jauh atuh ! Sampainya di bioskop, kita berlima kelihatan mencolok. Beda banget dengan pengunjung yang lain. Mereka pada umumnya berpasangan, bergandengan tangan ... dan aih ! berpelukaan [ astaghfirullah ]. Eh ini malah berlima, cowok semua ! he he he. Yang pasti semuanya jomblo ! dan salah satu diantaranya adalah "penolak bujangan" walaupun belum ada pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh ternyata Ungu Violet itu Soundtracknya lagu Padi yang tadi saya cari chord nya. ok deh, eh buat kamu yang minta chord nya nih saya tulis disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C G Am&lt;br /&gt;Aku tak bisa luluhkan hatimu&lt;br /&gt;F C G&lt;br /&gt;Dan aku tak bisa menyentuh cintamu&lt;br /&gt;C G Am&lt;br /&gt;seiring jejak kakiku bergetar&lt;br /&gt;F C G&lt;br /&gt;Aku tak terpagut oleh cintamu&lt;br /&gt;C G Am&lt;br /&gt;Menelusup hariku dengan harapan&lt;br /&gt;F C G&lt;br /&gt;Namun kau masih terdiam membisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C Am&lt;br /&gt;Sepenuhnya aku ingin memelukmu&lt;br /&gt;Em G&lt;br /&gt;Mendekap penuh harapan tuk mencintaimu&lt;br /&gt;C Am&lt;br /&gt;Setulusnya aku akan terus menunggu&lt;br /&gt;Em G&lt;br /&gt;Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C G Am&lt;br /&gt;Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku&lt;br /&gt;F C G&lt;br /&gt;Semoga kau tau isi hatiku&lt;br /&gt;C G Am&lt;br /&gt;Dan seiring waktu yg terus berputar&lt;br /&gt;F C G&lt;br /&gt;Aku masih terhanyut dalam mimpiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;// gini-gini, walopun udah lama ternyata saya masih lancar juga pegang gitar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111987522317636679?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111987522317636679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111987522317636679&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111987522317636679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111987522317636679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/nonton-ungu-violet-chord-menanti.html' title='Nonton Ungu Violet &amp; Chord Menanti Sebuah Jawaban'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111963859137375673</id><published>2005-06-23T11:17:00.000-07:00</published><updated>2005-06-24T11:43:11.376-07:00</updated><title type='text'>Aku tak mau memintal mimpi dari selaput kabut</title><content type='html'>kubayangkan separuh umurku di masa silam, kusapa lagi dengan tangis.  Menyingkap dahan kehidupan yang senyap, semalaman bersemayam dengan perasaan yang lembab. Dimana harus kulelehkan lagi gumpal-gumpal kalimat kental yang tersesat dalam perihal cinta kalau bukan kepada Mu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu penuh dengan sinar, namun cuma sebentar. Dan pada akhirnya aku harus meringkik dibawah langit yang tumpahkan hujan, angin dan berjuta warna kepedihan yang mencekik. Perjalanan belum berakhir, kuharap hari itu menjadi usang. Walau aku harus dalam tetesan air hujan, angin kegalauan dan jubah kesendirian. Biar kusibukkan gairah itu dengan keletihan, walau sejujurnya seluruh tubuhku gemetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mau memintal mimpi dari selaput kabut walau apapun yang akan kau sebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111963859137375673?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111963859137375673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111963859137375673&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111963859137375673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111963859137375673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/aku-tak-mau-memintal-mimpi-dari.html' title='Aku tak mau memintal mimpi dari selaput kabut'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111948207014008220</id><published>2005-06-22T15:55:00.000-07:00</published><updated>2005-06-22T16:14:30.146-07:00</updated><title type='text'>Bapaknya Arab anaknya Cina</title><content type='html'>fiuhh ... capek juga ngedit ulang web yang satu itu. Tampilan awalnya sih udah lumayan, cuma mata ini ngerasa garis-garis pinggirnya kasar. Akhirnya semalaman, eh dari sore kemaren digambar ulang. Garis yang membentuk kotak agak di lengkungin dan dokasih variasi. Walhasil, baru selesai jam segini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, tadi aku panggil-pangil kamu. Kamu denger gak ? hmm... ya udah deh, yang penting aku dah bangunin kamu. Beberapa hari ini... mati kan ? Tadi malam bulan penuh lho. Kamu sempat liat ? Aku jadi ingat Amy kalo liat bulan. Tapi kayaknya semalam dia tidur pulas dan gak sadar bulan lagi terang-terangnya. Aku pengen kasih tau dia, cuma ... ntar takutnya dia nangis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu belum liat kan Sa, fotoku sama anak kecil waktu di acara elcomtel kemaren. Lucu ! Aku jadi kayak bapak-bapak. Tapi bener, aku gak nyangka kalo ekspresi wajahku seceria itu. Kalo diliat sekilas kayak anak sendiri... he he he. Sayangnya gak mirip. Temenku bilang, ini mah foto keluarga yang salah keturunan. Bapaknya Arab anaknya Cina hehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111948207014008220?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111948207014008220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111948207014008220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111948207014008220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111948207014008220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/bapaknya-arab-anaknya-cina.html' title='Bapaknya Arab anaknya Cina'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111937003139034064</id><published>2005-06-21T08:18:00.000-07:00</published><updated>2005-06-21T09:07:11.396-07:00</updated><title type='text'>besok ke matos lagi</title><content type='html'>Mau tak mau akhirnya saya terpaksa melangkah di mall itu. Saya kesana bukan untuk belanja atau cuci mata, dan juga bukan bermaksud untuk mengkhianati perjuangan teman-teman yang menolak pendirian Matos ( baca : Malang Town Square ). Tapi gara-gara bank Niaga yang di ekonomi ikutan pindah kesana. Trus apa hubungannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren, saya sudah menghubungi ibu di recording itu. Tanya segala sesuatu bagaimana caranya mendaftar seminar hasil. Dan salah satu syarat bisa ikut seminar harus bayar lima puluh ribu rupiah di bank Niaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bank Niaga yang di ekonomi itu bu ?" seingat saya bank Niaga ada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan, sekarang udah pindah ke Matos" dia menjawab sambil memberikan map yang saya beli enam ribu tiga ratus rupiah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Matos ? sebelah mana bu ?" saya kaget juga. Langsung ingat teman-teman yang bercucuran keringat demo di depan matos belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya matos, mall yang baru itu. Disebelahnya Hypermart". Ibu itu tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, makasih ya bu". Saya pun merapikan peralatan saya kemudian berlalu dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matos ? dekat sih emang tapi sejak diresmikan, jangankan kesana lewat di jalan depan itu saja baru 2 kali. Selain memang tidak ada niat dan keperluan saya juga jarang sekali melewat daerah itu. Walopun itu termasuk jalan protokol diseputar kampus Universitas Brawijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapa pikir lagi, tadi pagi saya langsung mengayuh sepeda menuju Matos. Menelusuri jalan satu arah yang dipenuhi kendaraan berbagai warna. Sesampainya di depan mall itu saya sempat kebingungan juga mau di parkir dimana sepeda kesayangan ini. Ada parkir sepeda motor di sebelah kantor promosi tapi gak mungkin lah saya bisa parkir disana. Lagian tukang parkirnya juga tak ada, sepertinya itu tempat parkir karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teruskan sampai pada ujung berikutnya dan kelihatan lapangan parkir yang masih belum dibenahi sepenuhnya. Mata saya tak lepas mencari-cari dimana keberadaan Bank Niaga. Dan ternyata tak jauh dari lapangan parkir tersebut. Tak ayal lagi saya menuju tempat parkir, dengan sedikit ragu juga. Soalnya, sebanyak itu kendaraan saya sendiri yang bawa sepeda kumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di depan gardu penjaga parkir. Bapak penjaga itu langsung teriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, parkir disini aja" beliau menunjuk ke arah depan gardu. Ada beberapa sepeda motor yang diparkir disana dan satu area yang kosong, cukup untuk menarok sepeda saya disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, makasih pak" Saya langsung kesana dan menarok sepeda kemudian menguncinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Titip ya pak, makasih". Saya tersenyum, alhamdulillah masih ada tempat untuk sepeda setua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama-sama mas". Kemudian beliau sibuk mencatat plat nomor sepeda motor yang masuk ke area parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjalan menuju kantor Bank Niaga di pojok lantai satu. Masih pagi, matos ramenya sudah kayak pasar. Apalagi siang, sore atau malam ya ? Mana yang buka baru satu Hypermart saja. Yang lain masih belum, bahkan ada yang baru dicat, pasang ubin. Masih banyak toko-toko yang tutup. Ah, ternyata masyarakat disini antusias sekali dengan keberadaan matos. Pantas saja si pemilik ngotot sekali pembangunan matos terus berlanjut. Pemerintah daerah pun juga adem ayem bahkan malah mendukung. Hanya segelintir saja yang menolak keberadaan matos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang peluang bisnis yang menjanjikan. Tapi yang tidak habis pikir, kenapa mesti dibangun di kawasan pendidikan ? Dari itu saja pembangunan matos sudah melanggar RT RW dan peraturan penataan Kota Malang. Bahkan keberadaan matos sudah mengancam jalan tembus yang melewati Universitas Brawijaya. Jalan dalam kampus itu sama pemerintah daerah diminta dibuka untuk umum. Lah, bakal mo jadi apa kampus ini kalo semua kendaraan masuk kampus ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat kemacetan yang setiap harinya terjadi di depan Minang Plaza di Padang, Ramayana di Ciputat. Saya yakin kemacetan yang sama bakal terjadi di seputar jalan veteran depan kampus. Bahkan kemacetan di perempatan ITN dan jalan sempit Sumbersari dan Gajayana akan semakin parah ! Dan tak terbayangkan juga kalau pemda tetap ngotot jalan kampus brawijaya dibuka untuk umum. Satu hal yang bakal sering terjadi yaitunya curanmor. Lihat saja, kalau seandainya jalan itu dibuka. Kendaraan mahasiswa dan dosen tak bisa aman seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi berbicara pengaruh matos bagi para pelajar dan mahasiswa. 3 kampus besar, Universitas Negeri Malang, ITN, Universitas Brawijaya dan SMA 8, SMK, MTSN, MIN, SMP, SD yang berada disana apa tidak terancam ? Tentunya pelajar dan mahasiswa akan senang sekali mejeng di mall itu. Tau sendiri lah akibatnya bagaimana. Siapa yang akan tanggung jawab kalau nanti matos dijadikan tempat bolos, pacaran, bahkan bisa jadi tempat mangkal prostitusi ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saya tak bisa bayangkan seperti apa carut marut yang akan terjadi nanti. Jangankan nanti, sekarang saja sudah sembrawut. Belum lagi daerah sekitarnya ditempati pedagang kaki lima, area parkir yang dibikin seenaknya. Lihat saja, didepan gedung Sasana Krida UM bakal jadi kantong parkir. Dengan alasan parkir yang ada tak mampu menampung kendaraan. Tentunya kegiatan yang diadakan di Sasana Krida tersebut akan sangat terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sudahlah kita hentikan dulu cerita tentang sembrawutnya matos. Saya terus menuju kantor Bank Niaga menelusuri orang-orang yang lewat. Kebanyakan remaja perempuan, dengan dandanan yang "Wah" dan sangat "sedap" dimata. Astaghfirullah.&lt;br /&gt;Sesampainya di kantor Bank Niaga, ternyata Bank itu tutup gara-gara lampu mati. Penjaga bilang dari tadi pagi mati, jadi untuk hari ini kantor BN tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus saya tanya apa blangko yang untuk seminar hasil ada di BN lain ? penjaga itu bilang tidak ada. Yah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa deh besok ke matos lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111937003139034064?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111937003139034064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111937003139034064&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111937003139034064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111937003139034064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/besok-ke-matos-lagi.html' title='besok ke matos lagi'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111927546423934105</id><published>2005-06-20T05:48:00.000-07:00</published><updated>2008-03-01T03:14:12.737-08:00</updated><title type='text'>Sejujurnya aku ingin mereka cemburu padamu</title><content type='html'>Apa yang harus aku katakan ? walopun hati ini ingin sekali untuk ungkapkan. Disaat bunga-bunga jatuh di tanah basah. Tadi sore hujan terus menerus saja, aku berharap gamang itu tidak tiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tawarkan pertemuan kecil berisi jejak dan sungging senyummu. Secuil kehangatan pun singgah. Dan kaupun menuliskan dalam dua baris pesan. Ah, semakin dalam saja ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tau ? betapa aku ingin bercerita tentang bidadari. bidadari yang beterbangan dimataku. Mereka berdendang dipangkuan hidup yang lapang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya aku ingin mereka cemburu padamu, saat dimana satu waktu nanti jika memang kau merengkuh diriku. Namun, apa pantas aku untuk dicemburui ? Aku masih tersayat-sayat dan  merayap-rayap. Bangun dan jatuh dalam kubangan, bermandi lumpur noda yang masih saja terus kucoba bersihkan dengan air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai menari di sajadah paling sunyi. Kucium wajah bumi yang kelam dan bau. Namun&lt;br /&gt;kucintai pula langit yang indah rupawan, tentunya sebentar lagi matahari bangunkan singgasana bahagia melipat peraduan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111927546423934105?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111927546423934105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111927546423934105&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111927546423934105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111927546423934105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/sejujurnya-aku-ingin-mereka-cemburu.html' title='Sejujurnya aku ingin mereka cemburu padamu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111911901839455188</id><published>2005-06-18T10:58:00.000-07:00</published><updated>2005-06-18T11:23:38.400-07:00</updated><title type='text'>Release me, all or none ...</title><content type='html'>I see the world. Feel the chill, which way to go. Windowsill ... I see the words, on a rocking horse of time. I see the birds in the rain. Oh dear, can you see me now ?. I am myself, like you somehow. I'll ride the wave where it takes me. I'll hold the pain ... release me ... Oh dear, can you see me now ?. I am myself, like you somehow. I'll wait up in the dark. For you to speak to me, I'll open up ... release me !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s a hopeless... situation and I’m starting to believe. That this hopeless... situation. Is what I’m trying to achieve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I try to run on towards. All or none,... all or none. Here’s the selfless confession leading me back to war. Can we help that our destinations are the ones we’ve been before&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I still try to run on towards all Or none,... all or none. To myself i... surrender.&lt;br /&gt;to the one I’ll never please.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111911901839455188?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111911901839455188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111911901839455188&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111911901839455188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111911901839455188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/release-me-all-or-none.html' title='Release me, all or none ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111910181114676701</id><published>2005-06-18T06:16:00.000-07:00</published><updated>2005-06-18T06:36:51.150-07:00</updated><title type='text'>Apa yang seharusnya anda lakukan ?</title><content type='html'>"Suatu kali anda berada pada situasi kebakaran gedung yang amat sangat. Anda ingin cepat-cepat keluar dari kepungan api tersebut, tetapi seorang sahabat terbaik anda sedang tidur begitu nyenyaknya. Anda mengangkatnya waloput bobotnya begitu berat dan mencari jalan keluar. Setelah berputar-putar sekian lama tak ada jalan keluar yang muat untuk anda berdua. yang ada jalan keluar sempit dan cuma bisa dilewati oleh satu orang dengan merayap. Api terus membesar dan semakin membesar. Apa yang seharusnya anda lakukan disaat untuk menyelamatkan teman dan diri anda saat itu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaa itu dilontarkan oleh seorang teman saya waktu kami lagi menikmati sore dengan segelas nescafe latte. Sejenak saya meneguk sampai setengah gelas habis. Saya pelajari lebih lanjut apa yang dia ceritakan. Saya membayangkan dalam sebuah pertokoan dengan seorang sahabat terbaik. Saya juga merasakan panas-panas api yang berusaha menjilati tubuh. Saya berpikir kaca, yang mungkin bisa dipecahkan. Pintu yang mungkin bisa di dobrak, atau hal lain yang bisa membuat saya dan dia keluar. Namun kembali teringat jalan keluar cuma ada satu. Itu sempit dan bisa cuma dengan merayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya teringat keadaan sahabat saya yang masih tertidur. Ternyata disinilah kunci jawaban pertanyaan itu ? Saya tidak bisa menolong sahabat saya kalau dia masih dalam keadaan tertidur. Bukankah dia bisa berusaha keluar sendiri bersama saya setelah saya bangunkan ? Apa jadinya kalau saya tidak membangunkan dia ? tentu saja saya kesusahan untuk menarik dia keluar. Apalagi dengan kondisi merayap. Bisa-bisa saya dan sahabat saya terkurung selamanya dalam kobaran api itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bangunkan sahabat saya, kemudian keluar berdua dengan cara merayap di jalan keluar itu". Saya menjawab sambil menyedot latte yang masih tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah ... giliran saya lagi bayar ini minuman". Dengan wajah lemas teman saya berjalan menuju kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besok atau kapan-kapan lagi ya ! thanks !". Saya pun kembali ke balik monitor ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111910181114676701?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111910181114676701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111910181114676701&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111910181114676701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111910181114676701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/apa-yang-seharusnya-anda-lakukan.html' title='Apa yang seharusnya anda lakukan ?'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111909360618039892</id><published>2005-06-18T03:03:00.000-07:00</published><updated>2005-06-18T04:23:39.990-07:00</updated><title type='text'>Bujuklah Saya Dengan Buku</title><content type='html'>3 tahun yang lalu waktu di kampung ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perasaan celana sama baju ini ibu kenal sejak 4 tahun yang lalu deh, waktu kamu masih SMA, kok masih ada ?" Bunda bertanya tentang baju yang saya kenakan waktu mau berangkat sholat Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, masih bagus kan bu ?" Saya bergaya di depan bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apanya yang bagus ? tuh keliatan bekas jaitan di lutut, kerah bajunya juga. Makanya kalo punya duit jangan beli buku melulu, sekali-kali beliin baju ... " Bunda terus berbicara yang ujung-ujungnya saya disuruh ganti baju sama punya kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus Fajri mo pake apa Bu ? udah pake ini aja anak bunda dah keren kok" Saya mencium pipi bunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berangkat duluan ya ! Assalamualaikum !" saya berlalu dengan celana coklat dan baju kotak-kotak krem coklat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mau dibawain apa ? baju ? celana ? tas ? topi ? sarung ? atauu.." Temanku menyebutkan satu persatu yang mau dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak usah, buku saja" saya menjawab singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, buku lagi... buku lagi" temanku pun berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan itu sebenarnya saya lagi-lagi menyiksa batin sendiri. Hikz ! kenapa juga saya singgah kesana. Padahal udah wanti-wanti lho, "kalo mo kesana sediakan duit yang cukup". Kalo gak akibatnya ya kayak gini nih, sampe sekarang masih kepikiran ama dua buah buku yang tadi saya pegang, petantang petenteng muter-muter tu toko dan akhirnya gak jadi beli. Gara-gara mikirin isi dompet yang udah kepepet. Walhasil saya mengobati ketersiksaan bathin, saya beli satu buku dan satu mushaf Al-Qur'an + terjemahan. Terjemahan yang dulu, kebawa sama tas temen sampe sekarang blom balik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya bercanda dengan teman, saat itu dia terus-terusan membujuk saya untuk membikin sesuatu dengan iming-iming. Kemudian sambil berkelakar saya bilang "Saya gak mempan dibujuk rayu, tapi bujuklah saya dengan buku". Eh kebeneran, tau gak besoknya dia datang dengan setumpuk buku. Ya mau tak mau dah ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya"&lt;/i&gt; QS : Al 'Alaq : 1 - 5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111909360618039892?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111909360618039892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111909360618039892&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111909360618039892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111909360618039892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/bujuklah-saya-dengan-buku.html' title='Bujuklah Saya Dengan Buku'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111901080482000256</id><published>2005-06-17T02:10:00.000-07:00</published><updated>2005-06-17T05:20:04.826-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillahirobbil'alamin</title><content type='html'>Apa yang terlontar dalam hati dan bibirku disaat pertama kali mengetahui itu ? "Alhamudlillah" ya ... sekali lagi alhamdulillahirobbil'alamin. Puji syukur untukMu ya Robb, tak ada yang lain. Sungguh, betapa beratnya menjadi seorang yang "dianggap" membebani orang lain ? Berat, ya ... sangat berat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit dan sangat sulit ... dan keputusan itu harus aku pilih walopun aku tau segala sesuatu berkonsekwensi pada sesuatu yang membuat "muak dan benci" tapi aku yakin ini adalah bimbingan dan petunjukMu ya Robbi Izzati. Itulah satu-satunya jalan yang terbaik, baginya, bagiku dan tentunya  bagi semuanya ya Robb. Entah berapa kali istikharah, do'a-do'a yang melantun yang pada akhirnya hati ini tetap saja dituntun ke jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia rasanya hati ini melihatnya menikmati hidup dengan tenang. Senang juga rasanya tidak lagi menjadi beban. Hidup ini terlalu sia-sia untuk mengukur dan menyesali masa lalu, yang diperlukan adalah tobat dengan sebenar-benarnya. Tak usah dibahas, apa yang akan terjadi jika semua itu masih seperti dulu ? tak usah juga dibahas, kenapa jadinya begini ? Yang dibutuhkan ... pikirkan dan lakukan, apa yang harus diperbuat sekarang, besok dan masa datang. Dan itu adalah hal yang terbaik untuk Islam. Karena mendapatkan yang terbaik untuk Islam akan membuahkan kebaikan untuk siapa saja. Untuk kamu, saya, dia dan semuanya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong."&lt;/i&gt; QS : Al Hajj : 78&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111901080482000256?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111901080482000256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111901080482000256&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111901080482000256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111901080482000256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/alhamdulillahirobbilalamin.html' title='Alhamdulillahirobbil&apos;alamin'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111891795961632940</id><published>2005-06-16T02:49:00.000-07:00</published><updated>2005-06-16T03:32:39.623-07:00</updated><title type='text'>Juara Sejati mu Bunda !</title><content type='html'>Semangat... semangat !!! ternyata untuk membangkitkan semangat untuk mencapai sesuatu itu banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang. Begitu juga saya peribadi, jujur saja saya adalah orang pemalas. Bahkan saking pemalasnya untuk menyelesaikan studi di jenjang strata satu saja butuh waktu 6 tahun lebih. Padahal dulu, targetan saya cuma 3.5 - 4 tahunan. Tapi ya "malas" berkata lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas pangkal bodoh, ya itu emang benar kok. Sekarang kadang-kadang sempat juga saya bilang "bodoh banget saya gak bisa lulus 4 tahun". Kadangkala "Bodoh banget alat ini aja gak bisa kelar". Dan banyak kebodohan-kebodohan lain yang muncul disaat saya terus menyesali apa-apa yang telah terjadi. Tapi bagaimanapun juga saya tidak mau bilang terus-terusan diri saya bodoh, bodoh dan bodoh ! kapan pintar nya ?!?. Akhirnya satu persatu penyesalan itu saya lempar jauh-jauh ke tengah samudera lupa. Agar saya tak lagi menganggap diri ini bodoh. Walopun sebenarnya saya ini adalah makhluk yang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh"&lt;/i&gt; QS : Al Ahzab : 72 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahirobbil'alamin, ini bukan karena pintarnya atau cerdasnya saya, tapi karena zat yang satu itu telah mengatur semuanya. Hari ini saya duduk di pelataran itu. Sambil memegang map plastik warna kuning yang isinya tumpukan kertas hasil prin-prinan yang sudah di jepit, lengkap sudah dari Bab 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan makalah seminar hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku perhatikan seksama lembar demi lembar, aku terdiam lama. Bukan memperhatikan isi demi isi yang harus kupahami sebelum seminar nanti. &lt;br /&gt;Tapi ini adalah mimpi, ya mimpi bagi seorang yang harus hidup tak karuan di kampus ini. Ini adalah mimpi bagi orang yang pernah, bahkan selalu tidur diatas lantai di ruang kecil penuh sesak dan debu. Karena memang disanalah tempat dia berteduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi bagi orang yang hidup dengan sejuta malam berdendang melantunkan suara menemani para mahasiswa yang terjaga karena besok mereka harus mengikuti ujian akhir semester. Mimpi bagi orang yang selalu pusing disaat registrasi datang, karena harus bekerja lebih ekstra mencari dana untuk melanjutkan perkuliahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi bagi orang yang selalu saja gak mau setiap semester mengurus beasiswa. Entah kenapa, tapi yang jelas alasannya cuma satu "Beasiswa hanya untuk orang-orang tak mampu. Dan saya tak mau dibilang tak mampu karena 10 jari saya masih bisa bekerja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mimpi-mimpi itu perlahan menjadi nyata, semoga saja ! &lt;br /&gt;Bunda, Ayah ... akan kutunjukkan padamu bahwa anakmu tidaklah bodoh yang engkau kira. Sebentar lagi, insya Allah aku akan menjadi juara sejati mu Bunda !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111891795961632940?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111891795961632940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111891795961632940&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111891795961632940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111891795961632940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/juara-sejati-mu-bunda.html' title='Juara Sejati mu Bunda !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111875634871043472</id><published>2005-06-13T06:06:00.000-07:00</published><updated>2005-06-14T06:39:08.716-07:00</updated><title type='text'>Gak Ngulang Lagi</title><content type='html'>Masih ingat gak waktu kecil dulu, kita sering banget boongin bunda. Kalo sore hari dah menjelang, kita sering pergi nyuri-nyuri. Tau aja Bunda lagi mandi atau lagi istirahat dari pekerjaannya seharian, kita tanpa ba-bi-bu lagi langsung kabur. Kadang-kadang sendal jepit yang kita pake sering putus ato tanggal karena kesandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya lega banget kalo kita dah nyampe di jalan besar itu, trus bareng teman-teman yang udah nungguin dari tadi menelusuri aspal menuju sungai tempat kita menumpang mandi, he he he. Kita tuh lupa dengan kata-kata bunda, atau jeweran dikuping yang masih kerasa dari kemaren, atau kayu untuk kecil yang sering patah di betis. Semuanya hilang dan yang ada hanya kegembiraan, keceriaan yang tak habis-habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu baju, celana, daleman kita tarok begitu saja diatas rumput dipinggiran sungai. Kemudian badan polos telanjang bulat terbang setelah aba-aba satu, dua, tiga menggema. Tubuh melambung melayang terbang ... kemudian sesaat kemudian menukik menyongsong air ... dan byur !!! menyelam beberapa saat dengan mata terpejam kemudian muncul sambil melonjak kegirangan dengan kepala yang basah dan wajah sumringah dengan ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak peduli air itu datang darimana dan coklat adalah warna utama, yang penting bisa lompat dan nyebur aja sudah cukup. Kadang berenang ke seberang jika pohon mangga berbuah. Batu, kayu atau apa saja jadi senjata untuk menjatuhkan mangga-mangga muda. "Wuzzz..." suara kayu dan batu melayang menuju segerombolan mangga yang bertengger didahannya. Sesaat kemudian "bledug.. bledug..!" Mangga jatuh berserakan dan kita pun berhamburan berebutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kecapekan berenang, untuk kembali kita mencari batang pisang. Kemudian ditebang,  beruntung kalo ada yang panjang kita bisa bergelantungan berpasang-pasang. Atau kalau lagi senang kita bikin rakit dengan 3-4 batang. Setelah jadi, kita tarik ke hulu yang paling jauh... kemudian kita menuju hilir dengan berakit sambil duduk atau tidur terlentang menikmati awan berarak, atau terlungkup menikmati bunyi aliran air. Dan tak lupa pula kita mengupas mangga dengan gigi-gigi yang mulai kokoh, walopun terkadang terasa nyeri di gigi yang baru saja copot kemaren hari dan belum tumbuh pengganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan dari hulu menuju hilir tak ada teriak tak ada ketawa dan tak ada suara. Kita sama-sama melepas lelah, menikmati alam yang jelas beberapa tahun lagi kita takkan pernah bisa menikmatinya. Karena kita malu dengan usia, dan tentunya kita akan berpisah sesuai garis yang sudah ditakdirkanNya. Saat itu masing-masing kita ingat Bunda. Ya, bunda yang sedang sibuk mencari dimana kita berada. Dan kita membayangkan sebentar lagi kita akan kejar-kejaran dengan Bunda kembali ke rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adiiiii, Ipaatttt, Andiiiii, Imaaannn ... pulaaaangggggg !!!" Benar saja ... dari kejauhan Bunda datang tergesa-gesa, dan kita pun lebih tergesa-gesa lagi menuju ketepian. tak sempat lagi mengambil pakaian dan kita pun berlarian dengan polos tanpa benang menuju rumah idaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dirumah kita sudah siap sedia menerima hukuman. Kita berbaris di teras, menunggu bunda. Sesaat bunda datang kita jadikan saat yang tepat untuk saling menyalahkan. Siapa yang mengajak, dan siapa yang mau. Namun disaat bunda datang kita tak berani berkata-kata. Hanya ada kata "aduuhh", "ampuun bundaa", "gak ngulang lagi"... berkali-kali kita ucapkan. Untuk kata-kata yang terakhir kita tidak berucap jujur, karena kita yakin kita akan nyebur bareng lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111875634871043472?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111875634871043472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111875634871043472&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111875634871043472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111875634871043472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/gak-ngulang-lagi.html' title='Gak Ngulang Lagi'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111852011220314751</id><published>2005-06-11T12:39:00.000-07:00</published><updated>2008-03-01T03:12:17.278-08:00</updated><title type='text'>Aku pergi</title><content type='html'>&lt;i&gt;Mungkin knalpot bis itu masih menyimpan sebuah kenangan. Atau mungkin debu di kap belakang bis itu masih menoreh goresan kesedihan. Dan mungkin batu-batu kerikil yang terinjak waktu itu ingin berteriak disaat terdiam, bukan karena kesakitan tetapi mereka juga takut dengan kata-kata perpisahan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu menghitung berapa lama sudah masa itu ? Disaat tangis sangatlah berharga karena di antara kita bukanlah apa-apa. Bibir yang tak sanggup berucap namun hati tak mau berdusta hingga janji itu terpatri. Tak sanggup lagi, ya aku tak sanggup lagi melihat tetes itu menyusuri pipi dan jatuh ke bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu aku pungut dan aku kumpulkan kembali diatas telapak tanganku. Kemudian aku genggam erat-erat dan aku tusukkan ke dada,sambil berucap ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih atas tangis ini, ini yang akan aku simpan dan aku bawa kemanapun aku pergi hingga menjadi mutiara yang akan menjemputmu kembali ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berucap lagi, sambil menggigit bibir dan menutupnya dengan tangan kananmu. Kau tatap punggungku sampai roda-roda itu memaksa aku untuk hilang dari penglihatanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pergi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk kembali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111852011220314751?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111852011220314751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111852011220314751&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111852011220314751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111852011220314751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/aku-pergi.html' title='Aku pergi'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111850789762584462</id><published>2005-06-11T08:06:00.000-07:00</published><updated>2005-06-11T09:38:17.636-07:00</updated><title type='text'>Jangan Pakai Tangan Kiri</title><content type='html'>Pagi tadi adalah hal yang jarang saya lakukan. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir adalah sesuatu yang tidak pernah sama sekali saya lakukan. Naik angkot [ angkutan kota - red ], ya saya tadi pagi naik angkot. Kangen juga rasanya sudah sekian lama tak merasakan duduk di bangku setinggi 40 cm itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menuju jalan besar tempat biasanya angkot lewat simpang siur, saya jalan beberapa ratus meter dulu. Pagi itu cukup terasa panas, karena saya berangkat agak kesiangan. Tentunya karena bangun kesiangan, gara-gara abis subuh tadi kembali ngambil selimut dan memejamkan mata mendekap dingin pagi. Ah, lama-lama kok malah tidur setelah subuh ini makin sering saja ya ? Apa ini bawaan begadang, sehingga keterusan juga kalo tidurnya normal ? Atau mungkin juga gara-gara kasur tebal di kamar saya itu. empat hari gak ketemu sekali ketemu tidurnya keterusan. Gak tau lah, yang jelas saya sedang malas dan ini harus diberantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkot saya cegat dengan tangan kiri [ astaghfirullah, sampai sekarang saya masih ingat ]. Masih terasa tidak enak dalam hati ini, dengan sopir dan penumpang yang duduk dibangku depan. Sepertinya saya meremehkan mereka, walopun sebagian besar dari para penumpang mencegat angkutan menggunakan tangan kiri dan sopir pun tidak menganggap itu sebuah pelecehan. Tapi ya begitulah saya merasa tidak enak saja pas mau  menaiki angkutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini bawaan dari tempat kelahiranku dulu. Adalah sebuah kesalahan besar jika mencegat angkutan dengan tangan kiri. Angkutan takkan mau berhenti dan bisa-bisa kena semburat kata-kata yang menyindir, bahkan lebih parahnya lagi bisa-bisa diludahi. Satu hari pernah kejadian. Yang mana ada seorang wanita berumur sekitar 20-25 an sedang menunggu angkutan yang akan membawanya ke kota. Saya pun akan pergi ke tujuan yang sama, namun masih sarapan dan minuman di warung diwarung tidak jauh dari tempat wanita itu berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terus makan dan bercerita dengan orang-orang diwarung, tepatnya tetangga saya sendiri. Kami memperhatikan si wanita itu mencegat angkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah dari tadi tuh nungguin angkutan, tapi gak ada yang mau berhenti. kasian" salah seorang bapak disebelahku memberitahu kepada makhluk seisi warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jelas aja lah, dia cegatnya pake tangan kiri terus. Mana ada angkutan yang mau berhenti". Salah seorang temanku berceloteh kemudian menyeruput kopinya yang sudah mulai dingin di tadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan terdengar suara angkutan dari kejauhan. Saya ingin buktikan apa yang dibicarakan oleh seisi warung tadi benar, terutama apa yang dibilang oleh teman saya. Dengan seksama saya perhatikan gelagat si wanita tadi saat mencegat angkutan. Hm, ternyata benar dia menggunakan tangan kiri. Dan ... terbukti angkutan itu tidak berhenti. Padahal sekilas saya lihat cuma ada 2 atau 3 penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauahan saya perhatikan, tidak ada yang cacat dari penampilan wanita itu. Tidak terlalu cantik, dan tidak pula jelek.  Rambut terurai panjang, pake baju sedikit melihatkan lekuk tubuh walopun ditutupin dengan jaket agak ngepres, celana jeans walopun tidak terlalu ketat. Sendal tebal warna putih menyandang tas ransel kecil. Dan saya bisa tebak dari dandanannya wanita ini adalah orang luar kampung ini. Paling tidak dia pernah merantau ke tanah jawa atau memang dia berasal dari Ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam lebih, dan tentunya si wanita tadi sudah berjam-jam menunggu angkutan yang mau membawanya dari tadi. Dari pembicaraan orang-orang diwarung ada sekitar 2 jam kurang dia menunggu angkutan. Ah, kasian juga lumayan juga dia mencegat angkutan tapi tak ada yang mau berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas matahari mulai menggigit, saya sudah menyelesaikan sarapan. Saya lihat sekilas wanita itu mulai merasakan panas dan kemudian mengeluarkan kipas dari ranselnya. Seketika angkutan berikutnya lewat didepannya. Dia mencoba untuk mencegat, lagi-lagi tangan kiri sedangkan tangan kanannya terus mengipas wajahnya. Tetap saja angkutan itu lewat dengan cueknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menuju ibu yang punya warung dan membayar sarapan yang saya nikmati barusan. Setelah itu saya pamitan dengan bapak, tetangga dan teman yang sarapan juga disana. Dari kejauahan saya mendengarkan deru angkutan melaju. Saya melangkah menuju wanita itu. Perlahan saya mendekat dan terus mendekat. Wajah wanita kelihatan heran atau mungkin bingung melihat saya berjalan mendekatinya perlahan. Dilihat dari parasnya saya yakin dia sedang tidak mau diganggu oleh siapa pun. Dan merasa tidak enak dengan kehadiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkutan semakin mendekat seiring jarak saya juga semakin dekat dengan wanita itu. Saya melempar senyum kepadanya. Tanpa menunggu jawaban senyum ataupun tidak, saya langsung memutar badan berdiri disisi jalan disamping kanan wanita itu. Saya menoleh ke arah angkutan yang datang dari arah kanan saya. Kemudian saya menggerakkan tangan kanan saya kedepan diangkat sekitar 90 derajat untuk mencegat angkutan yang lewat. Sebenarnya tanpa diangkat setinggi itupun angkutan akan berhenti tapi saya ingin memberitahukan kepada wanita itu kalau disini mencegat angkutan gunakan tangan kanan. Jangan gunakan tangan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil angkutan berhenti didepan kami, kemudian saya membuka pintu penumpang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahkan mbak ... " saya mempersilahkan wanita itu untuk naik angkutan, wajahnya terlihat lega walopun rasa kagetnya masih tersirat. Sambil tersenyum simpul dan sedikit tergesa-gesa dia naik angkutan. Setelah dia duduk saya menutup pintu itu kemudian membuka pintu depan dan saya duduk di bangku depan disebelah sopir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan saya asyik mengobrol dengan sopir, yang kebetulan teman SD saya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasian tuh cewek dari tadi nungguin angkutan gak ada yang berenti". Saya memulai pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O.. cewek itu, he he he tadi juga sebelumnya nyetop angkutan ini. Males juga naikin dia, kayak gak menghargai aja. Walopun sopir, ya aku masih punya harga diri lah. Masa nyegat mobil ama tangan kiri. Tangan kiri tuh buat cebok bukan buat nyegat angkutan, ya gak ? hehehehehe". Teman ku ketawa sambil mengambil rokok sebatang kemudian sesaat kemudian dia menghisap dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untung tadi tuh kamu yang nyegat, kalo gak ada kamu. Ah sorry ya aku mo berenti, tau gak ? padahal aku tadi kalo dia masih nyegat ama tangan kiri tak ludahin tuh ! kamu sihh". Dia kembali menghisap dalam asap rokok kretek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya aku kan kasian aja liat dia, udah dua jam gak dapet-dapet angkot. berdiri aja disana sampai kepanasan". Aku ngambil korek api dan mengorek-ngorek kuping, aku baru   sadar kalo menjelang berangkat tadi lupa bersihin kuping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alah... orang sombong gitu gak usah dikasihani, yang patut dikasihani tuh kayak aku nih ... hahahaha". Dia tertawa lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bercerita sambil sesekali saya berteriak kota tujuan yang kami tuju. Bak seorang kernet aku teriak-teriak bila ada sekelompok orang di pinggit jalan. Dan akupun lupa dengan wanita yang nyegat angkutan dengan tangan kiri tadi. Padahal dia masih di belakang, dan mungkin saja dia masih kebingungan atau mungkin saja dia sudah mengerti dengan aturan mencegat ankutan di daerah ini. Ya semoga saja ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111850789762584462?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111850789762584462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111850789762584462&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111850789762584462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111850789762584462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/jangan-pakai-tangan-kiri.html' title='Jangan Pakai Tangan Kiri'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111847083108255409</id><published>2005-06-10T20:41:00.000-07:00</published><updated>2005-06-10T23:20:31.100-07:00</updated><title type='text'>di Warung Pojok itu</title><content type='html'>"Masih ada tha yang kemaren ?" lelaki itu berbicara sambil melayani beberapa orang pembeli wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih mas, kira-kira ada 40 GB lagi di hardisk, belum tak backup lagi. Sampeyan nambah lagi tha ?" anak muda itu berbicara sambil mulutnya terus mengunyah. Mendengar pembahasan 40 GB dan hardisk kupingku sedikit terangkat dan terus mengikuti arah pembicaraaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akeh yo ? sek ntar aja. yang kemaren aja aku sek mblenger". Lelaki itu bicara sambil sedikit tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hehehe, gimana ? sip gak ?". Anak muda mlirik ke lelaki itu sambil lirak-lirik. Aku terus mendengarkan sambil terus membaca buku di depan piring santapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyo sip, tapi rung iso praktek. Lampu merah e. Eh iku tekan ndi kabeh ? internetan tha ?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyo, tekan internetan kabeh kui. Kerjaane arek-arek".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku sudah bisa menebak isi pembicaraan mereka. Astagfirullah ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak muda operator warnet di sebelah warung ini kemaren hari meminjami atau lebih tepatnya memberikan Film porno [ istilah lain : bokep/BF ] kepada seorang lelaki di tempat warung nasi seperti biasanya dia makan. Karena tidak ada komputer tentunya film tersebut sudah di konvert oleh anak muda tadi dalam bentuk VCD supaya bisa ditonton melalui VCD player bersama istri si lelaki tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang apa-apa yang di tonton yang sudah pasti membangkitkan syahwatnya tidak bisa tersalurkan karena sang istri masih kedatangan tamu bulanan. Kalau seandainya si istri tidak lagi "M" [ istilah untuk wanita datang bulan ] tentu saja si lelaki itu dengan senang hati akan menerima tawaran anak muda tadi untuk ditambah koleksi VCD nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki juga baru tau bahwasanya di internet itu banyak sekali film-film yang tak biasa nya dia tonton. Dan anak muda inipun juga sedikit mengelak basa-basi bahwasanya itu adalah kerjaan teman-temannya. Sedangkan dia juga seorang penikmat, penyalur bahkan bisa jadi pelaku "download" film-film tersebut atau mungkin suatu saat malah menjadi pelaku adegan-adegan dalam film itu dengan orang yang belum halal baginya, walopun tidak diabadikan dalam kamera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ternyata di warung pojok kecil itu jauh dari keramaian itu lambat laun sudah terkontaminasi. Aku yang membaca buku sambil menikmati hidangan dianggap sesuatu yang aneh, &lt;br /&gt;"Mas, disini warung bukan pustaka". Tiba-tiba seorang teman mahasiswa yang sering makan disana pun mengeluarkan celoteh seperti itu. Tentunya pemilik warung yang belum pernah mengecap pendidikan perguruan tinggi, punya nada yang sama tetapi tidak mau mengungkapkan karena aku pelanggan tetap disana. Padahal selain perut aku cuma memberi makan untuk otak dan hati, agar aku bisa memperbaiki diri, keluarga dan orang-orang sekitar. Dan yang jelas supaya aku tak terjerumus menjadi orang yang menyalurkan VCD porno pada orang-orang seperti pembicaraan tadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111847083108255409?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111847083108255409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111847083108255409&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111847083108255409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111847083108255409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/di-warung-pojok-itu.html' title='di Warung Pojok itu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111833202146820394</id><published>2005-06-09T08:01:00.000-07:00</published><updated>2005-06-09T12:58:24.616-07:00</updated><title type='text'>Kirim Lagu</title><content type='html'>Kemaren bang Komeng minta dikirimin lagu Padi. Judulnya "menunggu jawaban" trus ada lagi deretan lagu padi yang lain, sampai lupa judulnya apa. Aku jadi bingung dua kali, lha kok bisa ? Iyalah, bingungku yang pertama lagunya tuh yang mana aku gak tau. Trus bingungku yang kedua lagunya itu format mp3, 1 file rata-rata sebesar 3 MB lebih kurang ada 10 lagu. Bayangin berapa gedenya tuh file trus mo dikirim lewat mana coba. Mo lewat email ? email dari hongkong kali ye bisa ngirimin file segitu gedenya. Bisa sih lewat gmail, cuma nguploadnya itu lumayan juga. Lagian kalo di kantor bawah sih quota upload cuma 1 MB kalo lewat email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, dalam kebingungan yang amat sangat itu... he he he [kok jadi terlalu di dramatisir gini ya Sa ? ]. Tiba-tiba jadi inget pas waktu ngirim file ber-Mega-mega sama temenku dulu. Aha ! akhirnya aku dapatkan cara gimana ngirimin file segede bagong. Gimana caranya ? ntar dulu lah ... sabar, minum-minum kopi dulu napa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini Sa, yang jelas cari file lagu itu dulu. Soalnya dalam ni komputer ga ada lagu itu. Akhirnya aku menjarah komputernya Rendra, hihihihi [eh kamu jangan bilang sama dia ya Sa, ssstt]. Intip folder musiknya. Yes ! akhirnya ketemu juga, trus di sharing. Nah sekarang aku tinggal kopi ke komputer, sekalian di zip. Takutnya ntar kalo pake format mp3 ngupload nya kena ban ID.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagu udah aku copy, sekarang saatnya untuk upload. Dan saatnya juga mo kasih tau sama kamu gimana caranya ngupload file segede bagong gak karu-karuan itu [tapi jangan bilang siapa-siapa ya Sa, ini rahasia kita berdua lho]. Caranya sederhana aja kok. Kita cukup punya account di Yahoo, so beruntung lah aku yang udah punya account di yahoo. Masuk http://briefcase.yahoo.com masukkan login yahoo-nya. Setelah itu klik "add files" bikin folder atau gak usah juga gak papa soalnya udah disedia in folder "My Folder" ama "My Foto Album". Tandain/centang salah satu foldernya trus klik select. [ kamu bisa kan Sa ? aku yakin kamu bisa, kamu kan pinter ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah setelah itu bakal muncul halaman yang isi nya fasilitas untuk upload file, tulisan awalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Browse and Upload&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Click Browse to locate each file on your computer. Be sure to click Upload when you are done. (Total upload cannot exceed 5MB Purchase Premium Storage and you can upload up to 15 MB at a time ). If you do not enter a name, your file's name will be used.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus dibawahnya itu ada kolom browse file dan input nama file, coba liat Sa ada gak ?. Klik browse untuk memilih data mana yang mo di upload. Yang jelas filenya gak lebih dari 5 MB, maklum account ini kan free. Kecuali kalo premium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, klik upload... trus nunggu menit sambil cek email, buka prenster [ duh lama-lama kok jadi kecanduan site dodol ini ya ? ], ngopi² ama ceting sama &lt;i&gt;"arek gendeng"&lt;/i&gt; itu. Nunggu beberapa menit jadi deh satu lagu ketarok disana. Lumayan lagi space yang disediain, 30 MB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus ada yang kurang Sa. File yang diupload kan butuh di sharing biar bang Komeng bisa download. Untuk sharing file, ada 3 pilihan. coba di klik di bagian "share with friends" ntar keluar pilihan folder yang mo di share, klik salah satunya. Abis itu ada 3 pilihan model share nya seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Share Your Folder&lt;br /&gt;Note: Only share folders/files with people you trust.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Private (only I have access to this folder and any folders within it.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Public (everyone can access this folder.)&lt;br /&gt;Note: The free service on Yahoo! Briefcase does not allow public sharing of files/full-size images.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;3. Friends (only Yahoo! users listed below can access this folder and any folders within it.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pilih yang kedua, cuma sayang gak tau kenapa share facility untuk publicnya error ya. Apa yahoo nya lagi dodol kali ya ? Wah brabe juga nih Sa, tapi kalo masuk pake login sendiri sih ada filenya. bisa di download, lancar lagi. Lah masak aku mo kasih ID ama password nya ama bang komeng ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaah ... *bingung lagi set mode on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh btw kayaknya ini bisa jadi tutorial juga buat http://www.oke.or.id deh. Kamu mau bantuin ngetik ulang gak Sa ? males ngeditnya lagi nih, apalagi pake gambar biar jelas. Hihihi... iya deh iya, ntar tak coba ketik lagi biar rapi. Tapi kalo lagi males... gak usah aja ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111833202146820394?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111833202146820394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111833202146820394&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111833202146820394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111833202146820394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/kirim-lagu.html' title='Kirim Lagu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111830243036061003</id><published>2005-06-09T00:03:00.000-07:00</published><updated>2008-03-01T03:13:04.909-08:00</updated><title type='text'>Aku mencintaimu ... sungguh !</title><content type='html'>Sa, apa kabarmu hari ini ? ah, mudah-mudahan baik-baik saja. &lt;i&gt;"Aku mencintaimu ... sungguh !"&lt;/i&gt; itu kata-kata yang selalu kutulis di status Yahoo Messenger ku belakangan ini. Kamu tau kenapa ? bukan, yang jelas itu karena aku tak tau kenapa. Aku cuma ingin mengungkapkan dalam tulisan. Apakah aku sedang jatuh cinta ? ya, aku sedang jatuh cinta . Aku sedang berbunga-bunga, menikmati cinta yang hadir dalam hatiku bukan sekedar kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, apa kabarmu hari ini ? ah, mudah-mudahan tambah ceria saja. Aku belum pernah merasakan cinta yang sedahsyat ini. Kalaupun aku mati, aku yakin cinta ini akan tetap bersemi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, apa kabarmu hari ini ? ah, mudah-mudahan kamu bahagia mendengar berita ini. Apapun yang terjadi, aku Insya Allah takkan berpaling. Sungguh ... dari lubuk hati aku ingin berucap ... &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sungguh, aku mencintaimu !&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111830243036061003?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111830243036061003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111830243036061003&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111830243036061003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111830243036061003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/aku-mencintaimu-sungguh.html' title='Aku mencintaimu ... sungguh !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111830034759835806</id><published>2005-06-07T23:46:00.000-07:00</published><updated>2008-03-01T03:16:27.281-08:00</updated><title type='text'>antara Puta, anda dan dia dalam memori dan sujud syukur</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puta Gading Ananta Noer ya? . he3x, lama gak ketemu. Mudah2an anda masih ingat saya, kalau masih tidak ingat siapa saya, oke saya coba buka kembali memori anda... saya adalah orang yang dulu menabrak anda di perempatan alun-alun. anda yang saat itu sedang membawa tas berisi kunang-kunang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahlah, itu hanya buat mengingatkan koq. sekarang pasti anda sudah (meski mungkin masih samar-samar) ingat siapa saya sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya hanya ingin berterimakasih, untuk salah satu buletin hasil postingan anda yang&lt;br /&gt;bersubject 'pandangan lelaki terhadap wanita..'. tanpa bermaksud mendramatisir, saya katakan bahwa berkat hidayah Alloh yang dilewatkan melaui buletin itu, akhirnya saya bisa membuka mata lebar-lebar kedua mata sahabat dekat saya yang selama ini tertutup.&lt;br /&gt;yah, sahabat saya itu memang tipe-tipe cewek yang suka bertongkrongan 'mengundang', setipikal lah dengan kriteria-kriteria 'tipe yg mengundang hasrat lelaki'. but yang sudah biarkan sudah,..alhamdulillah sekarang sahabat saya itu telah tampil jauh lebih baik dengan jilbabnya yang anggun. baru hitungan hari sih, tapi setidaknya yang dia pakai memang benar-benar jilbab, - bukannya jilbab yang dipadu dengan t-shirt dan jins yg sama-sama pressed body...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian dulu Pha, hanya sekedar ingin sampaikan kabar baik ini koq.sekali lagi terimakasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yg terakhir,..anda setuju nggak dengan argumen ' ..wanita berjilbab namun bermental&lt;br /&gt;pelacur itu masih banyak, namun wanita bertongkrongan seksi dan bermental pelacur itu&lt;br /&gt;sangat-sangat dan lebih-lebih banyak lagi..'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf kalau kata-kata saya kasar, terlebih buat kalimat-kalimat terakhir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R*** F*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Reply :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumussalam Warohmatullohi Wabarokatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai R*** F***** alias i***, bagaimana saya bisa melupakan anda. Masih terasa bekas embun dini hari menembus sendi dan tulang ini, disaat kita memacu kendaraan dari arah berlawanan 90 derajat di perempatan Sarinah. Menghitung perkiraan tabrakan, mematok kecepatan namun sayang "take" pertama paling cantik itu tanpa sengaja cacat oleh&lt;br /&gt;suara sang sutradara. Dan "take" berikutnya kita tak bermain secantik yang pertama. Tapi syukurlah kita tidak saling menabrakkan sepeda motor bermerk sama Honda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saya bisa melupakan anda ? Slayer biru yang selalu membalut kepala anda, begitu juga dengan ransel yang setia menempel dipunggung anda. Ah ! style anda banget dan itu membuat anda beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita masa lalu yang sering membawa saya untuk melihat durasi 30 menit itu. Walopun wajah anda tak terlihat jelas dalam durasi itu, tapi dalam memori saya sosok anda masih tersimpan dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahirobbil 'alamin wa Subhanallah Wallahu Akbar, entah apalagi kata-kata yang mestinya saya ucapkan lagi, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur saya yang dalam pada Robbi Izzati sang pemberi hidayah di hati. Sujud syukur berulang-ulangpun masih kurang rasanya untuk mengucapkan syukur ini pada Illahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui anda, saya dan penulis (siapapun dia) Allah mengalirkan hidayahNya kepada sahabat anda. Sungguh saya tak pernah menyangka, ini sebuah karunia yang tak terkira. Betapa bahagianya saya, apalagi sang penulis mendengar berita baik ini. Tentunya ikal lebih bahagia lagi bukan ? Mari kita saling menjaga dan mengingatkan agar hidayah yang "free charge" itu tidak sia-sia atau hilang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah saya sudah bisa membayangkan bagaimana anggunnya sahabat anda saat ini. Semoga di akhirat nanti beliau menjadi lebih anggun dari bidadari. Hitungan hari bukanlah masalah. Yang penting punya kemauan untuk berubah, betul tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan penulis yang semestinya juga berterima kasih pada anda. Karena sudah menjadi penyambung lidah, penghubung kata kepada orang-orang yang tak pernah kami sangka. Dalam do'a insya Allah akan terus kami lantunkan semoga Allah ridho dengan ikal dan dilimpahi rahmat beserta karunia di dunia dan akhirat, amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, saya tidak mengambil kesimpulan pada setuju ataupun tidak. Karena saya yakin dengan realita yang ada ikal akan bisa menebak bagaimana jawaban saya. Namun walaupun demikian, wanita berjilbab juga manusia yang tak bisa lepas dari khilaf begitu saja. Dan wanita seksi bahkan pelacurpun juga, saya yakin masih punya secuil iman dihati&lt;br /&gt;walopun terkadang berkarat. Yang namanya manusia akan selalu berada diantara setan dan malaikat, yang tak pernah bisa menjadi seburuk setan atau sebaik malaikat sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di ibaratkan setan itu warna hitam dan malaikat itu warna putih, maka manusia itu warna abu-abu. Dan abu-abu itu pun kalau baik akan menjadi abu-abu terang, kalau buruk menjadi abu-abu gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, saya sangat berterima kasih dengan semua kabar baik ini. Tidak ada yang salah dari kalimat anda. Karena anda sudah berbicara kenyataan yang ada bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ya buat teman-teman di Kine semoga ukhwah kita selalu tetap terjaga sampai akhir hayat, amiiinn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah Khairan Katsiran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111830034759835806?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111830034759835806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111830034759835806&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111830034759835806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111830034759835806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/antara-puta-anda-dan-dia-dalam-memori.html' title='antara Puta, anda dan dia dalam memori dan sujud syukur'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111815474017635279</id><published>2005-06-07T07:18:00.000-07:00</published><updated>2005-06-07T12:08:46.196-07:00</updated><title type='text'>Paket Itu</title><content type='html'>&lt;i&gt;Assalam, wan alhamdulillah paket tu lah selamat sampai, la tonang kan ?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahirobil 'alamiin (lagi jalan bareng Yopi dari musholla "minimalize"), Wah ini anak pinter juga bikin saya dag dig dug dag dig dug gak karuan dari kemaren. Bayangin  2 minggu baru nyampe ke tangan tujuan. Beneran dah !&lt;br /&gt;Mana ditambah lagi sebelumnya Pajeror [baca : Ipar Error] dikonfirmasi malah jawabannya aneh-aneh mulu tuh Sa.  Sampe sempat mikir "duh nih orang-orang kok pada sombong banget ya ?". Tapi akhirnya ketepis juga sih, ya kali aja mereka lagi sibuk. Ato mungkin susah untuk menghubungi. Eh ternyata emang bener Sa, susah untuk ketemuannya. Satu janji yang satu lupa, satunya datang yang satu gak ada. Mo datang ke kosan ngambil sungkan. So jadi lah itu paket bersemayam bagai ayam sedang memeram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walopun demikian, Alhamdulillah bi khoir ya Sa. Akhirnya itu paket sampai juga. Andi memang te-o-pe be-ge-te [baca : top banget]. Andi emang layak dapat bintang. Ah, ntar tak kirimin buku yang bagus. Gak papa kan Sa ? Tapi buku apa ya ? hm butuh ke eramedia dulu nih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111815474017635279?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111815474017635279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111815474017635279&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111815474017635279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111815474017635279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/paket-itu.html' title='Paket Itu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111808669918529305</id><published>2005-06-06T09:44:00.000-07:00</published><updated>2005-06-06T12:38:19.216-07:00</updated><title type='text'>Obrolan di Penghujug Malam</title><content type='html'>Dasar ! nih abang yang satu ini kalo lagi ruwet (baca : bete !) mesti ngebuzz (baca : ngangetin) di YM. Tau gak Sa, sejak dia berangkat dari kota ini memang rasanya ada yang hilang dalam hari-hariku. Ah, pisuhannya (baca : umpatan) yang khas, diamnya, minta dibikinin kopinya, sampai ketawa itu tak pernah hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren waktu dia sempat ke Malang, di Kafet dia duduk di depan ku, hadap-hadapan. Yang kita bicarakan pun cuma sepatah dua kata, tak lebih. Kemudian kita diam, sambil menikmati cangkir yang dipenuhi oleh hitam dan kentalnya kopi. Kian lama kian menyusut ditelan tegukan dan sore yang beranjak malam. Namun anehnya Sa, aku seakan sudah berbicara panjang lebar mulai dari semua hal yang sepele sampai yang terberat pun seakan sudah terucapkan semua, aneh !. Bahkan aku rasa pertemuan tanpa kata-kata itu lebih dari sekedar pengobat rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"To Much Love Will Kill You" dan "Love Of My Life" nya tak kan pernah ada yang bisa menggantikan. Aku masih ingat persis terakhir kali dia melantunkan 2 lagu itu, serak suaranya, mimik dan penghayatannya, ah ! ucapan selamat tinggal yang begitu dahsyat. Waktu itu aku merasakan bagaimana butir-butir itu mengalir dengan sendirinya. Dan suaranya mendendangkan 2 lagu itu sempat dia rekam dengan temannya dengan perangkat seadanya lewat komputer, aku masih simpan rekaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan, ya barusan seperti biasanya dengan status YM "Lagi Ruwet" nya itu datang menghampiriku. "Buzz" awal yang sudah sangat biasa, dilanjutkan dengan pertanyaan tentang Bapaknya. Kemudian skripsiku bagaimana, dan mengalirlah cerita-cerita serta guyonan yang membuat kami saling tertawa. sampai pada obrolan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia : di pikir gendeng aku paling ambe wong wong ngguyu nang ngarepe laptop&lt;br /&gt;dia : asu tenan&lt;br /&gt;aku : ancene sampeyan gendeng kok :P&lt;br /&gt;dia : =))&lt;br /&gt;aku : dek kono sopo sing tau ceting&lt;br /&gt;dia : taek koen&lt;br /&gt;aku : ceting kok dek ngarepe wong akeh&lt;br /&gt;dia : heran aku, awakmu iku padahal kere nemen yo&lt;br /&gt;dia : lho iki nang warung kopi&lt;br /&gt;aku : lha kok iso heran ?&lt;br /&gt;dia : taku pasang hotspot&lt;br /&gt;dia : kok isih iso ngguyu&lt;br /&gt;aku : lha iyo dek kono sopo sing ceting dek warung kopi bang, paling ngerumpi thok&lt;br /&gt;dia : di kiro aku ngguyu mereka paling&lt;br /&gt;dia : wong do ngomong ambe bahasa aceh&lt;br /&gt;dia : asu&lt;br /&gt;aku : lha trus piye ? wis kere .. mrengut thok ae ben dino ? yo rugi aku&lt;br /&gt;dia : wakakakakakaka&lt;br /&gt;aku : delok en nang wong iku.... kiy lho aku ngguyu ikiy ... ke i gambar opo ngono lho :))&lt;br /&gt;dia : huahahaha&lt;br /&gt;dia : wong ngguyu kok pamer kere &lt;br /&gt;aku : hahahahahaha&lt;br /&gt;dia : wis bateraiku entek&lt;br /&gt;dia : tak mbalik nang posko disik&lt;br /&gt;dia : turu turu&lt;br /&gt;aku : yo wis...&lt;br /&gt;aku : ojo lali ngguyu lho yo&lt;br /&gt;aku : =))&lt;br /&gt;dia : salam gawe arek arek&lt;br /&gt;dia : asu&lt;br /&gt;aku : yo insa Allah tak salami&lt;br /&gt;dia : eh pras piye sidone&lt;br /&gt;dia : urusane ambe jurusan ?&lt;br /&gt;aku : nah iku, aku rung tau kelanjutane piye&lt;br /&gt;dia : lha iki&lt;br /&gt;dia : wis kere, ngguya ngguyu, isih eling ambe Tuhan barang&lt;br /&gt;aku : sek durung omong2an&lt;br /&gt;aku : huahahahaha&lt;br /&gt;aku : :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, kalo aku pikir-pikir bener juga ya Sa. Tidak semua orang bisa ketawa-ketiwi. Bahkan orang kaya sekalipun makin susah untuk menarik bibir dan menampilkan gigi putih mereka. Dan akupun sempat mancing Sa, sesuatu yang seharus nya belum aku bilang sama dia. Cuma aku ingin bikin dia segera mikirin nikah, soalnya udah mau masuk kepala tiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku : bang aku arep rabi, yo' opo ? &lt;br /&gt;dia : yo ra popo&lt;br /&gt;dia : taek&lt;br /&gt;dia : ambe sopo&lt;br /&gt;aku : tenan kiy ? ra popo &lt;br /&gt;dia : ra popo&lt;br /&gt;aku : yo ambe kodeh moso lanang&lt;br /&gt;dia : mengko tak kado kambing sepasang&lt;br /&gt;aku : wek ik ... &lt;br /&gt;aku : :D&lt;br /&gt;aku : kambing tekan medan tha ? &lt;br /&gt;dia : ora&lt;br /&gt;dia : kambing jowo&lt;br /&gt;dia : sepasang&lt;br /&gt;aku : kambing jowo koyo' opo sieh ?&lt;br /&gt;aku : ra tau ngerti aku&lt;br /&gt;dia : yo meh mirip mirip koen iku lah kiro kiro&lt;br /&gt;aku : jiaaannn&lt;br /&gt;aku : :P&lt;br /&gt;dia : lho tenan kok&lt;br /&gt;aku : mbuh...mbuh...mbuh&lt;br /&gt;dia : rabi ambe sopo&lt;br /&gt;aku : sek golek i :D&lt;br /&gt;dia : wedhus!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;aku : mengkok lek oleh ... sampeyan wis janji ngasih kambing tho&lt;br /&gt;aku : :))&lt;br /&gt;dia : kampret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tenang Sa ... kalo seadainya jadi menikah ( Insya Allah mudah-mudahan ya Allah ) berarti aku tinggal call kambing eh kok kambing. maksudnya call dia tagih janjinya "Kambing Sepasang". Ah sudahlah, astaghfirullah... jangan banyak berangan-angan dulu, orang belum ta'aruf kok dah bicara nikah, PD amat ya Sa ya ? astaghfirullah ... astaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liat tuh skripsi di depan mata, proyek dakwah masih terbengkalai. Orang tua juga masih belum di lobi. Kerjaan masih berstatus "on and off" gara-gara ngurusin skripsi. Gitu kok mikirin nikah. Tapi walopun demikian, yang jelas aku bisa lihat "disana" ada masa depan. Dan jawaban itu sudah aku dapatkan, itu yang selalu aku pegang dan membuat aku sedikit senang. Sekarang saatnya untuk mempersiapkan, agar aku mudah dan tenang melangkah menyongsong masa datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111808669918529305?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111808669918529305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111808669918529305&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111808669918529305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111808669918529305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/obrolan-di-penghujug-malam.html' title='Obrolan di Penghujug Malam'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111790798363350593</id><published>2005-06-04T10:58:00.000-07:00</published><updated>2005-06-04T10:59:43.636-07:00</updated><title type='text'>Sholat Isya`</title><content type='html'>Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seandainya aku tidak memberatkan umatku, aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan / menunda shalat Isya` hingga 1/3 malam atau setengahnya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmizy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari anas bin Malik ra :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"bahwa Rasulullah SAW menunda shalat Isya` hingga tengah malam, kemudian barulah beliau shalat".&lt;/i&gt; (HR. Muttafaqun Alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jadi permasalahan sekarang, bagusan mana sholat Isya` di awal waktu berjamaah atau sholat Isya` sendirian tengah malam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairoh Ra ia berkata: Nabi SAW bersabda: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidak ada sholat yang paling berat untuk dilakukan oleh orang-orang munafik daripada sholat shubuh dan sholat Isya. Dan kalaulah mereka mengetahui apa-apa yang ada pada keduanya (fadhilah sholat shubuh dan isya) pastilah mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak. Sungguh aku bermaksud untuk memerintahkan muadzin kemudian ia membacakan iqomah kemudian aku memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang, kemudian aku mengambil api kemudian membakar orang-orang yang tidak keluar untuk melaksankan sholat setelahnya"&lt;/i&gt; (HR. Bukhori)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111790798363350593?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111790798363350593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111790798363350593&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111790798363350593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111790798363350593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/sholat-isya.html' title='Sholat Isya`'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111790859820858469</id><published>2005-06-03T11:08:00.000-07:00</published><updated>2005-06-04T11:09:58.213-07:00</updated><title type='text'>Keteguhan Seorang Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin</title><content type='html'>Salah seorang Ikhwan mengirim surat kepada Hasan Al-Hudhaibi Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin yang isinya meminta keringanan dan mendukung Abdun naser agar bisa bebas dari penjara atau untuk menghindari penyiksaan dan demi mempertahankan dakwah. Hasan Al-Hudhaibi menjawab, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dakwah tidak didasarkan pada rukhshah (dispensasi). Para pengemban dakwah harus mengambil sikap azimah (melakukan suatu perbuatan seperti apa yang telah ditetapkan Allah SWT), sedang rukhshah  hanya diambil orang-orang lemah. Saya tidak membolehkan kalian mengambil rukhshah tetapi saya berkata kepada kalian; Ambillah azimah dan berpegang teguhlah dengannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita akan terus mencari celah rukhshah, sedangkan kita masih mampu untuk azimah. wallahualam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111790859820858469?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111790859820858469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111790859820858469&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111790859820858469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111790859820858469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/keteguhan-seorang-mursyid-am-ikhwanul.html' title='Keteguhan Seorang Mursyid &apos;Am Ikhwanul Muslimin'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111787544052362383</id><published>2005-06-03T01:56:00.000-07:00</published><updated>2005-06-04T01:57:20.530-07:00</updated><title type='text'>Abang mau beli kue ?</title><content type='html'>Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke kota. Mengingat jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum. Tangangnya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak dik....abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas. dia berlalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pesanan tiba, saya terus menikmatinya. Lebih kurang 20 menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang&lt;br /&gt;suami istri sepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang sudang makan , tak mau beli kue saya?" katanya tenang ketika&lt;br /&gt;menghampiri meja saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang baru selesai makan dik, masih kenyang nih," kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma disekita restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu ditanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak mau beli kue saya bang..pak.kakak atau ibu." Molek budi bahasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik rstoran itu pun tak melarang dia keluar masuk ke restorannya menemui pelanggan. Sambil memeperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil.&lt;br /&gt;Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia menghadiahkan sebuah senyuman. Saya turunkan cermin. Membalas senyumannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang sudah kenyang, tapi mungkin abang perlukan kue saya untuk adik-adik abang, ibu atau ayah abang," katanya sopan sekali sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan&lt;br /&gt;menyelak daun pisang penutupnya. Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet,&lt;br /&gt;dan mngulurkan selembar uang Rp 20.000,- saya ulurkan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ambil ini dik! Abang sedekah ....tak usah abang beli kue itu." saya&lt;br /&gt;berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak. Anak itu&lt;br /&gt;menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mesin mobil saya hidupkan . Saya memundurkan. Alangkah terperanjatnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp 20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya. Saya terkejut saya hentikan mobil, memanggil anak itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa bang mau beli kue kah?" tanyannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa adik berikan duit abang tadi pada pengemis itu? Duit itu abang&lt;br /&gt;berikan adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu&lt;br /&gt;saya mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, mak pasti marah. Kata mak mengemis kerja&lt;br /&gt;orang yang tak berupaya, saya masih kuat bang!" katanya begitu lancar.&lt;br /&gt;Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak&lt;br /&gt;soal saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang mau beli semua kah?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata. "Rp 25.000,- saja bang....." Selepas dia&lt;br /&gt;memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : bulletin board&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111787544052362383?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111787544052362383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111787544052362383&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111787544052362383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111787544052362383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/abang-mau-beli-kue.html' title='Abang mau beli kue ?'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111784062018317762</id><published>2005-06-01T15:56:00.000-07:00</published><updated>2005-06-03T16:17:00.190-07:00</updated><title type='text'>Haji Kolak Kolun</title><content type='html'>Kenapa ya kalau orang sudah naik haji itu kebanyakan selalu pake selendang kotak-kotak dan kopiah putih ? Bahkan di kampung tempat aku lahir, memakai kopiah putih dan selendang kotak-kotak itu kalo belum naik haji jadi bahan pergunjingan. Kalau ada yang berperilaku demikian, jadilah di cap sebagai "Haji Kolak Kolun (Haji alah ka Makah alun)" yang artinya Haji udah tapi ke Makkah belum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah lagi satu. Siapa atau mungkin anda sendiri apa akan percaya kalau seorang tidak memakai baju koko (gamis -red), berkopiah, berjenggot, dan memegang tasbih adalah ustadz ? lagi-lagi di tempat saya lahir, ustadz itu identik dengan aksesoris yang saya sebutkan tadi. Kalau ada yang berpenampilan seperti diatas, cukup 2 hari saja berturut-turut gelar ustadz akan melekat dengan sukses pada diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ternyata di tempat saya lahir, di tempat saya sekarang, dimana saja di Indonesia sama saja. Orang lebih percaya dengan tampilan luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya bilang orang yang kurus, berambut gondrong, berpakaian biasa sederhana bahkan terkadang kelihatan sedikit kucel itu rajin sholat tahajud, puasa, penghafal Al-Qur'an dan hadits, ilmu tafsir, fiqih dan akidahnya diatas rata-rata, sudah melengkapkan rukun islam yang kelima, sering mengisi di pengajian di daerah pedalaman. apakah anda percaya ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111784062018317762?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111784062018317762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111784062018317762&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111784062018317762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111784062018317762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/haji-kolak-kolun.html' title='Haji Kolak Kolun'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111757227708185586</id><published>2005-05-31T13:24:00.000-07:00</published><updated>2005-05-31T13:44:37.096-07:00</updated><title type='text'>Revolusi Itu Berangkat Dari Kedai Kopi</title><content type='html'>Pengajian senin sore kemaren mengajak jari saya untuk menelusuri seperti apa kafe yang ada di Mesir. Sore itu sang ustadz bilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kafe di Mesir mempunyai fungsi yang sangat berbeda dengan kafe-kafe yang ada di Indonesia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kafe di Indonesia identik dengan minuman keras, tempat dugem, perdangan narkoba dan sembarang kalir yang tidak jauh dari itu. Lain halnya kafe-kafe yang ada di Mesir. Disana mereka menjadikan kafe sebagai tempat munculnya pergerakan, revolusi rakyat pun digodok dari kedai-kedai ini. Belasan karya sastra utama juga lahir dari sana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para ulama dan darwisy sufi juga punya pangkalan kafe (maqha) tersendiri. Minum kopi biar bisa zikir tahan lama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah masa sih ? saya sendiri juga sedikit meragukan hal tersebut dan membuat saya penasaran. Akhirnya saya menelusuri internet untuk mencari bagaimana sebenarnya keberadaan dan fungsi kafe di Mesir. Berikut ada beberapa tulisan yang saya dapatkan dari catatan koresponden Gatra di Kairo, Mohamad Guntur Romli, tentang serba-serbi kafe Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGKA 1919 adalah angka keramat bagi rakyat Mesir. Bilangan ini mewakili peristiwa paling heroik dalam sejarah negeri itu: revolusi tahun 1919. Ketika itu, gelombang revolusi rakyat Mesir menggulung kolonialisme Inggris. Tahun yang sama, warga Mesir mengangkat tokoh pujaan mereka, Saad Zaghlul, sebagai perdana menteri pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tak banyak yang tahu tempat asal cita-cita revolusi 1919 itu mulai dibangun. Revolusi rakyat tersebut ternyata lahir dari bangunan sederhana di bundaran Atabah, muara Jalan Muski, Kairo. Di tempat itu sebagian warga melepas lelah, ngobrol, dan minum kopi. Kedai kopi? Ya! Revolusi itu dimulai dari kedai kopi bernama Maqhâ (Kafe) Mitatia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spirit revolusi itu tertanam jauh sebelum 1919. Pada penghujung abad ke-19, di Kafe Mitatia, sosok lelaki asing separuh baya hadir menarik perhatian banyak orang. Pria itu lahir di Afghanistan, belajar di Persia (Iran), dan punya hobi melanglang buana. Ia telah menjelajah India, Turki, Suriah, dan terakhir di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumis dan janggut berjuntai menutupi bagian bawah wajah pria itu. Gaya bicaranya meledak-ledak. Terkadang keluar kata-kata keras dan tajam dari bibir yang tidak pernah lepas menyedot pipa shisha --rokok Arab bertabung dan berpipa panjang-- itu. Asap shisha meliuk-liuk dipermainkan angin menerpa wajah orang-orang sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata keras sosok asing itu belakangan mampu membakar semangat rakyat Mesir untuk melawan penjajahan Inggris. Orang-orang yang biasa memanggilnya, Syekh Jamaluddin. Lengkapnya --karena ia berasal dari Afghan-- Syekh Jamaluddin al-Afghani. Di kafe Mitatia, 20-an orang selalu setia menyimak kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hadirin itu hampir selalu tampak seorang pria lulusan Al-Azhar bertubuh pendek, berkumis, dan berjenggot. Namanya Muhammad 'Abduh. Kelak, Abduh dikenal sebagai murid setia Syekh Jamaluddin dan salah seorang pelopor pembaruan keagamaan serta mufti Mesir ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Halaqah Kafe Jamaluddin al-Afghani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAIN Abduh, ada dua sosok lelaki lain yang rajin hadir. Pertama, Abdullah al-Nadim yang nantinya dijuluki Khathîb al-Tsawrah (Orator Revolusi 1919). Yang kedua, yunior Abduh di Al-Azhar, bernama Saad Zaghlul. Kelak Zaghlul-lah yang menjadi tokoh utama revolusi 1919 dan perdana menteri pertama Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Nadim dan Zaghlul sama-sama dikenal sebagai "singa panggung". Pengaruh sang guru, Syekh Jamaluddin, tertanam kuat dalam jiwa mereka. Selain nama-nama besar tersebut, masih ada tokoh revolusi 1919 lain yang juga setia mengikuti "halaqah kafe" Syekh Jamaluddin. Yaitu, Mahmud Sami al-Barudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita itu bukanlah kabar burung, atau sekadar kisah dari mulut ke mulut. Tapi tercantum dalam buku Ayyam laha Tarikh (Hari-hari yang Memiliki Sejarah), karya terpenting sastrawan Mesir, Ahmad Bahauddin. Revolusi 1919 yang dahsyat ternyata berasal dari pojok kafe sederhana. Kafe ternyata memiliki kekuatan mengubah jalan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh kafe di Mesir tak hanya dikenal dalam bidang politik. Sastrawan Mesir peraih Nobel 1988, Naguib Mahfouz, juga lebih banyak menghabiskan waktunya dari kafe ke kafe. Tidak ada kafe ternama yang belum disinggahi Naguib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyanyi legendaris Umm Kultsum juga terbiasa nongkrong di kafe. Setiap lepas show, Ummi Kultsum berdialog dengan fansnya di kafe untuk menanyakan kesan dan kritik mereka. Saat ini Ummi Kultsum diabadikan menjadi nama sebuah kafe yang sering ia kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ke Mesir, perjalanan Anda memang tidak lengkap bila belum menyinggahi kafe-kafenya. Di situ Anda bisa duduk rileks sambil minum teh. Kalau suka, teh bisa dicampur daun na'na' (mint) agar napas lebih segar dan harum. Sambil menyeruput teh atau kopi Arab beraroma khas, bisa diselingi menyedot shisha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Revolusi dan Miniatur Negara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AROMA shisha, rokok Arab itu, juga bisa dipilih. Ada aroma stroberi, mangga, apel, melon, dan buah-buahan lain. Di samping teh dan kopi, Anda juga bisa mencoba minum sahlab --susu kental panas ditaburi kacang, pisang, dan sedikit cokelat. Sambil ngobrol Anda bisa bermain domino dan mahyong yang disediakan secara gratis oleh pemilik kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafe tak bisa dilepaskan dari kehidupan rakyat Mesir. Di setiap sudut jalan, kafe-kafe mudah dijumpai. Mulai kelas rakyat jelata hingga eksekutif. Orang Mesir tahan berlama-lama duduk di kafe hanya untuk ngobrol ngalor-ngidul, minum teh, dan main domino. Tak jarang tradisi ini menuai kritik karena dipandang membuang-buang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jika kita mengunjungi kafe-kafe yang punya sejarah panjang ada yang terasa mengesankan. Kafe adalah saksi sejarah, forum diskusi, dialog, dan debat tokoh-tokoh Mesir sejak dulu. Bagi rakyat Mesir, kafe adalah "miniatur negara" karena segala persoalan negara, dari politik, ekonomi, sosial, sastra, dan budaya, dibahas di kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengunjung duduk mengepung meja, mereka bergantian bicara, tanpa moderator ataupun notulen. Kesimpulan pembicaraan tak pernah satu, terserah pada kepala masing-masing. Fenomena ini tidak hanya ada di Kairo, juga di kota negeri Arab lain seperti Beirut di Lebanon, Baghdad di Irak, Rabat di Maroko, dan Damaskus di Suriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi kafe semacam ini bukanlah tradisi khas Arab. Di kota besar benua lain, kafe dengan fungsi sosial-politik juga mudah dijumpai. Di Paris terdapat kafe-kafe bersejarah tempat diskusi Picasso, Victor Hugo, Pascal, Descartes, Camus, hingga Foucault. Ada kafe Deux Magots dan de Flore tempat Sartre, Hemingway, dan Simone de Beauvoir berdialog melahirkan filsafat eksistensialisme. Konon, kafe juga menjadi tempat titik tolak revolusi pemuda di Prancis tahun 1968.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, sosok kafe seperti ini baru dikenal pada zaman pemerintahan Turki pada 1517. Sebelumnya, memang ada beberapa tempat yang sering dijadikan tempat kumpul masyarakat Mesir, seperti pasar dan masjid. Tetapi untuk kegiatan seni, sastra, dan budaya, pasar terlalu gaduh dan masjid terlalu sakral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kafe Anti-Perempuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBELUM kafe dikenal, kegiatan sastra Kairo dipusatkan di perahu-perahu yang mengapung di Sungai Nil. Kebiasaan rakyat Mesir ini berlangsung sejak era pemerintahan Mamalik. Hingga pemerintahan Muhammad Ali Pasha, perahu-perahu Nil masih sering digunakan untuk tempat pesta rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan masuknya penjajah Prancis di Mesir pada Juni 1797, fenomena kafe mulai tumbuh pesat di Kairo. Pesta di perahu mulai elitis dan membutuhkan biaya tinggi, selain terasa terlalu sempit. Selain itu, kebiasaan serdadu-serdadu Prancis nongkrong di pinggir jalan ikut menyebabkan lahirnya kafe-kafe baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan Ali Pasha Mubarak, pada tahun 1880, setidaknya ada 1.067 kafe di Kairo. Jumlah kafe terbanyak ada di kawasan Azbakia, sebanyak 252 buah. Sebagian besar, 228 kafe, juga menyediakan minuman keras. Di kawasan Bulak terdapat 160 kafe, di kawasan Jamalia ada 142 kafe, dan di kawasan Abidin tercatat 102 kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas di kafe juga beragam. Mulai mendengarkan musik, syair, dongeng rakyat, hingga merayakan ritual keagamaan seperti Maulid Nabi. Alkisah, Syekh Al-Bakri, seorang syekh tarekat di kawasan Azbakia, selalu mengadakan perayaan maulid Nabi di salah satu kafe. Konon, penguasa Mesir saat itu, Napoleon Bonaparte juga rajin hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, beragam kafe tumbuh di Kairo. Mulai kafe umum hingga kafe khusus yang memiliki pelanggan dari strata tertentu. Seperti kalangan buruh, pedagang dan tentu saja, kafe khusus serdadu Prancis. Pada awal pertumbuhannya, kalangan bangsawan masih sungkan duduk di kafe. Alasannya, nongkrong di kafe akan mengurangi kewibawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan perempuan Mesir juga dilarang duduk dan ngobrol di kafe. Larangan tersebut masih berlaku sampai muncul gerakan feminisme di Mesir. Seorang jurnalis Mesir terkenal, Dr. Mahmud Azmi, pernah dikecam masyarakat karena duduk di Kafe Bar Liwa bersama istrinya, seorang perempuan berkulit putih asal Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kafe Khusus Ulama Al-Azhar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG menarik, para pengajar dan ulama Al-Azhar juga punya kafe khusus. Namanya, Kafe Afandia. Kisah kafe ini terungkap dari korespondensi Abdullah Fikri Pasha yang berada di Turki dengan Syekh Utsman Haddukh, seorang pengajar Ilmu Nahwu di Al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat bertanggal 5 Jumadal Ula 1288 H (1870 M) itu menceritakan kerinduan Fikri Pasha minum kopi dan ngobrol di Kafe Afandia, dekat Masjid Al-Azhar. Sepulang dari Turki, Abdullah Fikri Pasha sempat menjabat Menteri Pendidikan Mesir. Meski Kafe Afandia tak bisa ditemukan lagi, namun kafe Afandia dikenal sebagai pelopor kafe sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut kota Kairo yang hingga kini sering dipenuhi lautan manusia adalah kawasan Masjid Husein. Orang sering menyebutnya kawasan Al-Azhar karena Masjid Al-Azhar ada di seberangan jalan Masjid Husein. Sebutan lain kawasan itu adalah Khan Khalili, berasal dari nama pasar tradisional di samping Masjid Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segitiga emas Masjid Husein, Masjid Al-Azhar dan Khan Khalili membuat tempat itu selalu ramai hingga sekarang. Kawasan kuno itu dibangun tahun 972 M oleh Jawhar Saqali, seorang jenderal Daulah Fathimiyah. Tepat di samping istana kerajaan, pusat pemerintahan, dibangun Masjid Al-Azhar sebagai pusat keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pasar tradisional Khan Khalili dibangun pada 1382 oleh seorang amir bernama Djaharks el-Khalili. Pasar ini bergaya Turki. Para pelancong yang datang ke Mesir bisa membeli suvenir mulai dari kertas papirus, hingga patung kuno di sini. Ada juga minyak kadal Mesir dan batu jahamam yang konon ampuh menambah kekuatan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan seni dan sastra juga berkembang di kawasan ini. Pelajar, ulama, dan syekh al-Azhar memiliki kafe tersendiri untuk berdiskusi. Para darwisy sufi juga memiliki kafe khusus yang bernama Kafe Wali Ni'am yang berdiri hingga sekarang. Tokoh tarekat Syekh Sholih al-Ja'fari juga sering nongkrong di kafe ini sepulang dari Masjid Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pojok Ilham Naguib Mahfouz&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENURUT Fathi Wali Niam, 50 tahun, pemilik Kafe Wali Ni'am sekarang, keberadaan kafe ini tidak bisa dipisahkan dari tradisi darwisy-darwisy sufi. Para darwisy itu hobi minum kopi untuk menghilangkan kantuk agar bisa kuat begadang dan wirid. Tapi, Kafe Wali Ni'am bukanlah kafe tertua di Pasar Khan Khalili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafe yang paling uzur di kawasan Khan Khalili adalah Kafe El-Fishawi. Menurut sastrawan Mesir Hafidz Ibrahim dalam buku al-Shalîb wa al-Hilâl (Salib dan Bulan Sabit), menjelang revolusi 1919 kafe ini sering digunakan tempat rahasia untuk mempertemukan delegasi Koptik Kristen dan ulama Al-Azhar. Di sini mereka menyusun strategi revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era 1920-an dan 1930-an Kafe El-Fishawi juga dijadikan pusat informasi rahasia perlawanan rakyat Mesir terhadap penjajahan Inggris. Ketika Perang Dunia I dimulai pada September 1939, kafe ini menjadi "pelarian" orang-orang yang hobi begadang. Sebab, pada saat itu tidak ada satu pun kafe yang berani buka kecuali Kafe El-Fishawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah berkecamuknya perang, orang merasakan ketenangan duduk di kafe yang terletak di pelataran Masjid Husein itu. Mengenai usia kafe ini, terjadi silang pendapat antara pemilik kafe El-Fishawi dan para arkeolog. Menurut ahli sejarah Kairo Lama (al-Qâhirah al-Qadîmah), kafe ini berumur 200 tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, menurut Akram Mustafa el-Fishawai, 46 tahun, generasi ketujuh pemilik kafe El-Fishawi, kafe ini telah berumur 245 tahun. Sebagian orientalis punya teori lain. Menurut mereka cikal bakal Kafe el-Fishawai berasal dari Kafe Al-Pasvor yang dibangun pada saat Prancis menguasai Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, Napoleon pernah mengunjungi kafe ini karena tertarik dengan lokasinya. Menurut catatan sejarah Kairo Lama, kafe ini memulai aktivitasnya sejak 1772, pada era Sultan Muhammad Abu Dahab yang dikenal dengan sebutan Al-Pasvor. Pendiri kafe yang berasal dari keluarga El-Fishawi memberi nama kafenya dengan nama sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kafe Tutup, Kuda Pun Mati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWALNYA, luas Kafe El-Fishawi tidak lebih dari 60 meter persegi, dan terletak di pelataran Masjid Husein. Namun lama-lama kafe ini tidak tampak lagi dari pelataran masjid. Beberapa rumah makan dan kafe-kafe baru menutupi Kafe El-Fishawi. Luasnya pun juga tidak lagi seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1968, Pemerintah Mesir memutuskan memangkas sepertiga luas kafe ini. Karena kecewa, pemilik kafe saat itu, Mustafa El-Fishawi, mati secara mendadak. Anehnya, kuda kesayangan pemilik kafe ini pun turut mati menyusul tuannya. Cerita tragis tersebut hingga kini terus menjadi cerita turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal abad ke-20, Kafe El-Fishawi menjadi primadona. Tokoh besar Mesir seperti Syekh Jamaluddin Al-Afghani, Umar Makram, Syekh Al-Basyari, dan Abdullah al-Nadim sering terlibat diskusi hangat di kafe ini. Raksasa sastra Mesir, Naguib Mahfouz --pemenang Hadiah Nobel Sastra 1988-- juga mulai membentuk pola pikir dan tulisannya di kafe ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafe El-Fishawi berdekatan dengan perpustakaan Al-Gouri milik Kementerian Wakaf tempat Mahfouz bekerja. Mahfouz memiliki tempat khusus di pojok kafe untuk menyendiri dan merenung. Beberapa karya emas mengalir dari tangan Naguib Mahfuoz lewat kafe ini, yakni: Khan Khalili, al-Bidayah wa al-Nihayah, Awlad Haratina, dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pojok tempat Mahfouz berkontemplasi diabadikan dan diberi nama Rakn (Pojok) Naguib Mahfouz. Potret Mahfouz muda yang sedang duduk di Kafe El-Fishawi tergantung di ruangan itu bersama potret Amr Musa, Sekjen Liga Arab. Mahfouz ditemani gambar besar Syekh El-Fishawi kakek pendiri Kafe El-Fishawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafe El-Fishawi juga punya sederet tanda tangan dan catatan tokoh besar yang pernah berkunjung. Seperti Jean-Paul Sartre, Simone de Beauvoir, Syekh Jamaluddin Al-Afghani, Syekh Muhammad 'Abduh, Saa'ad Zaghlul, Mustafa Kamil, Abbas Mahmud Akkad, Ahmad Amin, Thaha Husein, dan Ahmad Syauqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Koleksi Tokoh Ternama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUGA ada goresan tangan musisi Mesir ternama Muhammad 'Abdul Wahab, penyanyi legendaris Umm Kultsum, penyair Ahmad Rami, dan tokoh-tokoh Revolusi 1952: Muhammad Naguib, presiden pertama Mesir, Gamal Abd Naser, serta Anwar Sadat. Catatan dan tanda tangan mereka tersimpan rapi dalam sebuah buku pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh catatan dan tanda tangan dari mereka adalah: "Salam penuh cinta untuk tanahku tercinta, Kafe El-Fishawi. Semoga Allah mengabadikan usianya dan orang-orang yang datang mengunjunginya. Salam hormat, Naguib Mahfouz 23/12/1982."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, aktivitas sastra di kafe El-Fishawi tidak seramai dulu. Tetapi, menurut Akram Mustafa El-Fishawi, tidak sedikit tokoh sastrawan Mesir masih sering datang untuk sekadar minum teh, menyedot shisha, dan mengingat-ingat masa lalu di pojok Naguib Mahfouz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun tempat ini tidak seperti dulu lagi, namun para sastrawan tetap memiliki kepentingan untuk merasakan romantisme historis di tempat bersejarah ini. Dan mereka tidak akan mampu menemukan perasaan itu kecuali di tempat ini." Kata Akram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh pengamatan Gatra, Kafe El-Fishawi memang telah berubah fungsi. Saat ini tidak lebih dari sekadar tempat melepas lelah para pembeli yang kecapaian berputar-putar di Pasar Khan Khalili. Beberapa orang datang hanya untuk menyeruput teh hijau minuman khas Kafe El-Fishawi yang konon bisa menghancurkan lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lebih Tua daripada Republik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUBAHAN fungsi ini diakui secara jujur oleh Akram El-Fishawi yang biasa dipanggil mu'allim (master). "Zaman sekarang bukan lagi seperti zaman dulu. Puluhan ribu kafe telah berdiri di Kairo. Meskipun begitu, semua orang pun tahu, Kafe El-Fishawi satu-satunya kafe yang memiliki akar historis lebih tua daripada umur republik ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akram El-Fishawi menganggap kafe ini warisan sejarah yang bernilai tinggi. "Meski kafe ini mungkin tidak seperti dahulu, saya harus tetap menjaganya," katanya. Kafe El-Fishiwa kini memang tidak semenarik dulu. Pelataran depan kafe ini berebut dengan lorong sempit tempat orang lalu-lalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sejarah seolah mengabadikan kafe ini. Meskipun telah ada kafe bernama Naguib Mahfouz yang jauh lebih indah dan modern di dekatnya, Kafe El-Fishawi tetap terkenal sebagai kafenya Naguib Mahfouz. Tanyalah pada orang yang lalu lalang di lorong Pasar Khan Khalili, "Di mana kafe Naguib Mahfouz?" Niscaya semua orang akan mengantarkan Anda ke Kafe El-Fishawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kafe yang paling banyak memberikan ilham, ide dan alur cerita kepadaku adalah El-Fishawi," demikian pengakuan Naguib Mahfouz dalam buku Hara'iq Kalam fi Maqahi al-Qahirah. Bagi Mahfouz, ilham tidak datang dari bangunan kafe yang sudah dimakan usia. Kafe ini menumpahkan ide ke kepala Mahfouz melalui bibir mereka yang duduk ngobrol bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Naguib Mahfouz: Peraih Nobel yang "Gila" Kafe&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK ada sastrawan Mesir yang gila kafe melebihi Naguib Mahfouz. Kakek kelahiran 1911 di Abbasea, Kairo, ini menghabiskan hampir seluruh umurnya di kafe. Mulai kafe rakyat di tempat kelahirannya, Abbasea, Husein, hingga Kasino Kafe Kasr Nil dan Kafe Ali Baba di bundaran Tahrir. Seandainya Naguib tidak dimakan usia dan tidak ada fundamentalis yang mencoba membunuhnya, niscaya hingga kini ia masih kongko-kongko di kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mengalami upaya pembunuhan pada 1994, Naguib tidak lagi berani duduk di kafe-kafe tepi jalan. Dia pindah ke kafe-kafe hotel berbintang lima dan kapal pesiar di Sungai Nil. Kapal pesiar yang sering dikunjunginya adalah Farah Boat. Jika tak keluar rumah, sosok tua itu kini menghabiskan hari-harinya di sebuah kamar rumahnya yang diberi nama "kafe".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafe tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Naguib Mahfouz. Karya-karya terpentingnya seperti Qashr Syawq (Istana Rindu), al-Sakariyah, dan Bayna Qashrayn (Antara Dua Istana) lahir di kafe. Di Kafe Opera yang berornamen Eropa, Naguib memulai forum sastranya sejak tahun 1940, setiap Jumat, jam 10.00-13.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kritikus sastra Jamal al-Ghaythani, forum sastra tersebut banyak dihadiri sastrawan senior dan junior. Dari forum ini, kelak lahir generasi sastrawan Mesir angkatan 1960-an. Selepas diskusi di Kafe Opera, Naguib dan teman-temannya akan melanjutkan obrolan di salah satu kafe rakyat di Azbakia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1962, forum sastra Kafe Opera dilarang aparat keamanan. Dua tahun kemudian, Naguib memulai forum sastranya di Klub Qishshah, namun hanya bertahan beberapa minggu. Lalu pindah ke Kafe Sphinx di depan Bioskop Radio. Kafe ini kemudian berubah jadi toko sepatu. Naguib pun kemudian pindah ke Kafe Riche.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Magdi Abd Mullak, pemilik Kafe Riche, forum sastra Naguib bertahan selama 17 tahun. Tradisi Naguib ini dipertahankan sampai sekarang. Tiap hari Jumat jam 10 pagi, Magdi menggelar acara "sarapan sastra" bersama kalangan sastrawan, wartawan, dan penulis Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 17 tahun bersama Kafe Riche, Naguib terpaksa pindah Kafe Kasr Nil karena pemerintah menutup Riche setiap hari Jumat. Naguib terkenal sosok yang akrab, penuh humor, dan familiar. Setiap pengunjung kafe pasti mengenali tawa Naguib yang terbahak-bahak. Naguib menyediakan hari Kamis untuk bertemu teman-teman lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Haraiq al-Kalam fi Maqahi al-Qahirah (Kobaran Kata di Kafe-kafe Kairo), Naguib menulis pengakuannya tentang kehidupan kafe. "Selain Kafe Qasytamar, Arabi, dan El-Fishawi untuk menjumpai teman-teman lama, aku juga sering mengunjungi beberapa kafe lain, bertemu kalangan sastrawan dan intelektual," tulis Naguib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naguib sering duduk di Kafe Ummi Kultsum, bundaran Arabi. Di musim panas, ia berjalan kaki dari rumahnya menuju kafeteria Hotel Shahr Zad untuk minum teh dan membaca koran pagi. Naguib punya kesan berbeda antara kafe rakyat dan kafe Eropa. "Jika pergi ke kafe rakyat, kamu tidak butuh teman. Kamu akan banyak menemukan teman ngobrol," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada kafe lain, seperti kafe bergaya Eropa, Naguib berpesan, "Jika kamu pergi sendiri, maka kamu akan sendirian sepanjang waktu." Kafe-kafe di tengah kota Kairo, bagi Naguib, adalah tempat berjanji dan menunggu teman-temannya sebelum pergi ke bioskop dan teater. Ia pernah menulis skenario film yang disutradarai Salah Abu Saif di kafe Taryabon di Iskandariyah, serta menulis skenario film Raya wa Sikkina di Kafe Galemo Nobolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Novel-novel karyaku tidak bisa aku tulis kecuali di atas meja, baik di rumahku maupun di kantorku," tulis Naguib. "Tetapi aku sering mencari ide dan alur cerita novel sewaktu duduk-duduk di kafe, kemudian aku menulisnya sewaktu pulang." Kafe yang paling banyak memberinya ilham, ide, dan alur cerita karya-karyanya adalah Kafe El-Fishawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Adil Mohamed Atha Ilyas, penulis disertasi tentang karya Naguib, al-Lishsh wa al-kilâb (Pencuri dan Anjing-anjing), mengutip pernyataan Naguib bahwa universalitas (al-'âlamiyah) dimulai dari lokalitas (al-mahalliyah). Novel-novel Naguib semuanya bercerita tentang peristiwa dan tempat sekelilingnya. Kafe, bagi Naguib, menyajikan miniatur masyarakat sekitarnya karena di sanalah bertemu segala lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Samir Sarhan: Dari Kafe Indiana ke Universitas Indiana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROYEK buku murah Pemerintah Mesir dengan moto "Membaca untuk Semua Kalangan" tak lepas dari peran Dr. Samir Sarhan, Ketua Lembaga Umum Buku Mesir. Sastrawan Mesir ini berhasil memasyarakatkan buku dan tradisi membaca. Di tangan Samir pula, Pameran Buku Internasional Mesir diadakan tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1980-an, Samir menerbitkan biografinya berjudul, 'Ala Maqha al-Hayah (Di Kafe Kehidupan). Pilihan judul ini memiliki alasan tersendiri. Samir, sebagaimana Naguib Mahfouz, menghabiskan sebagian besar usianya di kafe-kafe. Pengenalannya pada dunia sastra dimulai dari Kafe Abdullah di bundaran Giza, tahun 1950-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, Kafe Abdullah menjadi ajang pertemuan para sastrawan dan kritikus sastra: Abd Kadir el-Kit, Lewis Iwadl, Anwar al-Ma'dawi, Salah Abd Sabur, Mahmud al-Sa'dani, dan lain-lain. Diam-diam, Samir yang baru berumur 16 tahun mengamati keasyikan mereka berdiskusi. Samir ingin sekali masuk komunitas itu dan berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Samir sadar ia belum punya satu karya pun. Namun, Samir terus menguping pembicaraan para sastrawan itu tentang sastra Arab dan Barat. Dalam banyak segi, Samir cukup paham karena banyak membaca sastra Arab dan Barat. Maka, tekad Samir untuk bergabung pun makin kuat. Samir mulai menulis cerita pendek dan menerjemahkan beberapa cerpen asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya pertama Samir diberi judul Tujuh Mulut. Setelah merasa cukup baik, Samir pergi ke Dar al-Fikr al-Arabi, penerbit ternama waktu itu. Pemilik Dar al-Fikir al-Arabi, Abd Munim, jelas tidak mau gegabah menerbitkan karya orang yang belum terkenal. Munim hanya mau menerbitkan bila karya Samir diberi pengantar kritikus sastra terkenal waktu itu, Anwar al-Ma'dawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samir bergegas ke Kafe Abdullah dan menyerahkan karyanya kepada Anwar al-Ma'dawi untuk dikaji dan diberi pengantar. Anwar terkejut. Pemuda yang sering dilihatnya memperhatikan pembicaraan sastrawan tersebut datang membawa karya. Anwar berjanji mempelajari naskah Samir dan akan memberi pengantar khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Anwar ditepati. Akhirnya, Tujuh Mulut diterbitkan Dar al-Fikir al-Arabi. Dengan terbitnya karya pertama tersebut, Samir merasa telah hidup seratus tahun! Sejak itu, Samir menjadi bagian komunitas sastrawan Kafe Abdullah. Setelah berkali-kali mengikuti diskusi, dia merasa masih bodoh. Itu membuatnya makin semangat membaca dan berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, komunitas Kafe Abdullah pindah ke Kafe Indiana di Dokki, tidak begitu jauh. Bedanya, Kafe Abdullah terletak di bundaran Giza yang dikelilingi masyarakat kelas bawah. Sedangkan Kafe Indiana dikepung masyarakat kelas menengah dan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Samir, perpindahan itu berarti perpindahan dunia. Perpindahan ide dan inspirasi. Masyarakat yang datang membawa permasalahan berbeda dari kafe satu dengan kafe lain. Letak kafe dan pengunjung kafe sangat menentukan kehidupan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa muda Samir berbeda dengan pemuda Mesir lain yang lebih menyukai tempat hiburan dan bioskop. Samir menghabiskan masa mudanya berdialog dengan para sastrawan dari kafe ke kafe. Setelah menamatkan S-1 jurusan sastra Inggris di Universitas Kairo, Samir pun mendapat beasiswa melanjutkan studi di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samir terkejut karena ditempatkan di Universitas Indiana, nama yang sangat familiar dengannya. Perpindahan hidup kembali dijalani Samir dari Kafe Indiana ke Universitas Indiana. Toh, kehidupan Samir di Amerika tidak berubah, banyak dihabiskan membaca buku di kafe-kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak kesan yang didapat kecuali dia bisa membaca buku sastra sebanyak-banyaknya. Setelah tamat, Samir kembali ke Mesir. Tempat yang dia kunjungi lebih dahulu adalah kafe-kafe yang pernah mempertemukannya dengan para sastrawan Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah Samir Sarhan mengawali kehidupannya seperti semula, berdiskusi, mencari ide dari kafe ke kafe. Kafe Abdullah di Giza, Kafe Indiana di Dokki, dan Kafe Riche di bundaran Tal'at Harb. Bagi Samir, kafe adalah kehidupan itu sendiri. Dari kafe dia merasa banyak belajar tentang kehidupan dan mendapatkan inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tulisan : Mohamad Guntur Romli (Kairo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : milis ikbal_alamien&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111757227708185586?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111757227708185586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111757227708185586&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111757227708185586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111757227708185586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/06/revolusi-itu-berangkat-dari-kedai-kopi.html' title='Revolusi Itu Berangkat Dari Kedai Kopi'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111749889717490429</id><published>2005-05-30T16:44:00.000-07:00</published><updated>2005-05-30T17:21:37.180-07:00</updated><title type='text'>Digoda lagi</title><content type='html'>Sa, kemaren sore saya digoda lagi lho sama anak kecil. Sampai detik ini saya masih bingung jika mengingat seringkali ada anak kecil yang suka ngeliatin, trus tersenyum bahkan tertawa melihat saya. Aneh ya ? saya saja gak habis pikir sampai sekarang, kok bisa ? apa wajah ini kayak badut kali ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren berulang lagi Sa. Bukan di angkot atau di pusat perbelanjaan tapi ini sedang mengendarai sepeda motor. Bayangkan, siapa yang bakal memperhatikan orang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan lebih kurang 50 km/jam apalagi dari dan tujuan arah yang sama. Tapi ya begitulah kenyataannya. Begitu jalan beberapa ratus meter melewati lampu merah di pertigaan Jln Gajayana, saya mengendarai sepeda "sedikit ngebut". Beberapa saat tiba-tiba dari sebelah kanan saya ada sepeda motor lain yang dikendarai oleh seorang bapak, dan 2 anaknya yang masih kecil boncengan di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang berada ditengah kira-kira berumur 4-7 tahun, gak kelihatan persis karena berada ditengah dan pake jilbab. Sedangkan yang dibelakang, sepertinya kakak yang ditengah sekitaran kelas 1 SD. Nah, disaat sepeda motor itu menyalip dan berada didepan saya. Di saat itulah saya sadar yang tengah menoleh kebelakang memutar kepala sekitar 120 derajat. Melihat saya, trus ketawa. Sepertinya sejak dari samping tadi dia sudah memperhatikan. Kemudian dia bilang sama kakaknya, entah apa yang dia katakan dan kakaknya ikutan menoleh ke arah saya. Kemudian mereka ketawa bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya saya kaget dong, apa ada yang salah dengan saya ? tapi seperti biasa kalo ada anak kecil yang memperhatikan seperti itu, senyum atau ketawa melihat saya. Saya reflek aja langsung senyum sambil gerakin alis. Tau gak akibatnya apa ? mereka malah tambah ketawa riang, trus juga mencoba menggerakan alis mata. Kalo mereka bales seperti itu, saya malah tambah banyak lagi sambil menggoda meraka dengan memainkan wajah. Namun sayang belum lagi mereka membalas, bapaknya mengendarai sepeda motor terlalu ngebut dan terpaksa harus berpisah dengan mereka karena saya juga harus belok kanan memasuki kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melambaikan tangan kiri sambil tersenyum melihat mereka jauh. Mereka berdua pun melambaikan tangan sejenak mereka tak kelihatan lagi karena kehalang oleh angkot dan mobil pribadi yang melewati jalan itu. Saya memasuki kawasan kampus, diperjalanan menjelang parkir saya tak habis pikir. Apa sih yang lucu dari saya ? atau mungkin ada sesuatu di wajah saya ? sambil terus jalan saya ngacac di spion kelihatannya tak ada yang ganjil atau aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ini karma kali ya Sa ? soalnya saya dulu sering kalo ada anak kecil memperhatikan  diem, serius (mungkin lagi berpikir "kok ada yang orang kayak gini" ya ?) walopun gak kenal atau baru ngeliat saya langsung godain. Saya pasang tampang agar dia bisa tersentum syukur-syukur ketawa. Dan kebanyakan memang berhasil. &lt;br /&gt;Nah sekarang saya dapat balasannya. Waktu di sepeda motor itu saya memang lagi memikirkan skripsi yang belum kelar-kelar. Eh tau nya digodain oleh anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, anak kecil ... balita, batita atau apa saja lah istilahnya mereka memang menghibur. Saya jadi kangen sama Ami yang centil, Yusuf yang matanya bulet idungnya mancung. Kapan ya saya digelitikin lagi sama Ami saat lagi baca buku, atau ditarik-tarik sama Yusuf ngajak jalan-jalan ? duh kangen ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111749889717490429?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111749889717490429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111749889717490429&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111749889717490429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111749889717490429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/digoda-lagi.html' title='Digoda lagi'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111749656932697213</id><published>2005-05-30T16:22:00.000-07:00</published><updated>2005-05-30T16:42:49.333-07:00</updated><title type='text'>tidak sombong, rendah hati, baik hati, suka menolong, dan ramah</title><content type='html'>Pernah tidak kita ngaku-ngaku "tidak sombong, rendah hati, baik hati, suka menolong, dan ramah ?" dalam pembicaraan sehari-hari tentunya dalam konteks bercanda saya rasa pernah. Tapi pengakuan dari tulisan yang baru saya baca itu sedikit mengusik perasaan saya. Tulisan itu bukan bermaksud bercanda, tetapi serius menggambarkan siapa dirinya. Yang jadi pertanyaan apa benar orang itu tidak sombong ? rendah hati ? baik hati ? suka menolong ? dan ramah ?. Apa yang ada dalam benak anda kalau pengakuan seperti itu bukan dari orang lain tetapi dari dirinya sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sombong, Jenis kesombongan ada dua, yaitu zahir dan batin. Kesombongan zahir adalah perbuatan yang lahir dari anggota badan. Sedangkan kesombongan batin adalah perangai di dalam jiwa. Namun, Said Hawwa, seorang ulama besar di Mesir, dalam bukunya ‘Mensucikan Jiwa’, berpendapat bahwa istilah kesombongan lebih tepat sebagai perangai batin, karena amal perbuatan merupakan hasil dari perangai tersebut. Bila perangainya nampak di dalam anggota badan disebut berlaku sombong (takabbur). Bila tidak nampak maka disebut sebagai kesombongan (kibr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalo sombong berangkat dari perangai bathin apa kita bisa menakar atau menganggap sudah bebas dari kesombongan ? Kesombongan biasanya disebabkan karena orang menganggap dirinya besar. Anggapan ini didasarkan pada keyakinan akan kesempurnaan diri sendiri. Menurut Said Hawwa, setidaknya ada tujuh hal yang seringkali menjadi penyebab kesombongan, yaitu karena ilmu pengetahuan, amal dan ibadah, nasab keturunan, kecantikan, harta kekayaan, kekuatan dan keperkasaan, adanya pengikut atau pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah beranggapan diri ini "tidak sombong, rendah hati, baik hati, suka menolong, dan ramah ?" bukan kah itu sudah sama saja merasa baik dari orang lain ? atau boleh diistilahkan dengan ujub. Sedangkan sombong itu berpangkal pada ujub. Hati yang ujub tinggal selangkah menjadi sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ujub lahir kesombongan dan dari kesombongan lahir banyak keburukan yang nyata. Ujub adalah kekaguman seseorang terhadap dirinya sendiri. Misalnya, ujub terhadap ibadah yang telah dilakukannya, ujub terhadap usaha yang sudah diupayakan, dan hal lain yang terkait dengan kebanggaan terhadap apa yang telah dilakukan dirinya sendiri. Karenanya Ujub tidak menuntut adanya orang yang diujubi. Bila hanya ada satu orang saja di dunia ini. Ujub tetap mungkin muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, masih beranikah kita berucap "tidak sombong, rendah hati, baik hati, suka menolong, dan ramah" dengan nada serius ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam Bishowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111749656932697213?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111749656932697213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111749656932697213&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111749656932697213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111749656932697213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/tidak-sombong-rendah-hati-baik-hati.html' title='tidak sombong, rendah hati, baik hati, suka menolong, dan ramah'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111736526016690074</id><published>2005-05-29T14:53:00.000-07:00</published><updated>2005-05-29T21:47:02.816-07:00</updated><title type='text'>Ah, Friendster ... ( lagi-lagi berbicara tentang FS )</title><content type='html'>Tak ayal lagi yang namanya Friendster sekarang udah jadi tempat mejeng. Baik itu lelaki, perempuan, pria, wanita bahkan ikhwan dan akhwat pun gak ketinggalan untuk pasang tampang di situs pertemanan yang sudah mencapai 17 juta pengguna itu. Sepertinya friendster sudah menjadi sebuah gaya hidup. Tak lengkap rasanya kalo obrolan satu hari tanpa kata-kata "add gua", "Invite ya", "Kasih testi dong", "FS lu apaan ?". Dan banyak lagi yang membuat orang buru-buru ke internet cuma sekedar cek Friendster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perkembangan yang cukup mengejutkan memang. Orang yang tak kenal sama sekali dengan internet explorer, sekarang udah jago bahkan tau kalo setting proxy ie belum kepasang. Seumur-umur tidak pernah dengar yang namanya Adobe Photoshop, sekarang sudah jago &lt;i&gt;"nge-crop"&lt;/i&gt; foto agar tampak lebih yahud. Kasih efek sana sini agar keliatan canggih. Sungguh perubahan yang sangat drastis sekali. Kalopun tak mampu berphotoshop, tentunya teman sejawat dapat orderan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas figura foto yang ada pada friendster jadilah sebuah galeri tempat aktualisasi diri. Berbagai macam pose dan gaya yang berbeda ada disana dan siapa saja bisa menikmatinya. Terlepas itu foto diri sendiri atau bukan, yang penting bisa nampang. Akibatnya ? foto box di mall-mall menjadi tempat antrian bak rumah bersalin. Webcam di warnet jadi sasaran untuk ambil gambar segera dan seadanya. Bahkan kamera digitalpun laris manis, karena tak puas dari fotobox yang hanya dua kali jepret atau webcam yang terkadang buram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin scan foto tidak terlalu laku karena hasilnya kabur berhubung foto udah uzur. Namun masih banyak juga yang menyematkan hasil scanan karena tak mampu beli kamera digital atau memang foto paling terbagus cuma satu dan itu pun dalam bentuk lembaran.&lt;br /&gt;Apapun itu yang dipajang, jadilah fasilitas foto di Friendster menjadi album pribadi kebanggaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, friendster memang tempat ajang nampang gratis dan itulah yang membuat dia laris. Namun sayang terkadang fasilitas itu tanpa disadari membuat kita terjebak dalam lingkaran kecanduan. Sepertinya ada yang kurang kalau satu hari tidak login ke FS ( friendster - red ). Begitu senangnya menerima testimonial yang notabenenya adalah pujian-pujian yang terkadang terkesan dipaksakan. Bahkan meminta kepada orang lain dengan sedikit "memaksa" untuk menulis testimonial tentang dirinya, dan itu sama saja dengan berkata "pujilah saya !" bukan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menulis testimonial tentunya tidak enak juga kalau "pujiannya" agak menyudutkan, mengkritik dan semacamnya tetapi ditulis sedikit lebih bagus pun tidak pantas karena tidak begitu adanya. Terjadilah polesan-polesan, dan jangan heran kalau testimonial itu berubah menjadi tempat menarok slogan-slogan yang tak perlu yang ditulis dengan teks yang disusun berbentuk gambar seperti "cool", "cute", "happy" dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulletin Board, ah ini dia. Sepanjang mata saya melihat bulletin board sering beralih fungsi. Semestinya kan menjadi tempat untuk berbagi informasi, namun gak jarang kalo bulletin board dijadikan tempat untuk unjuk gigi. Seperti contoh, pertanyaan yang dibikin sendiri kemudian dijawab sendiri. Siapa yang bakal peduli dengan pertanyaan : "Hari ini kamu bangun jam berapa ?" kemudian dijawab "9 pagi". Yang jadi pertanyaan bagi saya, ini apa sih indikasinya ? gak mutu banget !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin sambung menyambung kata dari user A trus B kemudian C yang akhirnya menciptakan sebuah alur cerita yang mengalir dengan ujung pangkal permasalahan yang tak jelas. Dan yang paling basi adalah surat berantai yang dikirim ke sekian orang maka harapan terkabul, atau berita bohong yang kalau tidak dikirim kesekian orang membuat user FS nya hilang ... ah sungguh menunjukkan betapa bodohnya si pengirim pesan tersebut. Tau gak apa akibatnya dengan hal-hal bodoh seperti itu, inbox message dipenuhi subjek "FWD Penting !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak fenomena-fenomena yang tak jelas, namun walopun demikian FS sudah banyak memberikan konstribusi dalam hubungan silaturohim. Hubungan saudara yang sempat terputus sekian lamanya karena kehilangan kontak bisa tersambung kembali setelah bertemu di FS. FS pun menjadi lahan dakwah baru bagi para aktifis, dengan mengirimkan tulisan-tulisan dari pikiran sendiri ataupun kopian dan terasa lebih sedikit mengena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya kesemuanya itu dikembalikan lagi pada sang pengguna, karena pengguna adalah raja dari apa yang dia pakai. Mau difungsikan sebagai apa fasilitas itu ? anda dibalik layar monitor lah yang punya jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# dedicate for my bro &amp; sis yang suka mejengin foto di FS.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111736526016690074?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111736526016690074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111736526016690074&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111736526016690074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111736526016690074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/ah-friendster-lagi-lagi-berbicara.html' title='Ah, Friendster ... ( lagi-lagi berbicara tentang FS )'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111730985718080914</id><published>2005-05-28T11:29:00.000-07:00</published><updated>2005-05-28T12:50:57.186-07:00</updated><title type='text'>So, berjilbablah ...</title><content type='html'>Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab ? jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau ? di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas "Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh "Dada menantang !". Astaghfirullah... kemana lagi  mata ini harus memandang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah ! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih ... dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki ? yaitunya : anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan ? Saya yakin anda menjawabnya "lelaki" bukan ? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes kemana ? Apakah saya  harus menikmatinya ... ? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimanan nanti saya mempertanggungjawabkan nanti ? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala telah berfirman : &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakr Al-Jazairi mengenai ayat diatas berkata : &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hendaknyalah mereka menahan pandangannya sehingga tidak melihat kepada wanita yang tidak halal baginya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Larangan ini juga berlaku bagi wanita yaitu haram memandang laki-laki yang tidak halal baginya. Pada ayat ini Allah memulai perintah-Nya dengan menahan pandangan sebelum perintah menjaga kemaluan, karena pandangan itu petunjuk bagi hati, sebagaimana demam yang tinggi petunjuk bagi kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim telah menuturkan bahwa secara umum segala kejadian yang menimpa manusia bersumber dari pandangan, karena pandangan itu melahirkan bahaya, kemudian bahaya itu melahirkan pikiran, pikiran melahirkan syahwat, kemudian syahwat itu melahirkan keinginan, kemudian semakin kuat dan terjadilah perbuatan dan pasti tidak akan ada penahan yang dapat membendungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan ? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, canti, mempersona dan tentunya sejuk dimata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111730985718080914?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111730985718080914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111730985718080914&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111730985718080914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111730985718080914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/so-berjilbablah.html' title='So, berjilbablah ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111729733185376423</id><published>2005-05-28T07:43:00.000-07:00</published><updated>2005-05-28T11:28:48.446-07:00</updated><title type='text'>Klik !</title><content type='html'>"Hallo" &lt;i&gt;suara dari sini &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo, assalamualaikum ?!" &lt;i&gt;seberang menjawab&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa'alaikumussalam Warohmatullohi Wabarakatuh, afwan mengganggu ... cuma mau konfirmasi". &lt;i&gt;terburu-buru&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ya, gak papa". &lt;i&gt;senyum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana ? sudah dijawab ?". &lt;i&gt;penuh harap&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, sudah ana jawab". &lt;i&gt;senyum lagi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jawabnya gimana ? Kayak yang kita bahas kemaren ?". &lt;i&gt;masih blom yakin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya ..." &lt;i&gt;ada sedikit intonasi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillahh, pake alasan ga ?". &lt;i&gt;lega tak terkira&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ga, tapi jadi gak enak nih da ..." &lt;i&gt;sedikit menyesal&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ga enak kenapa ?". &lt;i&gt;penasaran&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak enak aja sama uni itu". &lt;i&gt;nada sedikit takut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, gak papa ... paling uni tuh juga ngerti kok". &lt;i&gt;menenangkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mudah-mudahan ya da ya". &lt;i&gt;berharap tidak apa-apa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah ?". &lt;i&gt;takut kelamaan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mm... gimana ya". &lt;i&gt;berat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"udah ? masih ada lagi ?". &lt;i&gt;bertanya padahal berharap lama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..." &lt;i&gt;sedikit mendesah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagi ngapain barusan ?" &lt;i&gt;biar tidak vakum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"abis makan". &lt;i&gt;tersenyum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"o.. ok deh, makasih ya udah jawab tidak. Alhamdulillah ... afwan, udahan dulu ya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya deh..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baik-baik ya disini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, makasih ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wassalamualaikum Wr Wb". &lt;i&gt;lega&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa'alaikumussalam Wr Wb". &lt;i&gt;lega, senang atau malah gundah ?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111729733185376423?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111729733185376423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111729733185376423&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111729733185376423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111729733185376423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/klik.html' title='Klik !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111713308494187464</id><published>2005-05-26T11:10:00.000-07:00</published><updated>2005-05-26T11:56:14.916-07:00</updated><title type='text'>Kolombia Aja Melarang Gosip</title><content type='html'>Tambah lagi satu negara ( tepatnya salah satu kota dari negara tersebut ) yang bukan mayoritas muslim menjalankan apa yang disyariatkan Allah dalam (QS 49:12) yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Orang yang suka menggibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah atau gosip merupakan sesuatu yang dilarang agama. “Apakah ghibah itu?” Tanya seorang sahabat pada Rasulullah SAW. “Ghibah adalah memberitahu kejelekan orang lain!” jawab Rasul. “Kalau keadaaannya memang benar?” Tanya sahabat lagi. “ Jika benar itulah ghibah, jika tidak benar itulah dusta!” tegas Rasulullah. Percakapan tersebut diambil dari HR Abu Hurairah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tau kah anda negara mana yang melarang warganya untuk bergosip ? ya itulah dia Kolombia. WaliKota Icononzo, Ignacio Jimenez, memberlakukan larangan bergosip atau bergunjing bagi warganya. Seseorang yang ketahuan bergunjing dijatuhi hukuman berupa denda hingga hukuman penjara selama empat tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya sih rada tidak percaya apa yang saya lihat dan perhatikan di berita tengah malam di TV swasta. Ah, masa sih ? ternyata memang benar adanya demikian. Salah satu kota di Kolombia sudah memberlakukan peraturan tersebut dengan alasan, gosip telah menyebabkan kondisi keamanan tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, ada warga yang mati terbunuh gara-gara menggosipkan seseorang terlibat dalam gerakan revolusioner di wilayah tersebut. Selain itu delapan orang di penjara gara-gara digosipkan sebagai anggota yang sama. Dan banyak kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil karena alasan di gosipkan yang tidak benar. Daerah tersebut memang sangat rawan akan konflik, sedikit saja berita tersebar perang langsung berkobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba kita berkaca ke Indonesia, negara yang mayoritas masyarakatnya muslim ini, silahkan di survei pada semua warga yang punya televisi, sangat doyan atau paling tidak tau dengan acara seputar "gosip" dengan berbagai judul ditayangkan di TV swasta. Apalagi ibu-ibu dan remaja putri, mereka tidak akan melewatkan begitu saja acara yang mengumbar gosip tersebut. Apalagi gosip tentang selebritis, wah itu laris manis bak kacang goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 1/2 4 dini hari saja anda sudah disodori acara gosip bukan ? sampai subuh nanti ... berbagai macam gosip sudah siap saji. Selesai subuh, ada lagi acara gosip yang siap anda santap. Siang jam 9, 10, 11, 12 ? gosip lagi. jam 12, 13, 14 ya itu mungkin berita aktual yang membuat anda untuk istirahat sebentar melemaskan mata untuk persiapan acara gosip jam 15, 16 sore hari. Jam 17 sampe malamnya disediakan jam khusus buat anda menggosip di komplek perumahan anda. Dan setelah itu anda tentunya butuh istirahat malam juga setelah puas bergosip seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, begitulah siklus rutin yang tanpa disadari kita jalani. Tiada hari tanpa gosip. Gosip akan berhenti kalo mata terpejam. Selain gosip dari TV kita juga sering kali melihat atau mendengar bahkan pelaku menggosip. Pada saat berbelanja mengelilingi gerobak tukang sayur, menyuapi anak di halaman, pada acara arisan atau kumpulan ibu-ibu. Menggibah/menggosip kadang mendapat pembenaran dengan dalih, “Ini fakta, untuk diambil pelajarannya!”. Padahal di balik itu kurang lebih mungkin lebh banyak faktor ghibahnya daripada pelajarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik semua itu pernahkah kita tau Allah Robbi Izzati mengibaratkan orang yang suka menggibah dengan perumpamaan yang sangat buruk untuk menjelaskan kepada manusia, betapa buruknya tindakan ghibah/gosip. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Abdullah ra. Meriwayatkan “ Ketika kami bersama Rasulullah SAW. Tiba-tiba tercium bau busuk yang menyengat seperti bau bangkai maka Rasul pun bersabda, “Tahukah kalian, bau apakah ini? Inilah bau dari orang-orang yang meng-ghibah orang lain”. (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain dikisahkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Pada malam Isra’ mi’raj, aku melewati suatu kaum yang berkuku tajam yang terbuat dari tembaga. Mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka sendiri. Lalu aku bertanya pada Jibril” Siapa mereka?” Jibril menjawab, “Mereka itu suka memakan daging manusia, suka membicarakan dan menjelekkan orang lain, mereka inilah orang-orang yang gemar akan ghibah!” (dari Abu Daud yang berasal dari Anas bin Malik ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah orang cenderung suka mengghibah, bahkan terkesan menikmati kebiasaan seperti ini? Menurut seorang pengasuh konsultasi keluarga pada sebuah media cetak, mengatakan rahasia mengapa rubriknya tetap disukai pembaca selama puluhan tahun. Katanya, pada diri manusia itu cenderung terdapat sifat suka menggunjingkan orang lain. Orang cenderung ingin tahu masalah yang terjadi pada orang lain. Dengan demikian ia akan merasa beruntung tidak seperti orang lain atau tidak dirinya saja yang menderita. Karena umumnya surat yang datang untuk berkonsultasi adalah mereka yang memiliki masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian kebanyakan sifat dari manusia, tentunya kita harus sering melakukan istighfar. Syaitan dengan mudahnya mempengaruhi kebanyakan hati kita sehingga mungkin kita tengah menumpuk dosa akibat pergunjingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang mempunyai harga diri yang harus dihormati. Membuat malu seseorang adalah perbuatan dosa. “Tiada seseorang yang menutupi cacat seseorang di dunia, melainkan kelak di hari kiamat Allah pasti akan menutupi cacatnya” (HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada negara yang menjalankan pelarangan ghibah/gossip tadi, apakah kita tidak merasa malu dengan apa yang mereka berlakukan. Padahal negara tersebut sangat minim sekali dengan umat islam. Tetapi mereka mengambil aturan dari Ayat suci Al-Qur'an dan sistem Islam. Sedangkan kita ? mayoritas penduduk umat Islam dengan jumlah lebih 200 juta jiwa. Malah doyan dengan hal yang jelas-jelas dilarang oleh agama Islam, astaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam Bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# referensi :&lt;br /&gt;- Liputan 6 Malam SCTV &lt;br /&gt;berita lengkapnya klik &lt;a href="http://www.liputan6.com/fullnews/102314.html" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- Agus-haris.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111713308494187464?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111713308494187464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111713308494187464&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111713308494187464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111713308494187464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/kolombia-aja-melarang-gosip.html' title='Kolombia Aja Melarang Gosip'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111711980964366118</id><published>2005-05-26T07:34:00.000-07:00</published><updated>2005-05-26T08:03:29.680-07:00</updated><title type='text'>mmm ... tapi gak janji sih ...</title><content type='html'>Kamu tau kan Sa, kalo semua pergulatan antara ketakutan, kekhawatiran dan harapan itu berujung pada pesan singkat : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ass, ana juga berharap seperti yang antum harapkan, semoga 4JJI berkenan.Jazakallah, DONT REPLY!".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih, ketawa, ceria, murung campur aduk jadi satu. Bukan masalah DONT REPLY nya tetapi 8 tahun ! bayangin ... 8 tahun Sa. 8 Tahun saya baru tau pasti kalo semuanya ternyata ... ah ! Sa, ternyata betapa bodohnya diri ini ya ? Saya pun tak bisa mengerti pasti apa skenario dari Allah Azza Wajalla selanjutnya. Yang jelas, yang kemaren itu membuat saya kalang kabut gak karu-karuan. 110 ribu rupiah pun rela, dengan alasan ini adalah masalah yang sangat urgent ! memang saya tak peduli lagi, kalo sempat jawabannya diterima dan lanjut. Saya pun siap-siap untuk maju ! saya tak peduli lagi dengan skripsi, tak peduli lagi dengan kerjaan. Yang ada dalam pikiran saya cuma satu "Saya diproses !" itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya masih punya dua sahabat yang selalu melarut dalam suka dan duka. Walopun dalam kondisi full presure sesaat setelah menerima pesan itu, mereka tidak ada di tempat. Tapi kemaren setelah kita berkumpul lagi, mereka melemparkan beberapa alternatif yang membuat saya harus berpikir kembali dan sebisanya menyusun strategi yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada saat setelah aku membaca buku itu sa saya merasa siap bahkan sangat siap malah. Tapi, dihadapkan pada kenyataan sebenarnya dan dipikirkan lebih lanjut lagi banyak pihak yang terkait dengan itu semua. Dan saya harus, mau tak mau ... mempelajari peta nya kembali. Agar strategi jitu, dan rencana bisa berjalan dari rencana A/B/C dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga apa yang dibilang oleh sahabat saya :&lt;br /&gt;"Antum tidak bisa mengambil keputusan dalam keadaan emosi masih labil, untuk yang satu ini antum harus berada dalam posisi 0".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah belum lagi Engkau alihkan jalan itu, ketakutanku sudah memuncak. Baru saja Engkau kasih tau, aku sudah bertekuk lutut. Engkau mengujiku dengan segelintir saja aku sudah merasa lelah. Astaghfirullah ... seperti inikah cinta yang aku punya padaMu ya Robb ... ampun ya Robbi ! tunjuki jalan dimana disana aku bisa meniti hati yang ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sa, jangan sampe lupa ya dengan "mmm ... tapi gak janji sih ... " (tersenyumlah)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111711980964366118?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111711980964366118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111711980964366118&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111711980964366118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111711980964366118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/mmm-tapi-gak-janji-sih.html' title='mmm ... tapi gak janji sih ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111712200689199427</id><published>2005-05-25T08:05:00.000-07:00</published><updated>2005-05-26T08:40:06.896-07:00</updated><title type='text'>SMS tuh bikin masalah !</title><content type='html'>Siapa bilang kalo SMS gak bikin masalah ? tuh buktinya salah seorang sahabat saya harus berurusan lebih panjang dan lebih lama cuma gara-gara sms. Ngabisin waktu, biaya, dan jelas pikiran, perasaan plus tenaga. Datang sms satu aja, mo jawab lamanya minta ampun. Pake ditulis dulu di buku trus dibaca bolak balik, cari referensi rujukan baru diketik lagi. Selesai diketik dibaca lagi berulang-ulang baru dikirim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang kalo kita sih sepele-sepele aja, tetapi beda lagi kalo urusannya udah masalah yang satu itu, ugh ! saya aja yang dengerin udah dibikin pusing apa lagi dia yang lakoni. Kenapa mesti ditulis, kenapa mesti dicari rujukan referensi, kenapa mesti dibaca ulang-ulang. Jawabannya cuma satu ! gak pengen salah jawab. Udah kayak gitu aja sering juga salahnya. Makanya saya bilang SMS tuh juga bikin masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalo pulsa abis, mo pinjem sungkan. Mo beli pulsa kantong tipis. Trus mo diapain itu SMS yang masuk barusan ? dianggurin ? silahkan, tapi ... tunggu aja SMS beruntun yang bikin dada panas, kuping memerah, nafas sesak, mata melotot ! padahal kalo yang seberang tau disini kehabisan pulsa tentunya gak perlu lah kasih SMS kayak ngeluarin peluru M16 dari moncongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti saya gak pernah, satu setengah tahun yang lalu saya sendiri juga pernah jadi bulan-bulanan SMS. Dijawab satu datangnya dua, enggak dijawab datangnya malah lima ... nah lho. Dari pada saya kena penyakit akut SMS, akhirnya peredaran no hp saya cabut. Kalo mo menghubungi silahkan lewat telpon kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai pelaku yang sering kirim sms beruntun kayak senapan mesin setelah beberapa sms gak dijawab kayaknya kurang menyadari bahwa diseberang sana, ternyata kita merepotkan orang yang kita sms-i. Gimana tidak, satu kali sms dia harus menghabiskan waktu lebih kurang 10 menit ( dalam keadaan normal untuk membaca dan membalas ) bahkan bisa 20 menit kalo itu dia cari referensi dan sangat berhati-hati dalam menulis pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tidak menyadari bahwa kalo sms kita terkadang mengganggu orang-orang yang mungkin sedang silaturohim. Mungkin mereka sedang bercerita dengan teman yang sudah lama tak jumpa. Namun cerita yang hangat tadi tiba-tiba terhenti gara-gara membalas sms kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita sadari kalo kita memaksa orang yang kita SMS-i untuk mengeluarkan biaya yang lumayan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang gak jelas dan gak mutu dari kita ? Memang kadang kala kita gak butuh jawaban, tapi sungkan itu yang bikin gak tahan. Nah, bukankah ini kita menjadi pendorong untuk pemborosan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok bagi anda yang pernah menerima sms nyasar, atau mungkin disasar-sasarkan alias bikin penasaran apakah gak jadi kepikiran ? Coba bayangkan anda seorang programer yang sedang menyelesaikan program terakhir tiba-tiba ada sms kemudian konsentrasi anda terganggu dengan adanya sms yang harus dibales gak satu dua kali. Kemudian anda kembali ke program anda dan anda harus nge-trace lagi dari awal yang membutuhkan waktu sekian jam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda sedang sholat, tiba-tiba hp anda berbunyi pertanda sms datang. Apakah anda bisa menjamin kalo pikiran dan konsentrasi anda masih pada sisa rakaat yang semestinya anda lakoni ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah begitulah konsekwensinya kalo punya HP, ga bisa diam barang sedikitpun. Kadang pas lagi tidur juga terbangun gara-gara sms gelap tengah malam. Ah, emang dah sms bikin masalah ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau caranya biar sms gak bikin masalah ? Bagi anda pengirim sms, dimohon mengirimkan sms yang perlu-perlu saja. Sayang juga pulsa anda dihabiskan hanya untuk hal yang sepele.&lt;br /&gt;Bagi anda penerima sms cukup tekan switch off pada hp anda, dan anda akan tenang melakukan apa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# dedicate for my bro&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111712200689199427?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111712200689199427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111712200689199427&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111712200689199427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111712200689199427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/sms-tuh-bikin-masalah.html' title='SMS tuh bikin masalah !'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111714115842492925</id><published>2005-05-23T13:38:00.000-07:00</published><updated>2005-05-26T13:59:18.430-07:00</updated><title type='text'>Di - buku - kan</title><content type='html'>Saya punya niat suatu saat saya akan bikin sebuah buku yang berisi semua tulisan yang ada di halaman lusuh ini. Entah itu kapan, yang jelas saya ingin semua yang tertera disini berupa hardcopy dalam bentuk lembaran yang sudah dijilid dengan rapi. Bukan softcopy kapan dan dimana saja - kalau ada internet - bisa dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya buku-buku yang sering menjadi teman menjelang tidur, dan barang yang paling sering saya dekap disaat mendengkur. Saya juga pengen semua tulisan tersusun rapi. Mungkin ada sedikit perbaikan pada penulisan namun tidak akan mengubah isi setiap episode. Desainnya sudah saya rancang sedikit demi sedikit, walopun itu masih dalam batok kepala. Seperti apa tampilannya nanti, belum bisa saya gambarkan detail. Tapi singkatnya tampilannya sederhana saja, enak dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak berniat untuk mengkomersilkannya kok, ah ! kayak tulisan bermutu aja pake komersil segala. Padahal cuma celoteh-celoteh biasa yang dikumpulkan dan dijilid jadi satu. Saya pengennya cuma berupa buku hasil copian bukan dari percetakan. Mungkin nanti hanya berapa eksemplar saja. Kenapa ? karena saya pengen mengkoleksi apa yang pernah saya tulis, yang nantinya bisa saya baca kalau-kalau saya tak lagi berhubungan mesra dengan jaringan internet dan dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira akan menghabiskan berapa halaman ya ? duh, semakin tak sabar saja untuk mewujudkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sa, kalau nanti kamu baca buku itu. Tolong jangan ceritakan isinya sama bunda ya, aku gak mau melihat beliau menangis lagi. beliau tau kalau aku suka menulis, dulu membaca tulisanku di diari coklat itu saja, beliau meneteskan air mata sambil memelukku. Dan berulang kali berucap maaf. Aku tak mau itu terulang lagi Sa, janji ya ?&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111714115842492925?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111714115842492925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111714115842492925&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111714115842492925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111714115842492925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/di-buku-kan.html' title='Di - buku - kan'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111821227318145135</id><published>2005-05-21T10:00:00.000-07:00</published><updated>2005-06-07T23:31:13.186-07:00</updated><title type='text'>Selamat Milad yah ...</title><content type='html'>Jazakumullah khairan katsiron atas ajakanmu untuk meniti jalan dakwah ini ... tiga patah kata "jadilah seorang ikhwah" telah membawaku pada nikmatnya hidayah yang takkan pernah kulupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sedemikian ... izinkan aku untuk memberi. Walaupun aku tak tau apa  yang semestinya ku beri, dan apa yang aku beri takkan pernah bisa mencukupi ucapan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik semua itu aku juga inginkan ridho Illahi. Bukankah Allah Azza Wa Jalla ridho dengan orang yang suka memberi ? Dan dengan memberi akan membuat hidup ini menjadi sungguh indah bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Milad yah ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111821227318145135?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111821227318145135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111821227318145135&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111821227318145135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111821227318145135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/selamat-milad-yah.html' title='Selamat Milad yah ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111663026508364434</id><published>2005-05-20T15:18:00.000-07:00</published><updated>2005-05-20T16:05:51.386-07:00</updated><title type='text'>Cukup Dengan Duduk dan Diam</title><content type='html'>Ternyata ada juga yang singgah setiap hari, padahal belum pernah digembar-gemborkan kesana kemari. Karena ini memang bukan untuk barang promosi. Mereka yang cuma datang ... kadang ada yang clingak-clinguk sebentar kemudian pergi lagi. Ada juga yang kesasar, entah itu disengaja ( ah mana ada ya kesasar yang disengaja ? ) untuk berkunjung. Tapi aku sendiri sering perhatikan, belakangan ini ada yang rajin datang setiap hari. Entah itu ada yang disajikan atau tidak, tapi ya ... setiap hari tetap saja setia. Kadang membolak-balik sekian lama atau cuma singgah beberapa kilasan mata saja kemudian beberapa waktu berlalu datang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengasyikkan juga memperhatikan siapa saja yang singgah, hinggap bahkan kesasar di ruang yang sempat diberi nama "lembaran lusuh tak bertuan" ini. Tak bertuan gimana ? ya, karena identitas sang empunya tak pernah ada. Walopun sajian profil ataupun dalam cerita. Sekalipun dalam cerita ada beberapa kata yang menunjukkan si empunya tapi bukan berarti siapa saja yang membaca bisa menebak siapa dia. Berkaca pada motto yang diangkat, cukuplah yang datang menikmati saja. Apa-apa yang baik, monggo di persilo untuk dibawa pulang. Apa-apa yang jelek, silahkan dibuang di tong sampah sebelah kiri meja. Kalo tidak ada, hm ... jangan dipaksakan untuk ada. Cukup biarkan saja, dan tak usah pula berteriak. Karena akan mengganggu orang disebelah yang sibuk mengelus mouse dan memencet keyboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pernah sih, berkunjung ke tempat yang lain sambil mengusung alamat ini. Just say hello kemudian titip promosi atau titip alamat, agar mereka yang baca menyempatkan diri untuk klik beberapa detik. Dan disini semua fasilitas dilengkapi, mulai dari layanan pesan singkat, komentar, bahkan seabrek link juga sempat ditempel. Tapi, kebanyakan yang berkunjung sama halnya apa yang pernah saya lakukan sebelumnya. Cuma sekedar say : "Hai, blognya bagus" sambil menitipkan alamat yang dia bawa. Promosi dengan menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, mungkin itu menjadi cemeti semangat untuk terus berkarya dengan kata-kata. Tapi beda mungkin dengan siapa yang dibalik lembaran lusuh ini. Dulu memang, suka bersuara di tempat perkunjungan yang lain. Tapi sekarang sepertinya  cuma singgah, baca, ambil hikmah ... tak meninggalkan jejak. Keinginan bebas bersuara dengan tulisan tanpa harapan-harapan menghitung siapa saja yang datang akhirnya menyisakan satu layanan saja yaitunya komentar. Dan itupun akhir-akhir ini ingin menghapusnya. Suatu saat mungkin saja dihilangkan, karena tidak ingin alur cerita dipengaruhi oleh komentar-komentar. Komentar bukanlah suatu yang wajib bukan ? karena lembaran lusuh tak bertuan sebagai catatan sebuah pelayaran ini cukup ... "Dengan Duduk dan Diam Nikmati Saja Apa yang Ada dan Jangan Banyak Bicara".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111663026508364434?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111663026508364434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111663026508364434&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111663026508364434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111663026508364434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/cukup-dengan-duduk-dan-diam.html' title='Cukup Dengan Duduk dan Diam'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111654145900086331</id><published>2005-05-19T15:18:00.000-07:00</published><updated>2005-05-19T17:49:02.096-07:00</updated><title type='text'>Hari Ini Aku Senang</title><content type='html'>Sa, hari ini aku senang ... senang sekali ! Alhamdulillaahh ... !&lt;br /&gt;Ya ... Allah, betapa aku mencintaimu ! I LOVE U GOD ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*jingkrak-jingkrak kayak suku indian mo perang*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... dan tiba-tiba &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hoiiii liqo' woi... liqo'..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ops, 1/2 6 sudah bergeser di hari ini. Ah, aku penuhi dulu kangen ini dengan saudara-saudaraku yang sudah membawa setumpuk hafalan. aku ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111654145900086331?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111654145900086331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111654145900086331&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111654145900086331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111654145900086331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/hari-ini-aku-senang.html' title='Hari Ini Aku Senang'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111655171555921778</id><published>2005-05-18T15:49:00.000-07:00</published><updated>2005-05-19T18:15:15.566-07:00</updated><title type='text'>Aku Merasakan Itu Semua</title><content type='html'>Betapa aku merindukan kita berkumpul melingkar dengan wajah-wajah yang segar. Masih berasa tersisa beberapa tetes air wudhu menjelang subuh tadi di sela-sela rambut yang tumbuh di dagu. Ya, aku merindukan itu saat ini. Saat dimana kita ber - tilawah - ria, mengeja ayat-ayat Nya dengan suara yang sedikit terbata-bata. Karena kita selalu menyisakan sedikit grogi jika membaca Al Qur'an didepan saudara seiman, entah kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saudaraku ... sungguh rindu ini tak bisa ku ungkapkan lagi. Melihat senyum itu hadir dalam lingkaran orang-orang yang berusaha mencari ridho Nya. Lebih satu minggu kita tak bertemu, duh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana kabar antum ustadz ? masihkah baju koko dilapisi dengan jaket warna coklat itu yang bakal engkau pakai. Halo akh "Y" antum memang penghafal handal ! gimana bawa stok berapa untuk minggu ini ? bagi-bagi tips nya dong. Hei akh "YN" ! wah antum semakin hari membuat bibir ana menari, email antum kemaren bikin ana sedikit geli, gimana proyek tiga setengah juz nya ? lancar ... moga-moga ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar akh "W" ? 4 minggu ane gak ngeliat senyum antum, katanya lagi tugas keluar kota ya ?. Nah ini dia, akh "WW" ... peluk ane dong ! antum memang manusia berjiwa muda, gimana ... sehat kan ? udah lah antum gak bercandapun sudah membuat an tersenyum terpingkal-pingkal (kayak apa ya ?) hehehe. Woo... wooo khaifa haluk ya akhi "A", katanya kemaren jadi tim sukses di fakultas **** ya ? gimana ... jelas sukses sekali kayaknya ya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dor ! akh "An" ane tau antum pasti menyimpan sesuatu buat ane, hayo ceritain deh. Bagi-bagi juga dong buat temen yang lain. Gimana, minggu kemaren ane gak ngeliat antum kemana ? Hellow akh "T", wah-wah antum memang top ! udahlah pokoknya antum memang top. Btw, yang rajin ya kencan mingguannya. biar ane juga gak kangen saman antum kelamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rindu... rindu ... yang tak terperi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sa, pernahkah kamu disiksa rindu seperti itu ? berkumpul dengan mereka karena Allah azza wajalla ? pernahkah kamu mencintai mereka seperti dirimu sendiri dan karena Allah Rabbil Izzati ? pernahkah kamu merasa takut kehilangan salah satu diantara mereka ? &lt;br /&gt;Aku merasakan itu semua sekarang ini sa ! aku merasakan !&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111655171555921778?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111655171555921778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111655171555921778&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111655171555921778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111655171555921778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/aku-merasakan-itu-semua.html' title='Aku Merasakan Itu Semua'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111644516862932571</id><published>2005-05-18T12:02:00.000-07:00</published><updated>2005-05-18T13:08:38.046-07:00</updated><title type='text'>Aku Begini ...</title><content type='html'>&lt;i&gt;Aku begini, karena itu hasil dari apa yang pernah aku renungi. Aku begini, karena itu adalah satu-satunya cara agar aku tak lagi menjadi orang yang membebani. Aku begini karena tak ingin lagi menambah penyakit dalam hati... ya aku begini karena aku mencoba untuk memperbaiki diri.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan memperbaiki sepedaku yang rusak beberapa minggu yang lalu. As nya aus tinggal ganti, garpunya patah cukup di las saja. Dan itu ada tukang bengkel yang melaksanakan semuanya. Aku tinggal sodor, diterima kemudian dikerjakan, ditunggu beberapa saat, jadi sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan memperbaiki apa yang dalam diri ini, susahnya minta ampun. Bagaimanapun  niat bergelora tapi tanpa usaha, hasilnya ? ya tetap saja. Usaha tanpa niat dan tujuan sama aja nihil. Ya, semuanya bareng menjadi satu bagai nasi campur yang aku lahap tadi siang di kantin. Disana ada niat yang ikhlas, tujuan yang jelas, usaha yang keras, dan do'apun tak boleh malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terkadang aku harus merelakan apa-apa yang pernah ada. Karena mempertahankan itu akan menghasilkan benturan-benturan dan membuat tikungan jalan yang akan ditempuh semakin tajam. Sebagaimana juga dengan kamu, akupun menginginkan jalan yang lurus mulus dan sekali tancap ... wuzzz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, dalam hal ini kita memang sering kali menelurkan ego-ego yang pada akhirnya menjadi busuk dan tak pernah bisa lagi kita aduk. Ya begitulah semoga tak menjadi mimpi yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sa, aku sekedar menyapamu hari ini. Sebenarnya kemaren itu aku bermimpi, tetapi sayang setelah aku bangun tiba-tiba saja hilang. Kalo kepala ini kayak hardisk yang bisa menyimpan file mimpi, mungkin kamu akan tau apakah bunga tidur itu wangi atau tidak. Sayang ya, kali ini aku tak bisa berbagi. Mungkin aku harus lebih teliti lagi menguncinya dalam peti dengan do'a-do'a penyejuk hati. Sekarang ... tidurlah dengan dunia yang tak pernah berhenti mendengkur, dan terlelap dalam damainya gelap.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111644516862932571?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111644516862932571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111644516862932571&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111644516862932571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111644516862932571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/aku-begini.html' title='Aku Begini ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111640144492540911</id><published>2005-05-17T23:39:00.000-07:00</published><updated>2005-05-18T00:30:44.970-07:00</updated><title type='text'>Menjelang Terlelap</title><content type='html'>Seratus dua belas halaman saya mampu melahapnya dengan waktu 4 jam ! buku itu tamat sudah, cuma kayaknya catatan waktu 4 jam itu kok terlihat jelek sekali. Kalo 4 jam itu dibagi 100 halaman, berarti 1 halaman lebih kurang 2 menitan. Rasanya kecepatan membaca saya ini sudah makin kendor aja. Atau mungkin terlalu lama selingan di depan tv nya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa belakangan setiap berada di atas kasur itu sebelum memejamkan mata saya harus pegang satu buku. Ya, yang penting buku, buku apa saja. Kalo tidak, alhasil 1 jam yang terjadi hanyalah bolak-balik badan kayak ikan di penggorengan sambil membayangkan bahwa hidup itu enak, dan berakhir dengan mata tidak terpejam kemudian berdiri bangkit pergi ke dapur bikin mie atau mungkin ambil remote dan hidupkan channel-channel yang saya rasa bisa membuat ngantuk. Atau lebih parahnya lagi hidupin komputer kamar sebelah kemudian main game sampe berjam-jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda kalau setumpuk tulisan yang dijilid dengan sampul yang menarik itu berada di depan mata. Setengah atau satu jam kemudian biasanya saya sudah terpejam, mendengkur ? wah kalau itu saya tidak bisa pastikan tetapi sampai saat ini belum ada yang komplain kepada saya kalo ada suara-suara yang keluar dari mulut alias dengkuran dari teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aneh, malam tadi saya melahap satu buku itu dengan catatan waktu 4 jam tanpa merasa ngantuk sedikit pun. Setelah beranjak ke halaman 10 pada buku yang kedua saya baru merasakan mata ini mengajak tidur. Waktu sudah bergeser turun dari angka 2 dini hari menuju angka tiga. Tapi ada sebesit kekhawatiran kalau nanti tidak bisa bangun saat subuh nanti kalau sekarang memejamkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bangkit dari pembaringan, bingung ! akhirnya saya putuskan ke belakang. Barangkali 2,4 atau 8 rakaat bisa membantu saya untuk bisa terpejam. Beberapa saat kemudian selesai sudah, tapi ternyata sapaan air di wajah dan bagian tubuh yang lain membuat semakin segar saja. Mata semakin nyala dan tak pelak lagi, saya ke dapur bikin sesuatu yang bisa mengganjal perut. Mie goreng adalah pilihan favorit saya akan makanan tengah malam. Kenapa ? karena memang tak ada lagi pilihan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan martabak mie goreng ( tetap aja mie goreng bukan ? ) saya duduk di depan tv membolak-balik channel kotak ajaib tersebut. Tapi kok tak ada yang menarik hati ya ? Pilihan terakhir saya ke pembaringan dan giliran buku yang saya bolak-balik lagi. Kemudian baca do'a yang diajarkan bunda seaktu masih TK. Ya ! alhamdulillah ternyata kali ini jitu, perlahan-lahan saya merasakan mata mulai terasa berat, tanpa pikir panjang lagi mata saya tutup pelan... pelan. Dan saya pun merasakan penat lepas sedikit demi sedikit dari badan. Pikiran melayang terbang, sesekali singgah di awan... damai, tenang ... tentraamm... !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... Ashadualla Ilahaillallaaaahh..." terdengar sayup-sayup suara itu melantun. Awalnya sumber suaranya cuma satu, kemudian dua, tiga dan lama kelamaan jadi rame bagaikan koor yang saling sahut-sahutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batin saya mulai hadir suara-suara dari dua kutub yang berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh udah subuh tuh, ke Masjid gih !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah, lu kan lagi ngantuk berat. Dari tadi gak bisa tidur, capek kan ? tidur aja dulu barang 5-10 menit. Subuh masih lama"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"5-10 menit ? memang bisa bangun dijadwal apalagi dalam itungan menit dengan kondisi lowbatt gitu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya kondisi low batt gitu lu harus istirahat, ntar sakit lho. Gak bisa ngapa-ngapain kan ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udahlah paling berapa menit sih sholat subuhnya, Inget lho dosa meninggalkan sholat subuh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya emang sholatnya gak seberapa menit, tapi airnya itu lho ntar bikin ilang ngantuk nya. mana dingin pula, tenang aja tuhan maha pengampun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya hentikan perdebatan itu. Saya, ikuti apa yang terakhir dari perdebatan itu. Iya tubuh lagi low batt, baru aja melayang biasanya kalo ada yang membangunkan disaat baru saja terlelap saya sering kesal apalagi suara telpon gak jelas alias miscall, atau telpon yang gak jelas ujung pangkalnya. Atau suara dentuman bas dari speaker, adalah hal yang membuat saya bisa saja terbangun tiba-tiba kemudian panik sendiri. Entah kenapa suara bass yang terlalu over itu gak bisa membuat telinga saya nyaman barang sedetikpun. Tapi sekarang suara azan, suara panggilan cinta dari sang kekasih hati apakah membuat saya semakin terlelap ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaaaakkkhhhhh.... !!!". Saya membuka mata kemudian bangkit sambil teriak kenceng ...&lt;br /&gt;"Woi subuhan woiii !!!". Teman disebelah saya mulai terusik dan terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kebelakang sambil sempoyongan dan menutup mulut sambil menguap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111640144492540911?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111640144492540911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111640144492540911&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111640144492540911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111640144492540911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/menjelang-terlelap.html' title='Menjelang Terlelap'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111626703145912894</id><published>2005-05-16T09:50:00.000-07:00</published><updated>2005-05-16T11:14:28.496-07:00</updated><title type='text'>Kalo hari ini aku gak nulis kira-kira gimana ya ?</title><content type='html'>Kalo hari ini aku gak nulis kira-kira gimana ya ? &lt;br /&gt;Mungkin aku gak nulis judul di bulletin board yang seabrek aku kirim dini hari tadi.&lt;br /&gt;Mungkin aku gak bakal nyimpen apa-apa aja yang dibilang ama dosen untuk memperbaiki di bab 4 tadi pagi. &lt;br /&gt;Mungkin aku gak nulis berita di web trial nya PKS Malang tadi siang. &lt;br /&gt;Mungkin aku gak nyatet pengajian rutin senin sore di gedung E fakultas ekonomi, walopun catetannya gak kesampaian lengkap yang pada akhirnya pada sebuah kesimpulan pinjem sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo hari ini aku gak nulis kira-kira gimana ya ? &lt;br /&gt;Mungkin aku gak mengirim pesan turut berduka buat ibu Novarina tercinta atas berpulangnya suami beliau, guru kesenian SMA ku yang paling mengerti dengan jiwa "pemberontakan" seorang remaja yang ingin bebas dari keterkukungan. Puisi "Kami Bukan Robot" sebagai ungkapan kekesalanku akan sistem pendidikan kelas unggul yang peras otak dari pagi sampe 1/2 6 sore, akhirnya dipentaskan juga atas prakarsa ibu tsb. Sekarang beliau sedang memangku beban yang tak pernah seorangpun mengharapkan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari ini aku gak nulis kira-kira gimana ya ? &lt;br /&gt;mungkin aku gak akan update berita  di web SMA tentang hasil PSB di brawijaya, tentang berita duka Kampus Flamboyan. &lt;br /&gt;Mungkin aku gak akan menginvite orang-orang yang ada di Friendster Unand untuk bergabung di Yahoogroups. &lt;br /&gt;Mungkin aku tidak menjawab pesan dari salah seorang akhwat yang berada di Bandung sana yang butuh kontak alamat ikhwah disini yang bisa dia hubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari ini aku gak nulis kira-kira gimana ya ? &lt;br /&gt;Mungkin aku gak akan memberitahukan no hp bu pik, ditambah dengan sedikit pertanyaan yang sampai sekarang masih kamu diamkan. &lt;br /&gt;Mungkin aku gak akan bisa melukiskan betapa gembiranya hati ini saat menerima pesan kalau Andi akan berangkat ke Jepang dalam rangka Pertukaran Pelajar. &lt;br /&gt;Mungkin aku gak bisa minta tolong Andi untuk mengirimkan sesuatu. &lt;br /&gt;Mungkin juga aku gak akan menjawab dengan "Alhamdulillah, mudah-mudahan barokah ..." sebagai balasan sebuah pesan yang sedikit memojokkan aku karena TA belum selesai dan dikaitkan dengan Andi yang mau ke Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin... mungkin... dan mungkin ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hari ini aku gak nulis kira-kira gimana ya ? &lt;br /&gt;&lt;u&gt;Mungkin tulisan ini tak akan pernah kamu baca.&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan tak mungkin aku menulis karena apa dan siapa, yang jelas aku menulis karena aku memang butuh ... dedicate for my self - yang udah mulai enggan untuk terus menulis&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111626703145912894?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111626703145912894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111626703145912894&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111626703145912894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111626703145912894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/kalo-hari-ini-aku-gak-nulis-kira-kira.html' title='Kalo hari ini aku gak nulis kira-kira gimana ya ?'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111616913795473754</id><published>2005-05-15T07:23:00.000-07:00</published><updated>2005-05-15T07:58:57.960-07:00</updated><title type='text'>Bola bang, Milan ...</title><content type='html'>Malam yang tenang, cerah, tidak panas dan tidak pula dingin mengigil. Damai, sedamai hirupan udara pagi yang segar bebas dari segala polusi yang diproduksi tengah kota setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah ... ini saat yang cocok sekali untuk tilawah kali ya" Begitu pikirnya sambil menatap keluar jendela kamar yang terbuka. Kemudian dia menuju kamar mandi untuk wudhu, karena barusan saja dia merasakan sesuatu bau yang khas keluar dari daerah yang dia sendiri gak tau seperti apa bentuknya sebenarnya. Karena letak yang begitu jauh dari penglihatan. Seperti halnya dia tidak pernah bisa melihat sendiri daun telinganya kalau tanpa bantuan cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm... udah 2 hari ini aku tak tilawah sama sekali". Gumamnya dalam hati menyiratkan penyesalan yang meraut wajahnya begitu rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kali ini aku harus tilawah 1 juz sekalian ah, biar target minggu ini kecapai, harus... ya harus". Raut sesal itu perlahan berganti dengan semangat yang menggebu-gebu, dia megepalkan tangannya dan menatap tajam kedepan. Sepertinya tak ada lagi alasan dan hal yang mampu menghadang tekadnya untuk menyelesaikan 1 juz ayat-ayat suci Alqur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh andainya 2 hari kemaren aku tak sibuk mengurus ini... itu tentunya sekarang aku sudah melahap juz surat ibrahim ini" Dia kembali bergumam sendiri sambil membolak-balik mushaf dan mencari halaman terakhir yang dia baca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aktivis dakwah tuh harus tilawah setidaknya setengah juz perhari ... ". Dia semakin mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apapun yang terjadi aktivis dakwah harus selalu konsisten untuk terus membaca ayat-ayat alqur'an, baik dalam keadaan senang maupun susah". Dia selalu menyemangati dirinya sambil terus membuka lembar demi lembar mengingat-ingat dimana terkahir ayat yang dia baca dua hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah ... ini dia." Dengan tersenyum dia memulai menarik nafas yang dalam terlebih dahulu. Kemudian dilepaskan dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Membaca atau tilawah Al Qur'an itu harus konsentrasi penuh". dia menatap dalam dan mengumpulkan semua konsentrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Audzubillahiminasyaitonirrojim...." Suaranya begitu lepas dan mendayu keluar dari mulutnya begitu juga wajahnya, matanya terpejam menikmati suaranya yang dia anggap merdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang... bang ... bang !" tiba-tiba ada suara yang memanggil dirinya dari arah pintau kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga mataya terbuka, pikiran konsentrasinya terganggu. sambil menatap sinis pada temannya yang bersuara barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ugh ! meganggu orang ibadah aja ini anak !" begitu gumamnya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa ?!?" Dia melemparkan wajah kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bola bang, Milan ... milan dah mulai. Abang ga nonton ?" Temannya memberitahu sambil berharap dia ikutan nonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ga... nonton aja sana, ga tau orang lagi tilawah apa ?". Dia menjawab sedikit ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yakin nih ? ga nyesel ? ntar rugi lho ..." temannya berkata sambil ngeluyur pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah dasar, menganggu saja ... " dia melanjutkan lagi membuka lembaran mushaf yang belum sempat dibaca barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, ini kan pertandingan final ... ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh gimana ya ?". Dia mulai ragu dan kemudian bangkit jalan mondar-mandir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, nanti kan ada siaran ulangnya". kembali dia duduk ditempat semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kalo gak ada gimana ? rugi dong ? milan nih ... pertandingan yang ditunggu-tungu". dia menopang dagunya dengan lutut. melihat mushaf yang dia pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah ..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tiba-tiba dia membuka lembaran mushaf kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sodaqollohul'adziimmm...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang lagi mushaf ditutup ditarok pada tempatny a semula kemudian lansung keluar kamar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111616913795473754?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111616913795473754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111616913795473754&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111616913795473754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111616913795473754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/bola-bang-milan.html' title='Bola bang, Milan ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111608313260398410</id><published>2005-05-14T06:54:00.000-07:00</published><updated>2005-05-14T08:19:39.490-07:00</updated><title type='text'>Siapa Sangka ?</title><content type='html'>Sudahlah, kadang-kadang hidup tak bisa dipikirkan nanti itu bagaimana, namun jelas akhirnya itu sudah pasti. Apa yang terjadi 1 detik kedepan juga tak bisa ditebak. Siapa sangka kalo malam ini tanpa pikir panjang aku memencet nomor memanggil dirimu ? Dan siapa juga yang berpikir kalo aku mencerita sebagian apa yang kita bicarakan waktu itu, tidak ada bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa juga yang bakal nyangka kalo aku merasa bahagia juga mendengar sekumpulan suara yang dibalut dengan penuturan lirih yang keluar dari mulutmu ? Siapapun juga tak pernah bilang kalo kamu akan menceritakan bahwasanya jadi pengawas ujian masuk Trans TV kemudian ditawari kerja disana, dan kamu juga ketemu dengan 2 orang yang aku cintai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak seorangpun bilang kalo kamu akan menceritakan keadaan bapak yang udah sembuh walopun yang aku tau sebelumnya sakit, dan itu juga taunya darimu bukan ? dan siapa yang sebelumnya akan memberitahu itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamu juga takkan menyangka kalau tulisan ini sudah untuk kesekian kali yang aku susun, dari setumpuk deretan cerita. &lt;br /&gt;Siapa yang bisa bilang kapan kamu akan tau dengan semua ini ? tidak ada... yang ada hanya gusti Allah SWT yang akan mengatur dan memeritahukan semua. Dan apa yang semestinya diketahui untuk masa akan datang takkan pernah datang sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111608313260398410?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111608313260398410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111608313260398410&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111608313260398410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111608313260398410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/siapa-sangka.html' title='Siapa Sangka ?'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111598794402851644</id><published>2005-05-13T05:15:00.000-07:00</published><updated>2005-05-14T05:06:19.793-07:00</updated><title type='text'>Pengen Cerita</title><content type='html'>Sa, sebenarnya pengen cerita nih. Cuma capek, ngantuk, mana ntar juga mo genjot sepeda ... duh. Pulang dulu nih, besok deh kita ceritanya ok ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, gimana kabarmu hari ini ? tau gak, kemaren ada yang nanya tentang kamu. Ada yang nanyain siapa sih kamu sebenarnya ? Aku jawab seperlunya aja ... ya, cukup dengan seulas senyum saja, cukup kan ? Ternyata jawaban secukupnya saja tak pernah membuat puas ya ? Aku dijajal berbagai macam pertanyaan yang aku sendiri gak habis pikir, kok bisa timbul pertanyaan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan pacar kamu ya ?" tuh salah satu pertanyaan yang bikin rada kesal juga. Pacar ? duh plis lah, kenapa terlalu cepat memutuskan perkara dengan kata pacar ? apa gak ada kata yang lain yang lebih sedikit bermakna daripada pacar ?. Wong belum jelas tho "Sa" itu orang, sesuatu ato apa gitu ... nah kok udah di vonis pacar. Aneh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mesti dipertanyakan apa, siapa, dan bagaimana ? Percuma dong aku capek-capek nulis judul di title bar windows "Nikmati Saja !" itu. Udahlah nikmati aja apa yang ada dengan duduk dan diam, jangan banyak bicara ok ? Usahlah memperdebatkan apa yang ga perlu, cuma gara-gara "Sa" jadi debat kusir yang gak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun, atau apapun dia ... bukan sesuatu yang harus untuk diketahui oleh khalayak yang nyasar kesini tho ? Cukup aku, dia dan Allah SWT aja yang tau. Bukan begitu sa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hari itu aku pernah berniat mengajakmu untuk melihat bintang, menghitung jumlahnya yang mampu kita hitung. Kita kumpulkan satu persatu kemudian kita masukkan ke dalam kotak biru itu. Dan kemudian kita bagikan sama orang-orang buta, biar mereka bisa merasakan indahnya bintang tanpa harus melihat... tidakkan kau merasa bahagia sa ? kalau suatu saat aku mengajakmu untuk memetik bintang-bintang itu ?&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111598794402851644?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111598794402851644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111598794402851644&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111598794402851644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111598794402851644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/pengen-cerita.html' title='Pengen Cerita'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111617549272006077</id><published>2005-05-12T09:02:00.000-07:00</published><updated>2005-05-15T09:47:27.096-07:00</updated><title type='text'>Lihat Konser</title><content type='html'>Suara bas berdentum terdengar menggema dari jarak lebih kurang 1 km dari tempat dia berdiri saat ini. Dum...dum...dum...! langkahnya seakan mengikuti irama dentuman speaker yang bergema dari lapangan rektorat. Panas terik tak terasa, terhapus sudah oleh pikirannya yang harus segera mempercepat langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju gamis (koko- red) yang dia pakai dipadu dengan celana katun dan tas jinjing disebelah kanan sepertinya lengkap dengan wajah bersih dan sedikit jenggot bergelayutan di dagu. Ya ... sosok aktivis dakwah kampus sekali. Atau kalau boleh meminjam istilah bahasa gaul ... dia "Aktivis sekaleee".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dia salah seorang pentolan dakwah di kampus ini. Banyak kegiatan, dauroh, bahkan seminar yang mencantumkan namanya sebagai pemateri. Sungguh sang aktivis tulen, sosok yang selalu jadi perhatian oleh sang binaan. Bukan hanya binaan, setiap ditanya pada ikhwan ... insya Allah mengenalnya dengan baik. Tentunya juga sosok penuh senyum itu sering menjadi topik pembicaraan para akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara musik yang keras itu terasa semakin keras saja ditelinganya kala langkahnya semakin mendekat menuju dimana konser itu mengguncang kampusnya tercinta. Tiba-tiba matanya tertuju pada beberapa mahasiswa yang berjalan dari arah berlawanan darinya.&lt;br /&gt;Wajahnya mengurai senyuman melihat binaannya berjalan mendekati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum" dia mengucapkan salam terlebih dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa'alaikumussalam akh" Serempak binaannya menjawab sambil menjulurkan tangannya untuk salaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abis liat konser akh ?". Katanya sambil menyalami binaannya satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, gak mungkin lah akh... kami barusan dari perpustakaan kebetulan aja deket acara konser musik itu" Salah seorang binaannya langsung menyela sambil menyembunyikan kekagetan dan mengeluarkan wajah untuk meyakinkan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya akh, gak mungkin lah kita-kita ikutan acar gituan. Buat apa gak ada manfaatnya juga, iya gak ?" Timpal binaan yang lain sambil melirik untuk mendapat dukungan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oo..." Dia membulatkan mulutnya sambil mengangguk-anggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngomong, ustadz rencananya mo kemana nih ?". Yang satunya bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mo liat konser". Dia menjawab pelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lho ?!?". mereka kaget dan saling pandang seakan tak percaya.&lt;br /&gt;"ah yang bener stadz ?". salah seorang dari mereka bertanya dan masih tak percaya apa yang barusan mereka dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya ... kenapa ?". Dia tersenyum dan bertanya pada binaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh gak papa". kata mereka serempak sambil tersenyum sedikit dipaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah kalo gitu, ana kesana dulu ya ... buru-buru nih. Takut ketinggalan, Assalamualaikum !". dia menunjuk ke arah tempat konser kemudian menyalami satu persatu binaannya yang masih terbengong gak habis pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia teruskan langkahnya dengan sedikit berlari menuju tempat konser sambil melihat jam di alat komunikasi yang selalu menjadi teman setianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ataghfirullah ... udah telat nih !". Dia terus berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo telat bisa-bisa gak ketemu rektor, padahal undangan ini harus dikasihkan pada beliau hari ini, kalau tidak besok acara seminar Fenomena Konser Musik di dalam Kampus bisa-bisa gak berjalan lancar nih, duh gusti. Mana belum sempat shooting konsernya untuk bahan presentasi besok". Dia memperlebar dan mempercepat langkahnya seakan mengiringi musik yang terus menggelegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik para hadirin semua ... dan kepada bapak rektor dipersilahkan untuk memberikan kata sambutan dalam acara ini. Kepada bapak kami persilahkan dengan hormat". Suara mc itu akhirnya menghentikan langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah..." Sambil terengah-engah dia memegang lutut bak orang sedang rukuk. Satu persatu keringatnya jatuh membasahi tanah tempatnya berdiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111617549272006077?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111617549272006077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111617549272006077&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111617549272006077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111617549272006077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/lihat-konser.html' title='Lihat Konser'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111617907095147782</id><published>2005-05-10T10:41:00.000-07:00</published><updated>2005-05-15T10:44:30.980-07:00</updated><title type='text'>Humor Ala Ikwah</title><content type='html'>&lt;i&gt;#tulisan berikut diambil dari postingan di http://artikelkita.blogspot.com/&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ikhwan Tersenyum :)...... &lt;br /&gt;(Kumpulan Anekdot dan Kisah-kisah unik di sekitar aktifis dakwah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persembahan&lt;br /&gt;Untuk semua ikhwan dan akhwat yang mengazamkan dirinya untuk senantiasaberjalan di atas jalan dakwah ini. Untuk mereka yang senantiasa berdoa : Ya Allah karuniakanlah kepada kamikeikhlasan, keistiqomahan, dan keteguhan dalam menempuh jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;Salah satu dari tiga alasan seorang Umar bin Khotob memilih untuk tetapeksis hidup di dunia ini adalah : Keindahan ukhuwah. Dua yang lainnya adalahkenikmatan qiyamul lail dan jihad fi sabilillah. Beruntung dan bersyukurlah bagi setiap kita, para aktifis dakwah, yanghari-harinya di penuhi dengan keindahan ukhuwah.Keindahan ukhuwah yang sedemikian agung. Terwujud dari yang paling rendah :salamatus shadr (lapang dada), sampai pada tahapan tertinggi :itsar.(mendahulukan saudaranya dari diri sendiri).Adalah sebuah fenomena riil, jika kita lihat kehidupan sehari-hari paraaktifis dakwah. Maka akan kita temukan sekelompok manusia, atau sebuahkomunitas yang cenderung lebih ceria, akrab, energik dan elegan. Jauh darikesan kaku, kolot, galak dan beku !. Diantara sekian keceriaan dan keakraban itu, muncullah anekdot-anekdot lucuatau pemaparan kisah-kisah unik yang menghangatkan ukhuwah diantara mereka.Tulisan ini, adalah kumpulan anekdot dan kisah-kisah unik yang pernahpenulis dengar, atau penulis alami sendiri dalam masa-masa interaksi bersamapara aktifis dakwah tersebut.Apapun, harapan agung penulis menyusun ini adalah untuk menghangatkanukhuwah di antara kita. Agar kembali ceria wajah-wajah kita. Agar lebihtulus senyum dan sapaan kita. Agar kita lebih siap menyambutpekerjaan-pekerjaan berat lainnya. Karena agenda dan proyek-proyek kita,jauh lebih padat dari jatah usia masing-masing dari kita. Wallahu'alambisshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati dan selamat meneruskan proyek-proyek dakwah antum! &lt;br /&gt;Khartoum, Mei 2004&lt;br /&gt;Abu Farwah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bughot di demo Gus Dur Pada pertengahan tahun 2001 yang lalu, Jakarta kembali dimarakkan olehdemo-demo anti Gus-Dur, baik di Gedung DPR, Bundaran HI maupun langsung keIstana merdeka. Banyak elemen masyarakat dan mahasiswa yang bergabung untukturun ke jalan dengan membawa berbagai nama. Dan semakin hari, aksi turun kejalan ini semakin sering dengan jumlah yang kian hari kian meningkat.Fenomena seperti ini meresahkan sebagian kalangan Nadhliyin yang menganggapGus Dur sebagai perwakilan dan lambang identitas dari NU. Yang terjadikemudian adalah munculnya wacana bughot (istilah fikih untuk pemberontakanpada pemerintahan islam yang sah) dari sebagian ulama NU yang dituduhkanpada mereka yang melakukan aksi demo tersebut. Wacana yang disertai tuduhanini pun berkembang dimana-mana, dari mulai siaran TV, media massa sampaidiskusi pembahasan fikih. Oleh para ikhwan, yang memang paling aktif dalammelakukan demonstrasi ini, tuduhan tersebut dijawab dengan enteng dengansebuah senyuman," memang kita akui, bahwa sebagian besar dari kami adalah benar-benarseorang bughot, ya.. Bujangan berjenggot ! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pedagang Asongan pun tahu Masih tentang demo anti Gus Dur, maraknya tuduhan bughot pada parademonstran membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, siapa sebenarnya dandarimana datangnya para demonstran yang kian hari kian banyak denganberbagai nama organisasi baru, selain organisasi yang jelas dan sudah lamaeksis seperti KAMMI dan BEM SI. Tapi kebingungan seperti ini tidak melandapara pedagang asongan di sekitar bundaran HI dan istana merdeka. Merekadengan jelas tahu persis siapa dibalik demo-demo ini. Seorang wartawanmencoba bertanya pada salah satu dari mereka." Anda tahu siapa sebenarnya dan darimana datangnya para peserta demo ini ?"" Jelas kami tahu, mereka adalah orang-orang semacam KAMMI dan yang sejenisitulah pokokmya ..! ""Tapi, darimana anda tahu ? "" Jelas kali, setiap kali mereka demo kami selalu dilanda kerugian, karenatak satupun dari peserta demo yang membeli rokok dari kami, dan hal initidak pernah kami alami, selain di demo yang dilakukan orang-orang KAMMIdan sejenis itu ."" Oooo.. pantesan .." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menentukan Hari DemoDalam situasi genting dengan perkembangan peta politik yang demikian cepatmembuat setiap ikhwah harus siap siaga. Kapan pun dan dimanapun adapanggilan, mereka harus segera berangkat untuk ikut turun ke jalan, bahkanmungkin dengan persiapan seadanya. Ada cerita, seorang ikhwah semalamansudah belajar karena ada ujian (kuis) esok harinya, tapi setelah subuhmendadak ada telpon panggilan demo. Akhirnya ujian pun ditinggalkan untukmenunaikan tugas tersebut. Inilah susahnya bagi para perancang demo, untukmenentukan jam dan hari demo yang tepat agar banyak peserta yang datang danikut Karena jika tidak, jumlah peserta yang sedikit akan melemahkan semangatpeserta demo dan mengurangi kekuatan pressure mereka. Ada satu keunikan bahwa di Jakarta demo paling sering dilakukan hariJumat setelah Jumatan, biasanya kumpul di Al Azhar. Dan yang paling jarangbahkan tidak pernah dilakukan adalah pada hari Sabtu. Salah seorangpenggerak demo ditanya masalah ini dan mengatakan, bahwa pernah dilaksanakanpada hari Sabtu, tapi ternyata pesertanya sangat sedikit sehingga menjadikurang efektif. Ketika ditanya ada apa dengan hari sabtu, beliau menjawab," Hari sabtu itu hari liqo' nasional, kebanyakan ikhwah kita jadwal'ngajinya' hari Sabtu, jadi demo boleh jalan, tapi ngaji juga tetap jalanterus..jangan sampai terganggu demo.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lagu-Lagu Demo Masih tentang demo. Demonstrasi yang dilakukan para ikhwah pertengahan 2001yang lalu memang agak unik. Dengan alasan pertimbangan keamanan, dalamdemonstrasi para ikhwah di larang memperlihatkan segala atribut ataupun cirikeikhwahan. bahkan dianjurkan untuk tampil unik, gaul ataupun sedikitpreman. Maka jangan heran kalau banyak di temui sosok-sosok ustad yangberpakaian sporty dan gaul. Dan keunikan pun muncul pada lagu-lagu yangditampilkan. Kalau biasanya adalah lagu-lagu demo penuh nuansa perjuangan,maka pada kali ini banyak dipakai lagu-lagu jahiliyah yang diplesetkan. Adalagunya Zamrud, Sheila On Seven, lagu dangdut sampai lagu Doraemon pun ikutdiplesetkan. Entah darimana mendadak ikhwah kita hafal dan fasih dalammelantunkan lagu-lagu seperti ini. Tetapi masalahnya tidak berhenti di sini.Karena di saat yang sama, sebagaimana diceritakan oleh salah seorang al akh,bahwa dia pernah menjumpai sebuah demo tandingan yang dilakukan oleh Forkotdan elemen kiri lainnya. Ternyata dalam demo tersebut, mereka melantunkan lagu-lagu dengan nadanasyid-nasyid perjuangan milik Izzatul Islam yang juga diplesetkan !Benar-benar sebuah gambaran pertarungan yang menyeluruh, sampai lagu demopun ikut saingan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sebab KeteganganPeristiwa 11 September 2001 membuat perhatian dunia tertuju pada Amerika danAfghanistan. Serangan membabi buta yang dilakukan Amerika mengundang reaksikeras dari seluruh muslim sedunia. Sedikitnya ada 2 negara besar yaituPakistan dan Indonesia, yang penduduknya merespon dengan demonstrasi yangbesar-besaran dan tidak henti-hentinya.Di Indonesia, demonstrasi dilakukanoleh hampir semua elemen muslimin seperti GPI, FPI, FIS dan tak ketinggalanjuga para ikhwah. Suatu demonstrasi dilakukan oleh sebagian ikhwah yangtergabung dalam KAMMI pada sekitar awal Oktober di depan gedung DPR/MPR.Ketegangan pun terjadi karena tuntutan untuk masuk tidak digubris oleh pihakkeamanan, yang boleh masuk hanya perwakilan, padahal tentu semua tahu bahwagedung itu adalah milik rakyat sendiri. Maka sebagian ikhwahpun yang sudahlama tidak berolahraga pun tergerak untuk menakut-nakuti polisi denganmenggerak-gerakan pintu masuk. Situasipun semakin panas karena, polisisabhara pun tak membiarkan mereka masuk. Maka dorong-mendorong sangat dasyhat pun tak terelakkan, danketegangan pun terjadi dalam waktu yang cukup lama, namun pintu tetap takterbuka. Sebagian ikhwah pun terus mencoba berunding, bahwa mereka akanmasuk untuk ambil wudhu dan sholat Ashar saja, karena waktu ashar sudahtiba. Permintaan seperti inipun tetap tak digubris, akhirnya dengan nadaputus asa seorang ikhwah dengan logat betawi berseru lantang, " Susah ..! polisinya kagak 'ngaji' sih, jadi kagak bakalan ngerti .cobakalo polisinya ikut 'ngaji' ..dari tadi pasti pintunya udah dibuka !"Sebagian ikhwah yang ikut mendengar tersenyum simpul dan membenarkan dalamhati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. KAMMI Ganti Nama Setiap kali Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berdemo danmelakukan long march, maka yang akan banyak terlihat adalah barisan putihpanjang yang terdiri dari para ABG ( Akhwat Berjilbab Gede) , yangdikelilingi oleh sedikit ikhwan sebagai boarders. Dari sini jelas terlihatbagaimana perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat yang terlampau mencolok. Danrepotnya hal seperti berlangsung terus di demo-demo yang lain. Yang akhirnyamembikin ciri khas khusus bagi demonstrasi yang dilakukan KAMMI, yangseolah-olah menggambarkan bahwa KAMMI hanya milik para akhwat.Akhirnyamuncul usulan dari para ikhwan untuk mengganti nama KAMMI menjadi KAMMMI,karena alasannya sesuai sejarahnya, pertama kali pada jatuhnya orde barutahun 1966 ada yang namanya KAMI dengan satu huruf M, kemudian disusul padabangkitnya orde reformasi muncul KAMMI dengan dua huruf M. Maka sesuaiperkembangan terakhir sekarang dimunculkan KAMMMI dengan tiga huruf M yaituKesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Muslim ah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. S-2 dan S-3 Maraknya dakwah di Ibukota sangat mengharukan hati. Di kampus-kampus umum,sekolah dan masjid-masjid perumahan sering diadakan kegiatan-kegiatan dakwahyang beraneka ragam. Dari mulai ceramah biasa, diskusi remaja, pemutaranfilm, bedah buku, bazaar sampai ke tabligh akbar, semuanya semakin menambahmarak kesejukan suasana Ibukota yang sudah penuh sesak. Semua ini kemudiandiikuti dengan bertambahnya kebutuhan akan juru dakwah. Tapi kita tidakperlu khawatir, karena banyak sekali aktivis dakwah kita yang masih muda,baru S-1 ataupun masih kuliah yang sudah mendapat gelar Phd dan MBA. Dan inibanyak kita temukan di kampus-kampus. Gelar Phd ini disematkan bagi merekayang benar-benar 'Pakar Halaqoh dan Dauroh', sedangkan MBA untuk 'MurobbyBanyak Akal !'.Ini di bidang dakwah, kadang ada juga istilah lain yangdipakai untuk menyindir sampai dimana 'proses' seorang ikhwan, seperti MBAdari 'Murobby Belum Acc' , dan MBM dari 'Murobby Baru Mencarikan', ataukalau sudah selesai pros esnya bisa disebut MBM juga, yaitu 'Married By Murobby.!'Ada juga gelar yang sudah cukup masyhur di kalangan aktivis dakwah yang diperuntukkan bagi lulusan Timur Tengah ataupun LIPIA, yaitu Lc. Tapi gelar Lcini ternyata sekarang banyak dipakai oleh para aktivis muda kita, tapi yangini berarti 'Langsung Ceramah'.Dan kabarnya pula Xanana Gusmao, PresidenTimor Lorosae juga punya gelar Lc juga, yaitu 'Lulusan Cipinang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Berbeda tapi ternyata sama Seorang Akhi di UNS mendadak harus pulang ke kota kecilnya di belahan utarapulau Jawa, karena ayahnya dikabarkan masuk rumahsakit. Sebuah fenomenamemang kalau di sebuah kota kecil yang tidak ada kampus ternamanya biasanyatidak banyak memiliki stock ikhwan ataupun akhwat. Tapi di rumah sakit,tepatnya di bagian mushollanya, pada waktu itu dengan firasat ikhwannyanyaal-akh ini berhasil menemukan seseorang yang 'disangkanya' seorang ikhwanpula. Tapi keraguan itu membuatnya bertanya dengan malu-malu, "Assalamualaikum wr wb, Langsung saja Mas.. antum Ikhwan khan ? ". Yangditanya sempat kaget, lalu tersenyum dan memjawab, " Apa ? bakwan !eh..ikhwan ? Maaf bukan mas, saya dulu di JT tapi sekarang saya mantep diHT, insya Allah , ". Dengan agak malu karena sok tahu, akh kita ini mintaijin untuk undur diri sambil menyalahkan firasat ikhwaniyahnya yang gagalkali ini. Tapi sebelum ia beranjak, orang tadi memanggilnya kembali," Afwan Akhi, saya dulu memang di JT tapi ini Jamaah Tarbiyah bukan JamaahTabligh lho.."" Terus kenapa sekarang masuk HT ?"" Iya, dari dulupun saya ikut HT, Halaqoh Tarbiyah ..!""Oooo..sama semua ya..ternyata"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Nama Lain Ngaji Pada suatu malam Ahad, seorang Akhi yang baru memulai sejarah dakwahnyapamit pada temannya se kostnya untuk pergi 'ngapel' ke rumah seorang teman.Teman se-kost itu yang kebetulan juga seniornya sangat khawatir denganaktivitas 'anak baru' tersebut. Kemudian dengan diam-diam ia mengikutilangkah sang Akhi tersebut, yang ternyata masuk ke dalam seorang rumahustad. Dan setelah ditunggu sekitar dua jam, akhirnya sang Akhi tersebutkeluar dengan wajah penuh keceriaan. Sang Senior yang sudah penasaran daritadipun langsung menginterogasinya," katanya ngapel, kok di rumah ustad ? "" Ya Mas, yang ini bukan ngapel pacaran, tapi ngapel singkatan dari 'ngajipelan-pelan' alias liqo' ".Begitulah, seseuai dengan situasi dan kondisi di suatu tempat kadang-kadangdigunakan bahasa lain untuk lebih menyamarkan atau mengakrabkan aktivitasyang satu ini. Kalau di lingkungan kampus biasanya dikenal istilah Mentoringatau Asistensi, Di Yayasan Iqro' club yang menangani anak-anak STM diJakarta menyebutnya dengan DSL (Dakwah Sistem Langsung), beberapa ikhwanlain menyebutnya dengan istilah 'Les Privat' ataupun 'kencan mingguan',danada juga yang bikin istilah keren yang sama dengan sebuah paket acaratelevisi di Indosiar yaitu KISS (Kisah tentang Selebritis), tapi KISS yangini berarti Kajian Islam Seminggu Sekali, ada juga yang menyebutnya KajianIslam Sabtu sore, Senin Sore, Selasa Sore, atau Sabtu Siang, .danseterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Simatupang dan Situmorang Dua dari sepuluh karakteristik ideal seorang dai adalah 'Qowiyyul Jismi' dan'Harisun ala waqtihi'. Idealnya seorang yang beraktifitas di jalan dakwahmemang harus mempunyai ciri tersebut. Tapi ada cerita unik, tentang duaorang ikhwan yang kebetulan tinggal satu kamar di sebuah rumah kost-kostan.Keduanya kuliah di kampus yang sama, jurusan yang sama, dan kebetulan sama-sama bergabung dalam LDK (Lembaga Dakwah Kampus ) yang ada di kampusnya.Tapi yang menjadikannya berbeda adalah dari segi jam terbang dakwahnya.Sebut saja akhi A, beliau setiap hari hampir jarang ada di kamarnya.Berangkat pagi hari habis sholat Subuh, kemudian sore pulang sebentar untukngambil sesuatu dan mandi, kemudian pergi lagi dan pulang sampai larutmalam, itupun tidak setiap hari beliau pulang. Belum lagi kalo pas harilibur atau sedang kosong , tiba-tiba ada panggilan dakwah, maka beliaulangsung pergi lagi walaupun jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam. Itucerita tentang si A. Lain lagi den gan temen sekamarnya si B, beliau paling sering kelihatan di rumahnya, ataulebih tepatnya di kamarnya, atau lebih pasnya lebih sering kelihatantidurnya. Pagi berangkat kuliah sebagaimana biasa, dan siang pulang kemudiandi rumah terus sampai esoknya lagi, kecuali satu hari saja untuk 'aktivitasngaji' di rumah seorang ustad. Perbedaan yang sangat frontal ini kononmendapat perhatian yang cukup serius dari ikhwah lainnya yang tinggalsekontrakan dengan mereka berdua. Akhirnya, walaupun keduanya bukan daritanah Batak, mereka sepakat memberi nama marga di belakang nama mereka yangsatu Simatupang untuk akhi A, yang berarti ' Siang-malam tunggu panggilan'karena aktivitas dakwahnya yang begitu padat. Sedangkan untuk si Akhi Bdiberi gelar Situmorang, yang berarti ' Si ikhwan tukang molor doang !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. JAMES BOND ala ikhwah Sudah menjadi fenomena umum bagi seorang ikhwah mahasiswa yang kuliah dikota besar semacam Jakarta, bagaimana sulitnya mencari sebuah kamar kostyang layak pakai fasilitas lengkap, situasi mendukung untuk dakwah sekaligusnyaman untuk belajar, deket kampus, dan tentu saja yang paling murah,istilahnya 'harga mahasiswa'. Maka beruntunglah, karena ternyata banyakmasjid di Jakarta, yang juga deket dengan kampus yang menyediakan sebuahtempat khusus bagi satu dua mahasiswa untuk tinggal di situ sekaligus ikutberpartisipasi dalam memakmurkan masjid. Maka sebagian dari mereka ada yangmenjadi petugas muadzin, ada pula yang menjadi imam tetap, ada pula yangmengajar TPA dan mengisi kajian Ibu-Ibu. Dan alhamdulillah, tidak jarangkemudian Takmir Masjid memberikan uang kompensasi bulanan sebagai penggantiwaktu dan jerih payah mereka. Tapi meskipun demikian ada juga beberapamahasiswa lain yang ikut membantu kebersihan masjid, dan berfungsi gandasebagai petugas kebersihan masjid atau yang biasa dikenal dengan istilah marbot. Mereka - mereka yangdisebutkan tadi, dengan bangga menyebut profesi ini dengan istilah 'JamesBond', yang berarti ' Jaga Mesjid dan Kebon' !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Nasyid (1)Sore hari di sebuah rumah kost para ikhwah di bilangan Jurangmangu,Tangerang. Suasana yang ada diantara para ikhwah yang sedang bersantaisangat akrab, sampai tiba-tiba seorang akhi yang baru beberapa hari pindahke situ, ikut meramaikan suasana dengan bernasyid dari kelompok SuaraPersaudaraan, Malang. Beberapa bait nasyid disambut atau diikuti para ikhwahyang lain, namun ketika si Akhi ini sampai pada sebuah bait di sebuah laguyang ada di album Balada sebuah Dangau , yang berbunyi. " Kulihat Bunga di taman .Indah warna-warni dan menawan.."Mendadak seisi rumah pada ramai, sebagian senior ada yang memperingatkanlangsung pada sang munsyid." Bernasyid boleh akhi, tapi jangan langsung menyebut nama seseorang dong.bisa timbul fitnah nantinya !"Si anak baru sampai di sini masih belum menyadari kekeliurannya. Usut punyausut, ternyata di organisasi remaja Masjid dekat perumahan tersebut adaseorang akhwat aktivis yang namanya juga memang " Bunga " !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Nasyid ( 2 ) Plesetan dari lagu " Aku Anak Sholeh " nya Harmoni Voice, STT TelkomBandung. Aku Ingin NikahDengan Mahar MudahTidak susah- susahRukuh dan Sajadah Istri Solihah..Harta yang berkah..Walau ku sudah nikah..Tetap berdakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Nasyid (3 ) Bait-bait Nasyid yang didendangkan oleh Munsyid Izzatul Islam mempunyai cirikhas perjuangan dan semangat yang menyala-menyala. Tapi bukan ikhwah namanyakalau tidak punya kreasi lain dengan lagu-lagu tersebut. Tentu sajatujuannya untuk memprovokasi satu sama lain. Lihat saja perbandingan laguasli dan plesetannya di bawah ini, yang diambil dari album " Kembali "Berkobar tinggi panaskan bumiMembakar ladang dan rumah kamiDarah syuhada mengalir suburkan negriTiada kata lagi. kami harus kembali Berkobar tinggi panaskan hatiDatang tawaran dari murobbyFoto-foto akhwat ada dihadapan kamiTiada kata lagi..aku pilih yang ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Taaruf Unik Seorang ikhwan yang kuliah di semester akhir berazzam untuk menyempurnakanseparuh dien-nya. Sebagaimana biasa, beliau pun menghubungi ustadnya danmemulai proses dari awal sampai akhirnya tiba saatnya untuk taaruf, yaitudipertemukan dengan calonnya. Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan,dengan semangat seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempatyang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi duduk disebelahmurobby, sementara agak jauh di depannya sang akhwat di temani murobbiyahnyadengan posisi duduk menyamping menjauhi sudut pandangan si ikhwan. Setelahsekian lama berlalu tak ada pembicaraan, sang murobby berbisik pelan padamad'unya yang malu-malu ini," Gimana akhi, sudah lihat akhwatnya belum, sudah mantap apa belum .?"" Sudah Ustad, saya mantap sekali ustad, akhwatnya yang sebelah kiri itukhan ? "Murobbynya kaget, wajahnya berubah agak kemerahan. " Eh..gimanaantum ! yang itu istri saya !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Belum Menikah Memang susah jadi ikhwan bujangan, pasti banyak sindiran dan provokasi yangdatang setiap saat untuk segera menyempurnakan separuh dien ini. Apalagijika ia juga berprofesi sebagai seorang murobbi, maka setiap pertemuanmingguan pasti ada sindiran-sindiran kecil dari para mad'unya yang rata-ratajuga belum menikah. Sebenarnya sang murobbi ini nggak enak dan takut jugakalau status bujangannya ini menghalangi anak buahnya untuk segera menikah.Akhirnya pada suatu kesempatan mingguan, setelah sekian lama para mad'unyamenanyakan masalah yang satu itu, sang murobbipun berpesan singkat dihadapan para ikwah di hadapannya," Ikhwan sekalian, untuk masalah pernikahan.. jangan jadikan status anasebagai penghalang kalian menikah, cukup jadikan saja saya sebagai contohatau tauladan ..! "Para ikhwan yang mendengar pun terbengong-bengong keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kriteria ( 1 ) Seorang Akhi muda yang baru lulus S-2 di luar negri ditanya oleh ustadnyamengenai kriteria akhwat yang diinginkannya. Maka dengan segala idealismesebagai seorang Ikhwan, mulailah ia mencari-cari kriteria dan menuliskanhampir lebih dari sepuluh kriteria, kemudian menyerahkan pada ustadnyatersebut. Kriterianya sangat bermacam-macam dan agak mengada-ada. Dari yangpertama dia harus seorang akhwat, cantik, pendidikan tinggi, Suku Sunda,berkacamata, lulus dengan cumlaude, hafal sekian juz. dan demikianseterusnya. Setelah diproses oleh sang ustad, akhirnya ia diberitahu bahwatidak ada akhwat yang bisa sesuai dengan 10 syarat tesebut. Kemudian sangIkhwan mengurangi kriterianya menjadi 9, setelah diproses sekian mingguternyata hasilnya nihil. Kemudian sang ikhwan mengurangi satu lagi darikriterianya menjadi delapan. Dan setelah ditunggu sekian lama hasilnya tetapnihil karena terlau ideal kata ustadnya. Dan demikian seterusnya setiap kaligagal sang ikhwan mengurangi satu k riteria. Sampai setelah lewat lebih dari dua tahun sang Ikhwan akhirnyamenemukan pasangan hidupnya.Tapi itupun setelah kriterianya tinggal satu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kriteria ( 2 ) Seorang Akhi ditanya sang Murobby tentang kriteria seorang akhwat yangdiinginkannya. Setelah beberapa saat berpikir, sang Akhi menjawab denganmalu-malu," Yang pertama Ustad, dia harus seorang yang cukup cantik."" Astaghfirullah Akhi, bukannya Rasulullah menyuruh kita untuk mengutamakanagamanya dulu ? "" Yang itu sih bukan masalah ustad ? "" Bukan masalah bagaimana akhi, ada hadist nya lho .."" Khan yang namanya akhwat pasti berjilbab gede, berarti semuanya kitaanggap sudah punya pemahaman agama yang cukup baik, sekarang tinggalkriteria selanjutnya yaitu yang cantik "" Antum bisa aja cari alasan !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kriteria (3) Lagi-lagi seorang Ikhwah diinterogarsi oleh murobbinya tentang calon akhwatyang diinginkannya. Ikhwan yang satu ini tampaknya sudah kena blacklist samamurobbinya karena selalu menolak memberi kriteria ketika ditanya." Akhi, ini yang terakhir kalinya, kira-kira seperti apa akhwat yang antuminginkan menjadi pendamping antum dalam berdakwah" " Sudah deh ustad, ane nggak banyak minta, yang asal-asalan aja "Sang Murobbi pun bengong dibuatnya," Asal-asalan bagaimana maksud antum ?Antum kan punya hak untuk mengajukan kriteria."" Maksud ane, asal sholihah, asal cantik, asal kaya, asal hafal Qur'an, asalpintar, dan asal-asalan yang lainnya ."" Pantes saja antum nggak nikah-nikah !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Banyak Amanah Ini cerita lagi tentang seorang akhi dan berbagai permasalahannya. Ikhwanyang satu ini memang dikenal dalam kelompoknya sebagai seorang aktivis kelasberat di kampusnya. Namanya pun tercatat hampir di setiap strukturorganisasi intra atau ekstra kampus yang kredibel baik yang umum maupun yangberbau dakwah. Dan mungkin juga karena kesibukannya tersebut beliau belumberani untuk menyempurnakan separuh diennya walaupun sudah beberapa kali ditawari oleh sang ustad. Dan suatu kali akhi kita ini datang terlambat dalampertemuan rutin mingguannya di rumah ustad, suatu hal yang jarang terjadikarena sang akhi termasuk yang selalu " harisun 'ala waqtihi " . SangUstadpun bertanya penuh selidik," Baru kali ini antum terlambat, ada masalah apa di kampus, atau di DPCmungkin ? "" Ah enggak ustad, afwan nih, biasa anak-anak LDK bikin dauroh rekrument dantadi habis Ashar ane diamanahi untuk ngisi , dan afwan juga ustad, nantimungkin ane izin pulang lebih dulu, karena ada amanah juga ngisi anak-anakRemas di dekat kost ane."" Akhi, antum tahu nggak kelemahan antum selama ini..?"" Enggak tahu Ustad"" Antum ini terlalu punya banyak amanah tapi tidak satupun 'Aminah' yangantum punya, jadinya ya seperti itu lah.."Al Akh yang satu inipun tertunduk tersipu-sipu, sudah bujangan diledeklagi. Sementara para ikhwan yang lain yang semuanya sudah berkeluarga,tertawa ringan penuh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Poligami Seorang Akhi baru saja melangsungkan pernikahan dakwahnya dengan seorangakhwat yang sama-sama berjiwa aktivis pula. Minggu-minggu awal pun dilaluidengan penuh ceria, Qiyamul-lail berjamaah, baca Al-Ma'tsurat sama-sama,tabligh akbar bersama bahkan sampai demo dan longmarch pun dilakukansama-sama. Suatu ketika setelah pulang dari suatu acara seminar bertemakanPoligami, pasangan ini terlibat dalam pembicaraan serius," Bagaimana Mi, pendapat Ummi tentang poligami secara umum "" Abi, secara umum poligami tidak ada nilai buruknya sebagaimana yangdigemborkan banyak orang, bahkan itu merupakan solusi satu-satunya lho."" solusi bagaimana maksud Ummi ?"" Maksudnya, coba deh abi lihat, berapa perbandingan jumlah ikhwan danakhwat, di Jakarta aja lebih dari 1 : 7, kalau semuanya dapat satu-satu,maka bagaimana nasib yang tiga lainnya ? "" Kalo Ummi sudah paham, bagaimana kalo kita yang memulai ?"" Maksud Abi bagaimana ? "" Abi mau poligami, tapi yang cariin calonnya ummi saja ya."" Apaa..! abi mau poligami ? "" Ya dong, khan Ummi sendiri yang bilang tadi, ingat ini juga sunnah NabiMuhammad SAW lho.."" Wah ! kalo begitu abi salah menafsirkan Siroh Nabawiyah, khan Rasulberpoligami setelah istri pertamanya Kahdijah ra, meninggal.Nah ! Jadi abi boleh menikah poligami sampai empat pun boleh, asal setelahUmmi, istri pertama Abi ini, meninggal, OK ?"" Ini pasti Murobbiyah ya yang ngajari..?"Sang istri tersenyum manja penuh kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Fatwa Menikah Suatu sore di akhir Ramadhan, beberapa orang ikhwah tampak sedangbercengkrama di teras masjid Baitul Hikmah, Cilandak sambil menunggu waktuberbuka puasa. Mereka semua adalah para peserta I'tikaf Ramadhan yang datangdari tempat yang berbeda-beda. Dan mereka kini terlibat pembicaraan seriustentang kegiatan dakwah di kampusnya masing-masing. Beberapa saat kemudiandatang seorang Ikhwah dengan tergesa-gesa, membawa suatu kabar." Assalamualaikum wr wb, Ikhwan semua, antum sudah dengar belum ada fatwaterbaru dari Dewan Syariah, baru keluar pagi tadi lho !"Dengan serempak mereka menjawab," Waalaikum salam, fatwa terbaru tentang apa akhi ? "" Tentang Menikah !"" Menikah ? apa saja isi fatwa tersebut ? "" Isinya cuma satu pasal tapi penting, bahwa mulai sekarang seorang Ikhwantidak boleh menikah dengan akhwat satu kampus." Semua ikhwah yang mendengar terkejut, dan saling memberi komentar satu samayang lain." Apa alasannya akhi, khan tidak melanggar syar'i ?"" Kok bisa begitu, lalu bagaimana sama yang sudah berproses, langsungdibatalkan ya .."" Ane kira ini untuk kepentingan perluasan dakwah juga .."" Kalau ane sih milih sami'na wa atho'na saja.."Setelah beberapa saat terjadi tukar pendapat satu sama lain, akhirnya sangAkhi yang datang bawa kabar tersebut dengan mimik serius menjelaskan," Tenang Akhi.., fatwa tersebut memang harus di dukung dan ada dalilnya kok,bukankah Syariah Islam membatasi seorang Ikhwan untuk menikah hanya sampaidengan empat orang akhwat, maka bagaimana mungkin seorang ikhwah mau menikahdengan 'akhwat satu kampus' yang jumlahnya ratusan ..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Kartu Undangan Walimah Pernikahan para aktivis dakwah memang selalu unik, banyak kisah dan ibrohyang kita dapatkan. Semuanya menjadi hal yang selalu diperbincangkan olehmasyarakat awam. Dari mulai hijab dan pemisahan tempat duduk para tamuundangan, nasyid yang disajikan, sampai disembunyikannya pengantinperempuan. Hal-hal seperti itu kadang membikin banyak pertanyaan besar dipandangan masyarakat awam, bahkan ada yang sampai menuduh sebagai IslamJamaah, Islam fundamentalis, Aliran baru dan lain sebagainya. Sampaiakhirnya ada juga Ikhwah yang kreatif dengan menuliskan pesan singkat diKartu Undangan Walimah untuk mengantisipasi hal ini. Mungkin di KartuUndangan Resepsi yang umum sering kita temui tulisan sebagai berikut :" Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, alangkah baiknya jika tali asihatau cinderamata yang akan diberikan tidak dalam bentuk barang."Maka di Kartu Undangan Walimah ala Ikhwan dibuat sedikit perubahan untukantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti berikut : " Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, Resepsi Pernikahan ini akandilaksanakan sesuai Adab Islam dengan pemisahan tempat duduk antara tamupria dan wanita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Perbandingan Jumlah Setiap kali tema Poligami dibicarakan, pasti dihubungkan dengan perbandinganjumlah kader ikhwan dan akhwat. Masalah keterpautan yang cukup jauh inimemang cenderung mengkhawatirkan banyak kalangan. Dan juga perbandingan disuatu daerah tidak sama dengan daerah yang lain. Di Jakarta ada yangmengatakan 1:7, sumber lain menyebutkan angka 1 : 13 , sementara di Solo,Malang dan kota-kota mahasiswa yang lainnya pun menyebutkan angkaperbandingan yang hampir sama. Akan tetapi di daerah pinggiran ataupun luarjawa yang terjadi mungkin sebaliknya, jumlah ikhwan lebih banyak dari jumlahakhwatnya. Memang secara realita dapat kita lihat secara jelas ketika adaacara aksi-aksi demo dan lain sebagainya, bahwa jumlah peserta akhwat pasticenderung lebih banyak, bahkan kadang mencolok. Tapi realita seperti inikadang masih bisa dibantah. Salah seorang ikhwan kita mencoba menganalisahal ini dengan lebih obyektif," Adalah suatu kekeliruan ketika kita melebih-lebihkan perbandingan jumlahkader ikhwan dan akhwat, hanya dengan melihat sekilas dalam suatuacara-acara demonstrasi dan sebagainya. Banyak perhitungan yang mengatakanjumlah akhwat jauh lebih banyak karena secara performance, sosok akhwatmemang lebih mudah dihitung dan dideteksi dengan melihat 'JilbabPanjangnya', dan deteksi ini tidak berlaku bagi kalangan ikhwan. Kalau kitamenghitung jumlah ikhwan hanya dengan melihat baju taqwanya, atau jenggottipisnya, maka kita hanya akan mendapatkan jumlah yang sangat kecil.Performance seorang ikhwan tidak bisa dibatasi dengan baju taqwa dan jenggotsaja. Berapa banyak sosok ikhwan yang kita kenal adalah orang-orang yangberpenampilan paling sporty, paling modis, funky dan ada juga yang berambutpanjang. Kalau saja kita menggunakan hitungan dengan memperhatikan sisi yanglebih luas seperti ini, kemungkinan besar akan kita dapatkan perbandinganjumlah yang lebih seimbang antara ikhwa n dan akhwat !!! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Gang Jenggot Kawasan Bangka, Mampang Jakarta Selatan banyak disebut sebagai kawasanharokah . Adalah Yayasan AlHikmah, yang disebut oleh Majalah SuaraHidayatulah sebagai 'Pusat Inkubasi Aktifis Harakah' yang selama inimenarik minat para ikhwan dan akhwat dari seluruh penjuru nusantara untukmenuntut ilmu dan bermukim di sekitar situ. Berbagai program diselenggarakanoleh Yayasan ini, dari mulai Tahfidz, Tahsin, PBAT sampai Kuliah DirasatIslamiyah khusus untuk para akhwat. Mungkin itu semua yang menyebabkanhampir setiap hari jalan-jalan di kawasan tersebut di penuhi olehkawanan-kawanan PJM* atau para ABG**. Salah satu jalan yang paling strategisdan paling sering dilewati oleh para ikhwah kita adalah Jalan Bangka V, yangmempunyai banyak sejarah dan cerita...Sore itu metromini no 77 dari Blok M menuju Ragunan tampak berjalanpelan-pelan penuh dengan penumpang yang beberapa diantaranya adalah paraikhwan dan akhwat yang hendak menuju kawasan AlHikmah. Seorang mahasiswaikhwan lengkap dengan atributnya (baju koko, jenggot tipis dan tas punggung)tampak sedang khusyuk bergelantungan di samping pintu. Sang Kondektur pundatang menagih ongkos. Kemudian dikeluarkanlah dari sakunya satu lembarlimaratusan,.." Apa-apaan ini ? kok Cuma lima ratusan!", protes sang Kondektur." Biasa Mang, Mahasiswa.", sahut sang Akhi dengan senyum kalemnya." Mahasiswa kok berjenggot ! mana ada !", protes sang kondektur kesal. Akhikita ini memilih diam saja. Ia masih berdiri di dekat pintu, dan berdiridisampingnya sang Kondetur dengan wajah penuh dendam. Metromini itupun terus berjalan menuju arah Kemang, sampai setelah dekatjalan Bangka V, Sang Kondektur yang sudah hapal bahwa sang MahasiswaBerjenggot akan turun di sana, berseru lantang.." Ya..kiri.. gang jenggot.., gang jenggot, gang jenggot..kiri.."Dan sejak saat itu Jalan Bangka V punya nama lain yang unik, gang jenggot !.* = Persatuan Jenggot Melambai**= Akhwat Berjilbab Gede&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Menundukkan Pandangan Masih cerita di sekitar kawasan AlHikmah, Jakarta Selatan. Suatu soremenjelang maghrib, hujan baru saja berhenti dan cuaca masih agak mendung.Jalan dan selokan di kawasan tersebutpun masih tergenang oleh air SeorangAkhwat berjalan sendirian menuju jalan Bangka Raya, beliau baru saja pulangdari kursus bahasa arab di PBAT. Sementara beliau berjalan, dari arah yangberlawanan muncul seorang ikhwan yang juga hendak menuju masjid Al-Hikmahuntuk kursus di PBAT. Sebagaimana biasa, yang sudah merupakaan ciritersendiri bagi seorang akhwat, ketika berpapasan dengan seorang ikhwanseolah-olah bagaikan bertemu dengan seekor harimau yang siap menerkamnya.Maka mulailah sang Akhwat menundukkan pandangannya, berjalan menepi ke arahkiri dengan cepat untuk menghindari jarak radiasi dengan sang ikhwan. Namunmungkin karena kurang hati-hati dalam melangkah dan tidak sadar, sang akhwattercebur dan jatuh di sebuah selokan yang penuh dengan air. Karena tidakbanyak orang yang ada pada wakt u itu, akhirnya dengan menggunakan tali yang ada pada tasnya, terpaksa siIkhwan ikut membantunya keluar dari selokan tersebut. Dan sang akhwat harusberterima kasih pada 'Harimau' yang tadi ditakutinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Wasiat Tambahan Imam Syahid Percepatan dan perluasan dakwah yang melanda Indonesia sejak 4 tahunterakhir ini menimbulkan banyak perubahan dan tuntutan-tuntutan bagi seorangdai. Pekerjaan-pekerjaan dakwah yang kian beragam mulai menjangkau semuawilayah dakwah, dari mulai pendidikan, ekonomi sampai politik. Dan semua itumelahirkan konsekuensi bagi seorang dai untuk mampu mengatur waktunya yangterasa kian sempit dipenuhi beban-beban dakwah. Ada kalanya seorang aktifisharus pergi pagi dan pulang sampai larut malam untuk sebuah kegiatandakwah.Fenomena yang terjadi kemudian adalah banyaknya aktifis dakwah kitayang merubah atau mengganti jam tidurnya. Sebagian dari ikhwah kitapunterpaksa terbiasa tidur setelah sholat Subuh, sebelum memulai pekerjaanbarunya. Dan ini bisa merupakan masalah besar ketika menjadi sebuahkebiasaan bagi seorang aktifis. Akhirnya dari kenyataan tersebut munculsebuah anekdot yang pernah dilontarkan seorang ikhwan," Kalau saja Imam Syahid mengetahui keadaan ikhwah kita sekarang, mungkinbeliau akan menambahkan sebuah wasiat lagi dalam sepuluh wasiatnya yangterdahulu, yaitu wasiat untuk tidak tidur lagi setelah sholat Shubuh !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Ustad Kiri Ustad Kanan Istilah 'kiri' biasa diartikan pada hal yang berbau marxis, Lenin danbeberapa tokoh komunis, sosialis lainnya. Tapi dikalangan ikhwah sendiri,istilah ini bukan barang asing. Sampai untuk istilah ustad pun mengenalustad kanan dan ustad kiri. Disebut ustad kanan bukan berarti karena iaseorang fundamentalis atau bergaris keras, sebaliknya juga disebut ustadkiri bukan karena ia pro sosialis yang revolusioner. Sebutan ini melainkanhanya untuk membedakan latar belakang studi atau ilmu yang digelutinya.'Ustad kiri' buat para aktivis atau dai yang kalau membaca buku dari hurufpaling kiri terus ke kanan alias buku-buku berhuruf latin dan berbahasaIndonesia berari berlatarbelakang ilmu umum, sedangkan sebaliknya sebutan'Ustad Kanan' untuk para ustad yang membaca bukunya dari kanan ke kiri,alias buku-buku berbahasa arab, yaitu yg berlatar belakang ilmu syariah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Empat Perempat KAMMI Sebuah acara dialog yang diselenggarakan sebuah kampus di bilangan JakartaSelatan menghadirkan pembicara seorang Ketua Umum KAMMI pada waktu itu.Peserta yang kebanyakan para ikhwan dan akhwat dari kalangan mahasiswamendengarkan dengan antusias dan bersemangat. Pada sesion tanya jawab punbermunculan banyak soal yang kritis menanyakan posisi dan independensi KAMMIsebagai organisasi mahasiswa yang netral. Seorang Akhwat berdiri dan denganantusias bertanya kepada sang ketua KAMMI yang dari tadi teguh menyatakanbahwa KAMMI tidak berafiliasi pada salah satu ormas ataupun partai tertentu." Anda bisa saja menyatakan bahwa KAMMI adalah organisasi mahasiswa ygindependen, netral dan tidak berafiliasi pada salah satu ormas atau partaitertentu, tapi semua orang pun tahu bahwa kenyataan di lapangan mengatakanbahwa hampir sekitar tiga perempat anggota KAMMI adalah anggota &amp; simpatisansebuah partai dakwah, sekali lagi tiga perempat bung ! bgmn mungkin andamasih mengatakan kenetralan KAMMI dari elit politik ? ", tanya Akhwattersebut dengan cepat dan kritis. Mendengar pertanyaan dan pernyataanseperti ini, sang Ketua KAMMI tersenyum tenang dan -setelah dipersilahkanoleh moderator- iapun menjawab," pernyataan anda salah, dari mana anda mendapatkan angka bahwa tigaperempatdari anggota KAMMI adalah simpatisan &amp; anggota sebuah partai dakwah ? kamiingin mengoreksi bahwa yang benar sesuai catatan kami adalah bukan tigaperempat, melainkan empatperempat ..alias seratus persennya ..! " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Mendukung Poligami Suatu ketika di sebuah resepsi pernikahan aktivis dakwah. Sebagaimana biasa, kedua mempelai belum banyak mengenal pribadi masing- masing pasangannya.Hal inilah yg kemudian menjadi incaran sang pembawa acara untuk dijadikanbahan 'game' sebagai hiburan bagi para hadirin. Tentu saja ini tidak sekedargame yang kosong tanpa makna, namun juga mengandung pesan dakwah kepada parahadirin. Sang mempelai pria duduk tenang di singgasananya sendirian. Dan agakjauh dibalik hijab disampingnya duduklah pasangan putrinya. Akhi pembawaacara mulai mengomando jalannya game tersebut. Aturannya, sang mempelaiputra akan ditanya tentang sesuatu dan jika jawaban tersebut benar menurutmempelai putri, maka sang mempelai putri akan menabuh gendang satu kali. Dangendang akan ditabuh dua kali jika jawaban dianggap salah. Tentu saja halini ditujukan untuk menguji sejauh mana kekompakan kedua mempelai. Beberapapertanyaan diajukan, dan jawaban dari mempelai pria selalu dibenarkan olehpasangannya, Sampai suatu ketika pembawa acara memberi pertanyaan ygberbunyi :" Apa pendapat istri anda tentang sunah Rasulullah yg bernama poligami,mendukung atau menentang ?"Sang mempelai pria pun dengan mantap dan tenang menjawab, " mendukung !"Tidak ada jawaban dari pihak mempelai putri. Yang ada malahan sedikitkeributan di barisan hadirin putri. Namun alhamdulillah beberapa saatkemudian terdengarlah tabuhan gendang sebanyak satu kali pertanda mempelaiputri pun setuju dan mendukung poligami. Para hadirin yg kebanyakan paraikhwah pun lega dan bertakbir dengan mantap. Sesampainya di rumah, seolah tak percaya sang suami pun menanyakankembali tentang dukungan istrinya tadi," Bener nih mi, mendukung poligami ?"" wah, abi kurang yakin ya..? poligami sebagai sunah Rasul jelas harus kitadukung bi, tapi kalo abi yg mau poligami, itu jelas urusan lain bi.., enggakrela lah ! ". Sang istripun tersenyum manja penuh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Makan dan Kerja Seorang ikhwah sedang dalam proses menuju pernikahan. Kali ini ia diundangoleh orangtua si akhwat - yang telah dikhitbah olehnya beberapa harisebelumnya - untuk makan siang bersama di rumah sang Bapak. Sang mahasiswasempat keder dan berusaha menolak undangan tersebut dengan berbagai macamalasan acara dan aktivitas. Namun alhamdulillah, sang ikhwah nampaknyatidak diundang sendirian, melainkan bersama keluarganya. Tiba saatnya makan siang, kedua keluarga telah siap di depan mejamakan. Sang Akhwat tak nampak di antara yang hadir, mungkin aktivitas dapurlebih menarik dan lebih 'aman' baginya. Sang Bapak pemilik rumah menawarkanpada pada para tamu untu segera memulai menikmati hidangan. Dan mulailahpara tamu mengambil hidangan secara bergantian, dan menikmatinya. Adalahsudah menjadi gambaran umum bagi seorang ikhwah untuk selalu 'itqon' dalamsetiap aktivitasnya. Demikian juga akhi kita tersebut, sebagaimana sudahmenjadi 'fitrah' dan kebiasaannya di kost-kostannya yang dulu, ia pun makandengan lahap dan cepat, jauh meninggalkan para hadirin yang lain. Bagi paraikhwah, hal tersebut adalah wajar dan manusiawi. Tapi bagi seorang calonmertua ?. Benar juga, sang calon mertua agak terkejut dengan aktivitas makancalon menantunya tersebut. Mungkin ia berpikir, " kok ustad makannya banyakya ? ". Keterkejutan ini berdampak pada perubahan wajah dan pandanganmatanya. Keterkej utan tersebut tampaknya diketahui oleh Bapak sang Akhi, dan membuat beliaumenjadi agak malu juga. Akhirnya sang Bapak Pemilik rumah tak bisamenyembunyikan keheranannya, dan berkata menyindir," Wah .., Nak Budi makannya lahap juga ya .? ".Sang Akhi sempat kaget juga menyadari sindiran tersebut, demikian jugaBapaknya yang merasa ikut tersindir. Suasana seketika berubah menjadi serbakikuk dan canggung. Namun Akhi kita ini sudah terbiasa berhadapan dengansituasi seperti itu. Untuk memecahkan kebekuan singkat tersebut, dengancepat ia menjawab secara yakin ," Iya Pak, kalau untuk makan saja nggak semangat, gimana nanti kerjanya .?"Suasana menjadi hidup kembali, nampaknya semua sepakat dengan jawaban calonmenantu tersebut. Kalau untuk makan - yang nota bene nikmat dan mudah- sajakita nggak semangat atau malas, bagaimana kalau kita dihadapkan pada sebuahpekerjaan atau aktivitas dakwah yang berat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Strategi Dakwah Jalanan kota Jakarta siang itu, seperti biasa, macet. Bus P 4jurusan BlokM - Pulau Gadung penuh dengan penumpang.Bus itu penuh penumpang,sebagian diantaranya berdiri menggantung lengan. Bus merambat pelan seolahmasih menyimpan banyak fasilitas tempat duduk yang kosong. Satu demi satuartis jalanan mulai unjuk gigi. Menghias panas terik mentari denganlagu-lagu bertemakan sosial dan kemasyarakatan. Kadang di hiasai sindiranala politikus, tapi kadang dinodai oleh lirik-lirik sendu yang kurang pantasdilantunkan. Ada yang aneh terlihat. Seorang bapak-seperti dari Madura- setengahbaya memakai batik, peci, dan sarung - khas pendatang baru- duduk di tepijendela dengan tenang. Tetapi yang membuat semua penumpang terheran, bapakitu asyik menjulurkan tangannya ke luar jendela. Bukan sekali dua kali, tapimalah terus-terusan tanpa beban. Sementara penumpang lain mulai berteriakmemberi peringatan." Pak, Hati-hati.. tangan bapak dimasukkan bisa patah kena mobil nanti ."seru seorang ibu yang duduk di sebelahnya." Pak, kemarin ada peristiwa seperti itu. Tangan seorang kakek lepas saatterjulur keluar dan tersangkut pohon di tepi jalan..hi..ngeri." seoranglainnya ikut menakut-nakuti.Pak Kondektur pun tak tinggal diam. Tampaknya kesabarannya sudah menipis ,aksen batak pun menambah ketegangan." Bah, ini orang tak tahu di untung, kalo tak lepas itu tangan, matilah kau." Tapi sang Bapak tak bergeming sedikitpun. Tangannya masih asyikterjulur dan mengayun-ayun di luar jendela. Sorot matanya yang lugu punterkesan percaya diri. Seolah ia tahu apa yang dilakukan dan apa akibatnya.Sebenarnya apa yang ada di benak Bapak tersebut ? Seorang ikhwan yang bergelantung agak jauh dari bapak tersebutsegera bereaksi. Setelah mengamati gerak-gerik, sorot mata, dan mimik wajahtersebut, sang akhi ikut memperingatkan sang Bapak. Tapi peringatan ini laindari seruan-seruan sebelumnya.Dengan santun sang akhi berteriak ," Maaf Pak, kalau tangan bapak nggak di masukkan, nanti sayang lho kalo kenapohon, bisa hancur dan rusak pohonnya. Apalagi kalo kena tiang listrik, wahnanti tiangnya patah seluruh kota bisa padam listriknya Pak. Jadi saya usuldimasukkin saja pak tangannya, biar nggak terjadi kerusakan nantinya.... " Mendengar usulan sang akhi tersebut, sang Bapak tampak tersenyum. Iapaham betul dengan peringatan tersebut. Nampaknya ia sepakat dengan sangakhi. Ia tidak ingin pohon-pohon dan tiang itu rusak karena ulah tangannya.Makanya dengan cepat ia tarik tangannya ke dalam bus kembali. Selesaipersolan semua penumpang menjadi lega. Sebagian lain tersenyum sambilberbisik-bisik menduga-duga. "Oooo..ternyata Bapak ini dari tadi percaya diri karena yakin dengankesaktian tangannya tooo.. Alah-alaaaaaaaah., untung tadi nggak jadi nabrakpohon" Dalam berdakwah, kita juga harus tahu bahasa yang terbaik bagisetiap orang tentu berbeda, sesuai dengan latar belakang objek dakwahmasing-masing. Bukan sekedar bahasa dakwah, tapi bahasa dakwah yang terbaik.Akh kita tadi, telah memberi contoh yang sedemikian nyata. Bisakah andabayangkan jika tangan sakti sang Bapak terbentur sebuah pohon besar ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Masih mau Sekolah Seorang ikhwan yang baru saja menyelesaikan studi S1 nya menghubungi sangMurobby. Apalagi kalau bukan untuk meminta sang ustad mencarikan jodohterbaik baginya. Tentu saja sang akhi ini tidak sekedar ingin menikah, tapijuga siap menikah. Lho, apa bedanya ?. Ingin menikah bagi seorang akhi cenderung bersifat objektif. Artinya iamenginginkan atau menuntut seorang akhwat -yang akan menjadi istrinya nanti- untuk tampil dengan performance dan sifat yang terbaik, menurutnya. Bisajadi ia ingin seorang akhwat yang harus cantik, tinggi, pintar masak,cerdas, penyabar dan lain sebagainya. Atau bisa jadi ia menginginkan yanglebih spesifik misalnya seorang dokter, dosen, hafidzah, atau mungkin yangberasal dari suku tertentu. Lebih parah lagi jika 'ingin menikah' di siniberarti : ingin menikahi ukhti A, B atau C. Yang jenis ini bukan berartitidak boleh. Hanya saja, kurang elegan. Lalu bagaimana dengan siap menikah?. Siap menikah bagi seorang akhi berartikesiapan dari sisi subjektif dirinya. Artinya, ia akan mengukur kemampuandirinya untuk memimpin rumahtangga, tanpa banyak terpengaruh faktor siapayang akan mendampinginya. Dengan bahasa lain, dia punya kesimpulan : " yangpenting ana harus siap dan baik dulu, siapapun istri ana dan bagaimanapundia, toh ana juga yang harus membimbingnya ". Yang jenis ini lebih elegan.Artinya siap mental dalam menikah.Nah kembali ke cerita sang akhi yang selain ingin, juga siap untuk menikah.Sang murobby yang dikonfirmasi pun menyambut permintaan ini dengan semangat.Betapa tidak ? bukankah menjodohkan adalah sebuah amalan mulia. Apalagi yangdijodohkan adalah ikhwan dan akhwat yang masing-masing mempunyai misi danvisi untuk dakwah?Maka dimulailah proyek perjodohan yang indah dan terjaga oleh sang Murobby.Dari mulai tukar biodata sampai ta'aruf belum terlihat ada masalah. Namunketika sang murobby mengkonfirmasi kesediaan sang akhwat, ternyata sangakhwat menolak. Entah sang akhwat punya alasan apa, yang jelas ia hanya bisaberalasan pada sang murrobby :" Afwan ustad, saya masih mau melanjutkansekolah dulu.."Terpukul hati sang akhi mendengar jawaban sang akhwat. Pikirnya dalam hati,mengapa kalau masih mau sekolah ia bersedia memberikan biodatanya dan bahkansampai proses taaruf ?Sang murrobby pun merasakan hal yang sama. Ada apa gerangan di balikpenolakan ini ?. Sang Akhi beritikad baik untuk tetap menikah. Sang murrobby pun kembalidengan senang hati membantu sang akhi. Dilalui proses dari awal sebagaimanayang pertama tadi. Namun sayang seribu sayang. Kasus penolakan yang pertamakembali terulang. Masih dengan alasan yang sama : sang akhwat masih maumelanjutkan sekolah.Pusing kembali melanda sang akhi kita ini. Dicobanya sekian kali untukberinstropeksi: Adakah yang salah dalam biodatanya ? Atau ada kesalahan kahsaat taaruf kemarin ? Ah , rasa-rasanya semuanya begitu lancar, tak adamasalah. Atau masalah penampilan fisik ?. Ah, benarkah itu masih menjadi kriteriayang prinsip di jaman ini ? . Sang akhi bingung, ia benar-benar belummenemukan jawaban yang tepat atas kasus penolakan dirinya.Sang murroby tampaknya ikut merasa bertanggung jawab dengan penolakntersebut. Mungkin karena merasa kasihan dengan dua kali penolakan tersebut,sang murrobby pun berinisiatif untuk ambil langkah yang lain. Kebetulan iamempunyai adik perempuan yang juga seorang akhwat. Maka setelah mengadakanbriefing yang intensif terhadap sang adik, dimulailah proses perjodohankeduanya. Biodata adik sang murroby pun berpindah ke tangan sang akhi ini.Dengan seksama di baca semua point di dalamnya. Tidak lupa dua lembar fotoukuran post card juga diperhatikan agak lama.Sang Murobby yang juga kakak sang akhwat terburu-buru untuk menanyakankesediaan sang akhi untuk meneruskan proses." Gimana akhi, antum bersedia melanjutkan proses ini kan ? "Sang akhi bingung bukan kepalang. Ada perasaan kurang sreg dalam dadanya.Lebih-lebih saat melihat dua lembar foto sang akhwat. Diulang-ulang kembali,sama saja. Ada rasa kurang berkenan yang muncul terus menerus danmengganggu." Gimana Akhi, sudah siap untuk meneruskan prosesnya ? "Pertanyaan sang murobby menambah kegalauannya. Keringat dingin mulai menetesdari dahinya. Ia menunduk agak lama.Sang akhi merenung sejenak, berinstropeksi. Sejurus kemudian ia mulaimengangkat kepala. Tersenyum. Baru sekarang ia tahu alasan mengapa duaakhwat yang terdahulu menolak dirinya: kriteria fisik !! Kriteria fisik ,kedengarannya memang lucu. Tapi ternyata ia selalu menjadi begitukontemporer. Selalu saja ada di mana saja dan kapan saja." Gimana akhi, bisa di jawab sekarang ?? "Dengan sedikit berdehem, sang akhi menjawab, " Afwan Ustad, setelah saya pikir-pikir, nampaknya saya " masih maumelanjutkan sekolah " saja ustad ... "Lemes tubuh sang murrobby. Namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Dalam hatiia berkata : Dasar aktifis jaman kini, masih teguh mempertahankan kriteriafisik !!!. Andakah salah satunya ? &lt;br /&gt;In uriidu illa ishlahi ma'stato'tu wa ma taufiqii illa billahiWa akhiru da'waana ani lhamdulillahi robbil a'lamiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111617907095147782?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111617907095147782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111617907095147782&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111617907095147782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111617907095147782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/humor-ala-ikwah.html' title='Humor Ala Ikwah'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111581146639363592</id><published>2005-05-10T04:37:00.000-07:00</published><updated>2005-05-11T04:37:46.400-07:00</updated><title type='text'>Maafkan Aku</title><content type='html'>Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT&lt;br /&gt;TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di&lt;br /&gt;atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan&lt;br /&gt;menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasaterjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibandingditerapkan. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya' karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit hati lebih perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga. Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah sudah menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Bisa jadi juga sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, orang yang bijak akan selalu mengajari muridnya untuk memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. Tapi ini akan sungguh sangat berat. Karena itu beliau mengajari&lt;br /&gt;untuk 'menyerahkan' sakit itu kepada Allah -yang begitu jelas dan pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita- dengan membaca doa, "Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara&lt;br /&gt;kami yang pernah menyakiti hati kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Rasulullah pernah berkata, "Tiga hal di antara akhlak ahli surga adalah memaafkan orang yang telah menganiayamu, memberi kepada orang yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Saudara-saudaraku, mungkin aku pernah menyakiti hatimu dan kau tidak membalas, dan mungkin juga kau menyakiti hatiku karena aku pernah menyakitimu. Namun dengan ijin-Nya aku berusaha memaafkanmu. Tapi yang aku takutkan kalian tidak mau memaafkan.Sungguh, Saudara-saudaraku, dosa-dosaku kepada Tuhanku telah menghimpit kedua sisi tulang rusukku hingga menyesakkan dada. Saudara-saudaraku, jika kalian tidak sanggup mendoakan aku agar aku 'ada' di hadapan-Nya, maka ikhlaskan segala kesalahan-kesalahanku. Tolong jangan kau tambahkan kehinaan pada diriku dengan mengadukan kepada Tuhan bahwa aku telah menyakiti hatimu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111581146639363592?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111581146639363592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111581146639363592&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111581146639363592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111581146639363592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/maafkan-aku.html' title='Maafkan Aku'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111576230076008905</id><published>2005-05-08T14:49:00.000-07:00</published><updated>2005-05-10T14:58:20.766-07:00</updated><title type='text'>Pinjem Mars Slanker nya</title><content type='html'>Pengen banget bikin poster gede di atas jam dinding kantor, biar keliatan bagi siapa saja yang masuk. isinya ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Disini, tempat cari senang. &lt;br /&gt;Salah tempat kalau kau cari uang. &lt;br /&gt;Disini orang-orang penuh kreativitas. &lt;br /&gt;Tempat orang-orang yang survive !!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini bukan anak-anak malas. &lt;br /&gt;Tempatnya para pekerja keras. &lt;br /&gt;Disini bukan anak-anak manja. &lt;br /&gt;Begitu kerja, banyak mintanya...&lt;br /&gt;kerja... kerja... ayo kita kerja ! let's Go !!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# buat slanker afwan ya mars nya ane pinjem&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111576230076008905?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111576230076008905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111576230076008905&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111576230076008905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111576230076008905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/pinjem-mars-slanker-nya.html' title='Pinjem Mars Slanker nya'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111574341578628231</id><published>2005-05-08T09:19:00.000-07:00</published><updated>2005-05-10T13:11:31.283-07:00</updated><title type='text'>Sapucuak Surek</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Sapucuak surek den kirim mangkarang uda nan surang, babilang batuka musim &lt;b&gt;lakehlah pulang&lt;/b&gt;. Sapucuak surek den kirim, badawaek si aia mato &lt;b&gt;co biduak manyongsong angin denai kini ko&lt;/b&gt;. Ko banang manjadi kaik, baa kaik nan ka jadinyo ? oh &lt;u&gt;uda sayang danga-dangakan ratok denai ko&lt;/u&gt;. Kok badan umpamo daun urang tapacik nan di batangnyo &lt;u&gt;oi uda kanduang gungguang lah denai, tabang kan juo&lt;/u&gt;"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, bagaimanapun juga suatu saat itu sangatlah jauh. Dan aku, kamu, dia, mereka atau siapa saja tetap takkan pernah berjumpa dengan suatu saat itu pada sekarang ini, pada detik ini. Kita berada pada saat ini sa, saat dimana nafas masih terus diburu-buru waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa, untuk &lt;i&gt;lakehlah pulang&lt;/i&gt; itu membuatku selalu berpikir bahwa suatu saat nanti aku akan pulang, dan kapan itu ? entahlah ... yang jelas aku selesaikan amanah-amanah yang tercecer ini. Kamu tau sendiri kan kalo keterlambatan menyelesaikan amanah ini sudah membuat orang-orang yang tercinta disana merasa cemas, khawatir, bahkan menangis sa.. menangis !. Dan aku gak tega lagi untuk memperpanjang semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, ada satu harapan yang aku dengarkan dari lagu itu. Setiap kali aku membuka lembaran-lembaran terakhir dari masa studi ini, itu lagu yang menjadi teman setia. Aku tak tau judulnya apa tapi yang jelas lagu itu setidaknya selalu berungkap "masa depan itu masih ada".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;uda sayang danga-dangakan ratok denai ko&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahan lagi kalau sudah pada bait ini. Tapi bagaimanapun aku bisa apa ? hanya bisa selesaikan semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;oi uda kanduang gungguang lah denai, tabang kan juo&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tau gak sa ? bait ini .... ya, dibait ini lah merubah semua 'stuck' ku akan lembaran akhir studi itu menjadi satu, dua kata tersusun menjadi lembar-lembar yang siap aku ajukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, saat ini &lt;i&gt;co biduak manyongsong angin denai kini ko&lt;/i&gt;, didepan itu masih jauh berliku. Ya, do'a-do'a itu yang aku pinta. Dan aku sepenuhnya sadar sa, kalau Allah SubhanaWataAla tak pernah membiarkan hambanya yang berusaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111574341578628231?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111574341578628231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111574341578628231&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111574341578628231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111574341578628231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/sapucuak-surek.html' title='Sapucuak Surek'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111547125796925928</id><published>2005-05-07T04:39:00.000-07:00</published><updated>2005-05-07T08:02:35.540-07:00</updated><title type='text'>Kalau Sudah Begitu ...</title><content type='html'>Memang udah dari dulu aku perhatikan kata-kata yang keluar dari mulut atau tulisanmu gak bisa dipegang sama sekali. Hari ini kamu bilang begini, bisa dipastikan ntar atau besoknya kamu bilang begitu. Padahal tau gak ? kata-kata yang kamu ucapkan bisa jadi sesuatu yang sangat sensitif bagi orang lain. Boleh jadi kamu anggap sebuah candaan tapi belum tentu bagi yang dengerin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang termakan oleh kata-kata mereka sendiri. Sering kali apa yang mereka ucapkan ditarik lagi trus diperbaiki ... dan asal kamu tau aja aku paling muak dengan hal seperti itu. Kayak gak punya pendirian aja. Sepertinya kata-kata itu adalah permainan. Gak nyadar kalo semua itu bisa berakibat fatal ? Bolehlah emosi, tapi inget juga dong aku masih punya hati dan perasaan. Segala macam keluar, apa kamu pikir aku ini tong sampah ? atau mungkin kloset tempat buang air ? trus kalo udah selesai, kemudian kamu nyadar kalo salah buang. trus tong sampah tadi kamu bersihkan dan kloset tadi kamu siram dengan air biar bersih. Apa memang bisa begitu ? maaf, sekali lagi aku bukan tong sampah !!! aku bukan kloset !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sudah begitu cukuplah aku berdiam diri dan berdo'a saja, semoga kamu dan aku diberi petunjuk. Biar aku juga bisa sadar kalo aku itu memang salah. Dan mungkin udah tabiatku kali, aku bisa jadi gak respek lagi kalo udah dibegitukan. Dan pengalamanku sudah bicara, setiap kali aku mengalami hal tersebut aku langsung terdiam. Dan aku jadi susah untuk bisa respek lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111547125796925928?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111547125796925928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111547125796925928&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111547125796925928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111547125796925928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/kalau-sudah-begitu.html' title='Kalau Sudah Begitu ...'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111544408885579958</id><published>2005-05-05T22:32:00.000-07:00</published><updated>2005-05-06T22:34:49.000-07:00</updated><title type='text'>Subuh itu</title><content type='html'>"kriyeekkk" suara pintu gerbang garasi rumah kontrakan memecah sunyinya pagi. &lt;br /&gt;"Ops, kok keras gini ya bunyinya ?" Aku bergumam dalam hati sambil perlahan sepeda kesayangan aku keluarkan dari garasi. Hati-hati dan sangat pelan, karena takut kalo pedal, stang ato pun bagian lain yang bisa menggores cat sedan civic yang parkir didepan garasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengunci gembok pagar aku mulai mengayuh menuju suara azan yang terdengar dari kejauahan. Sedikit mendaki memang, tapi gak papa lah ... masih pagi. Kan lagi seger-segernya. Ada sekitar 500 meteran kurang lebih dan jalannya sedikit mendaki dan berbelok-belok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi dan dingin ... yang aku lihat cuma deretan mobil dari berbagai merek dan mode. Ada cuma satu mobil di garasi bahkan ada juga tiga. Sampai garasipun gak muat untuk tempat parkir mobil mereka. Maklum komplek perumahan lumayan bagus tetapi tidak elit. Tak terasa aku sudah melewati belokan kedua dan jalannya memang agak sedikit datar. Suasananya masih sama seperti yang tadi, sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu belokan lagi aku akan sampai di masjid itu. Dan tentunya aku akan parkir sepeda ini di halaman sebelah kiri, kemudian wudhu masuk masjid trus sholat sunah fajar kemudian tilawah sambil nungguin iqomah, "hmm sungguh damainya". Begitu rencana yang aku susun dalam otak ini sambil terus mengayuh sepeda. &lt;br /&gt;Sampailah aku di belokan terakhir, tetapi apa yang terjadi pada saat mataku memandang ke arah masjid...&lt;br /&gt;"Kok ?" &lt;br /&gt;Ternyata gerbang masih masih tutup, lampu-lampunya tidak ada yang menyala satupun. Yang jelas belum ada tanda-tanda kehidupan. &lt;br /&gt;"Kemana orang-orang ? kemana takmir ? masih tidur kah ?" Aku masih belum bisa menghilangkan rasa kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, tanpa pikir panjang lagi aku putar haluan kemudian menuju masjid yang terdekat sekitar 1,5 kilo lagi. Dari kejauahan suara iqomah pun terdengar sayup-sayup mengiris hati. Seirama dengan pilunya hatiku melihat kenyataan di masjid tadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111544408885579958?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111544408885579958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111544408885579958&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111544408885579958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111544408885579958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/subuh-itu.html' title='Subuh itu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111554856078834095</id><published>2005-05-05T03:03:00.000-07:00</published><updated>2005-05-08T03:36:01.000-07:00</updated><title type='text'>Helm</title><content type='html'>"Dulu sih gua jual vespa 4 juta, trus yang beli bilang ... sama helmnya mas ?" Dia meneguk secangkir kopi panas dengan begitu nikmatnya. Aku pun ikutan menikmati walopun cairan hitam itu gak melewati kerongkongan ini.&lt;br /&gt;"trus ?" aku jadi penasaran juga.&lt;br /&gt;"Kalo sama helmnya 5 juta mas !" dia tersenyum penuh kemenangan.&lt;br /&gt;"Huehehehe...lu tu ye bisa aja" Aku tertawa.&lt;br /&gt;"Lha iya lah dang, masa vespa udah gue obral masih minta ama helmnya.Enak di dia dong. Mana helmnya bagus lagi, udah jarang tuh yang punya. Lagian penuh kenangan tuh helm, ada memori nya jek !" Dia mengeluarkan pelor dari moncongnya beruntun bagai senapan mesinnya si Rambo.&lt;br /&gt;"Trus berarti gua gak bisa minta, atau beli helm lu dong ?" Pupus sudah harapan punya helm tentara. Katanya sih kayak helm tentara, tentara apa pilot ya ? ah yang penting helm nya cakep !&lt;br /&gt;"Gimana ya dang ya, kayaknya susah deh, itu helm punya 1001 kenangan. Lu cari aja deh di Comboran, masih banyak kok yang jual". Dia menatap seakan pengen menghibur.&lt;br /&gt;"Ya udah deh, ntar gua cari ke comboran, tengkiuh ya ..." Aku ikutan nyeruput kopi yang udah mulai dingin, agar sedikit tersiram pupusnya harapan untuk punya helm sebagus itu.&lt;br /&gt;"Gak papa kan ?" Dia meyakinkan diri.&lt;br /&gt;"Gak papa, santai aja lagi" Dan kita pun larut dalam acara TV yang gak jelas judul nya apa.&lt;br /&gt;Sebelum tidur sejenak aku merenung, hm... kalo dipikir-pikir emang aku butuh helm ? ato cuma mungkin untuk sekedar pelengkap saja ? kembali ingatanku berputar beberapa waktu yang lalu aku melihat bapak tua itu berseragam hijau, naik sepeda dan pake helm tentara ! sumpah, keren banget ! kalo boleh dibilang sejak saat itu aku jadi ngefans sama helm dan sepedanya. Ya udah lah, kalo berkesempatan nanti aku cari ke comboran sana. Kali aja ada yang memang sesuai dengan selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya selesai magrib, aku tuntun sepeda keluar dari parkir. Tiba-tiba ada suara dari pojok kiri.&lt;br /&gt;"Dasar PKS, baju... sepeda ada merek PKS. Bareng dang !" Kaget juga, ternyata dia udah berjalan menuju aku dan sepedaku.&lt;br /&gt;"Hehe... Kok lu gak keliatan tadi ?" Aku mulai menaiki sepeda.&lt;br /&gt;"Lu nya aja di depan kelamaan, sampe udah pulang semua baru keluar". Dia naik menaiki boncengan sepeda. Hm.. kuat gak ya ama ban nya, soalnya itu body dia lumaya juga sih.&lt;br /&gt;Masih belum 10 m jalan.&lt;br /&gt;"Eh dang, mending lu bawa aja tuh helm ya" tiba-tiba dia bersuara di belakang.&lt;br /&gt;"Heh ? serius lu ? gak nyesel ? katanya punya kenangan ?". Kaget juga, gak ada angin gak ada topan badai kok tiba-tiba bilang ngasih helm.&lt;br /&gt;"Gak ... gua serius, udah lu pake aja. Lagian gua juga gak pake tuh helm. Kapan lu ambil ?" Dia berbicara dibelakang sedangkan aku gembiranya gak ketulungan... Alhamdulillah.&lt;br /&gt;"Wah tengkiuh banget nih...Sekarang aja !" Aku langsung semangat putar haluan menuju rumahnya disamping masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sejak itu, berangkat kantor selalu pake helm. Ya, aku senang dengan helm itu. Ada kacamata itemnya lagi, wuih ! Alhamdulillah &lt;i&gt;pucuk dicinta ulampun tiba&lt;/i&gt;. Aku jadi inget bapak tua itu... Aku pengen bilang :&lt;br /&gt;"Pak, terima kasih ya udah jadi inspirasi. Tapi serius, sampeyan lebih keren daripada aku. Soalnya helmnya sampeyan tentara asli. Kalo aku helm pilot. Tapi tak apa lah pak, alhamdulillah saya sudah punya helm sebagus ini. Jangan ragu pak, masih ada saya yang nerusin style nya sampeyan... hehehe."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak lengkap rasanya kalo bersepeda Ontel tanpa helm !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111554856078834095?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111554856078834095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111554856078834095&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111554856078834095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111554856078834095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/helm.html' title='Helm'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111573746568362890</id><published>2005-05-04T08:03:00.000-07:00</published><updated>2005-05-10T08:14:37.473-07:00</updated><title type='text'>Aku Rindu Zaman Itu</title><content type='html'># Di ketik ulang dari secarik kertas yang ditempel di papan pengumuman musholla tempat biasanya sholat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Rindu Zaman Itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika Halaqah adalah kebutuhan.&lt;br /&gt;Bukan sekedar sambilan apalagi hiburan.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika membina adalah kewajiban.&lt;br /&gt;Bukan pilihan apalagi beban dan paksaan.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan.&lt;br /&gt;Bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan.&lt;br /&gt;Bukan tuntutan dan hujatan.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan.&lt;br /&gt;Bukan keraguan apalagi kecurigaan.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika nasehat menjadi kesenangan.&lt;br /&gt;Bukan su'udzon apalagi menjatuhkan.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika memberikan segalanya untuk dakwah ini.&lt;br /&gt;Aku rindu, ketika nasyid guroba menjadi lagu kebangsaan.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika seorang ikhwah benar-benar berjalan kaki 2 jam di malam gelap gulita sepulang tabligh dakwah di desa sebelah.&lt;br /&gt;Aku rindu, ketika pergi liqo selalu membawa uang infaq, alat tulis, buku catatan dan qur'an terjemahan ditambah sedikit hafalan.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika seorang binaan menangis karena tidak dapat hadir dalam liqo.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika seorang ikwah berangkat liqo dengan jatah ongkos esok harinya.&lt;br /&gt;Aku rindu, zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan mengumpulkan uang sekuat tenaga.&lt;br /&gt;Aku rindu zaman itu.&lt;br /&gt;Ya Allah jangan kau hilangkan kenikmatan itu dari hati-hati kami.&lt;br /&gt;Kami rindu nikmat itu.&lt;br /&gt;Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# gak tau penulisnya siapa, tapi yang jelas ane juga rindu akan zaman itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111573746568362890?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111573746568362890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111573746568362890&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111573746568362890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111573746568362890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/aku-rindu-zaman-itu.html' title='Aku Rindu Zaman Itu'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3469327.post-111564118589839938</id><published>2005-05-03T04:52:00.000-07:00</published><updated>2005-05-09T05:19:46.066-07:00</updated><title type='text'>Kupu-kupu Senja</title><content type='html'>Sa, dua kupu-kupu itu selalu datang disaat aku menyapa senja. Disaat asyik terbang terkadang mereka pura-pura pingsan. Seketika itu juga mengagetkanku dengan kepakan sayap kembali terbang bercengkrama berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, Sejak pertemuan pertama aku sudah menamai mereka dengan "kupu-kupu senja" dan memang mereka sering datang disaat senja menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, Kalo aku punya tustel aku ingin memotretnya untukmu. Biar kamu juga merasakan betapa senangnya ditemani oleh mereka. Kamu belum lihatkan seperti apa aku tersenyum lepas melihat mereka ? Ketika jari telunjuk dan telapak tanganku dihinggapi ? Dan aku tak peduli juga kalo dulu sewaktu kecil sering dibilang mereka punya racun disayapnya. Yang aku tau cuma mereka juga senang kalau berada disekitarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, ada yang bilang kalo aku punya sangkar di kurung saja disana. Biar setiap saat aku bisa ketemu dengan mereka. Tapi aku gak mau, karena mereka datang bukan untuk keterkukungan. Mereka membawa untaian kebebasan, merdeka dan bahagia ! karena kamu juga tau apa yang sudah aku kasih adalah penukaran dalam jiwa-jiwa yang bebas untuk memilih bukan ? Kamu mungkin juga setuju kalo aku bertemu dengan mereka setiap senja bukan ? kalopun tidak hari ini mungkin besok atau 2 hari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa, sudah 1 minggu ini kupu-kupu senja itu tak mengunjungiku. Ada apa ya ? Atau mungkin gantian dia saat ini mengunjungimu ? Kalo iya titip salamku untuk mereka ya ... bilangin "kapan lagi masuk dalam gelas kopiku ?".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3469327-111564118589839938?l=padang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://padang.blogspot.com/feeds/111564118589839938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3469327&amp;postID=111564118589839938&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111564118589839938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3469327/posts/default/111564118589839938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://padang.blogspot.com/2005/05/kupu-kupu-senja.html' title='Kupu-kupu Senja'/><author><name>pha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
