12/25/2002

tubuh ku kembali berulah ! gak mau tidur selagi malam ... seperti ingin memutar balikkan takdir siang dan malam. 9 jam ... ternyata gak bisa menghilangkan goresan itu, masih terasa perih. terlelap dan terbuai mimpi yang gak tau ujung pangkalnya masih belum bisa menghapus kejadian semalam. hari ini gak sempat melihat matahari, maaf kalo seandainya aku bersembunyi dari terik sinarmu di siang hari.
2 kali telpon berdering, diantara sadar dan tidak aku mendengar suara disebrang sana. jawaban yang lontarkan hanya 2 : iya dan he egh ... telpon di tutup dan kembali terkapar. air ? yah 2 hari sudah tidak ada air disini kecuali hanya air minum. kran kembali ngadat ... so ? ngga mandi lagi ...? tapi kayaknya baknya baru diisi, alhamdulillah "byuurr" seger. o..ow krannya ngadat tapi aernya kok penuh ? hm... ada yang kasian kali yak ngelian aku ga mandi 2 hari ... ;p

12/24/2002

bohong ! duh sakitnya kuping ku mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya. sempat ku berpikir seandainya kata-kata itu aku gunakan untuk jawaban sebagai pengakuan darinya ... ah tapi apa bakal berpengaruh, seorang pembohong tetaplah pembohong. mungkin kita beda, aku punya prinsip sekali berbohong tak akan percaya selamanya. sejujur apapun yang bakal dibilangin mah aku masih berpikir panjang untuk mempercayai. lain halnya jika seandainya jujur, aku berani berkorban demi kejujurannya itu.
bukan berarti aku gak pernah berbohong, karena berbohong itulah aku merasakan sesuatu yang sangat pahit. dan disanalah teringat akan sebuah kejujuran "kenapa gak dari dulu aku jujur, apa sih susahnya ?" kata-kata itu yang selalu terngiang.
berbohong memang mudah bahkan bagai membalik telapak tangan, tapi selanjutnya mesti berpikir kebohongan apalagi sebagai alasan kebohongan pertama.
ah sudahlah ... jika masih berprinsip "berbohonglah selagi kamu bisa" prinsip itu akan ku tambahkan "sebelum bohong itu membunuhmu".

12/23/2002

akhirnya setapak jalan kenangan akan ku goreskan disini. yah... sederetan goresan hati yang pernah bersemayam dalam kepala,kertas,buku bahkan dalam komputer sekalipun kucoba tuangkan sedikit demi sedikit. 9 tetes tinta puisi di tahun tahun lalu sudah ku pajang dalam gallery dan akan bertambah ... semoga saja.
jalan ini memang tak seberapa yang tau dan aku yakin hanya segelintir orang yang berniat dan melihatnya yang diantaranya hanya orang-orang yang terdekat. kembali berkaca pada lembaran-lembaran masa lalu, aku melihat begitu banyak sudah yang ku ukir di jalan ini. sempat sesekali aku ingin teriakkan bahwasanya aku punya jalan sendiri agar mereka tau tapi sejenak sempat aku berpikir "untuk apa ?". lebih baik aku tenggelam dalam ketidak tahuan hiruk pikuk mereka. andaikan jalan ini pernah dilewati berarti dunia ini terlalu sempit atau memang ada keinginan untuk bercengkrama dan mencoba untuk berbagi rasa. dan yang pasti jika sudah menjejakkan kaki disini berarti adalah orang yang dekat denganku.
"bermegah megahlah karena dunia itu indah" begitu yang terlontar dari mulut sebagian penghuni bumi ini. dan sebaliknya mungkin dengan apa yang ku inginkan kemegahan dijalan ini akan sedikit ditemui bahkan tidak sama sekali. satu kemegahan akan ada kemegahan yang lain. bagiku kemegahan bukan lah visulitas yang terpampang dalam pandangan nyata tapi kemegahan sejati tergores dalam isyarat yang tersirat. seandainya telah menemukan itu maka cobalah renungi andaikan benar berbagilah bersama yang lain, nikmati sepenuhnya yang bisa aku beri karena secuil ini memang tak segenggam di tanganmu tapi secuil ini insya allah bisa menjadi setumpuk yang tak muat dalam genggamanmu.

12/17/2002

kadang aku sendiri berpikir kenapa waktu yang kita jalani terasa begitu cepat hingga tak satupun diantara kita yang mampu berbuat banyak. Semakin banyak waktu terluang semakin banyak juga yang terlupakan. dan aku juga sempat berpikir apakah ini kesalahan dari kecil nya kapasitas otak kita untuk mengolah atau kesalahan dari pemakaian gumpalan benak yang tidak semestinya. aku yakin ukuran otak segitu bukanlah alasan yang tepat tapi bagaiman penggunaannya itulah yang membuat semuanya menjadi kabur dan satu persatu terlewatkan. aku sering di ingatkan akan manajemen waktu, pengaturan yang sampai tetek bengek mesti di perhatikan dan akupun sering di kejutkan bahwa waktu memang tak mau berjanji besok atau lusa. hari ini ! yah itulah keputusan final yang mau tak mau harus dijalani. Namun sebaliknya sering juga aku ingin mempercepat laju si waktu ini agar dapat berjumpa ataupun menempuh sebuah momen yang memang ku tunggu-tunggu.
sabar ... yah itu lah kontrol kestabilan dari kelambatan berjalan nya sang waktu. tergesa-gesa adalah jalan memotong lajunya sang waktu yang semestinya masih bisa di isi dengan bertumpuk kepentingan lain.
Malam menaruh kasihan pada mata yang tak pernah bisa tidur, tangannya menunda-nunda sinar fajar di ufuk timur, malam meredakan segala jeritan di mulut matahari dan melenyapkan keangkuhan bukit-bukit tinggi. Malam adalah sebuah senyuman diantara puncak puncak gunung, kesunyian yang menakutkan, keagungan yang megah.

12/15/2002

berangkat dengan bermodalkan sedikit nekad, aku tetapkan hati untuk harus sampai di kampung menjumpai ayah dan ibu tercinta. terlintas dibenakku yang setahun sudah mengingat keadaan ayah yang tak kunjung sembuh total. Usai sesak nafas yang dideritanya, abangku berkata penyakit kecilnya dulu kembali lagi. stress ! yah.. depresi akibat terlalu memikirkan anak, keluarga, masyarakat, bahkan tanah ataupun juga kehilangan sebuah rutinitas karena harus pensiun berhubung usia nya menuntut untuk itu. Di perjalanan aku selalu dibayangi keadaan ayah saat ini. Masih terngiang suara abangku yang disebrang sana "cepatlah pulang, ayah semakin parah".
Lampung, tujuan perjalanan ku pertama sebelum melanjutkan ke Padang. Perjalanan terasa begitu panjang dan tak satupun yang bisa ku nikmati. Tapi aku harus menemani 3 orang adikku yang semuanya perempuan yang mana mereka juga rindu akan orang tuanya. Mendengar kabar mereka bakal berangkat ke lampung dahulu baru ke padang, aku pun berpindah haluan yang semestinya ke jakarta menemui abangku disana. aku tak ingin terjadi apa-apa dengan mereka di perjalanan nanti, mana semuanya perempuan hanya satu orang yang udah terbiasa bolak balik padang - malang. sedangkan yang dua nya buta sama sekali.
Alhamdulillah perjalan Malang - Lampung lancar dan tidak begitu banyak hambatan, kecuali aku sendiri tidak bisa tidur selain memikirkan bagaimana keadaan ayah begitu juga bangku yang ku duduki tidak memungkinkan untuk tidur dengan nyaman. bagian areal kutempati yang sebenarnya tempat para penumpang yang perokok jika mereka berkeinginan menikmati nikotin dari asap rokok di perjalanan. mau gimana lagi, aku harus berangkat dengan bis itu karena ketiganya disana.
"besok jam tiga kita berangkat" begitu kata salah seorang adikku sesampainya di Lampung. ah ... akan kah aku kembali ke jakarta terlebih dahulu ? menemui abangku yang dari kemaren menyuruhku agar kesana. 11 angka ku tekan dan terdengarlah suara lirihnya disana, kembali ke khawatiran ku memuncak "cepat pulang temui ayah, gak usah ke jakarta terlebih dahulu, abang pulang tgl 2". Ternyata berita tentang sakit ayah sudah sampai ke telinganya. yah.. aku harus berangkat besok walaupun duduk di bangku serap.
Pukul 15.00 WIB Gumarang Jaya kelas ekonomi perlahan melaju meninggalkan kota lampung. 1 hari 2 malam aku akan berada di bis ini dan begitu juga dengan adikku yang kayaknya mereka gak betah harus duduk bagai berdempetan. Apa boleh buat di jakarta pun tiket ke padang ludes sudah di gondong para pemudik.
Duduk tak lagi di beralaskan pantat melainkan pinggul... kasihan adikku yang tak bisa tidur bahkan tetesan air matanya pun mengalir. "sabar, sebentar lagi bakal nyampe kok" kataku menghibur, padahal aku sendiripun tak sabar ingin ketemu ayah dan ibu.
Minggu senja dan azan magribpun berkumandang, aku menginjakkan kaki di kota payakumbuh. Alhamdulillah ... dan akupun buka puasa di pasar yang memang menjual makanan untuk berbuka puasa. Hm... kota dimana aku besar tak jauh berbeda, masih seperti dulu. Rumah ? masih 10 kilo lagi yang mesti ku jalani sebelum ku bersimpuh dan memeluk tubuh ayah bunda tercinta.

11/26/2002

Akhir nya hari ini aku insya allah berangkat juga ke padang. aku gak tau kudu ngucapin apa sama mas anjar, yang jelas aku berterimakasih banget...akhirnya aku bisa pulang. akh ... sungguh serasa aku sudah berada disana, aku rindu ibu ayah dan semua, aku rindu lumpur, rumput, mandi di sungai dan semuanya yang tak pernah kudapati disini.

11/24/2002

terlambat beranjak... sret ! bahu kanan terasa perih, 21 tetes darah mengucur cepat sebelum ku tutup dengan jari telunjuk. ah ! bodoh nya, kenapa tidak dari tadi aku berlalu ? sobekan baju ku coba untuk menghentikan laju darah yang terus mengalir. terasa kencang dan kaku ikatan itu ... mengekang bahkan membuat tanganku tak mampu bergerak normal. kenapa ini ? terlalu banyakkah yang aku keluar kan ? sial ... setiap hembus nafas membuat ngilu di sobekan kulit yang berlapis kain ini begitu juga rembesan titik-titik gerimis menjamah lukaku. akh ... kenapa dengan mataku ? kuat kah kaki ku tuk berlari terus ? oh ... semuanya menjadi kabur, tidak...tidak ! jangan jatuhkan tubuhku sebelum sampai di tempat itu ! akhhh *brukkk* semuanya hitam ... kelam, yang kulihat hilang entah kemana.

11/18/2002


You Are Gilbert From "What's Eating Gilbert Grape?"


You are very giving and self-sacrificing. You're always there to lend a helping hand to family and friends. However, this generous nature often robs you of fulfilling your needs and desires, and may cause you to become resentful. Find a way to balance your kindness with your independence.

Take The Johnny Depp Quiz!


Roda rusak ini terlepas dan jalan meledak ! tetapi kamu tetap menjaga diriku menjadi kuat berguling , dan kamu adalah kunci yang membawaku lebih tinggi, waktu kau membiarkanku menjadi dekat (begitu dekat) oh, di atas bulu burung garis kadang-kadang aku membakar seperti titik di matahari dengan tak satu pun pengetahuan tetapi kamu sedang membuatku menjadi kuat, kekuatan kepadaku bagai jam dalam kegelapan, melihat lagi menyalakan lagi...

11/15/2002

kita pun punya selera masing-masing yang gak mungkin sama ataupun disama-sama kan. Perbedaan yang mencolok itu membuat kita bagai berjalan di atas belukar yang penuh dengan bermacam tumbuhan,rumput, ilalang ataupun duri duri yang senantiasi menunggu untuk menusuk.walopun demikian kita sama-sama mempunyai satu tujuan dan berusaha untuk menghindari segala rintangan bahkan berusaha membabat belukar jika memang diperlukan. Begitu susah nya mencari sebuah impian dan andaipun nanti tercapai terkadang kita menikmati sendiri tanpa peduli orang-orang disekitar ada yang terluka bahkan tak kuat lagi melangkah, karena mereka tertusuk di perjalanan dan tak sekuat yang dibayangkan. Yah... begitu lah ... ego mengalahkan apa yang pernah diperbuat bersama, meluangkan jalan dan membersihkan rintangan. Namun satu tujuan tercapai bukan berarti selesai sudah, masih banyak yang harus dipersiapkan. di ujung sana semak dan belukar melebih setinggi kita berdiri ... menjulang dan memenuhi jalan yang bakal kita lewati. Sedangkan kita disini saling menunjukkan ke egoan yang tak kan pernah menang ataupun kalah. atau mungkin memang sudah berniat untuk mengorbankan salah satu atau sebagian diantara kita agar yang lain masih terus tetap berjalan. Jika memang, berarti di penghujung nanti hanya ada satu atau beberapa yang survive menikmati semua jerih usaha yang penuh peluh keringat , yang mungkin tak sempat lagi menikmati hasil jerih payah nya . sudahlah ... tak usah lagi menghitung seberapa banyak yang sudah dilakukan karena bukan saatnya. cobalah untuk berbuat, seberapa banyak yang sanggup kita perbuat untuk meneruskan perjalanan ini. karena kita bukanlah orang-orang yang bisa hidup sendiri walaupun dalam kesenangan.

11/11/2002

great ! akhir nya si pentser (pentium tiga scs server) ke install redhat 8.0. begw ... gak tau dah, gua jadi getol ngoprek... gara-gara windows yg di pake seblumnya ketiban siyal kena VBS Redlof A. bahkan dah nyerang kernel.dll. salah gua juga sih, 2 minggu abis install gak pake antivirus sama sekali. ya ibarat rumah maling mana yang gak masuk, lha pintu nya kebuka pagar nya juga.
Dari dulu gua pengen nyoba linux, but .. ya gitu ... mengoperasikan windows aja gua mah belom apa-apanya. tapi gua punya pikiran kapan gua bisa nya kalo gak mulai dari sekarang, mo nungguin bisa ngutak ngatik windows... ya gak mungkin lah. linux ma windows gak ada sangkut pautnya, gak tau sih ... ada benernya apa gak ama pikiran bego gua tsb. yang penting cuma satu ! gue harus bisa !
mulai dari nginstall ampe jalanin software nya gua mo bisa sendiri, ya paling gak di catat dulu lah. ee.. pas sahir nginstal .. pertama nya sih bisa dicatet langkah nya, tapi abis itu ... ngetiknya kayak air terjun gitu, mana gua gak tau apa maksudnya lagi... *bengong* ampe ke install semua. Nah lho...kok malah udah jadi, padahal blom ngerti apa-apa. ah gak papa lah ... ntar coba sendiri. buat permulaan di instalin dulu, kayak make windows dulu.. hehehe ( windows aja di instalin yak *gelap* )
busyet dah .. aplikasinya se abrek men ! kembali ke alasan klasik "tapi gua gak bisa jalaninnya" ... haha dasar emang ! satu persatu nyoba jajal dah mulai dari shylspeed *bener gak ya tulisannya* ... ya kayak prog mail pop3 gitu ( itu pun kerjaan tangannya mas eny ... but dah kecatat kok ... hehe ntar tinggal nyontek ;p thx anyway buat mas eny), lanjut nya ... pengen dengerin musik .. install xmms ... begh .. nah ini nih .. bikin gua puyeng gak karuan. sahir dah utak atik sana sini tapi gak juga ... katanya apa ya tadi... dugh lupa gua. ya akher nya mas anjar turun tangan...*sehabis dirayu ... hehe biasa deh gua * - nah pas ngoprex gitu ... gua tuh pengen tau ... but bingung gua nih mo nanya mulai dari mana ... agh .. sumpah gelap dah... akhir nya selesai , keinstal tuh xmms. nah lho... dah berapa point tuh bikin gua bingung... kayak nya kalo di jelasin langsung pada saat itu kapan selesai nya yak... nah mungkin gua seharus nya belajar sendiri... lho emang harus ...
but gua sekarang jadi lega banget deh, sejak enam bulan kemaren gua kepengen nih pentser ke install linux... akhir nya baru sekarang terwujud. tengkiuh berat buat sahir, mas eny .. dan terutama juga buat mas anjar ... abis ini gua bakal bolak balik nanya ...so jangan bosan yak .. hehehehe

Mo buka bersama ama temen2 lain mah gak jadi, gua ketiduran ampe jam 1/2 6 ... gua bingung.. lha buka bersama nya gimana neh ? waduh ternyata hujan.. syukurlah, berarti gak ikut...
*Woiii kuliah ! * ... ops masih satu jam lagi .. masih lama...

11/07/2002

eh kita masih ngobrol gak jauh dari soal ngantuk ama tidur yak ! pusing kepala gue kalo ngobrol yang lain. dulu kalo gak salah 2 bulan yang lewat, sekiaar satu minggu kurang gua tuh keseringan tidur di kursi sambil masih natap ke monitor gitu dan jari masih bertopang di keyboard. tau gak kenapa ? gua juga bingung kok gua bisa kyk gitu, yang jelas waktu itu gua lagi semangat berapi-api belajar web, sampe-sampe tuh kuliah sempat beberapa hari gua cuekin. bodo ah ... yang penting waktu itu gua enjoy aja.
aduh .. busyet ! nih kepala bawaan nya kangen mulu yak dari tadi. pengen sih ke rumah nya sekarang, but masih 7 user mo ditarok kemana ? .. udik ? wah masih terkapar. kayaknya bisa bayangin doang kali yak, gimana tuh dia tersenyum ... hahaha ! lho beneran deh gw kalo ngeliat tuh anak ketawa gua pasti bawaan nya ngakak abis deh. lucu banget ... apalagi tuh mata kalo pas lagi ketawa kayak orang mo tidur aja.. ilang dan gak keliatan bola matanya. ughhh !!!! kesini napa sehhhh ... gua kangen ... doh ! #$%#@#$
kondisi kayak kemaren mo berulang lagi ? ngantuk + capek gak ketulungan. gara-gara puasa ? yang jelas emang gara-gara kurang tidur mulu. hem.. jujur aja gua tuh sekarang cuma butuh satu, dia berada disini nemanin gua yang dari tadi cuma bisa diem sendiri gak tau mo ngerjain apa. andai kan dia dateng nih hari, sumpah dah gua senang banget. but gua gak yakin ...
pengen ambruk aja tuh kemaren. kurang tidur kali ! tau dah, jam 3 sore user 2 plus mas jayen ditinggalin ngorok aja. untung udik bangunnya jam 1/2 4. brarti 1/2 jam di luar kontrol... yah mo gimana lagi, gua dah ga kuat.
buka + magrib lewat udah ... blank ! masa buka puasa jam 1/2 10 malem. dan emang kenyataan nya gitu gua gak bisa dibangunin saking capek nya.
Jum'at ? hari yang sedikit membawa gua berpikiran beda, kadang ada niatan untuk lebih baik tapi kadang ada niatan untuk ninggalin. ah...

11/05/2002

Take the Greek Goddess Test @ Rasberry Rain

heh ?
Kalo awal-awal ramadhan gini gua mesti inget di kampung sana, satu hari menjelang puasa mesti makan bareng satu kampung. Sampe jalan pun gak kuat saking kenyang nya ngabisin tuh makanan. Satu minggu pertama sahur ama bukanya pasti enak-enak masakan dibikinin ibu nih pikiran kok makanan mulu yak dari tadi .
Puasa an di kampus ini gak ubah nya kayak taun yang lalu, abis subuhan mesti penuh ama bunyi petasan. cewek cowok mondar mandir muterin lapangan rektorat. dibilang olah raga juga ga, masa pada make jeans ama baju full press body / you can touch atau apalah istilah nya. gimana mo tidur, kayak suasana perang gini. pengen sih liat-liat kesana tapi gimana ya ? ntar ngerusak puasa ama buang-buang energi ... hahaha sok jaim neh ! syet dah.
wah.. kayaknya masih ada juga manfaatin nih pagi buat kencan yak. ASU ! ( asmara subuh ) - pengen juga ber asu asu ria, tapi ama siapa

10/31/2002



aku rindu ibu, ayah dan semuanya ... sungguh ! aku rindu tamparan kirimu yang sadarkan selalu jalanku. "ingin ku dekap erat dan menangis di pangkan mu. sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu ...

10/29/2002

bayangkanlah suatu ketika duduk di hamparan pasir putih dan menatap bulan bersama bintang-bintang, semilir angin malam menyibak tepian wajah dan membuatnya menjadi begitu indah. duduk dengan posisi menengadah di pantai putih berbuih, menikmati kemilau malam yang tak berkesudahan. Namun pernah kah tersadar bahwa lidah air laut perlahan-perlahan bergerak menjilati selunjuran kaki hingga terendam basah. dan semuanya baru disadari di saat sudah menjadi kuyup kemudian berusaha untuk menghindar dan membuyarkan sejumlah khayalan yang telah disusun ... " apakah memang begitu seharus nya ?"
Gue tuh dah capek ! Gue tuh dah bosen dengan apa yang gua liat... teruskan saja sesuka hati

10/21/2002

bukan sekedar sandiwara

Dunia ini memang bukan sekedar sandiwara. Tetapi juga di bungkus dengan berlapis-lapis kebohongan. Aku tak kan lagi percaya percaya dan gak segampang itu untuk percaya. Bagi ku kepercayaan adalah penghargaan tertinggi buat seseorang melebihi apa yang bisa dia beri. Dan sekali saja merusak nya bakal aku akan bisa di perbaiki lagi...

10/16/2002

next testing
test blogieh yang bendulz

10/14/2002

Kecanduan Internet



Are you Addicted to the Internet?

97%


L33T H@x0r (81% - 100%)
You live and breathe the Internet. You rarely leave your computer(s) for fear of going through withdrawl. You are beginning to say "lol" and "brb" in verbal conversations and you haven't seen your friends face-to-face in months if you don't count their web cams. Maybe it is time to back away from the computer slowly and go get some fresh air? The Internet will be here when you get back!




The Are you Addicted to the Internet? Quiz at Stvlive.com!






BLUE



You give your love and friendship unconditionaly. You enjoy long, thoughful conversations rich in philosophy and spirituality. You are very loyal and intuitive.




Find out your color at Stvlive.com!




10/09/2002

testing only

10/06/2002

terbunuh, mengering, mengeras, dan meledak, meleleh menjadi debu

berkali-kali aku terbunuh, mengering, mengeras, dan meledak, meleleh menjadi debu. beriringan dengan seteguk pagi yang murung kepada langit yang masih merah.
aku terpuruk dalam lumpur, dadaku tersumbat dan tangan-tangan kekar matahari menggores di balik pundak. Sedangkan mega-mega menyembunyikan langit. kusentuh urat-urat bumi... enam tahun sudah lewat ! dan jiwaku semakin sekarat !

Mengintip di balik kaca, kisah mu semakin beralih dan berputar kemudian selalu berucap "diam nya kita adalah bait-bait hujan yang di tinggalkan mendung".
di lengkungan angkasa kulihat nasib ku terhapus, bahkan dari sinipun bunyiku tak terdengar.

Aku kehilangan hasrat untuk mengungkapkan apa yang berkecamuk dalam hati dan diriku lagi padamu. Aku butuh lumpur yang melumur agar tak menghempas ujung-ujung batu ligam. Aku juga pernah bermimpi dan bukan hanya semalam dan ketika ku bentangkan tangan ini untuk menyambutmu namun jari telunjuk dan barisan gigimu menusuk ke balik jiwaku dan kau pun berputar dan pergi tanpa menoleh lagi.

aku tak lagi memanggil malam karena sudah ku tidurkan bersama jutaan bintang dan esok pun tak lagi menjenguk matahari karena ku lelapkan dalam selimut fajar.
Separoh ingatan ku mengelinjang dan terkapar, pada hisapan terakhir tubuhku rubuh dan ambruk di kaki langit.
----------


masih saja aku melihat selembar kertas itu, usang, kusam, kumal dan berbau. hm... 4 tahun, isinya pun tak berubah hanya tulisannya yang sedikit luntur karena di tulis dengan tulisan tangan biasa. Kata demi kata aku simak kembali, namun ada beberapa bagian yang terhapus dan ku goreskan dengan ujung pena hitam ku agar jelas dibaca.
Dimana dirimu sekarang ?

aku rindu nada bicaramu dengan wajah tertunduk malu. atau saat melantunkan tembang di iringi petikan gitar tua dalam pelukanku, mungkinkah kamu menjangkau nada dengan kupingmu sayup-sayup pelan. walaupun sumbang terdengar namun hatiku tentram, bagaimana denganmu ?

Masih berbekas jawabanmu waktu itu ... tidak akan ada sama sekali... oh !
tatapan ku tertegun disaat disaat melantunkan syair ini

"How quick the sun can drop away
And now my bitter hands cradle broken glass
Of what was everything... "

aku sudah berkali-kali bahkan ratusan kali melagukannya sampai suaraku pun hilang berserak bersama teriak. Dimanakah dirimu ?

hari ini aku tak bertemu dengan matahari walaupun hanya sesaat. semuanya tenggelam dalam lelapnya tidur panjang. 15 jam ... tanpa tergugah. inikah saat pembalasan dari hari-hari kemaren ? mungkin... namun aku tak merasa membalas, hanya karena tak kuat lagi melihat semua itu dengan mata kepalaku. kata demi kata dan baris demi baris beratus ratus ku paksakan masuk ke dalam kerongkongan otak ku... mencoba mencerna namun tak tergilas, masih saja tersimpan bulat-bulat.

Disaat ku terjaga semuanya berubah, hitam ? bukan. putih ? bukan. birupun tidak, kabur dan melesat entah kemana. Diam ? ya... aku masih diam dan akan terus diam sampai aku enggan untuk diam ... karena masih tersimpan sejuta bahasa yang harus ku tebarkan hingga suatu saat kau mengerti.

10/05/2002

How Jedi am I ?


:: how jedi are you? ::



nih kuis apa gak salah ? tau ah ... bodo` !
jam 5.14 masih di depan layar 17 inchi, yah seperti biasa ... liburan berisikan tidur dan duduk di kursi yang selalu berbunyi kalo aku bergeser. kursi ini memang udah reot, dikit aja bergeser bunyi nya kayak orang nangis aja. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa "lost control" apa yang di kerjakan selalu di luar pikirkan. pengen ini dan itu banyak banget hingga pagi pun tak tersisa.
Matahari masih ragu untuk menjenguk diriku dari ufuk timur. tapi aku tersenyum menggoda ... kenapa ? udah lah ... pagi butuh cahayamu dan siang pun butuh sengatan mu. Tapi aku gak tahu apakah bisa menemani kamu sampai berangkat ke peraduan nanti. Soal nya semalaman aku mengalahkan dirimu untuk selalu terjaga ... dan sekarang waktu nya untuk menggantikanmu berangkat ke peraduan, tapi aku masih enggan karena aku ingin melihat secercah senyummu walopun hanya sebuah senyum simpul.

10/02/2002

satu... dua... tiga..., tujuh... delapan

satu ...

i shake ! i wanna wind out i wanna leave this mind and shout and now scratch up my eyes with your soul knife !
it's a hopeless situation and i'm starting to believe. i'm trying to achieve, but i try to run on. it's all or none ... all or none...
here's the selfless confession leading me back to war
can you keep that our destinations, are the ones you've been before?
i still try to run on but it's all or none.
all or none...
to myself, i surrender

---
dua...

wake up !, my room was cold, checked the furnace it's wasn't burning .
I know it's same sad story, that's a fact !. Bird on a wire outside my room...
i'm sitting here in my room tonight, but all i'm thinking is the same old story, same old act it's the same thing, night on night.
who's wrong ?, who's right ?
another fight and i slam the door on. another battle in my dirty little war. when i look at myself i don't see the man i wanted to be.
somewhere along the line i slipped off track.I'm caught, movin one step up and two steps back.
last night i dreamed i held you in my arms, but just a dreaming !

----
tiga...

sebuah cerita yang ku pungut, menghujam hari-hari tanpa gerimis. dari balik tumit sepatu lusuh yang kupakai yang selalu setia menemani jejak langkah yang kubuat. sepanjang jalan kulalui, helai demi helai menggugurkan heningnya perbincangan di lengangnya suasana.

bicaralah ! karena dukaku akan mengusik disaat langit memelas pada telungkup senja. racik kan kata-kata supaya malam tak lagi mengalami luka. aku masih saksikan jerit dan pilu membelah membahana dan meringkik menusuk.

jari-jariku yang kaku terlipat hangat dalam saku dengan genggaman basah mengalirkan keringat yang hangat. aku begitu dihakimi oleh ingatan seperti sidik jari yang saat ini berkelindan. kemana arah otakku berjalan ? udara-udara yang kuhirup terasa basi.

dengan segelas nescafe mencoba menelan hari-hari yang kulukis. kuseka bau matahari yang melekat dan kuremas panas yang membuatku semakin gerah. pada getar daun ku titipkan kata-kata yang tak sempat ku lantunkan hari ini. pada rumput-rumput basah yang kena ludah lalu lalang ku hempaskan kaca yang membuatku tak bisa melihat siapa yang ke tatap. serumpun dalam tiupan sepi memandang kelokan-kelokan jalan yang bertalu yang perlahan lenyap dan jadi muram.

----
empat...

di kangkang kedunguan aku menunggu cerita yang lain selantunan lagu tak jelas di balik kaca di belahan cermin menoreh luka. barangkali ribuan malam ku habiskan, langit dan awan yang hidup dari malamku dalam jutaan hari .tak sempat menyisakan sedetik untuk berucap tarian pikiran yang memecahkan bayangan silam saat jejak hitam itu terkucur di tanah peraduan yang kelam di kubangan yang membesut melintas erangan mendelik meneriaki diriku mengusai sketsa nafas mendesah

---
lima...

wahai bulan diufuk timur yang merangkak pelan membelah angkasa. wahai angin dari utara yang merambah singgasana alam raya. wahai jingga langit merona yang menyebar pesona. wahai ombak menggila yang memecah sombongnya karang. wahai buih-berbuih putih yang menjilati gemerisik pasir. wahai air suci mengalir memecah di hempasan batu-batu hitam legam dan kelam...
tolong engkau beritahu aku karena otak ku semakin buntu dan lidah ku terasa kelu

----
enam....

aku bukan sebuah mimpi yang mencuri diam-diam di bawah sayap-sayap malam yang rapuh. aku juga bukan khayalan yang menyelinap dalam angan yang mengalun pelan. namun aku ada disini yang hadir menyusun ruang sisi bathinmu dan tak kan lagi menukar derai tawa hati dengan lara yang mengoyak jiwa dan tak kan pula puas mengubah airmata, dengan diam.

bukan hanya satu jam yang kuhabiskan untuk menelusuri, bukan hanya satu hari ku mencari, bukan hanya sesaat ku rasai, bukan tuk kumiliki tapi kucoba berbagi. Tapi kau tak pernah mengerti karena aku tenggelam dalam malam dan tak berucap dalam siang ...

---
tujuh ...

malam-malam gelisah membusukanku dalam pikiran-pikiran tak menentu. merangkak menghantarkan ke titik titik sunyi
dan menindihku di pelataran. awan yang mendesau dan dingin yang kudekap, tak lagi membuat kebekuan. bersama lembar-lembar waktu bulan yang ku usung matahari kutikam dan tersungkur di kaki langit hingga gelap berteriak memanjat dinding-dinding langit. kukais-kais kerikil koral dan kulukiskan gelap dengan kebiruan.
aku yang beredar di balik jelaga hitam, lirih berucap selamat malam... ketuk lah pintu itu masuk lah ke dalam bilik jiwaku, pandang dan nikmati semua isi hatiku, hisaplah wewangian dalam paruku belailah dengan mesra darah dalam hatiku, genggam erat degup jantungku, disana kau akan tau bahwasanya telah kulukiskan semua, walaupun ku tak yakin kau akan mengerti karena semuanya ku telan sendiri.

---
delapan ...

selarik cahaya jingga menerpa riak. membuihkan suara merdu memecah di tepian. dari sang dewa yang cuma mengintip malu
tersenyum pun enggan dibalik awan. bayang demi bayang ku genggam. isyaratkan hari ini bukan lagi untuk ku.
angin mendesau memburu mimpi. menggoda mataku untuk menjangkau jauh ke ufuk ditempatmu berdiri. menatap rona pagi buta, dan ternyata ... goresan dalam jiwaku semakin menganga. darah pun membuncah, koyak oleh tiga lembar surat darimu. Luka yang dulu belum sembuh dihempaskan lagi dengan pecahan kaca yang sesaat yang lalu ditaburkan dan bakar sampai tak lagi berbau !

malam tak kan lagi berbulan. selamat jalan ...

9/30/2002

kabur

keyakinan tersimbah oleh apa yang ada di dalam ruang yang kususun. begitu kabur ! samar-samar tak berpangkal dan tak berujung. Jika itu bukan lagi untuk ku dan jika telah berputar kenapa membuat semua nya kabur ? untuk apa ?

9/03/2002

Cukup sudah kebosanan menyelubungi alam pikiranku hingga aku pun tak bisa berbuat banyak. Gumpalan asap yang menyelubungi setiap mili rongga dadaku kayaknya membuat semakin ruwet aliran daraku begitu juga layaknya pikiran-pikran yang tak menentu dalam otak kecil ku.
Sering ku terpaku diam di balik layar 17 inchi menatap kosong ke dalam sedangkan angan ku melayang entah sampai dimana.
aku tak tau kenapa semuanya berjalan begitu cepat, melewati setiap batas waktu yang gak mungkin di halangi. hari-hari di lingkungan yang sama dengan aktifitas yang gak jauh berbeda kadang membuatku ingin mencari sebuah variasi kehidupan. Ternyata sebulan yang lalu aku menjalani sedikit perbedaan dan disaat aku sudah menikmati semuanya ternyata harus kembali lagi kesini, yah kembali lagi ke belakang meja lusuh dengan dibawahnya bertebaran sebuah kasur yang selalu ku tiduri setiap malam. Namun jika di bandingkan setahun yang lalu ternyata aku saat ini rada mendingan, dimana dulu aku hanya tidur beralaskan karpet dengan penuh debu dan berselimut dingin.
hehe namun disana lah dulu kenangan yang terindah yang pernah terlewati dalam sepanjang hidupku. gak tau entah besok-besok bakal ada yang menandinginya.
ah sudah lah...ternyata dengan sedikit menggores membuat ku bisa mengarahkan kemana jalan pikiran ini. mungkin jika aku lebih banyak menggores bakal lebih terarah lagi. Namun kadang bingung apa yang mesti ku tulis lagi... cerita sehari-hari pun gak jauh beda dari hidup di kegelapan malam, penuh asap rokok, duduk di belakang komputer dan gak pernah keluar, pikiran kusut begitu juga tampang ku yang tak pernah terurus...

8/14/2002

lama tak kusentuh si rev ini, entah kenapa tangan ku sangat enggan tuk menulis atau juga mengedit . aku bagai terlarut dalam kesibukan baru. minggu kemaren membuatku sama sekali tak ingin menjamah internet. bahkan untuk sekarang walopun istirahat 1 minggu aku pun masih males untuk menggores kan sedikit perjalanan yang mengisi setiap hari atau secercah goresan yang sempat menyentuh pikiran dan perasaan ku.
masih bersisa 2 minggu lagi, hari-hari berat akan kujalani. tak sempat ku menikmati liburan yang di sediakan selama 1 bulan. Dan untuk menghadapi semua ini aku harus bisa hidup normal... bangun pagi, sarapan, berangkat dan bla bla. pulang malam istirahat dan tidur. Ah ! akan jarang sekali aku berjumpa dengan malam yang selalu membuatku terjaga atau siangku yang selalu membuatku terlelap.
hari ini ... masih menyisakan 3 hari lagi sebelum semuanya kembali harus menjalani hidup normal.
absen kuliah espe ku bolong-bolong sudah entah sudah bertumpuk berapa... yang jelas aku tak boleh untuk ikuti final. ternyata rasa menyesal mengambil espe dengan membuang duit segitu banyaknya masih terus menghantui ku. ah sudahlah...

7/29/2002

Aku Rindu !

Ku raba rambut ku yang mulai panjang memenuhi kepala yang dulu nya sempat gundul dan sempat juga sebelumnya menggantungkan rambut sepanjang 45 cm. ah... masih lama lebih kurang 1,5 tahun lagi. aku kangen tampang ku yang kusut dulu... entah kenapa. Pernah mencoba sedikit necis dan rapi ternyata tak cocok dengan kondisi dan yang berkecamuk dalam pikiranku. Dan semua orang pun bilang aku beda, padahal hanya memperbaiki penampilan sedangkan yang berada dalam diriku pun masih tetap sama.

Cuma 3 hari aku betahan dengan penampilan itu, aku mulai muak dan kembali seperti biasanya. kaus oblong, jin butut, sendal jepit, jarang mandi dan tentunya bau yang menusuk hidung melekat di tubuh ku yang kumal. ya... barulah aku menemukan kembali siapa aku sebenarnya yang 3 hari berlalu entah menghilang kemana.

Duduk sambil melihat orang yang berduaan memetik gitar dengan nada yang sedikit fals dan suara yang memang sumbangnya tak bisa di perbaiki. kadang aku ingin tertawa, tapi jika aku sendiri disuruh bernyanyi mungkin lebih parah dari itu.

Aku barusan beli nasi, dan aku yakin dalam bungkusan nasi itu tak ada sedikit yang berbau pedas apalagi kuah yang membanjiri nasi seperti yang terbungkus di dekat tangan ku ini. Tanpa terasa cerita dari ujung pulau sumatera sampai ujung jawa pun terlewati sambil menghabis sisa-sisa nasi dari bungkusannya. Sudah lama tak merasakan seperti ini, mengingatkan ayah, ibu, adik dan kakak ku yang dulu sering berkumpul berebut makanan bikinan ibu... dan tentunya kamu ! ya ... aku rindu kamu, sungguh ! Aku rindu sambel buatanmu ... ah, andaikan lebaran tahun ini harinya adalah besok, tentu semuanya akan terobati dengan cepat.

hm... 6 bulan lagi aku baru bisa melihat barisan bukit yang mengelilingi desa yang hijau ditumbuhi padi-padi yang berserakan di sawah. Begitu juga dengan bukit yang mengitari perkampungan rumah mu. ah...! aku kangen menarik sapi dan kambing ke padang rumput, berjalan menelusuri pematang sawah sambil menatap matahari kembali keperaduannya, memotong batangan padi dengan sabit, menghempaskan cangkul ke tanah lumpur di siang yang terik, melihat liukan ikan berebut makanan ... aku rindu.

Nikmat ku isap asap tembakau, melepaskan semua nya di antara asap yang ku sembul dari 2 bibir yang sudah mulai sedikit kehitaman. sebatang telah habis terbakar, aku bangkit kemudian melangkah menuju keseharianku, tempat dimana aku menumpang dan hidup menikmati hari di kota yang semakin dingin saja.
Setiap kata yang terucap dalam hati kembali di rampas oleh angin mendesau dari lembah. Coretan kelam di dinding itu tak lagi bisa mewakili gundah. Beribu-ribu tanda sudah tersebarkan di jalan yang setiap saat dilewati. Mungkin hanya sebuah kebodohan untuk meyakinkan kembali. Bukan kah ini sebuah kenyataan dan ini juga bukan sebuah pembacaan berita yang di usahakan untuk dibaca lagi agar setiap orang mengerti. Dalam perhitungan waktu pun semakin mundur satu sisi semakin terasah agar tajam dan mampu mengiris eratan hati yang kekar melilit hingga semuanya lepas.
Apa saja yang mengendap di keremangan malam di yakini tak kan lagi berulang seperti sebelumnya. Walaupun berteriak, semuanya akan enggan untuk kembali. Walaupun kembali tak akan seperti awalnya ... mungkin sedikit berbeda.
Berjalan di tuntun oleh nasib membuat semuanya hanya bisa berusaha dan menunggu agar sedikit berubah, paling tidak yang di hiraukan sedikit berlalu. Kekecewaan bertubi-tubi, yakinilah sedikit terbuka melepas genggamannya, melebarkan jalan dan membuat secercah senyum.
Kunci-kunci yang bergelantungan pun sudah terlepas. Akankah menunggu bulan memerah, meleleh menebarkan titik titik nya di pelataran bumi. Jika memang untuk apalagi kita disini.

7/28/2002

17 jam ! ya ... 17 jam aku habisin cuma buat tidur. inilah tidur terpanjang yang aku alami selama satu minggu ini. dan semuanya lewat begitu saja. kalau ditanyain mimpi apa aja semalam, aku ga bisa jawab. Entah apa saja yang lewat di kepala dan mata ku yang terpejam, yang jelas semuanya gelap dan kosong.
4 kurang seperempat sore... alhamdulillah aku masih di beri kehidupan. namun aku tak bisa berpaling, semuanya kembali terlewatkan. ah ...sudah lah, yang penting gw bersyukur masih bisa tidur.
minggu yang singkat... cuma di isi dengan mandi, nyuci 20 potong pakaian di laundry, makan, telpon, nge game dan online ... itu saja.

7/27/2002

cold wind blows on the soles of my feet. heaven knows nothing of me. i'm lost, nowhere to go. please let me sleep.
flowered winds was where i lived. thought you burned, not froze for your sins. oh i'm so tired and cold. please let me dream. i tell myself before i go to sleep. don't say the words you might regret. i lost before, you know i can't forget. but anyway, that's history
and there's a light shining in the dark. leading me on towards a change of heart. you say i always played the fool. i can't go on if that's the rule. better to jump than hesitate. i need a change and i can't wait. deep in the night it's all so clear. i lie awake with great ideas. looking about in no man's land. i think at last i understand.

7/26/2002

i said..i'm back in a circle. don't feel like coming out. i know i don't belong here
and you see i'm a nothing. a creep and a wierdo !
so what are you doing here? all alone here oh nothing...all down here...
run to lose...lose !

7/23/2002

Error 503:Unable to load template file: /home/Templates2/3469327_a.html (server:page)[more info] ...
bangkeeee !!! what d' hell ... mbuh wis * mumet ! *
8.00 hmm...masih belum boleh terpejam... masih banyak yang harus ku isi dalam lipatan hari yang gerah. lapar ! teh panas 2 biji kue bole berusaha menyumpal geliat cacing dalam perutku dan asap yang berusaha meredam guncangan dada ku, mendinginkan otak ku yang sudah 31 jam bekerja. Sebentar lagi ... sang kapitalis mengoceh di depan batang hidungku. ini untuk ke 3 x nya apakah akan bernasib sama dengan 2 sebelum nya yang kuperoleh ? i dunno ! jalani saja - sampe bosen -
rapat ? jam 10 ini ? ouh damn ! but aku butuh ke kafe dulu...

rapat berjalan - blank ! - but aku mesti edit lagi apa yang ku bikin semalam... 4 kali ! lengkap sudah... utak atik semuanya geser kanan geser kiri, oh shit...hang again ! sorry aku ga punya waktu lagi tuk menunggu restart.

jam dinding berdentang 10 kali ... hah ? berarti aku melewat kan semuanya dalam 7 jam ? lagi lagi... magrib ku hilang ! total offline day ! masih online kah liebe - triple double u ? dan sekarang berkutat lagi bersama tombol-tombol keyboard menikmati malam dan pagi yang dingin ... seberapa panjangkah hari esok ? aku lelah...berikan aku sedikit waktumu untuk memijit dalam lelap.

7/22/2002

Andai satu hari ini di bikin 25 jam mungkin gw bakal punya sedikit waktu untuk menyandarkan kepala melihat awan jingga, bulan dan bintang gemerlapan sambil meneguk kopi menyembulkan asap mild dan memetik gitar. ya.. paling ga kepala gw bisa terbebas dari layout, draging line, function, code, flowchart dan se abrek lainnya yang memenuhi isi kepala gw yang cuma berkapasitas 1500 cc. Kadang kepala ini mo mledak ! Begitu juga dengan mata gw yang selalu telanjang berjam-jam bahkan satu hari penuh menatap radiasi elektron. Apalagi dengan kuping gw yang ga bosen-bosennya degerin hentakan double speaker yang entah berapa ratus lagu yang dia kicau kan. mungkin kursi yang gw duduki selalu memelas... "kapan ya aku tak terbebani".
Dan memang gw lagi butuh pandangan yang sedikit beda tanpa elusan mouse, tanpa ketikan keyboard, tanpa serapan elektron menusuk-nusuk mata yang cuma berukuran 1.5 cm. Kepikiran online ? palingan nitip nick doang, lebih nya ? buka window baru, jalanin editplus, photosop, visio2000, cute ftp dan lainnya yang bikin mata gw semakin mengecil melihat yang tertulis didalamnya.
Tapi alhamdulillah kemaren minggu gw masih sempat buat naik angkot dan melihat dunia yang berbeda yang gw rasakan disini, thank buat dd dwie yang dah mau nemenin.
Hari ini... kembali seperti biasanya, semua nya serba telat ! pagi gw jam 11, nyentuh aer 1/2 12, dan segala hal apalagi soal makan. setegah lima ! makan siang ... tapi gw juga ga tau kenapa tiba-tiba inget si ie-ie, lena, ami, ama kamel yang mungkin lagi kepikiran ibu ama ayahnya di padang sana. apalagi lena yang kemaren malam dah mulai rada sakit. tut..tut..57XXXX ... halo ! nah lo ternyata bener dugaan gw, dah sakit beneran ! klik...langsung cabut. otak gw dah kusut makin kusut lagi...smoga aja ga seperti ie-ie setaon yang lewat, nongkrong di kamar cat putih nungguin dia yang dah pucat pasi. Alhamdulillah ... ga separah yang gw kira...1/2 jam disana balik lagi ke balik monitor. Cuma ninggalin pesen... call me kalo ada apa-apa.
1/2 7 ternyata beneran dah apa yang gw pesenin, "dang adek lo makin parah cepet kesana !". pasang jaket, sarungin sendal, brangkat. ting tong ! "langsung masuk" segitu cemas kah raut wajah si ie-ie. entah siapa aja di dalem kosan tsb, ga sempet gw peratiin cuma ketemu ama anik yang ikut bantuin ie-ie setaon yang lalu. yang terlintas di pikiran gw cuma satu "lena kudu di bawa ke rumah sakit kalo ga ke dokter". Bener dah.. tuh anak lemes banget, apalagi sebelumnya dah muntah, pucat, dan matanya dah kyk kehabisan air buat dikeluarin gara-gara nahan sakit yang melilit di perutnya. pinjem sepeda motor langsung ke dokter, nungguin dokter 45 menit ! "lagi di perjalanan mas". ah ga papa lah, lena mending istirahat aja dulu di kasur putih depan meja si dokter. berselimutkan jaket yang gw pake, apa dia ga ada jaket yang lebih tebal dikit kah ? cuma segini mah dingin malah nembus.
kepalanya kadang panas banget. makin lama blom juga dateng "nih dokter jalan kaki kali yak pulangnya".
Gw dikit tenang ngeliat dia dah ga pucat lagi, dah tertidur dengan polos tanpa beban. jadi inget si bungsu Ina. Sambil nungguin tuh dokter cuma bisa ngobrol bareng ie-ie. Nah lo si dokter dateng. lama juga periksa nya, ow..ow ! di suntik...gw jadi tersenyum saat dia keluar dari sana sambil ketawa megangin pinggulnya " duh da adi ... kyk ilang sebelah nih !" ^_^.
sesampai di kosan nya dia gw cuma mendaratkan pinggul di bangku ga sampe 15 menit.. dah lumayan klir...mudah-mudahan besok dah mendingan. inget di monitor gw yang blom selesai. heh ? dah jam 9 ?
"ada yang dateng ga ?" tanya gw ama endah. "ada si wie..tuh pesen buat lo" *baca* huehehehehehehehe...
reply mode :
buat ber 3 , nasi ama es jeruknya nya lagi di pesenin so tunggu aja... ga tau kapan nyampenya. :P
buat OI : okew dehhh ... tapi ga bisa janji selesai besok lho
buat JuWie : hehe..gampang mah, tinggal online aja ... lah dikirim ke er es, wadoh berurusan ama putih-putih lagi hue hue hue.
buat DwIe : duh sorry banget ya de... ga sempat call semalem, baru aja nyampe yang ngantri mo di kerjain dah pada berontak semua ampe di bikin henk tuh komputer . sorry banget ya...*awas kalo nangis* :P~~
uahhhh... heh ? jam 5 baru selesai 3 bagian... hahaha ! maseh banyakkkk.... mampuuuuusss !!!
utak atik jadwal kul... hohoo... jam 9 .. tidur..ga..tidur..ga...kuliah...ga...tidur...ga..kuliah... walah kok jadi ga tidur ga kuliah... *gelap mode on*
melihat sang surya bersinar menjamah muka bumi ... membuat gw bersyukur ... gw masih bisa melihat pancaran sinarnya, andaikan hari ini 25 jam tentunya akan menunggu 1 jam lagi untuk melihat indah nya pagi dan apa yang gw lakuin ? paling nopangin kelopak mata ama korek api. sungguh DIA maha adil.

7/19/2002

Pear Jam - Black, Iwan Fals - Nyanyian Jiwa. Sarah Mclahlan - Angel

Malam ini sengaja ku lantunkan 3 lagu yang selama ini selalu menemani
jejak langkah ku kemanapun aku pergi ... lagu-lagu yang bercerita tentang semuanya.

Hitam yang aku lihat, biru...biru ku ... dimanakah malaikat ku ?

black
by : Pearl Jam
chord by me

Sheets of empty canvas untouched sheets of clay
E..................Am..........E.............Am
Laid spread out before me as her body once did
E..................Am.........E.............Am...
All five horizons revolved around her soul
E.............Am...................E.......
As the earth to the sun yeah
Am..........................
Now the air I tasted and breathed has taken a turn
E....................Am........................E
Mmmm...Ooh and all I taught her was everything that's all
F..............................................Am.........
Mmmm...How quick the sun can drop away
F.................................Am...
And now my bitter hands cradle broken glass
.............G.........F...................
Of what was everything
................Am....
Oh the pictures have all been washed in black tattooed everything
....G........................F..........................Am.....
I take a walk outside...
Am............F........
I'm surrounded by some kids at play ooh
..............Am...................F
Oh I can feel their laughter oh so why do I sear
Am......................F....................Am
mmm...Ooh and twisted thoughts that spin round my head
..F...............................................Am...
I'm spinning oh I'm spinning
...........................
Ooh...How quick the sun can drop away
..F..............................Am
And now my bitter hands cradle broken glass
.............G.........F...................
Of what was everything
................Am....
All the pictures have all been washed in black tattooed everything
....G........................F..........................Am.....
All the love gone bad turned my world to black
............G...................F.............
Tattooed all I see all that I am all I'll be...Ooooo
...............G.............F.............G.......F
I know someday you'll have a beautiful life I know you'll be a star
Am.........................................G.......................
In somebody else's sky but why..Why..
...F......................................
can't it be a-can't it be mine WHY !
.........Am...............G....
I don't I don't think
Am...................
these people understand
................G........
Oh they don't understand oh no one understands
.............F.................Am.............
We belong together ... ...


Nyanyian Jiwa
by: Iwan Fals
chord by me

nyanyian jiwa ...
Am...............
merayap menembus awan jingga
..............................Em
mega-mega berderai di terjang angin lintang
F.......................C....G.............Am...
mata hati menoreh pisau merobek sangsi
Am....................................Em
hari ini ku telan semua masa lalu
F...................C.G...........Am
biru... birU.. biRU... BIRU KU !
F...............................Am
hitam hitaM hiTAM HITAM KU ... !
F.............................. G
aku sering di tikam cinta
F.............................
pernah di lemparkan badai !
...............................
namun aku tetap berdiri
..........G...............Am
Oooo...Oooo...
G.............
nyanyian jiwa harus lah di jaga
Am................................F
mata hati harus lah di rasa
........G...................Am
menjeritlah...
Am...........
menjeritlah selagi bisa...
Am.................F...........
menangislah...
..G...........
jika itu dianggap ...
...........C.........G...
penyelesaian ...
......Am........


Angel
by: Sarah McLahlan
Spend all your time waiting
For that second chance
For a break that would make it okay
There's always one reason
To feel not good enough
And it's hard at the end of the day
I need some distraction
Oh beautiful release
Memory seeps from my veins
Let me be empty
And weightless and maybe
I'll find some peace tonight
In the arms of an angel
Fly away from here
From this dark cold hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You're in the arms of the angel
May you find some comfort there
So tired of the straight line
And everywhere you turn
There's vultures and thieves at your back
And the storm keeps on twisting
You keep on building the lie
That you make up for all that you lack
It don't make no difference
Escaping one last time
It's easier to believe in this sweet madness oh
This glorious sadness that brings me to my knees
In the arms of an angel
Fly away from here
From this dark cold hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You're in the arms of the angel
May you find some comfort there
You're in the arms of the angel
May you find some comfort here...


Entah kapan hitam dan biruku menjadi wangi dalam kenyataan.
semuanya diantara pahit yang begitu pahit dan manis...sangat manis.

7/18/2002

Pagi sudah menjelang... sedikit berbeda dengan hari - hari kemaren, tumben hari ini aku bangkit dari tempat duduk dan keluar dari ruangan ber AC yang mampu membuat ku betah duduk di belakang monitor 8 jam sehari selama 1 minggu. Sudah 6 bulan aku tidak merasakan bagaimana empuk nya jok sedan. hari ini aku rasa kan kembali, empuk ... walopun cuma perjalanan gak sampai 1 kilometer. Survey tempat registrasi mahasiswa membuat ku sedikit relax tetapi juga membuat ku pusing sesudahnya. tempat untuk menentukan layout registrasi selama 2 jam !! Jam 3 sore, ah masih sempat untuk menepati janji ama adek ku. Kasihan mereka hanya bisa bengong di kosan dan gak tau apa yang mesti di kerjakan. Dieng ... hmm mereka belum tau sama sekali dimana. Dan aku pun sendiri terakhir kali kesana 5 bulan yang lalu, lama juga. Semoga jalan-jalan kali ini membuat mereka sedikit terhibur dan tak lagi murung atau menangis di kosan, kangen ibu dan ayah di kampung.
Capek ... oleh-oleh yang ku bawa hanya 1 botol shampo, sabun mandi, minyak rambut dan setumpuk cerita dari orang yang baru menghirup udara malang. Tumben aku menyempat kan diri untuk beli nasi sebelum balik , biasanya ? baru jam 10 malam turun membeli nasi karena sudah ga tahan lagi berperang dengan perut.
Kriing ... "padang... telpon !". heh ? dapet telpon ?... tangan belepotan sambel... halo ?! wah .. dwi ! */me kangen* - bla..bla dan bla ... dagh..dan klik dari seberang sana. Kenyang... nyedot rokok sambil megang mouse liat musuh BANG ! BANG ! teroris win. pusing juga terus-terusan membidik musuh.
Layout...!!! dead line besok ... start jam 22.00 selese ? 4 pagi, mana kompi nya ikutan henk ... komplit ! capek + ngantuk. rokok habis ... it's time to sleep. but masih ada orang disini ....

7/11/2002

all behind this smile
it's always in the back of my mind
thought i made it through the hardest of days
sometimes you don't get back what you gave
i'll try to rise
i'll try to call
i'll try as hard to continue on
but it's always here, all the time
always there in the back of my mind
always in the back...
of my mind
the back of my mind
i am not the same
because, because of my...brain
don't mind me, just let me be
my eyes so far away
i don't need a sympathy
the word, the word gets overplayed
i'm alright, it's just tonight
i can't play the part
i'm alright, it's alright
it's just ...

7/04/2002

I'm Gonna




i'm gonna save you , not gonna lose you. i'm feeling too deep and strong, can't let you go. too important to me, and too important to us. i'm here... let yourself fall, i'm right below you now. and it's too wrong if i say something you don't want to hear, from me. and it's very bad if you only hear what you wanna hear, from me. if i don't care i'm not leaving here. you helped me when i was down, i'll help when you're down. why are you hitting yourself ? c'mon and hit me instead. let's pick up your will, it's grown fat and lazy it's sympathetic as well, don't go on me now. and i'm not living this life without you, i know i'm selfish and clear, i don't wanna be without... you. wake up to see you could have it all ! coz there is but you, and something within you has taken control, let's beat it ... get up, let's go ! you're in your own world, let's see the whole world! let's pick up your soul
and knock me out if you only hear the tremble in your head ... pick up your soul !

6/30/2002

mari kita lanjutkan cerita lalu yang usang dalam benak orang-orang yang mungkin sudah menikmati sebuah keceriaan, tapi bagiku ?
hmm..2 tahun sudah aku hidup bagai seorang gembel. hidup dari tumpangan bahkan juga dengan pemberian orang lain. rumah teman...tempat yang menyenangkan tetapi tidak begitu indah dirasa, bermacam perasaan bercampur aduk disaat merebahkan tubuh di pembaringan yang memang terasa empuk tetapi tidak nyaman di kepala. enam bulan terlewat kan, dengan menebalkan muka hidup disana. apa yang harus ku perbuat ... sementara aku harus disana. tapi apakah 6 bulan waktu yang sementara ? 6 bulan lah kantong ku selalu tipis..satu hari aku tak pernah memegang uang lebih dari empat ribu, jika orderan "pembuatan famplet atau logo" meningkat baru duit ku sedikit lebih. Kadang Nasi pun di kasih dan rokokpun minta...
aku ga tahan...! aku ga mau menjadi seorang benalu . berangkat !, pindah di sebuah warnet yang memang di kelola oleh teman ku. disana aku hidup sekaligus bekerja. berat..! mimikirkan kuliah dan melakukan pekerjaan yang rutin dari siang sampai pagi, 18 jam ... dan selalu berkutat disana. kuliah ? tak usah di tanyakan lagi.
waktu berlalu, warnet ... buyar ! kalah saing, kalah kecepatan access... aku harus angkat kaki dari sana, bagaimana pun juga. berjalan keliling sambil menyandang "eiger", carrier warisan yang sudah butut... melihat kos-kosan yang rasanya terjangkau dengan isi kantong... tapi ga satu pun yang sepadan. semuanya 2x lipat bahkan lebih dari yang ku kira. bingung...pada pelataran parkir yang kududuki aku mengadu dan sepertinya juga ikut berpikir... dimana dan dimana lagi aku bisa bertahan ? rumah teman ? tak akan lagi hidup dalam bercampur aduknya perasaan. Indekos ? tak sanggup. Kampus ? yah... kampus satu-satu nya tempat yang ideal. tapi di mana ? himpunan ? tak mungkin, workshop ? apalagi..rame ! studio ? yap... ini dia tempat yang tepat. Di hari pertama mulai kutata lagi studio radio yang sudah berantakan karena kru lainnya mulai sibuk dengan perkuliahan. siaran dari siang seusai kuliah sampe pagi menjadi kan hari-hariku bagai orang gila. berbicara sendiri dan hanya berharap bisa "menikmati" semuanya. dan memang aku menikmati kehidupan dari kumpulan recehan. tak sempat ku berpikir bagaimana dengan penampilan apalagi memiliki seorang kekasih. benak ku cuma berisi "kuliah must go on". radio tak membuat ku menjadi lebih bahkan semakin tertidur dalam celoteh-celoteh sendirian demi menyenangkan sang pendengar.
September 2001, semoga lamaran kerjaanku di terima. alhamdulillah kesempatan itu di berikan padaku. UPPTI, sebuah lingkungan baru membuatku kaku harus berbuat apa. namun perlahan aku berangsur menjadi bagian dari tubuh nya. 95,7 Mhz TEUBFM izinkan aku meninggalkan mu sejenak demi sebuah langkah ke depan. izinkan aku mencari sesuap nasi dari keringatku sendiri yang tanpa mengumpulkan recehan atau kiriman makanan dari orang yang mendengar mu.
Aku menangis ! minggu pagi melihat peralatan siaran hilang !!!. sepanjang hidup... pertama kali sumpah serapah ku keluar. oh TEUBFM, dalam pelukan mu aku tidur berselimutkan dingin, bersama kau aku nikmati Mc Donald untuk pertama kalinya, kau kenalkan tombol keyboard komputer dan hp kepadaku. namun sekarang kau pergi bersama nasib malang mu. terisak aku melihat semuanya porak poranda disaat belum lama aku pindah dari sana.
Suatu saat nanti aku akan membuat mu lebih baik dari apa yang kurasakan... itu janjiku ! semoga allah membalas apa yang mereka lakukan padamu.
Sekarang... aku masih menggembel di gedung yang sedikit lebih baik, di ruangan yang lebih tertata, di kamar yang milik bersama. sasetiap menyapu muka dengan air wudhu dan menundukkan kepala di lantai persujudan aku merasakan sedikit rasa nyaman dan saat menyuap nasi dengan 5 jari kanan baru ku merasakan kelezatan.
terima kasih buat teman ku. terima kasih buat ruang kecilku TEUBFM yang dirimu sekarang entah dimana. aku merindukan mu ...

6/22/2002

menikmati secangkir kopi, sebatang rokok dan sebungkus krepik tempe di dekat jendela ruang kerja ku yang dibungkus bersama kedingian subuh melambungkan pikiranku pada masa silam.
hmm..2 tahun sudah aku hidup bagai seorang gembel....
- to be continue -

6/19/2002

ternyata semuanya masih berjalan seperti kemaren... ga berubah ! dari dulu aku cuma pengen hari yang ku jalani ada sedikit perubahan. menikmati indah nya pagi bersama sengatan matahari .... tapi itu semua kunikmati dengan mata yang layu atau bahkan tertelan dalam lelapan yang kosong, hitam dan hampa bermimpi pun enggan.
bisa dihitung dengan jari aku bertahan hidup normal, selebih nya ? malam jadi siang ...siang jadi malam. mungkin besok juga mengalami hal yang sama... entahlah.
hmm...tinggal 10 hari lagi, aku baru bisa makan dengan nikmat...tanpa memikir kan bagaimana besok. 10 hari... aku harus bisa bertahan...bersenggama dengan perut keroncongan dan memaksa untuk diisi satu kali. jam 4 ! selalu ke warung di pojokan jembatan sana, dan ibu itu pun mengerti apa yang ku pesan di akhir-akhir bulan, begitu juga dengan recehan yang gak pernah genap kuselipkan di tangan nya. baik... bahkan terlalu baik bagiku, bicara dan tatapan matanya mengingatkan aku pada ibu...dulu aku pernah berjanji bakal membelikan ibu itu sarung, baju atau apalah. tapi sampai saat ini belum kesampaian juga...mungkin suatu waktu nanti, karena aku yakin dengan apa yang dibilang ayah ku "roda kehidupan itu berputar".

6/17/2002

melihat sepatu mas susie yang duduk manis di rak membuat aku ingat sudah berapa pasang sepatu yang membungkus kaki ku ini. pertama kali aku di belikan sepatu chips oleh ibuku, warnanya putih dan ada garis - garis merahnya. hmmm sepatu yang membuat ku merasa gagah melangkah kemana saja. ke sekolah , rekreasi selalu di temani oleh "chips". dan sekali waktu pernah "chips" di cuci tapi pas mo berangkat ke sekolah "chips" belum kunjung kering dan masih lembab. alhasil aku menunggu sampe chips kering dan ibuku marah-marah gak karuan, gara-gara chips aku absen satu hari.
umurku pun bertambah dan aku sudah duduk di smp, chips gak muat lagi di kaki ku. sungguh sedih ... karena chips bukan lah chips yang dulu, yang gagah dan mengkilap. sekarang chip sudah lusuh dan sobek disana sini.
suatu hari tanpa sepengetahuanku ibu membelikan aku sepatu, tapi jauh beda penampilannya ama chips... warnanya hitam dan merk nya "nike". aku gak tau apa itu sepatu nike yang di iklan kan di tv, yang ku tau ibuku bilang di beli di loakan dan masih bagus harganya 12 ribu. tak apalah ... sekarang aku punya sepatu baru. tapi kadang aku sedih meninggalkan chips sendirian di kamar. saban minggu ku sempatkan waktu untuk merawat chips... kucuci trus ku jahit lagi bagian yang sobek. hmmm.. lumayan ..gak selusuh sebelumnya. hari-hari bersama nike, mulai memudarkan kesedihan ku meninggalkan chips. tapi beda.. nike tak bisa membuat ku merasa gagah, dan nike juga gak bisa membuat ku berucap " ini lah aku ". yah... nike tak jauh beda dari pembungkus kaki yang lain.
3 tahun kaki ku di bungkus "nike" umur nike pun mulai uzur. aku pun berangkat ke smu. sekolah baru, baju baru dan semuanya baru begitu juga dengan pembungkus kaki ku.
Sekarang aku tak lagi begitu memikirkan model macam apa yang membungkus kaki ku, yang penting aku nyaman. model chip pun tentu gak mungkin, terlalu norak jika ku pakai. Maka ku putuskan membeli sepatu kulit biasa "lee" dari uang hasil menjahit sepatu. yah, semasa di smp aku menyempatkan diri untuk menjahit sepatu tentangga yang sobek... dan ilmu itu aku peroleh dari "chips". "lee" dari harga mungkin tidak pantas jika sepatu itu bermerk lee...masih seperti saat ibu membeli nike, aku membeli lee juga di loakan.
"Lee" mulai menyatu dalam diriku... mengantarkan aku berangkat 1/2 6 pagi ke sekolah menempuh perjalanan jalan kaki 5 km sebelum naik angkot. dari kelas satu sampai kelas tiga "lee" yang menyertai langkah ku, baik itu buat main basket dan pernah aku bawa main bola...seperti yang aku kira lee pun mulai sobek. 20 jahitan harus melilit tubuhnya dan membuatnya agak sempit melilit kaki ku. aku pun sering di marahi guru karena aku selalu membawa lee untuk berolah raga. memang aku tak punya sepatu lain selain lee.
3 tahun masa-masa bahagia ku bersama lee lewat sudah, dan tibalah saatnya menempuh perjalanan jauh ke malang. satu yang membuat ku sangat sedih.. aku harus berpisah dengan chips... karena begitu banyak yang ku bawa terpaksa chips harus ku tinggalkan. semalam sebelum berangkat aku lihat chips yang lusuh tapi masih layak di pake aku kasihkan sama adekku paling kecil dan ternyata kaki nya tidak bisa masuk ke dalamnya, yah sudah lah aku titip kan saja kepadanya.
aku pun berangkat ke malang... "lee" ku bungkus dengan rapi dan ku tarok di dalam carrier. tak mungkin aku memakai lee saat menyandang carrier. sendal jepit yang menggantikan posisi lee selama beberapa hari.
Di malang lee hanya bertahan satu semester, karena sudah ada pengganti nya.. dan masih "nike". nike kali ini sama halnya dengan nike yang dulu, harga murah dan daya tahan pun apa adanya. 20 ribu ku rogoh kantong ku dan duitnya ku kasih kan pada abang yang menjual di dekat alun2 malang. Dan ternyata nike tak berumur panjang, sehabis KKM aku terpaksa menggudang kan nike, karena gak bisa di pake sama sekali di perbaiki pun juga gak bisa. Mulai sejak itu aku gak lagi membeli sepatu. sepatu pinjaman ucit dan sekali-sekali sendal jepit yang mengantarkan aku kuliah. entah kenapa aku jadi malas make sepatu, lebih enjoy rasanya jika hanya make sendal, praktis dan sederhana. Namun ternyata peraturan di kampus memaksa aku kembali memakai sepatu. Syukurlah waktu aku kembali ke padang aku di hadiahi oleh ipar ku sebuah sepatu sendal. hmm keren juga, tipis dan gak ribet. aku gak tau apa merk nya karena memang ga ada merk di sepatu sendal tsb. yang membuatku sedikit enjoy, kalo mo berangkat kuliah tinggal sorong dan udah.. kayak sepatu .. tapi di belakangnya terbuka. mudah di lepas dan yang penting asyik di bawa kemana-mana. Dia lah yang paling tau ... gimana kehidupan ku saat mulai semester 3 sampe kemaren ini. sampe akhirnya dia gak bisa lagi di pake...dan terpaksa aku meseum kan di kontrakan nya sahir. entah sesuatu yang sudah diatur oleh tuhan atau bagaimana, saat sepatu sendal itu gak lagi bisa di pake, aku lihat ada sepasang sepatu yang ga di pake dan ternyata itu milik mas susi. itung2 nyoba minjem.. eee ternyata beneran gak di pake, ya sudah.. aku pinjem, dan lumayan sepatunya bagus juga... tapi baunya masih ga karu2an... belom sempat tak cuci, dan ternyata bukan hanya aku yang make, udi, sahir pun kalo mo kuliah nebeng di sepatu itu. tak apalah yang penting aku kuliah gak lagi harus make sendal jepit seperti dulu.

6/10/2002

bangkeee !!! belon tidur ... kuliah pagi... quis ... tugas se-abrek kaga bisa garap gimana mo presentasi ...update inventaris... translate 2 sub bab - sial ! - , pen naek gunung ajah ! can help me ?

kamu tau sa ? aku merasa terperosok hari ini ...

6/09/2002

malam-malam gelisah membusukanku
dalam pikiran-pikiran tak menentu
merangkak menghantarkan ke titik titik sunyi
dan menindihku di pelataran
awan mendesau pukau
dingin kudekap
tak lagi membuat kebekuan

lembar waktu kulipat-lipat
matahari kutikam dan tersungkur di kaki langit
bulan ku usung hingga gelap berteriak
memanjat dinding-dinding langit

aku beredar di balik jelaga hitam
jangan beri sinsingan fajar
tapi berikan lentera
karena gelap akan kulukis dengan kebiruan
biarkan aku berjalan dalam bayangan

ketuk lah pintu yang kau mau
masuk ke dalam bilik jiwaku
hirup kebusukan dalam paruku
hisap darah yang menggumpal dalam hatiku
tabuh genderang denyut nadiku
hentakkan detak jantungku
hingga dada ku melesak
membuncah...liar !!!

6/06/2002

sebuah cerita ku dapatkan dari apa yang ku kerjakan semalam, sungguh sebuah petualangan... entah itu hanya buah dari lintasan pikiran yang terlalu panjang atau memang itu adalah keadaan yang berkembang di sana. berlayar di samudra dunia maya, menempuh berkilo - kilo byte bahkan bermega-mega byte kusadur dalam sebuah layar monitor 17 inch. sering ku menatap tajam pada sebuah fenomena yang ditampilkan. melirik setiap source yang dihidangkan kadang ada yang menyembunyikan di belakang layar bagai berucap "jangan kau ambil.. ini punyaku !" atau hanya sebuah trend menampilkan sedikit perbedaan dan membuat penasaran, tapi aku salut dengan site-site yang suka rela membuka apa yang dibelakang layar mereka "ambillah apa yang ingin kamu ambil, karena kita sama-sama belajar". Disini aku bisa melihat keterbukaan seseorang akan apa yang dia miliki, ilmu bukan untuk di tutupi tetapi untuk dibagi dimana dia akan tumbuh berkembang dan nantinya buah nya di nikmati bersama.
sedikit goresan di pagi yang sudah gelap di mata ini aku tujukan untuk plaque sadar atau tidak, langsung atau tidak, jalan "open source" mu selalu membuat ku tergugah untuk menghilangkan keinginanku mengikat erat source di belakang layar dan menguncinya dalam peti box alert !

6/03/2002

mungkin aku adalah sebagian orang yang membuang sebagian dari jatah hidup, di saat pagi udah mulai bercengkrama semenit pun belum bisa mata ini untuk menutup. orang-orang di sekelilingku orang-orang sudah bercerita tentang mimpi yang terbeli dan sengatan matahari.
Setiap rasa dingin yang menyelinap ke sumsum tulangku masih tak mampu menidurkan kegelapan malam. Bulan sebagai matahariku sudah tersungkur di balik jelaga ufuk barat dan matahari sebagai bulanku perlahan merayap menggigit pagi. selamat datang senja ku, kau akan menidurkan raga lusuh ini tapi masih banyak yang mesti ku oles di pelataran pagi . Hari ini masih panjang untuk dilewati, dan akan membuat lelapku terlambat ...bahkan tidak sama sekali.
a day not enough
sun like moon and moon like sun
i seem so overcome
how did i get to this condition ?
that i don't mind waiting around for
because all of day... it's mine !

5/31/2002

i wanna wind down, i wanna leave this mind and shout !
"what I can do in the twenty four hours of the day"
everyone always told me it would be better the first time
but, there's nothing like the first, nothing will replace it
that will never change
there's nothing worse than at the end of a day.
ada yang membuatku tersenyum menjenguk hari ini... dimana aku seolah berpijak di bumi dengan menatap matahari lebih pagi. Menghirup udara tanpa di barengi asap yang menggumpal menusuk hidung dan paru-paru ku. Apakah aku mulai normal ? menjalani lembaran hari yang selama ini selalu terbalik dan selalu di gerogoti pikiran-pikiran yang membusuk kan malam dalam kangkangan ku. Tapi aku ragu dengan kenormalan ini, apakah hanya sebuah cetusan akibat dari beberapa hari yang lalu ? susah memang untuk menganalisa karena "everyday i shake ten hands griping empty of my soul".
didn't mean before to falter
pushing, can i stay?
and my feeling, it gets left behind
the innocence broken with lies
I'm different behind the eyes
no need to hide
i'm wondering about myself
and how i should live
everyday i shake ten hands
griping empty of my soul...
ternyata gw termasuk orang yang males juga nulis bloggy, dari tanggal 22 baru kali ini gw mampir. Sebenarnya banyak sih yang mo gw ceritain yang mo gw tulis, mulai dari apa yang terpikirkan sampai dengan apa yang gue lakukan. dari apa yang gue rasakan sampai dengan apa yang membuat semakin rindu. Oh Allah, apakah kau akan menitipkan sebuah kekecewaan nantinya ? ok..ok gue beralih cerita, danjangan salahkan gue kalo ceritanya jadi lain. Sejak tadi pagi gue gak banyak berbuat seperti biasa duduk didepan komputer dan "games pool" selalu menggoda apalagi sekarang gw dilanda kecanduan "chese" juga. satu minggu ngumpulin poin sampe 1500 dalam waktu ga sampe 2 jam ludes ampe terakhir 1200 !!! nasib kali yak ? pengen sih mo main pool beneran tapi gak tau mo ngajak siapa. dah atu taon ga megang stik ! bikin gw jadi inget waktu pertama kali main pool bola terbang kemana-mana untung aja karpetnya ga robek, kalo robek berhenti gw makan 1 bulan hehehe...
kalo ngomong-ngomong soal kuliah kayaknya dah mulai lancar, dah rajin ke kampus tapi ya spt biasanya ... "rajin datang doang" tapi kuliahnya ga nyantol sama sekali. Ya.. mending lah dari pada gak, target gw untuk minggu depan cuma 2 : pertama menuhin absen yang udah bolong entah berapa banyak, kedua nyari catetan buat di foto kopi ... ntar lagi uas. hmm UAS ? wadooh ... paling penyakit lama kambuh lagi, setiap mo belajar demam lah batuk lah pusing lah ya akhirnya tidur bersama buku-buku... bodo ah yang penting gw kuliah ujiannya bisa apa kaga mah urusan belakangan.
kebalikan banget yah dengan apa yang sering gue bilang pada orang-orang...kuliah yang rajin ! biar dapat nilai bagus dan cepet lulus, lha gue sendiri kenyataannya... hehe maap !
masih ingat ? waktu kita ke rumah temenmu yang jauh nya bikin pinggang mau copot ? kali pertama aku bonceng kamu dengan CB 100 merah, di perjalanan kita saling bagi ceria, cerita bahkan canda pun tak ketinggalan. di rumah yang sebelahnya jurang cukup dalam, apa gak ngeri yah temenmu tinggal disana ? mana sepinya minta ampun. tapi ya begitulah demi sebuah persahabatan kamupun mau dibonceng dengan sepeda motor butut yang kadang-kadang mo mogok, untung saja gak mati di jalan atau malah mendorong. Demi sobatmu kamu pun tak merasa enggan berjalan berdua dengan orang seperti aku, ah... aku rasa itu sebuah karunia yang takkan mungkin lagi ku temui dalam beberapa waktu kedepan. maafkan jika aku tak bisa memberi lebih dari itu, karena engkau dan aku pun tau bahwa hanya itu yang bisa kuperbuat.
Datang ke rumah mu waktu lebaran membuat deg-degan juga. kenapa ? yah mungkin aku belum siap ketemu dengan orang tua dan adik-adikmu. Tapi peduli apa, aku harus kerumah mu. percuma dong aku pulang, setelah ketemu orang tua dan keluargaku tapi gak berkunjung ke rumahmu. Aku pikir-pikir sih nekad juga dengan rambut gondrong sebahu aku datangi rumah "gadang" rumah yang isinya sarat dengan adat istiadat yang jelas takkan senang melihat kehadiran seorang pemuda yang awut-awutan sepertiku. ngetuk pintu rada gugup juga ... entah kenapa, tapi kamu, orang tuamu dan keluargamu membuat semuanya jadi ceria. Satu kali pertemuan memang tidak cukup untuk kita apalagi untukku. 2 Hari lagi kita kembali bertemu dengan alasan ke rumah temenmu dan ibumu pun menyetujui jika kau berangkat denganku, si preman ! dan memang ibu dan ayahmu marah juga akhirnya dengan penampilanku seperti itu. Akupun yakin kamu gak suka dengan kehadiranku seperti itu, orang tua ku juga. keluargaku... ah semuanya sama. cuma aku gak tau kenapa aku masih saja berpenampilan seperti itu. Ibu yang bolak balik menceramahiku agar memotong rambut cuma bagaikan angin lalu saja. duh tolong jangan jadikan aku durhaka cuma gara-gara rambut sebahu ini, entah apa alasan sebenarnya aku gondrong, itulah pelampiasanku dari semua kesumpekan yang kutemui di perantauan. So please biarkan dulu aku seperti ini. dan yakin deh jika saatnya udah datang nanti aku akan potong ..tapi jangan sekarang ok ?
Hari keberangkatanku pun perlahan mulai mendekati, oh tidak. ini yang tidak kusukai, tangisku, orang tua adik dan kakak melepas kepergianku. apalagi jika engkau menangis juga nantinya... ah mungkinkah kau menangis juga ? melepas keberangkatanku saja aku belum tau kamu sempat apa nggak. Ya Allah kuatkan hatiku jika kau berpisah nanti dengannya, tolong jaga hatiku dan hatinya selalu bertaut, jangan kamu jauhkan seperti jarak yang tak mungkin ku perdekat lagi dalam beberapa waktu kedepan ini.
Hari itu datang juga, dan inilah suasana yang membuatku gundah. hampir sama dengan keberangkatan ku yang pertama. air mata menetes lagi di lantai rumah kediamanku selama 18 tahun. Semuanya akan ku tinggalkan lagi, dan ... oh ini kah yang namanya perpisahan ? dengan orang-orang yang mengisi hari begitu juga hati ku. perjalanan ke kota terasa berat 8 kilo mengukir kenangan singkat di kampung. yah ... aku sebentar lagi naik bis itu. ku rogoh lagi saku tempat menyimpan tiket itu. "Gumarang Jaya" ekonomi berangkat jam 9.00 pagi, hm masih bersisa 1 jam lagi. aku duduk dibelakang bis besar yang bercat merah putih itu, dimana dirimu ? akankah kau menepati janjimu untuk melepas kepergianku ? gerak jarum jam terasa semakin cepat saat aku menunggu kamu. aku gelisah..ah mungkin ada baiknya aku beranjak ke warung dulu, menikmati jajan atau apalah untuk penghilang gundah ini. aku gak mau kamu melihatku sedang menghisap asap itu seandainya kamu memang datang menepati janji mu. Disinilah awal cerita yang menggelikan tapi menggoreskan kenangan begitu dalam.
Ini seperti yang diceritakan oleh temanmu tampa kutambah dan kukurangi, seperti itu adanya.
Aku berangkat ke Malang bersama temanmu yang juga kuliah disana, nah pada saat aku ke warung. kamu datang tergesa-gesa ."mana dasur ?" langsung kau bertanya dengan nada penuh harap. "dasur ? sudah berangkat 1/2 jam yang lalu" jawab temanmu, padahal aku masih di warung. akting yang sempurna wakaupun berdusta."oh ya ?" kau seperti shock dan gak bisa menutup garis kekecewaanmu saat itu dan kalau boleh temanmu menebak mungkin kau akan menangis andai tak banyak orang disana, kau tertunduk dan merasakan penyesalan kenapa terlambat. "tadi dasur nungguin kamu lama banget lho disini sejak jam 1/2 8 tadi" timpal temanmu memcahkan suasana sepi pagi itu. dan kaupun tak bisa berkata-kata, temanmu paham sekali apa yang berkecamuk dalam hatimu saat itu. andai dia bisa menebak mungkin hatimu berkata "Ya Allah kenapa aku terlambat ?" 5 menit berlalu ... 10 menit masih tetap diam, sedangkan aku selesai sudah mengakhiri gelisahku diwarung itu, aku yakin dirimu takkan datang pagi ini. Langkah gontai ku ayunkan ke tempat bis parkir. sudahlah... kita masih bisa bertemu melalui kata-kata nantinya, dan kita memang harus berterima kasih pada tukang pos yang selalu setia menyampaikan kabar kita. beberapa langkah berjalan aku terhenti ... tak percaya dengan apa yang kulihat, benarkah itu dirimu ? aku menatap jauh, seakan tak percaya ... aku tersenyum dan inilah kebahagian yang kudapatkan pagi ini, kamu pun tak bisa menyembunyikan hal yang sama. senyummu terpampang jelas didepan mataku walaupun jarak aku berdiri dari mu agak jauh. Ingin ku memeluk dirimu...tapi bukan itu yang semestinya kita lakukan karena kita masih punya agama dan adat yang tidak memperbolehkan itu walopun hati ini menggebu-gebu, cukuplah salaman saja. karena tanpa memelukpun aku sudah merasakan getar yang terasa. Aliran cerita pun bergulir, dan temanmu minta maaf sebesar-besarnya atas kebohongan tadi. Kau tersenyum, aku tersenyum dan semuanya tersenyum...

5/22/2002

yeah... gundul !!! hehe new peformance 1-1-1, kalo nungguin si plak mah kapan mlontosin neh rambut. bayangin... sebulan ! sekarang ? enteng..ringan..simple kayak gak ada beban.
hmm.. nyuci 15 potong 5000 repes ... busyet mahal juga, padahal cuci basah doang. tapi gak papa lah dari pada gw terus - terusan numpang nyuci di kontrakan nya udik dan bikin pegel ampe besok pagi, mending ngerelain kantong bobol 5000 repes.
hari ini indah juga, ternyata masih ada hari-hari indah yang tersisa. bangun lebih pagi, jam 9 ! hadir di kampus lebih seger, ngobrol enteng ama oskar, dengerin celoteh dosen lebih enjoy, nongkrong di kafet ... hmm gak beli apa-apa cuma numpang nyedot rokok ama nyuruput kopinya mas tape,
tomorrow ? i dunno ... usually beautiful day only once

5/21/2002

welcome my revolver !

akhirnya launching juga setelah undur 2 hari, dan inipun revolve - gallery - portfolio - ama project belom selese .. bodo ah ! yang penting "darkblue revolving again" ... hari ini 22 mei 2002 jam 01.00 !
Kenapa mesti 22 Mei ? Insya allah hari yang akan ku ingat selalu, hari yang membuat perjalanan panjang...mungkin. dan bisa jadi sebuah kado untuk hari kelahirannya, aku yakin dia tidak tau sama sekali tentang kado ini karena memang aku tidak memberitahukan keberadaan si "revolve" ini. Hari ini dia lahir ... 20 tahun yang lalu, dan hari pula kulahirkan lembaran catatan perjalananku melewati waktu yang entah kapan dan dimana ujungnya. Izinkan aku memilih hari ini, dan biarkan aku bergelut sendiri dengan apa yang kutulis nantinya. Semoga dengan hadirnya halaman demi halaman dari pergantian hari akan merangkai untaian kisah yang suatu saat dia ketahui. Dia tau bahkan sangat tau kenapa ini menjadi suatu yang istimewa, karena 4 tahun sudah. tapi yah begitulah... setiap kuberharap, semakin susah aku untuk berucap. dalam memang, bahkan sangat dalam.
Selamat Ulang Tahun... sedang apa dirimu sekarang ? ingin sekali aku mendengar kabar darimu tapi lembaran suratmu masih saja tak singgah dikediamanku, aku rindu... terimalah revolve "catatan waktu yang takkan usang" ini sebagai hadiah ulang tahunmu yang ke 20. semoga kau bahagia dan mendapatkan kembali apa yang pernah kau cita-citakan... amin

catatan liku perjalanan hidup seorang anak manusia yang sedang mencari keridhoan sang Illahi ya Robbi izzati, sebuah persembahan untuk yang memiliki sepucuk doa berbait nama Mayra Furnalisa sosok yang ku cinta sepenuh hati yang insya allah cinta itu hadir karena Mu ya Allah Arrahman

5/15/2002

hahahah ternyata jam di kompi gw salah sodara-sodara !!! mungkin saking capeknya di suruh ngintip sana sini, gak sempat jalan
5.17 pagi... hm, waktunya ngopi ! but settingannya masih belum selesai. hanya untuk satu bagian saja ngabisin waktu 4 jam ! dunno why ... apa kepala ini udah terlalu bego ?
lagi trial n error !

4/21/2002

blurry

Everything’s so blurry and everyone's so fake, everybody’s empty and everything is so messed up preoccupied without you
my whole world surrounds you I stumble and I crawl and you could be my someone you can be my scene
you know that I’ll protect you from all of the obscene I wonder what your doing imagine where you are ...
can you take it all away ... ?

-puddle of mud -

4/13/2002

di kangkang kedunguan

di kangkang kedunguan
aku menunggu cerita yang lain
selantunan lagu tak jelas di balik kaca
di belahan cermin yang katakan bangkit
barangkali ribuan malam ku habiskan sia-sia
langit dan awan yang hidup dari malamku dalam ribuan hari
tak sempat menyisakan sedetik untuk berucap lelah
tarian pikiran memecahkan bayangan silam
saat jejak hitam ku kucurkan
di tanah peraduan yang kelam
di kubangan yang membesut
melintas erangan mendelik
kelam meneriaki diriku
mengusai sketsa nafas mendesah
kenapa mentari tak datang ?

3/20/2002

utak atik otak

bolak-balik ngutak ngatik nih template akhirnya si banner ilang juga dari peredaran. tq berat to udik trus juga buat ami...hehe terinspirasi dari blogspot yang elo bikin gw jadi inget ama blogspot yang pernah gw bikin dulu. Untung id ama paswordnya gak lupa. hmm 5.41 AM tertulis dipojok monitor, kadang gw ga abis pikir napa betah amat nongkrongin benda yang satu ini, padahal capek banget seharian gak bobo...ngantuk ! ... tapi ntar lage gw mo kuliah, duh kuliah ? mata udah 5 watt ikut apa engga ya ?..ikut..engga...ikut...engga...ikut engga...au ah gelapz !