7/19/2003

duniaku kini ?! iya ... begini ! dan ... seperti itu jalannya, tak juga berliku menanjak atau berkerikil tajam. mulus² saja dan terasa datar, mungkin sekali-sekali bergelombang, tak apalah ! itu saja sudah membuat bahagia.

kusadari, semua itu menjadi bagian yang sempat teraih ... sejak berputar dan beredar dalam singgasana cakrawala asa

7/15/2003

kembali kujilat dan kulumat

kita tahu betul bahwasanya telah berubah, ada yang memaksa angin menyelinap dari balik jendela melalui celah-celah yang memang sedikit terbuka. Tadi malam akupun tak sadar jari-jari menggapai seribu macam mimpi sampai aku tertawa sendiri. entah berapa hari ini aku tak membungkus rapi semua do'a dalam sajadah. selalu cepat dan tergesa-gesa hingga satu persatupun berceceran tak sampai ke tangan Nya. apa yang membuatku gundah ? pada angin yang mengintip masih sempat kukatakan "aku baik-baik saja". padahal kakiku yang berpijak terasa goyah.

Mungkinkah aku berkata "dunia ini hanya akan tinggal air mata ?".

kembali kujilat dan kulumat cerita masa lalu, disana terlukis wajah kesabaran, diam dan tenang

7/05/2003

dan mereka pun berserakan bagai orang tak punya harga diri, aku merintih dan lihat dunia itu menjadi tuli. kenapa selalu hidup diantara iya dan tidak ? kenapa tak pernah ingin memilih iya dan sekaligus mengatakan tidak. maka jadilah seorang manusia yang bodoh ! melakukan semua ketidak jelasan. menikmati ? haha ! klise tercantik yang selalu menampik dalam ruang dengarku. disisi mana kau bisa menikmati sedangkan kejelasan itu masih sebuah fatamorgana ?
suatu saat kita ingin bercerita bahkan bercinta, namun dari mana kan kumulai ? akan berperan sebagai apakah aku ? bisa jadi kau ingin aku sebagai seorang arjuna. Tetapi arjuna semalam untuk apa ? karena besok cerita dari mulutmu berubah lagi ...

hidup itu dinikmati, tapi bukan menciptakan kondisi seperti ini