9/21/2005

Seutas Senyum yang Sangat Bermakna

Selamat Hari Lahir
Semoga tambah sholeh, semakin ikhlas amalnya, selalu lapang dada dan tambah dewasa ;-)


alhamdulillahirobbilalamin, jazakillahu khairan katsiro.
Sungguh lengkap doa yang kamu panjatkan di hari ini. Tambah sholeh, adalah harapan yang tak putus-putusnya yang aku panjatkan pada Allah Azza wa Jalla. Semakin ikhlas adalah keinginan yang tak pernah pudar dari lubuk hati. Selalu lapang dada adalah kondisi yang setiap saat saya idam-idamkan. Dan tambah dewasa adalah jalan yang aku pilih sebelum berangkat tua. Karena tua itu pasti, dewasa itu pilihan.

seutas senyum yang sangat bermakna

Saya "bicara" tepat satu hari menjelang umur 25 tiba

Alhamdulillah akhirnya kesempatan itu diberikan juga kepada saya. Kesempatan yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Kesempatan yang sangat sulit saya dapat, kesempatan yang insya Allah hanya datang sekali. Tepatnya hari ini jam 06.05 saya sudah melakukan apa yang menjadi syarat untuk proses berikutnya. Walopun cuma lewat telpon namun itu semua sudah menjadi syarat sah secara syar'i insya Allah. Alhamdulillah, segala puji syukur dan sujud sembah hamba hanya untuk Allah Azza wa Jalla untuk kesempatan ini.

Apakah ini memang jalan yang dimudahkan Allah SWT untuk saya ? entahlah, yang jelas saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah selalu menunjukkan jalan terbaik buat saya. Dan Apa yang saya ucapkan pada pagi ini adalah bagian karunia yang tak terkira, begitu lugas walopun sebelumnya kerasa deg-degan.

Saya "bicara" tepat satu hari menjelang umur 25 tiba, dan jawabannya mari kita sama-sama berusaha dan berdo'a. Tiada kata yang bisa saya ucapkan lagi selain Alhamdulillahirobbil'alamin !

9/20/2005

Bapak mo ngomong

"Bapak mo ngomong, mo nanyain sesuatu". Suara dari balik microphone diseberang sana.

"Kapan ? sekarang ?". Jelas saya kaget dengan suara itu.

"Iya, cuma bapak abis subuh tadi langsung tidur". Menghela nafas panjang.

"Hm.. kalo begitu bilang sama bapak, besok abis subuh insya Allah saya telpon mohon ditunggu ya". Saya sedikit lega, karena ada waktu satu hari untuk mempersiapkannya.

"Insya Allah" Jawaban yang singkat.

"Eh iya, bapak udah berenti merokok lho". Kata singkat tadi tersambung.

"Oh ya ? wah hebat dong, di rumah bapak masih belum". Suasana mulai hangat setelah matahari tak lagi malu-malu.

Pembicaraan panjang pun mulai terbentang. Apa, kenapa dan bagaimana semuanya kita kupas. Sebenarnya saya patut berterima kasih kepada Hoki. Kasih pulsa 300 repes per menit. Bayangkan kalo saya pake M3 bisa-bisa gak ikutan wisuda. Alhamdulillah, semoga ini memang jalan yang dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla. amin !

9/15/2005

Pokoknya ...

"Pokoknya, Jangan sampe Bunda ngerasain jalan kaki dibawah terik panas siang hari"

Klik ! telepon saya tutup. Itu akhir pembicaraan saya dengan kakak di seberang sana. Ya, saya gak pengen melihat bunda jalan kaki dibawah terik matahari, oh ... jangan sampe. Memang sih tidak separah kayak di Surabaya, Padang atau Jakarta. Tapi tetep saja saya gak mau liat Bunda nanti menelusuri jalan-jalan menuju ke kampus dengan jalan kaki.

Sudah cukup rasanya di kampung bunda jalan kaki menelusuri pematang-pematang sawah, jalan berbatu mendaki dan berliku dibawah terik matahari yang garang. Dan saya jangan diberitahu seperti apa bunda menyeret langkah kakinya waktu itu. Plis ! saya gak mau liat. Jadi jangan paksa saya untuk membiarkan bunda jalan kaki dari penginapan ke kampus.

Pokoknya saya gak mau tau, kesini dan disini Bunda harus senang. Walopun ujung-ujungnya saya harus menambah utang. Saya pengen melihat bunda merasakan duduk diatas jok mobil, walopun itu cuma mobil sewaan. Saya pengen melihat bunda merasakan dinginnya aliran AC sambil mendengarkan nada musik indah melantun, walopun itu ac murahan. Saya pengen melihat bunda menikmati pemandangan rimbunnya pepohonan di pinggiran jalan, atau mungkin juga sambil menikmati juice apel khas kota ini.

Bahkan menjadi sebuah kehormatan bagi saya jikalau harus menggendong bunda, dibandingkan memakai toga disalami rektor dan mendapat selembar ijazah.

9/11/2005

Toga itu mahal, jendral !

Maksud hati ingin wisuda, membahagiakan hati Bunda melihat anaknya menjadi Sarjana tapi apa daya ...

Di negeri ini, dimana-mana memang orang miskin selalu "dilarang". Jangankan wisuda, sekolah saja "dilarang". BBM saja "dilarang", hanya kentut saja yang diperbolehkan, itupun kalo tidak ketahuan sama orang-orang. Bernafas menikmati udara segarpun "dilarang" karena knalpot, asap pabrik dan asap rokok manusia-manusia yang sungguh kaya membakar uang demi "kenikmatan" tiada tara.

Beasiswa yang diharap-harapkan untuk bisa melanjutkan studi ternyata tidak pula selancar air kran yang mengucur deras di salah satu kamar mandi ruangan kampus dari pagi sampai pagi tanpa ada yang mau menutupnya kembali, dan ingat sekali lagi ... itu terjadi setiap hari.

Di negeri ini, kaya ! tidak percaya ? datanglah ke kampus saya, komputer dibiarkan saja hidup begitu saja dari malam sampai pagi memutarkan lagu yang menina bobokkan. TV di hidupkan, namun tak ada satu pasangpun mata yang menontonnya. Sengaja, itu TV memang TV ajaib... TV khusus untuk makhluk gaib. Jin, setan, demit dan segala macam kan juga perlu hiburan ? Sedangkan Pemiliknya ? tidur dengan nyenyaknya dibawah selimut setelah seharian beraktivitas. Tapi jangan heran, yang tidur barusan berada di barisan paling depan meneriakkan turunkan harga BBM. Turunkan harga bahan makan pokok !

Gitu saya nuntut wisuda murah meriah, wong disekeliling saya (dan termasuk saya juga) adalah pemboros sejati ! Sekarang saya hanya bisa berpikir gimana caranya dapat duit bisa beli toga yang dipake untuk setengah hari saja menyejukkan mata Bunda, akh... Tak usah lagi saya berpikir gimana caranya wisuda dengan kaos oblong, celana lusuh dan sendal jepit karena itu tak mungkin ! sekali lagi ... tak mungkin ! Toga itu mahal, jendral !

Ternyata Cinta

Ingin sungguh aku bicara
Satu kali saja
Sebagai ungkapan kata... perasaanku padaMu


Iya, sungguh ... ingin sekali saya bicara. Tak banyak, dan cuma satu kali saja. Saya ingin ungkapkan kata tentang apa yang saya rasa. Tentang perasaan yang tak pernah tuangkan dalam bentuk kata-kata. Tentang perasaan yang belum pernah saya lukiskan dalam lisan.

Telah cukup lama kudiam...
didalam keheningan ini
Kubekukan di bibirku
Tak berdayanya tubuhku


Memang selama ini saya diam, tenggelamkan diri dalam keheningan. Tak ada pilihan lain saya hanya bisa membekukan bibir. Karena saya tak berdaya, tak mampu untuk bicara, tak sanggup untuk menggerakkan lidah dan bibir saya untuk memecahkan kebungkaman ini.

Dan ternyata cinta yang menguatkan aku
Dan ternyata cinta... (tulus mendekap jiwaku)


Dan kamu tau, ternyata cinta lah yang membuat semuanya berubah. Saya bisa hancurkan semua kebekuan itu. Saya mampu ramaikan keheningan itu. Saya bisa hilangkan ketakberdayaan itu. Ternyata cinta kepada-Nya lah yang membuat hangat jiwa saya.

Kau yang sungguh selalu setia
Menemani kesepianku
Menjaga lelap tidurku
Membasuhku setulusnya


Allah Azza Wa Jalla yang sungguh setia menemani saya dalam kesepian, menyelimuti lelap tidur saya yang penuh kekhawatiran menjadi ketenangan. ENGKAU basuh segala luka, ENGKAU balut segala duka, hingga semuanya ketakutan, kekalutan, kekhawatiran, kesedihan menjadi sirna.

Merekahnya fajar hatiku
Menghangatkan luruhku
Dan resapkan keharuman
Engkau yang mencintaiku


Saat ini fajar dihatiku menjadi cerah, cairkan semua kedinginan dan meluruhkan segala kebekuan. Saya diresapi keharuman wangi cinta yang belum pernah saya rasa. Pantaskah saya masih menanyakan "Apakah saya benar-benar mencintai Nya ?". Bukankah itu sudah seharusnya dan semestinya saya jatuh cinta pada Nya.

# jazakallah buat Padi yang sudah membuat lirik "Ternyata Cinta" yang indah ini

9/10/2005

Sebuah Persembahan ...

Setiap huruf dalam buku ini aku persembahkan untuk :

Ayah Bunda ...
yang berjuang dengan darah, nanah dan air mata, mengasuh dengan segala suka cita derita, sengsara, bahkan duka lara tak pernah berasa sampai aku mengecap dewasa

Ayah Bunda ...
yang tak pernah mengucap letih walaupun melangkah tertatih-tatih dan tak jarang merasakan perih sampai aku jadi sedikit terlatih

Ayah Bunda ...
yang menjalani hidup dibawah terik garang mempersiapkan hari-hari yang panjang
demi melihat semata wayang bisa mengecap sedikit rasa senang

Ayah Bunda ...
yang tak pernah berharap tanda jasa, yang mengalirkan kasih, sayang dan cinta seperti layaknya udara, yang hanya berharap untaian do'a dan setetes senyum bahagia ...

Ayah Bunda ...
Hanya tulisan dari tinta satu samudera yang mampu bercerita tentang kasih... yang Ayah Bunda beri, tentang sayang... yang Ayah Bunda tuang, tentang cinta ... yang Ayah Bunda punya.

Ayah Bunda ...
Terimalah karya ananda dengan seiring berjuta untaian do’a untukmu berdua.


Karya ini juga aku persembahkan untuk :

Saudaraku ummat Nabi Muhammad SAW (muslim) di seluruh jagad raya, saudara se perjuangan, saudara yang istiqomah memperjuangkan dan menegakkan kebenaran di jalan-Nya, karena kalianlah bumi ini masih memancarkan cahaya. Semoga aku tergabung dalam barisan kalian. Teriring do’a dariku :

Ya Allah,
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
bahwa hati-hati ini telah berkumpul,
untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu,
bersatu dalam rangka menyeru dijalan-Mu,
dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu,
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya,

Ya Allah,
Abadikanlah kasih sayang-nya,
Tunjukkanlah jalannya
Dan penuhilah dengan cahaya-Mu
yang tidak pernah redup,
Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman
dan keindahan tawakkal kepada-Mu,
Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu,
Dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.

Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong, amin !

Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya.


Untuk belahan jiwaku yang masih menjadi rahasia Illahi :

Mutiara tidak pernah ditemukan jika tidak pernah mencoba menyelam kedasar samudera karena takut atau tidak bisa kembali. Letih, lelah dan derita akan hilang setelah mutiara dan kemenangan ada di depan mata. Dan diakhir itulah adanya kebahagiaan.

Sehelai daunpun yang luruh ke bumi tak luput dari pengetahuan-Nya. Betapa kebaikan-kebaikan kecil yang tengah dirangkai tentu tak luput jua dari hitungan-Nya.

Dibelakang ada kekuatan tak terbatas, Didepan ada kemungkinan tak berakhir, Disekeliling ada kesempatan tak terhitung.

Namun yang pasti Merpati tak pernah ingkar janji

Sebuah Pengantar ...

PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin, Subhanallahu Allahu Akbar ! segala puji dan syukur kepada Allah Azza Wa Jalla, Robbi Izzati atas segala rahmat, hidayah dan berkahNYA, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini yang berjudul :

SENTRALISASI DATA kWh METER PELANGGAN PLN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

Skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik Elektro konsentrasi Elektronika, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.

Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih khususnya kepada:
• Ayah dan Bunda tercinta, dengan segala cinta kasih, usaha, air mata dan tulusnya do’a telah menghantarkan penulis untuk meraih gelar Sarjana.

• Desnelly, Erdawati, Rayendra, Yos Sudarman, Fajri Muharja, Dewi Harlisna, Andi Syukri dan Mustika Fitrina. Kakak dan Adik penulis yang selalu setia dengan perhatian, dorongan, kasih sayang serta doa yang senantiasa dipanjatkan kepada Allah SWT.

• Bapak Ir. Purwanto, MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.

• Bapak Suprapto, ST, MT dan Bapak Ir. Bambang Siswojo, selaku Dosen Pembimbing dalam penyusunan skripsi ini.

• Bapak Ir. Ponco Siwindarto, MS, KKDK Elektronika Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya.

• Dosen dan Karyawan Jurusan Elektro Universitas Brawijaya yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

• Yopi Nursali, David Makmuryanto, Ustadz Ahmad Jalaluddin, Syaifudin, Habiburohman, M.R Khoirul Muluk, Redi, Alwi, Yusuf, Wardi, Anas, Wawan, Fatih, Aan, Yuni, Mayra Furnalisa, Isnaini Rahmi dan semua rekan seperjuangan di jalan dakwah.

• Anjar Ari Nugroho, ST (terima kasih atas warisannya), Hengki Prabancono (terima kasih atas perhatian, fasilitas, traktiran dan pulsa gratisnya), Sahir (terima kasih atas utangnya), Tubagus Uun Munawir Rafe’I, ST (terima kasih atas program, kosan, komputer, kertas, kompor, printer, bang tigor,baju, sepatu dan semuanya), Ratno Wahyu Widyanto (terima kasih perhatian dan supportnya), Ardi Soma, ST (terima kasih atas kWh meter dan skripsinya), Tomi Ariadi, ST (terima kasih semangat dan do’anya), Irfan Bagus, ST (terima kasih program dan ilmunya), Mario, ST (terima kasih atas training elkanya) dan Okho Bayu (terima kasih atas training MKnya) terima kasih bantuannya semasa kuliah dan penyelesaian skripsi ini.

• Eko Prasetya, ST (terima kasih atas TPTIFT dan proyeknya), Yuda Adhadian, ST (terima kasih udah direpotin dan Sentaurus 5 nya), Sofyan Adiyatma (terima kasih atas laporan LKIPnya), M. Noer Aziz (terima kasih atas godaannya), Sukma Patrya, ST (terima kasih atas gendengnya), Fajar Rahadian (terima kasih atas “opo kuwi” dan pijetannya), dan semua rekan di SimtechInfo.

• Rekan-rekan di TPTIFT, Sentaurus 5 dan Kumis Kucing 21, Pak Unggul Wibawa, Pak Herman Tolle, Rendra Kurniawan, ST, Fajar Mudiyanto, Muhammad Sofyudin Aziz, ST, Heri Muryanto, Heri Bocah, Weli, Ardi, Yoga, Ikhlas Ramdloni, ST, Rochman Fathoni, ST, Nurkholis.ST, Pak Katman (bos kumis kucing 21) dan Ivan. Terima kasih atas dukungannya selama ini.

• Sugeng Wibowo, ST (terima kasih atas ilmu webnya), Edwardo Rusfid, ST (terima kasih atas ilmu managementnya), Muqtafin (terima kasih atas ilmu sosialisasinya), Kasyful Amron, ST (terima kasih atas ilmu networkingnya), Ahmad Basuki, ST (terima kasih atas ilmu networkingnya), Teguh “mbah” Dwi Caksana (terima kasih atas ilmu programingnya), Nyoman Teguh Wirawan, ST (terima kasih atas ilmu disaingnya), Joko Pramono, ST (terima kasih atas pinjamannya), Yogi (terima kasih atas ilmu desain grafis dan webnya), Tatang, Reza, Bisma, Bondan, Nanang, Angus, Onos, Rosi, Dani, Vivi, Pak Abdul Latif Abadi, Nduk, Dhanik, Bepe, Ekodox dan semua rekan di UPPTI Universitas Brawijaya.

• Sulkhan Efendi, ST (terima kasih atas “ngowos” dan “opo le”nya), Mohammad Komaruddin, ST & Heri (terima kasih atas pengalamannya), Sugiarso, ST (terima kasih atas gendengnya), Rosa Andri Asmara, ST (terimakasih atas kamera dan skripsinya), Rusdi Nurul Hakim (terima kasih untuk masa-masa sulitnya), Parwoto (terimakasih atas sepedanya), Ucit FR, ST (terima kasih atas tumpangan rumah dan kerjaannya), Sofie & Vivi (terima kasih Al Qur’annya) Listyo Wisnu, ST, Pak Lek, Gundul, Yuri, Mbah, Adi, Sondi, Soni, Totok, Oskar, Yoyok, Faki, Rofiq, Erdi, Rangga, Roli, Roni, Ike, Elis, Ika, Santi, Ratna, Lia, Novi, Ifit, dan semua rekan di jurusan Teknik Elektro angkatan tahun 1999, yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam peyelesaian skripsi ini.

• KELIR.NET “the 1st generation” (Aan, Rangga, Tatang, semua kru dan usernya) terima kasih atas kerjaan dan gaji perdananya.

• Radio TEUBFM 95,7 MHz “keep smiling” (Ape, Yani, Dinda, Santi, Mas Kopral, Nia, Deepee, Dina, Rojali, Narko, Heri, semua kru dan fans setia TEUBFM dimana saja berada), terima kasih atas kenangan indah, suka duka, perjuangan, tempat bernaung dikala masih belum apa-apa dan bukan siapa-siapa.

• SCS “The 1st Generation” (Udik, Sahir, Indra, Endah, Lidya, semua kru dan user fanatik SCS), terima kasih atas pelajaran hidup dan kebersamaanya.

• Rekan-rekan penulis di Jurusan Teknik Elektro angkatan 2003, 2002, 2001, 2000, 1998, 1997, 1996, 1995, 1994, 1993 yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

• Semua rekan penulis di Masjid Raden Fatah & UAKI UB (Dona, Yudo, Ulin, Oman, Nurkholis, Sandi, dan lain-lain) di KBM & Musholla Al-Hadiid (Huda, Fendi, Reza, Munir, Wildan, Lalu, dan yang lainnya).

• Rekan-rekan di Kafe Teknik (Wawan, Ayu, Tri “Pempek” Wahyudi, Taufiqurohman “top-x”, Adi “Boschi” Basuki, Said, Maya, Nurul, Tanjung, Riyan, Adeng, plaque, Jayen, Solfin “Pos”, Leon, Wisnu “Otong” Mahendrata.ST, Erwin, Unoy, mas Febri, mas Nanang, Mbul, Iphank, Jemor, Wakhidi, Irwan, dan yang lainnya ). Terima kasih atas cangkir-cangkir kopi, gelas-gelas es teh, joshua, diskusi dan kuliah wajib 8 sksnya.

• Rekan penulis di Foto Kopi H&I (mas tiga serangkai, terima kasih atas utang fotokopiannya), Kru Madani FM (Purwanto, Trio Agus, Doni, Iva, dll), PPK Puskom UB (Nila, Ayu, Mozek), VBOne FM “Smart Digital Radio” (Shinta, Koko, Inez, Dodi, dll), Kine Club UMM ( Ika, Dimas, Pruzt, Hendra, Adi, Fira, Dinda, Anas, Puput, Ema, Nana, Robi, Ugie, dll terima kasih untuk Cittol dan “Seminggu Sejak Saat Itu” nya)
• Mas Hadi (terima kasih atas bersihnya ruangan setiap pagi), Pak Sodik (terima kasih atas bantuan membersihkan gelas/piring yang kotor), Pak Ton (terima kasih sudah menjaga dan menemani dalam begadang), semua karyawan dan Satpam Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

• Ibon, Zet, Rino, Hendro, Oon, Ruli, Sri Hikmanola, Lena, Ami, Yulia, Yezi, Desna, semua rekan penulis yang tergabung dalam IPPM (Ikatan Pelajar Pemuda Minang) dan semua orang Minang ( Padang ) yang ada di kota Malang.

• Ira Kopi Watu Gong, Warung Kopi pertigaan CKL, Nasi Goreng Pak Ndut pertigaan Gajayana, RM Padang Roda Baru, Warung Ijo Pojok Watu Mujur.

• Rekan-rekan di WebCom (Sapto, Hasnan, Roni Kartun, Aris, dan lainnya) di Ristie “Riset Teknologi Informasi Elektro” (Elmowe, Del, Fani, Hurry, dan lain-lain) di i-net (HearbeatStation Radio,Roni Rdasfox, Kikie, Sonet, Abdul Aziz, Mona, Fitri, Lya, dll) oke.or.id, acehmediacenter.or.id, muslimblog.net, myquran.org, smu2payakumbuh.cjb.net, milis keadilan4all, rekan-rekan di Friendster yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas support dan tulusnya do’a

Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Amin



Malang, September 2005


Penulis

9/07/2005

Ternyata Kita Itu Masih "Ndeso" !

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja lepas landas dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh.
Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat krn sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-
raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor di bagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach utk mendarat di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga
penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing2 (The Australian,23-9-1998).

Di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, segera terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para "pelanggar hukum"
itu seolah-olah tak mengerti bhw perbuatan mereka dapat mencelakai diri & penumpang lain, disamping mrp gangguan (nuissance) thd kenyamanan orang
lain. Dapat dimaklumi, mrk pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat
ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang, Ponsel harus dimatikan - TIDAK HANYA
DISWITCH AGAR TIDAK BERDERING - selama berada di dalam pesawat.

Beberapa gangguan tersebut a.l :
Arah terbang melenceng ponsel Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu -- ponsel
Gangguan Penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar -- ponsel
Gangguan sistem navigasi -- ponsel
Gangguan frekuensi komunikasi -- ponsel
Gangguan indikator bahan bakar -- ponsel
Gangguan sistem kemudi otomatis -- ponsel
Gangguan arah kompas komputer -- CD,game
Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) --gameboy
SUMBER : ASRS (Aviation Safety Reporting System)

Dengan memahami daftar gangguan ini, kita menyadari bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang
bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel. Kebisingan pada headset para penerbang dan
terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik. Gangguan di darat,
sebenarnya, secara teknis penggunaan ponsel di dalam penerbangan lebih mengganggu sistem telekomunikasi di darat (terrestrial) ketimbang
gangguan pada sistem pesawat terbang. Seperti kita ketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio, melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS
(Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada
dibawahnya.

(Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak diatas Jakarta). Overloading terhadap BTS karena penggunaan ponsel di udara dapat sangat mengganggu para pengguna ponsel di darat. Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum,
dan sekaligus tidak tahu tata krama ? Sekiranya kita terbang, bersabarlah sebentar.

Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita
sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah
mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

sumber : milis

9/06/2005

diberi kelancaran, kemudahan .... amin !

Dada saya kembang kempis. Jantung saya degap degup. Nadi saya pun cenat cenut. Sungguh, inilah saat dimana saya menelusuri detik demi detik, menit demi menit, jam... hari demi hari untuk sebuah kata "kepastian". Waktu terasa begitu lama bergulir. Tadi siang saya tidur melepas lelah, baru tersadar pas asar dan kesadaran saya pun bilang ini baru hari selasa.

Bukan hari rabu, kamis, jum'at ataupun sabtu yang saya tunggu. Tapi hal yang menentukan langkah saya kedepan. Kabar dan ujian yang membuat saya semakin gugup. Kadang saya melihat apa yang ada di depan mata dan di dalam kepala rasa belum cukup untuk menghadapi itu semua. Terus terang saja saya belum mengerti !

Banyak orang disekeliling saya berkata "udah tenang saja ... gampang kok". Iya, rasanya memang gampang kalau berada di posisi teman-teman. Tapi coba sekarang berada di posisi seperti saya ? Untuk menghadapi satu masalah besar mungkin saya bisa tenang, bahkan bisa jadi saya lebih tenang. Namun ini masalah bukan satu tapi punya rentetan yang panjang. Jika salah satu di awal tidak kelar, maka akan berimbas pada yang berikutnya. Dan rambatan itu akan besar dampaknya, yang jelas akan mengacaukan haluan yang sebelumnya di patri.

Yap, betul. Saya hanya bisa berencana dan berusaha. Dan saya pun tak punya tempat untuk meminta pertolongan selain kepada Allah Azza Wa Jalla. Itulah satu-satunya kekuatan yang saya punya, tak ada lagi. Apapun yang terjadi saya serahkan sepenuhnya kepada Allahu Robbi Izzati. Dan saya yakin DIA lebih tau dari saya apa yang terbaik buat saya.

Bagi pembaca, saya memohon do'anya agar apa yang saya usahakan sekarang ... apa yang rencanakan saat ini mendapat ridho dari Allah SWT, diberi kelancaran dan kemudahan, amin !

9/01/2005

Selamat ngeblog !

Wah, saya senang... sungguh, saya senang. Melihat beberapa teman terdekat saya getol banget mainin blog. Ah, sungguh sebuah kemajuan pesat. Masih jelas dalam ingatan saya, bagaimana dulu saya sendirian yang terkadang cuma ditemenin oleh teman yang lain yang mungkin saat ini dia sudah meninggalkan dunia blog. Kami bermain, mencoba berbagai macam formula blogging. Dari yang namanaya Blogger, Blogdrive, Modblog, sampai pada MT, WordPress, Greymaker dan semacamnya.

Namun pada sebenarnya saya tidak menfokuskan pada formula apa yang saya pakai dalam blogging. Saya lebih menitik beratkan pada content, isi yang saya angkat ke permukaan lembar blog yang saya punya. Sehebat dan secanggih apapun formula yang saya gunakan, tapi pada kenyataannya content yang saya hadirkan jarang terupdate atau mungkin juga terkadang masih menggunakan bahasa ABG ( Anak Baru ngebloG ) sama aja gak match.

Saya pernah mengunakan bermacam model blog, namun pada akhirnya hati saya tetap gak mau beralih dari blogger. Banyak faktor yang membuat saya jatuh hati sama blogger, salah satunya saya tidak punya hosting yang benar-benar legal untuk saya. Bukan hosting illegal yang sering ditawarkan oleh teman-teman saya. Ya, mungkin suatu saat saya beli sendiri hosting yang benar-benar dari keringat saya sendiri. Ah, mudah-mudahan.

Selain itu saya memang udah keikat banyak sama blogger. Segala macam cerita saya sudah tergores banyak disana. Bayangkan saja sampai saat ini saya sudah menggores 447 postingan pada bagian utama dan postingan ini urutan ke 448. Bagaimana saya akan me ekspornya pada blog yang lain ? sedangkan setahu saya blogger masih belum punya fasilitas backup. Sayang kan kalo saya harus berpidah ladang.

Blogger bagi saya punya sejuta kenangan. Banyak cerita yang membuat saya tersenyum jika saya baca lagi apa-apa yang pernah saya posting. Ah, sungguh sebuah kenangan dan cerita yang tak kan pernah bisa dibuat-buat. Seperti apa kondisi saya, psikologi saya, gaya tulisan saya bahkan makna-makna yang saya dapat itu takkan pernah bisa datang begitu saja. Saya bisa melihat bagaiamana urutan kedewasaan saya dalam berpikir, bertindak bahkan kedewasaan menulis.

Semoga catatan sebuah pelayaran ini bisa saya jadikan sebuah buku yang bisa dinikmati dan diambil manfaatnya bagi orang lain, amin ! dan mudah-mudahan bagi teman-teman saya yang sedang semangat ber blog ria, harapan saya semoga itu bukan hanya trend sesaat yang pernah dilontarkan oleh Roy Suryo dan banyak dihujat oleh para bloggerian di Indonesia. Semoga menulis blog memang benar-benar menjadi sebuah kebutuhan walopun tidak akan dibaca orang lain. Semoga blog bukan dijadikan sebagai ajang keren-kerenan tampilan, show kepintaran menulis dan lain sebagainya.

Jangan tanyakan siapa yang membaca, bagaimana komentar mereka dan berbagai macam hal yang senada. Jadikan Blog adalah ungkapan kejujuran dan keikhlasan dengan tujuan bisa diambil manfaat bagi orang-orang. Selamat ngeblog !