4/11/1999

Menentukan Arah

Disini awal perjalanan untuk menentukan arah hidup itu kemana. Disaat semua siswa disini sibuk dengan yang namanya persiapan untuk UMPTN. Aku malah berkutat dengan lembar foto kopian rapor, bolak-balik ke kantor majelis guru menemui wakil kepala sekolah bagian akademik dan kesiswaan. Diantara beratus orang yang yang juga mendapatkan kesempatan mengikuti jalur PMDK, mungkin aku lah orang yang super sibuk ! hebat ...

Kesempatan itu memang aku dapatkan, seperti orang tua ku bilang kesempatan itu datangnya hanya sekali. So, aku berusaha untuk memanfaatkan semampu aku bisa. Beberapa universitas menawarkan jalur PMDK untuk bisa kuliah disana. Jujur saja, sebenarnya aku lebih tertarik untuk kuliah nantinya di elektro atau informatika ITB atau paling gak Geologi ITB. Tapi setiap aku coba berkaca dengan apa yang ada di kepala begitu juga kemampuannya, aku rasa itu masih jauh dari kata "mampu". Otak ku memang tak se encer sang juara kelas itu, tapi aku masih mampu menduduki predikat lima besar di kelas yang katanya di unggulkan. Dengan modal lima besar itulah aku diberi kesempatan untuk bertarung di arena PMDK.

ITB, denyut nadiku tak berpindah dari tiga huruf itu. entah kenapa aku begitu mendewakan kuliah disana. Tapi cuma nadi ku saja yang berdenyut menggaungkan tiga huruf tersebut sedangkan otakku kadang tak mampu memompa rentetan denyutan yang mesti diputar. Ya demikianlah, aku tak mau menjadi seorang fanatik. Aku tak mau berucap kata titik, masih ada koma yang artinya pertimbangan lain kenapa aku mesti ikutan juga di PMDK itu.

Seperti biasanya aku melakukan pertimbangan di atas kertas, mencari peluang terbaik dan tepat melakukan aselerasi penembakan. Beberapa universitas yang di tawarkan dan menjadi pertimbangan waktu itu diantaranya :

1. Universitas Andalas ( UNAND ), universitas favorit di kota Padang ini memang menjadi savety choice bagiku. Dari berbagai masukan dan pendapat orang disekitar ku akhirnya aku jatuhkan pilihan pertama pada Teknik Mesin, pilihan kedua Teknik Industri, dan pilihan ketiga Ekonomi Akuntansi.

2. Universitas Sumatera Utara ( USU ), dari level predikat antara Andalas dan USU ini tak jauh beda bahkan boleh dibilang setara. Dengan pertimbangan dari pada ke Medan mending aku langsung aja arahkan ke Pulau Jawa sana. Akhirnya USU gak masuk dalam daftar list pendaftaran.

3. Intitut Pertanian Bogor ( IPB ), aku gak banyak pertimbangan untuk yang satu ini. Dari semua informasi yang aku terima akhirnya aku tak mengambil apa-apa di institut ini, ya intinya mungkin aku tak mau jadi petani. Walopun berasal dari keluarga seorang petani, tapi aku ingin menjadi sedikit berbeda. Terlepas itu salah atau bukan, yang jelas dari awal tak ada pilihan menuju IPB.

4. Universitas Indonesia ( UI ), kuliah di UI adalah sebuah idamanku juga. Tapi lulus pun, apa orang tua ku mampu untuk mengatasi biaya di Jakarta yang katanya buat kentut aja bayar ? akhirnya aku tutup buku untuk kuliah di UI.

5. Universitas Diponegoro ( UNDIP ), ini masuk kategori... salah satu universitas ternama di negeri sebrang ini memang dari dulu menjadi pertimbangan juga bagiku. Dari sekian perhitungan di atas kertas aku jatuhkan pilihan pada Teknik Industri.

6. Universitas Gadjah Mada ( UGM ). Ini adalah pilihan ku pertama sekali sebelum teman-temanku juga berkiblat ke universitas ini. Dari angketPMDK yang disebarkan pilihan ku pertama adalah Teknik Elektro UGM kemudian di ikuti Teknik Geologi nya trus yang terakhir baru Unand. Tapi sayang nya pas formulir telah dibagikan dan di isi, teman-teman ku yang katanya jagoan itu mereka berpindah haluan dari UI menuju UGM. Yah terpaksa lah aku urung niat untuk ikutan kompetisi di UGM, dan lagi pula jika udah ngisi UGM tidak boleh ngisi Undip begitu sebaliknya. Akhirnya aku tak memilih apa-apa disini karena para sang juara sudah menempati tempat strategis disana.

7. Universitas Brawijaya ( Unibraw ). Universitas yang gaungnya gak seberapa di bagian barat Indonesia, tetapi di bagian timur ? banyak yang berkiblat kesana. Inikah saat nya aku banting stir untuk mengunjungi ujung timur pulau Jawa ? Informas dari kakak ku yang udah berkunjung kesana ternyata positif sekali responku waktu itu. So aku pilih jurusan yang terfavorit tetapi bukan Kedokteran ! kenapa ? karena aku paling males kalo disuruh ngapal apalagi berkutat dengan buku setebal bantal belum lagi biaya nya yang ... tau sendiri lah. Awalnya aku jatuhkan pilihan pada Arsitek, berhubung katanya tangan ini bisa diajak corat-coret. Sayang kedepan nya di teliti belum begitu progress, kembali terbentur masalah biaya nantinya. Meja gambar aja 4 Juta !
Seperti pilihan-pilihan ku sebelumnya, aku menjatuhkannya pada Teknik Elektro. Setelah melakukan pertimbangan hitam putih dengan pemetaan sederhana dengan Jurusan lainnya, memang Elektro lah yang menjadi sasaran tembak ku kali ini.

Banyak kali ? beruntung memang aku disekolahkan di SMU 2 ini, karena milih PMDK gak dibatasin berapa mo ngambil. Asalkan kuat sama duit, silahkan pilih sebanyak-banyak nya. Aku cuma mampu 3, Unand, Undip dan Unibraw. Itu udah ngos-ngosan buat beli formulirnya. Orang tuaku hanya mampu satu formulir. Sedang kan yang dua nya ditambal dari hasil keringat ku dan hasil minta-minta sana sini sama sodara. ITB, ITS, Unpad ? ITB dan ITS gak ada PMDK nya kalo Unpad gak ada jurusan yang aku minati. Emang, dulu sempat terlontar di mulutku aku gak akan kuliah kalo bukan Teknik/universitas di pulau jawa. Lha kenapa Unand ada Ekonomi nya ? itu sih permintaan sang pemberi dana hehehe.

so kita liat aja nanti, apakah jaring yang kutanamkan ini menjerat ikan yang memang aku tuju. Seperti orang tua ku bilang lagi, semakin banyak menebarkan jaring semakin banyak kesempatan untuk memperoleh ikan. nanti bisa tinggal milih ikan mana yang akan di makan.

catatan dari lembaran bertahun-tahun yang silam

Menentukan Arah

Disini awal perjalanan untuk menentukan arah hidup itu kemana. Disaat semua siswa disini sibuk dengan yang namanya persiapan untuk UMPTN. Aku malah berkutat dengan lembar foto kopian rapor, bolak-balik ke kantor majelis guru menemui wakil kepala sekolah bagian akademik dan kesiswaan. Diantara beratus orang yang yang juga mendapatkan kesempatan mengikuti jalur PMDK, mungkin aku lah orang yang super sibuk ! hebat ...

Kesempatan itu memang aku dapatkan, seperti orang tua ku bilang kesempatan itu datangnya hanya sekali. So, aku berusaha untuk memanfaatkan semampu aku bisa. Beberapa universitas menawarkan jalur PMDK untuk bisa kuliah disana. Jujur saja, sebenarnya aku lebih tertarik untuk kuliah nantinya di elektro atau informatika ITB atau paling gak Geologi ITB. Tapi setiap aku coba berkaca dengan apa yang ada di kepala begitu juga kemampuannya, aku rasa itu masih jauh dari kata "mampu". Otak ku memang tak se encer sang juara kelas itu, tapi aku masih mampu menduduki predikat lima besar di kelas yang katanya di unggulkan. Dengan modal lima besar itulah aku diberi kesempatan untuk bertarung di arena PMDK.

ITB, denyut nadiku tak berpindah dari tiga huruf itu. entah kenapa aku begitu mendewakan kuliah disana. Tapi cuma nadi ku saja yang berdenyut menggaungkan tiga huruf tersebut sedangkan otakku kadang tak mampu memompa rentetan denyutan yang mesti diputar. Ya demikianlah, aku tak mau menjadi seorang fanatik. Aku tak mau berucap kata titik, masih ada koma yang artinya pertimbangan lain kenapa aku mesti ikutan juga di PMDK itu.

Seperti biasanya aku melakukan pertimbangan di atas kertas, mencari peluang terbaik dan tepat melakukan aselerasi penembakan. Beberapa universitas yang di tawarkan dan menjadi pertimbangan waktu itu diantaranya :

1. Universitas Andalas ( UNAND ), universitas favorit di kota Padang ini memang menjadi savety choice bagiku. Dari berbagai masukan dan pendapat orang disekitar ku akhirnya aku jatuhkan pilihan pertama pada Teknik Mesin, pilihan kedua Teknik Industri, dan pilihan ketiga Ekonomi Akuntansi.

2. Universitas Sumatera Utara ( USU ), dari level predikat antara Andalas dan USU ini tak jauh beda bahkan boleh dibilang setara. Dengan pertimbangan dari pada ke Medan mending aku langsung aja arahkan ke Pulau Jawa sana. Akhirnya USU gak masuk dalam daftar list pendaftaran.

3. Intitut Pertanian Bogor ( IPB ), aku gak banyak pertimbangan untuk yang satu ini. Dari semua informasi yang aku terima akhirnya aku tak mengambil apa-apa di institut ini, ya intinya mungkin aku tak mau jadi petani. Walopun berasal dari keluarga seorang petani, tapi aku ingin menjadi sedikit berbeda. Terlepas itu salah atau bukan, yang jelas dari awal tak ada pilihan menuju IPB.

4. Universitas Indonesia ( UI ), kuliah di UI adalah sebuah idamanku juga. Tapi lulus pun, apa orang tua ku mampu untuk mengatasi biaya di Jakarta yang katanya buat kentut aja bayar ? akhirnya aku tutup buku untuk kuliah di UI.

5. Universitas Diponegoro ( UNDIP ), ini masuk kategori... salah satu universitas ternama di negeri sebrang ini memang dari dulu menjadi pertimbangan juga bagiku. Dari sekian perhitungan di atas kertas aku jatuhkan pilihan pada Teknik Industri.

6. Universitas Gadjah Mada ( UGM ). Ini adalah pilihan ku pertama sekali sebelum teman-temanku juga berkiblat ke universitas ini. Dari angketPMDK yang disebarkan pilihan ku pertama adalah Teknik Elektro UGM kemudian di ikuti Teknik Geologi nya trus yang terakhir baru Unand. Tapi sayang nya pas formulir telah dibagikan dan di isi, teman-teman ku yang katanya jagoan itu mereka berpindah haluan dari UI menuju UGM. Yah terpaksa lah aku urung niat untuk ikutan kompetisi di UGM, dan lagi pula jika udah ngisi UGM tidak boleh ngisi Undip begitu sebaliknya. Akhirnya aku tak memilih apa-apa disini karena para sang juara sudah menempati tempat strategis disana.

7. Universitas Brawijaya ( Unibraw ). Universitas yang gaungnya gak seberapa di bagian barat Indonesia, tetapi di bagian timur ? banyak yang berkiblat kesana. Inikah saat nya aku banting stir untuk mengunjungi ujung timur pulau Jawa ? Informas dari kakak ku yang udah berkunjung kesana ternyata positif sekali responku waktu itu. So aku pilih jurusan yang terfavorit tetapi bukan Kedokteran ! kenapa ? karena aku paling males kalo disuruh ngapal apalagi berkutat dengan buku setebal bantal belum lagi biaya nya yang ... tau sendiri lah. Awalnya aku jatuhkan pilihan pada Arsitek, berhubung katanya tangan ini bisa diajak corat-coret. Sayang kedepan nya di teliti belum begitu progress, kembali terbentur masalah biaya nantinya. Meja gambar aja 4 Juta !
Seperti pilihan-pilihan ku sebelumnya, aku menjatuhkannya pada Teknik Elektro. Setelah melakukan pertimbangan hitam putih dengan pemetaan sederhana dengan Jurusan lainnya, memang Elektro lah yang menjadi sasaran tembak ku kali ini.

Banyak kali ? beruntung memang aku disekolahkan di SMU 2 ini, karena milih PMDK gak dibatasin berapa mo ngambil. Asalkan kuat sama duit, silahkan pilih sebanyak-banyak nya. Aku cuma mampu 3, Unand, Undip dan Unibraw. Itu udah ngos-ngosan buat beli formulirnya. Orang tuaku hanya mampu satu formulir. Sedang kan yang dua nya ditambal dari hasil keringat ku dan hasil minta-minta sana sini sama sodara. ITB, ITS, Unpad ? ITB dan ITS gak ada PMDK nya kalo Unpad gak ada jurusan yang aku minati. Emang, dulu sempat terlontar di mulutku aku gak akan kuliah kalo bukan Teknik/universitas di pulau jawa. Lha kenapa Unand ada Ekonomi nya ? itu sih permintaan sang pemberi dana hehehe.

so kita liat aja nanti, apakah jaring yang kutanamkan ini menjerat ikan yang memang aku tuju. Seperti orang tua ku bilang lagi, semakin banyak menebarkan jaring semakin banyak kesempatan untuk memperoleh ikan. nanti bisa tinggal milih ikan mana yang akan di makan.

catatan dari lembaran bertahun-tahun yang silam