12/02/2005

Saat Menunggu

Menunggu adalah kata yang paling tidak diinginkan oleh setiap orang, mungkin. Bagi saya ? menunggu adalah sesuatu hal yang harus saya isi keberadaannya dengan berbagai macam. Kalo terkadang saya menunggu bis atau angkot baik yang lewat ataupun lagi ngetem, saya mengisinya dengan membaca atau mungkin istilah lebih kerennya dengan berdzikir (cihui). Cuma kalo saya pake istilah keren itu kayaknya saya bercerita seperti layaknya orang alim banget ya ? Ah terserah lah, yang jelas saya mengisinya dengan kegiatan seperti itu.

Kalau saya menunggu antrian di bank atau di loket pembayaran, lagi-lagi saya membaca. Syukur-syukur kalo saya bawa buku kecil atau disekitar ada koran, tapi kalo tidak ada. Lagi-lagi saya melakukan istilah keren tadi. Kenapa saya mesti berdzikir disaat menunggu ? jawaban sederhananya karena saya susah sekali untuk mengingat Allah. Sering kali saya lupa dengan Allah SWT. Bangun tidur saja saya sering lupa baca do'a. Mau masuk WC/kamar mandi saya sering kali lupa baca do'a. Keluar WC/kamar mandi apalagi, minum air putih saya juga sering lupa baca bismillah. Selesai minum ? jangan ditanya.

Pake pakaian saya selalu lupa baca do'a, keluar rumah menuju tempat kerja juga lupa baca do'a. Jarang sekali saya ingat keberadaan Allah disaat saya melakukan apa-apa. Baru disaat saya melamun menunggu angkutan, saya ingat keberadaannya. Mungkin karena tidak ada lagi yang yang saya kerjakan kecuali menunggu.

Saya memang parah ya ? Ya Allah kenapa hamba ini susah kali untuk mengingatMu ? Rasanya tak cukup hanya setiap sholat datang ke rumahMu dan bersama jamaah lain bersujud dihadapanMu. Hamba ini takut ya Allah disaat Engkau mencabut nyawa ini tidak sedang mengingat Mu. Betapa meruginya hamba.

Setiap mata hati tangan kaki akan menjadi saksi
tiada dusta diri yang tak terhakimi.
Luka sepi air mata tak berarti lagi
akan terlambat segala sesal diwaktu nanti

No comments: